Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, warga terdampak gempa masih membutuhkan bantuan, baik makanan, selimut, maupun kebutuhan lainnya seperti popok untuk anak-anak.

Lalu, bagaimana memastikan bantuan dapat terdistribusi secara tepat? Dan bagaimana mewaspadai gempa susulan yang terjadi?

Simak ulasan bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional Ahmad Yohan dan Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian sekaligus pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Irwan Meilano, dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Kamis (20/8/2026).

Baca Juga Pakar ITB Beberkan Sejarah Gempa di NTT, Ungkap Hal yang Perlu Dilakukan Pemerintah di https://www.kompas.tv/nasional/686502/pakar-itb-beberkan-sejarah-gempa-di-ntt-ungkap-hal-yang-perlu-dilakukan-pemerintah

#ntt #gempantt #dpr

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686511/full-korban-gempa-ntt-menanti-bantuan-medis-pangan-dpr-pakar-gempa-itb-soroti-hal-ini-sapa-pagi
Transkrip
00:04Intro
00:10Korban gempa Magnitudo 7,7 di NTT kini masih mengungsi.
00:15Sejumlah layanan dan bantuan masih dibutuhkan bagi mereka yang terdampak gempa.
00:20Di RSUD Ruteng, Nusa Tenggara Timur masih mengoptimalkan pelayanan kesehatan meski dalam kondisi darurat.
00:25Pelayanan mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga rawat inap masih dilakukan di luar gedung RSUD Ruteng dengan menggunakan tenda darurat.
00:34Membas gedung rumah sakit yang kondisinya rusak parah akibat gempa.
00:39Pihak rumah sakit bilang KMNK sedang mempersiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golodukal khusus untuk melayani masalah ortopedi.
00:47Walau sudah mendapat tempat sementara untuk bernaung, pengungsi korban gempa terpaksa memasak sendiri.
00:52Pasalnya, dapur umum yang dibangun tak mampu memenuhi kebutuhan untuk konsumsi.
00:57Seperti posko di kampung Barang Kolong, Kecematan Reok, yang kini dihuni lebih dari 1.300 pengungsi.
01:04Tak hanya itu, fasilitas MCK juga masih minim sehingga warga tak tahu harus kemana.
01:11Ini karena dapat minta dari, bagi minta dari Pak Dalam.
01:17Dari dapur umum hanya kasih apa sih?
01:19Mie, mie dengan beras, itu saja yang mereka bagi.
01:23Kami harap semacam kami ini ada anak bayi, misalnya pampers, terus dengan tempat tidur yang layak lah semacam.
01:31Kami tidak minta lebih, semacam tikar, terus bagi dingin lah, begitu.
01:39BNPB mengungkap sejumlah kendala penyaluran bantuan korban gempa di NTT
01:43mulai dari atas sulit hingga sebarang pengungsi mandiri.
01:46Lebih dari 59 orang mengungsi.
01:50Menurut BNPB, petugas kesulitan menembus desa-desa terisolasi.
01:54Pasca gempa dasyat di Flores, salah satunya di desa Nitung di Paluwe Sika.
01:58Petugas juga butuh waktu mendata dan menyalurkan bantuan untuk warga yang mengungsi secara mandiri.
02:05Ada beberapa kendala dalam melakukan distribusi tersebut, yaitu
02:09banyaknya pengungsi secara mandiri ini mempersulit tim untuk menyebarkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan waktu yang tepat.
02:21Karena memang kami butuh untuk mendata dan butuh waktu untuk menyebarkannya.
02:26Selain itu, akses ke desa-desa tidak mudah dan perlu waktu untuk menjangkaunya
02:32karena memang kondisi yang labil dari kondisi jalan maupun kecilnya jalan tersebut.
02:40Sementara BMKG mencatat, hingga Rabu siang terjadi 3.002 gempa susulan di NTT.
02:46Kekuatan gempa susulan berkisar magnitudo 1,1 hingga 6,2.
