Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun dan Abdul Gafur Sangadji, menyoroti 14 ijazah pembanding yang disebut diperiksa Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dalam perkara dugaan ijazah palsu Joko Widodo.

Dari daftar barang bukti yang diserahkan penyidik kepada jaksa penuntut umum, tim kuasa hukum mengaku baru berhasil mengidentifikasi tujuh ijazah pembanding.

Mereka mempertanyakan apakah seluruh ijazah tersebut telah diverifikasi keasliannya oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut kuasa hukum, ijazah pembanding harus memiliki kejelasan asal-usul, cara perolehan, pihak yang menerbitkan, serta kepastian bahwa dokumen tersebut benar-benar merupakan produk resmi UGM.

Mereka menilai verifikasi terhadap ijazah pembanding menjadi penting karena dokumen tersebut digunakan sebagai dasar pembanding dalam pemeriksaan forensik.

Tim kuasa hukum menyatakan akan terus menelusuri keabsahan 14 ijazah pembanding tersebut dalam proses praperadilan sebelum masuk ke pokok perkara.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/686522/geram-refly-harun-gafur-persoalkan-14-pembanding-ijazah-jokowi-baru-7-berhasil-diidentifikasi
Transkrip
00:00Soal ijasa pembanding itu, yang jelas pernah dilakukan oleh perbandingan oleh banyak orang, beberapa orang ya, Mas Roy pernah, kemudian
00:14Rismon pernah, beberapa orang yang pernah bilang ke saya pernah, dan menemukan perbedaan antara ijasa Jokowi 1120 dengan ijasa yang
00:25mirip-mirip disitu, 1115, 1116, 1117.
00:30Salah satunya namanya Sri Murti Ningsi, salah duanya namanya Harimulyona, salah tiganya lupa saya, itu ijasa yang berbeda ketika dibandingkan,
00:41kalau kita bicara mengenai sebuah integritas yang benar, maka kalau misalnya dibandingkan semua angkatan tersebut, tidak boleh ada perbedaan sedikit
00:52pun, yang saya sebutkan perbedaan itu bukan informasinya,
00:55Tapi misalnya tata letaknya, tiba-tiba hurufnya ini keluar, ini tidak, itu sering sekali dilakukan oleh Rismon, wah itu mencelat,
01:03mencotot dan lain sebagainya kan, nah kalau misalnya ada ijasa yang berbeda, maka this is a big question, ketika kemudian
01:12dibandingkan ada ijasa baru, bisa jadi identik,
01:16Tapi jangan lupa, identik itu sama-sama palsu juga bisa identik, kalau misalnya direproduksi secara massal, beberapa ijasa lalu dibandingkan,
01:25ya identik, tetapi kalau misalnya dikumpulkan semua, ijasa angkatan itu, apakah sama semua atau tidak?
01:30Karena itu, kalau kita bicara tentang bagaimana mencari kebenaran, harus menurut hukum acaranya juga begitu, apakah ijasa pembandingnya itu sudah
01:42diverifikasi sebagai verified?
01:44Kalau ijasa pembandingnya tidak pernah diverifikasi, dan tidak pernah dibuktikan bahwa itu ijasa asli, maka dia gagal menjadi pembanding, harus
01:53verified, karena itu hati-hati dengan trik-trik, dengan jalan tikus yang kemudian mau diambil, agar kemudian ijasa ini menjadi
02:03asli, padahal kita meyakini bahwa 99,9% sebagaimana dikatakan Mas Roy, ijasanya ini tidak asli,
02:09Karena kalau asli sebenarnya dari kemarin-kemarin, kalau jujur, itu lurus, kalau bohong, berkelok-kelok, makanya kemudian ada pra-peradilan,
02:19ada putusan sela, ada macam-macam dan lain sebagainya, itu saja tambahannya, terima kasih
02:23Enggak, daripada berlama-lama, barusan sudah, saya pastikan saja, ini ijasanya Frono Jiwo, baru saya cek, ya, jelas ijasa ini
02:29beda dengan ijasanya Jokowi, ijasanya Jokowi itu hanya mencorot, hanya mencorot itu hanya keluar, ijasanya Frono Jiwo hanya masuk ke
02:36dalam, ini ijasanya yang tadi disebutkan Frono Jiwo,
02:39Jadi dari satu saja tadi sudah terlihat bahwa ijasa ini beda, kalau ini mau diperbandingkan, ijasa ini tidak identik, sudah
02:46pasti fail ijasa ini, sudah pasti, ijasa Frono Jiwo, apakah ini ijasa yang sudah diteliti atau tidak
02:53Apakah kemudian ada reproduksi baru, itu yang jadi persoalan, tiba-tiba kita menemukan dua jenis ijasa Frono Jiwo, misalnya, ini
03:01kan saya bicara tentang sebuah pembelaan, karena termul-termul itu selalu bilang, nanti kita laporkan dan lain sebagainya
03:08Saya bicara tentang sebuah pembelaan, kalau kita mau membandingkan sebuah ijasa dengan ijasa Jokowi, maka pastikan dulu ijasa itu terverifikasi
03:17secara baik, bahwa ijasa itu memang benar-benar asli
03:20Dan asli tersebut tidak hanya didasarkan pada statement institusi, karena statement institusi, jangan lupa di institusi itu ada orang, orang
03:30itu bisa punya koneksi, orang itu bisa terepresi dan lain sebagainya
03:34Orang itu punya kedudukan lo, sehingga dia tidak bisa arah sebenarnya
03:37Begitu, terima kasih
03:38Oke, sebentar, satu lagi, satu lagi ini informasi penting, terkait dengan ijasa pembanding
03:43Jadi tadi kami baru mengidentifikasi 7 ijasa pembanding dari 14 ijasa pembanding
03:49Jadi dalam pokok perkara, ijasa pembanding yang diperiksa oleh Laboratorium Forensik Baris Krim Polri itu adalah 14 ijasa pembanding
04:00Kami tadi baru identifikasi 7 ijasa pembanding dari daftar list barang bukti atau list barang bukti yang diserahkan penyidik kepada
04:09jaksa penuntut umum
04:10Nah, terkait dengan tadi memperifikasi ijasa-ijasa pembanding ini, saya tadi berusaha untuk mencari adakah pernyataan keapsahan dari UGM terkait
04:23dengan ijasa pembanding-pembanding ini
04:25Karena tentu dalam pembuktian terhadap suatu dokumen yang diduga palsu, maka dokumen pembanding itu adalah kunci
04:33Untuk membuat kunci suatu barang pembanding supaya barang pembanding ini punya integritas dan bisa dibenarkan
04:41Maka tentu kita harus memperifikasi
04:44Dari mana didapat, dengan cara apa didapat, dari siapa didapat, dan apakah ijasa-ijasa itu adalah resmi dikeluarkan oleh UGM
04:52atau tidak
04:52Kami akan pelan-pelan melalui peradilan ini akan mengecek ada atau tidak
04:58Pernyataan keapsahan dari UGM terkait dengan 14 ijasa pembanding bahwa 14 ijasa pembanding itu betul-betul adalah produk yang dikeluarkan
05:07oleh UGM
05:07Itu tentu challenge dan itu nanti kita buktikan dalam pokok perkara
05:11Jadi kami tidak takut untuk masuk ke pokok perkara, tetapi justru dengan peradilan ini kami sudah mulai mengumpulkan pelan-lahan
05:18amunisi untuk masuk ke dalam pokok perkara
05:21Dan ini adalah suatu kebaikan dari hukum acara pidana kita yang baru
05:25Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan