00:00Soal ijasa pembanding itu, yang jelas pernah dilakukan oleh perbandingan oleh banyak orang, beberapa orang ya, Mas Roy pernah, kemudian
00:14Rismon pernah, beberapa orang yang pernah bilang ke saya pernah, dan menemukan perbedaan antara ijasa Jokowi 1120 dengan ijasa yang
00:25mirip-mirip disitu, 1115, 1116, 1117.
00:30Salah satunya namanya Sri Murti Ningsi, salah duanya namanya Harimulyona, salah tiganya lupa saya, itu ijasa yang berbeda ketika dibandingkan,
00:41kalau kita bicara mengenai sebuah integritas yang benar, maka kalau misalnya dibandingkan semua angkatan tersebut, tidak boleh ada perbedaan sedikit
00:52pun, yang saya sebutkan perbedaan itu bukan informasinya,
00:55Tapi misalnya tata letaknya, tiba-tiba hurufnya ini keluar, ini tidak, itu sering sekali dilakukan oleh Rismon, wah itu mencelat,
01:03mencotot dan lain sebagainya kan, nah kalau misalnya ada ijasa yang berbeda, maka this is a big question, ketika kemudian
01:12dibandingkan ada ijasa baru, bisa jadi identik,
01:16Tapi jangan lupa, identik itu sama-sama palsu juga bisa identik, kalau misalnya direproduksi secara massal, beberapa ijasa lalu dibandingkan,
01:25ya identik, tetapi kalau misalnya dikumpulkan semua, ijasa angkatan itu, apakah sama semua atau tidak?
01:30Karena itu, kalau kita bicara tentang bagaimana mencari kebenaran, harus menurut hukum acaranya juga begitu, apakah ijasa pembandingnya itu sudah
01:42diverifikasi sebagai verified?
01:44Kalau ijasa pembandingnya tidak pernah diverifikasi, dan tidak pernah dibuktikan bahwa itu ijasa asli, maka dia gagal menjadi pembanding, harus
01:53verified, karena itu hati-hati dengan trik-trik, dengan jalan tikus yang kemudian mau diambil, agar kemudian ijasa ini menjadi
02:03asli, padahal kita meyakini bahwa 99,9% sebagaimana dikatakan Mas Roy, ijasanya ini tidak asli,
02:09Karena kalau asli sebenarnya dari kemarin-kemarin, kalau jujur, itu lurus, kalau bohong, berkelok-kelok, makanya kemudian ada pra-peradilan,
02:19ada putusan sela, ada macam-macam dan lain sebagainya, itu saja tambahannya, terima kasih
02:23Enggak, daripada berlama-lama, barusan sudah, saya pastikan saja, ini ijasanya Frono Jiwo, baru saya cek, ya, jelas ijasa ini
02:29beda dengan ijasanya Jokowi, ijasanya Jokowi itu hanya mencorot, hanya mencorot itu hanya keluar, ijasanya Frono Jiwo hanya masuk ke
02:36dalam, ini ijasanya yang tadi disebutkan Frono Jiwo,
02:39Jadi dari satu saja tadi sudah terlihat bahwa ijasa ini beda, kalau ini mau diperbandingkan, ijasa ini tidak identik, sudah
02:46pasti fail ijasa ini, sudah pasti, ijasa Frono Jiwo, apakah ini ijasa yang sudah diteliti atau tidak
02:53Apakah kemudian ada reproduksi baru, itu yang jadi persoalan, tiba-tiba kita menemukan dua jenis ijasa Frono Jiwo, misalnya, ini
03:01kan saya bicara tentang sebuah pembelaan, karena termul-termul itu selalu bilang, nanti kita laporkan dan lain sebagainya
03:08Saya bicara tentang sebuah pembelaan, kalau kita mau membandingkan sebuah ijasa dengan ijasa Jokowi, maka pastikan dulu ijasa itu terverifikasi
03:17secara baik, bahwa ijasa itu memang benar-benar asli
03:20Dan asli tersebut tidak hanya didasarkan pada statement institusi, karena statement institusi, jangan lupa di institusi itu ada orang, orang
03:30itu bisa punya koneksi, orang itu bisa terepresi dan lain sebagainya
03:34Orang itu punya kedudukan lo, sehingga dia tidak bisa arah sebenarnya
03:37Begitu, terima kasih
03:38Oke, sebentar, satu lagi, satu lagi ini informasi penting, terkait dengan ijasa pembanding
03:43Jadi tadi kami baru mengidentifikasi 7 ijasa pembanding dari 14 ijasa pembanding
03:49Jadi dalam pokok perkara, ijasa pembanding yang diperiksa oleh Laboratorium Forensik Baris Krim Polri itu adalah 14 ijasa pembanding
04:00Kami tadi baru identifikasi 7 ijasa pembanding dari daftar list barang bukti atau list barang bukti yang diserahkan penyidik kepada
04:09jaksa penuntut umum
04:10Nah, terkait dengan tadi memperifikasi ijasa-ijasa pembanding ini, saya tadi berusaha untuk mencari adakah pernyataan keapsahan dari UGM terkait
04:23dengan ijasa pembanding-pembanding ini
04:25Karena tentu dalam pembuktian terhadap suatu dokumen yang diduga palsu, maka dokumen pembanding itu adalah kunci
04:33Untuk membuat kunci suatu barang pembanding supaya barang pembanding ini punya integritas dan bisa dibenarkan
04:41Maka tentu kita harus memperifikasi
04:44Dari mana didapat, dengan cara apa didapat, dari siapa didapat, dan apakah ijasa-ijasa itu adalah resmi dikeluarkan oleh UGM
04:52atau tidak
04:52Kami akan pelan-pelan melalui peradilan ini akan mengecek ada atau tidak
04:58Pernyataan keapsahan dari UGM terkait dengan 14 ijasa pembanding bahwa 14 ijasa pembanding itu betul-betul adalah produk yang dikeluarkan
05:07oleh UGM
05:07Itu tentu challenge dan itu nanti kita buktikan dalam pokok perkara
05:11Jadi kami tidak takut untuk masuk ke pokok perkara, tetapi justru dengan peradilan ini kami sudah mulai mengumpulkan pelan-lahan
05:18amunisi untuk masuk ke dalam pokok perkara
05:21Dan ini adalah suatu kebaikan dari hukum acara pidana kita yang baru
05:25Terima kasih telah menonton!
Komentar