02:51Menurut BMKG, banyaknya gempa susulan merupakan pelepasan energi menuju keseimbangan
02:56pasca gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu.
03:00BMKG telah mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,1 hingga 6,2.
03:13Dan sebanyak 86 gempa bunyi susulan ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
03:21Dan terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih.
03:29Dan perlu diketahui oleh masyarakat bahwa jumlah gempa susulan ini cukup banyak.
03:37Kenapa? Sebenarnya itu adalah bagian dari proses penyesuaian kerak bumi
03:42atau pelepasan energi sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru
03:48setelah ada terjadinya gempa utama yang besar.
03:53Gempa yang menguncang NTT dengan magnitudo 7,7 mengibatkan warga mengungsi
03:57dan sejumlah infrastruktur rusak parah.
03:59Kini tim Sargabungan pun masih terus berupa yang mencari korban selamat lainnya
04:03dari runtuhan gempa.
04:04Tim Liputan, Kompas TV
04:12Saudara aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur
04:18sementara warga terdampak gempa masih membutuhkan bantuan baik makanan selimut
04:24hingga kebutuhan seperti popok untuk anak-anak.
04:27Lalu bagaimanakah memastikan bantuan ini bisa terdistribusi secara cepat dan juga tepat?
04:33Bagaimana mewaspadai gempa susulan yang terjadi?
04:36Kita akan bahas bersama dengan Ahmad Yohan, Wakil Ketua Komisi 4 DPR RI
04:42dari fraksi Partai Amanat Nasional, telah bergabung bersama kami melalui sambungan daring
04:46dan juga ada guru besar dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
04:50sekaligus pakar gempa Institut Teknologi Bandung, Prof. Irwan Milano.
04:55Selamat pagi Bapak-Bapak, Assalamualaikum, Selamat pagi.
04:58Selamat pagi.
05:01Selamat pagi, Assalamualaikum.
05:03Waalaikumsalam, Wr. Wb.
05:05Pak Yohan, Anda Wakil Ketua Komisi 4 DPR yang juga merupakan DAPIL di NTT.
05:13Bagaimana kondisi di sana? Bapak, posisi di mana Pak saat ini Pak?
05:20Saat ini saya berada di Kabupaten Sika, tepatnya di Maomere.
05:24Oke, kemarin saya sudah hampir 3 hari ini berkeliling dari Labuan Bajo, Manggarai Barat sampai ke Maomere.
05:30Sudah hampir 50 posko, baik yang dibangun oleh pemerintah maupun yang kami bangun,
05:36termasuk juga posko-posko mandiri yang dibangun oleh warga.
05:39Oke, dari pantauan Bapak selama berkeliling di sana, Bapak, yang merupakan DAPIL Bapak juga,
05:45bagaimana kondisi para korban terdampak gempa, khususnya mereka yang sampai saat ini masih merasakan trauma untuk bisa kembali ke rumah
05:54mereka masing-masing,
05:55karena banyak juga gempa susulan di sana masih terjadi.
06:01Ya, yang pertama bagi kogak-kogak kita yang kemarin rumahnya hancur, sekitar di daerah Waso, Rontim, dan Manggarai Timur, dan
06:11sebagian di Kabupaten yang ada,
06:13itu mengalami trauma yang luar biasa.
06:15Pertama, rumahnya hancur, semua yang mereka miliki rusak, kemudian mereka harus berpindah dari rumahnya.
06:21Sehingga kegelisahan itu luar biasa, kemudian ditambah dengan gempa-gempa susulannya hampir 3.000 kali ini,
06:30ini juga membuat trauma yang luar biasa.
06:33Apalagi banyak masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai.
06:36Sehingga inilah yang melahirkan banyak posko-posko mandiri atau tenda-tendam mandiri,
06:40karena menghindari laut ya, karena isu soal tsunami ini membuat susul kita ini agak trauma dan takut.
06:48Sehingga inilah yang membuat kita kesulitan membuat posko bersama.
06:52Sehingga masih banyak warga memilih aman dengan cara pandangnya sendiri.
06:57Itu kemudian pergi agak jauh dari bibir pantai.
07:01Banyak yang bangun di tempat-tempat ketinggian kejauhan sehingga tidak terkhasilkan baik.
07:05Inilah yang membuat bantuan-bantuan sembakuan ini belum merata terbaik kepada seluruh masyarakat.
07:10Nah, saya kemarin ketika 50 titik juga saya melihat bahwa bantuan sembakuan ini belum sampai ke banyak titik.
07:18Kemudian kita juga bersyukur, pemerintah pusat sudah dengan menteri lembaga sudah banyak yang turun,
07:23berkunjung ke sana untuk memantau melihat secara langsung.
07:26Mudah-mudahan pantauan para menteri, lembaga, dan lain sebagainya ini cepat ikut menyelesaikan persoalan yang ada oleh masyarakat.
07:33Pertama, soal makannya warga-warga kita yang ada di posko-posko, baik tenda yang dibangun bersama maupun yang mandiri.
07:41Kemudian soal kesehatan.
07:43Saya melihat kemarin karena ini banyak kampung yang jauh sehingga cuma ada tenda,
07:48sanitasinya belum ada, ABSB-nya belum ada, air minum juga kesulitan, belum dilengkapi dengan para medis ya.
07:55Sehingga kita khawatir.
07:56Itu di wilayah mana, Bapak?
07:59Di Manggarai Timur, di Manggarai Timur terutama ya, di Waso, di Peronting, dan lain-lain.
08:08Oke, tapi kalau dari akses sendiri apakah memang kenapa sampai belum terdistribusi secara tepat ke korban terdampak?
08:17Karena memang aksesnya yang sulit, terputus, atau seperti apa sebenarnya masalah utamanya di sana?
08:22Nah, jalannya memang banyak yang rusak, banyak runtuhan batu-batu besar.
08:27Tapi masih bisa dilintasi?
08:29Kemarin saya dengan beberapa truk membawa sembangku masih bisa lewati, tapi juga saya kira perlu hati-hati.
08:34Karena kita khawatir dengan gempa-gempa seluruhannya bisa merumpuhkan tebing-tebing jalan itu.
08:38Kemudian banyak jembatan juga sepertinya akan berbahaya kalau tidak dipantau dengan baik.
08:44Kalau terlalu banyak kendaraan berat lewat, bisa-bisa runtuh juga.
08:46Oke, jadi memang ada berbagai macam tantangan yang harus dihadapi ketika pendistribusi bantuan.
08:53Kemudian dia agak jauh dari pusat kota kan, kalau dari pusat turun harus lewat Labuan Bajo.
08:58Sehingga jalan darat menuju ke Reo, ke Ronting, ke Waso, ya butuh sekitar 4, 5, 6, 7 jam lah jalan
09:05darat.
09:06Oke, 4 sampai 6, 7 jam ya untuk jalan darat untuk bisa mencapai.
09:10Dan kalau pemerintah lewat helikopter kan tentu tidak bisa membawa banyak barang.
09:14Sehingga kami sudah berkondensi dengan pihak Bulog untuk memastikan bahwa masyarakat terdampak ini tidak kesulitan dalam persoalan makan.
09:22Kita minta kepada Bulog untuk segera mengambil inisiatif berkondensi dengan Badan Pangan Nasional
09:28untuk mempercepat bantuan pangannya kepada semua kakak.
09:34Dengan mekanisme kolektif saja, tidak perlu di data satu persatu foto, tidak perlu lagi.
09:38Segera tinggal berkondensi dengan pemerintah daerah, dengan camat, dengan kepala desa
09:43untuk memastikan warganya berada di mana, kemudian itu segera logistik sampai
09:48memastikan bahwa mereka merasa diperhatikan.
09:51Perlu bahwa negara ini hadir.
09:52Jangan sampai mereka merasa mereka sendiri menghadapi musibah ini.
09:56Oke, oke, oke. Saya begitu terasa begitu ya.
10:00Negara harus hadir di sana, jangan sampai kemudian saudara-saudara kita merasa tertinggal begitu ya,
10:07jangan sampai seperti itu begitu ya.
10:09Nah, saya ke Pak Prof.
10:10Karena sampai hari ini, Pak Adi, karena sampai hari ini kan belum terasa ada koordinasi yang baik
10:15antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
10:16Oke, harus ada...
10:17Mereka menteri datang, ya.
10:19Harus ada koordinasi untuk memastikan berapa warga yang terdampak, berapa rumah yang rusak.
10:25Kita harus memberikan kejaminan kepastinya pada warga yang rumah yang rusak.
10:28Jadi, agar mereka itu hilang traumanya.
10:29Mereka percaya bahwa negara ini hadir.
10:31Oke.
10:31Jangan sampai mereka sedihnya berlarut, kemudian pelayanan pemerintah juga belum berjalan,
10:36sehingga mereka merasa bahwa...
10:38Nah, akibat seperti ini kemudian berdampak pada perilaku masyarakat yang terdampak.
10:41Sekarang ini banyak sekali warga yang di pinggir-pinggir jalan itu menghadang mobil-mobil bantuan yang masuk.
10:48Menghadang di tengah jalan karena mereka merasa bahwa selama ini tidak ada keadilan dalam penyebarannya, pembagiannya.
10:53Nah, kita khawatir.
10:54Ini kalau tidak dikoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat Pemda dengan kepala-pala desa,
10:59warga tidak tergama dengan baik bantuan-bantuan ini,
11:01akan menunjukkan kerusuan-kerusuan dan tindakan anarki dari warga yang merasa ada ketidakadilan yang kurang perhatian dari kita semua.
11:07Oke, jangan sampai itu terjadi.
11:09Kemudian harus ada koordinasi yang dibenahi begitu antara pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah
11:13agar bantuan ini bisa terdistribusi secara cepat dan juga tepat ya, Bapak ya.
11:19Saya ke Prof. Irwan dulu.
11:21Prof. Irwan, ini kalau kita lihat kan ya di headline Kompas yang terbit di hari ini juga mengatakan
11:26ribuan gempa susulan terus melanda flores.
11:29Tadi disebutkan oleh wakil rakyat kita juga mengatakan warga di sana juga masih trauma
11:35karena masih banyak juga gempa susulan terjadi.
11:38Nah, saya ingin tahu dari perspektif Anda untuk saya bertanya sebagai orang awam.
11:43Ketika gempa berkekuatan yang cukup dahsyat 7,7 Magnitudo, apakah memang karakteristiknya akan seperti itu?
11:50Akan ada terjadi gempa-gempa susulan dan sampai berapa hari untuk bisa terus diantisipasi gempa susulan ini?
11:57Ya, terima kasih.
12:00Jadi, untuk gempa dengan Magnitudo 7,7, ini termasuk gempa yang besar kekuatannya.
12:10Berdasarkan, apabila kita belajar berdasarkan kejadian gempa sebelumnya misalnya di Lombok 2018,
12:18maka gempa susulan terbesar biasanya muncul 3 sampai 14 hari.
12:22Dan 70 persen di antara gempa-gempa susulan itu terjadi dalam radius 50 kilo dari pusat gempa.
12:30Jadi, kita tidak hanya fokus di area di mana pusat gempa terjadi,
12:34tetapi biasanya berdasarkan riset kami, 70 persen terjadi dalam radius 50 kilo dari pusat gempa utama.
12:42Nah, nanti gempa tersebut akan pelan-pelan menurun.
12:47Jadi, biasanya sepersepuluhnya itu akan turun dalam 10 hari dan kemudian nanti akan turun signifikan kembali
12:55sampai sangat sedikit setelah 100 hari dan kemudian setelah lebih dari 300 hari akan semakin hilang.
13:03Nah, tetapi apabila kita belajar dari gempa Lombok 2018 misalnya,
13:10nah gempa susulan itu tidak selalu hilang dengan cepat gitu ya.
13:14Misalnya gempa Lombok itu terjadi pada 28 Juli, maksudnya kan 6,4.
13:21Tetapi kemudian 5 Agustus itu muncul magnitude lain, bahkan lebih tinggi 7,0.
13:28Kemudian baru 14 hari kemudian muncul magnitude 6,9.
13:33Jadi, kalau saran kami untuk 2 sampai 3 minggu ke depan, ini masyarakat harus tetap waspada.
13:44Dan kemudian tadi disampaikan juga dari wakil ketua dewan, agar kemudian masyarakat mengungsi di tempat yang aman.
13:55Oke, jadi ini harus tetap diwaspadai ya, paling tidak sampai sepekan ke depan begitu ya.
14:00Karena memang gempa susulan masih akan terus terjadi dengan intensitas yang bisa dikatakan masih cukup besar ya, Prof.
14:09Bisa sampai 6, 5 atau bagaimana?
14:12Iya, 14 hari pertama masih mungkin muncul gempa dengan magnitude 1 magnitude lebih kecil daripada yang sebelumnya.
14:22Jadi, kalau yang gempa utama 7,7, maka gempa dengan magnitude 6 itu masih mungkin dalam retang 2 minggu ke
14:31depan.
14:32Maaf, 2 minggu sudah gempa utama. Jadi, mungkin beberapa puluh, beberapa belas hari ke depan itu masih mungkin terjadi.
14:38Untuk itu, maka kami menghimbau agar warga tetap waspada.
14:44Kenapa? Karena gempa susulan itu bisa memang lebih kecil secara magnitude 2 itu yang kita harapkan, lebih kecil secara magnitude
14:512.
14:52Tetapi kan kondisinya bangunan sudah terkena dampak dari gempa utama.
14:57Jadi, kemungkinan kerusakan struktur saya sangat concern dengan misalnya fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas publik, dan juga rumah penduduk.
15:09Ini kemungkinan yang dekat dengan pantai itu sudah mengalami kerusakan, walaupun tidak sampai rubuh akibat gempa utama, tetapi terkena gempa
15:18susulan, walaupun magnitude-nya lebih kecil, bisa jadi dampaknya cukup signifikan.
15:23Sehingga memang kami meminta agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius, agar masyarakat kemudian diberikan haknya untuk bisa mengungsi di tempat
15:35yang aman.
15:36Dengan seluruh fasilitasnya.
15:37Oke, kita harapkan juga memang posko-posko pengungsian ini bisa didata lagi, supaya ada posko pengungsian terpadu ya Bapak ya,
15:48supaya kemudian bantuan juga bisa terdistribusinya juga tepat sasaran.
15:58Nah, saya juga ingin tahu kan kalau kita lihat ya Prof, wilayah Flores yang paling terdampak gempa kemarin.
16:06Nah, ini kan kalau kita lihat juga bukan yang pertama kali terjadi pada saat 1992, ini juga pernah terjadi dengan
16:14kekuatan yang hampir sama, kalau tidak salah 7,9 magnitudo.
16:19Nah, bisa dijelaskan kepada kami dengan pemahaman yang bisa mudah dipahami, mengapa ini bisa kembali terjadi dan mitigasi apa yang
16:29bisa dilakukan ke depannya.
16:31Terutama untuk masa transisi, dari masa tanggap darurat ke masa transisi, huntap, hundian sementara, di red zone.
16:40Ini kan tadi Anda mengatakan, ini tidak hanya di epicentrum, tapi bisa berdampak ke 50 km setelahnya, begitu ya jaraknya.
16:48Prof.
16:50Iya, jadi dari riset yang kami lakukan dan sudah terbit di jurnal per tahun 2016,
16:57bahwa kita menemukan bahwa sistem sesar naik di busur belakang Indonesia Timur,
17:02ini membentang di area yang cukup panjang, bahkan kami menduga lebih panjang dari 1.500 km.
17:12Membentang dari bagian timur Pulau Jawa sampai kemudian bagian timur dari Pulau Timur.
17:19Dan dari sejarah kegempaan pun menunjukkan hal demikian.
17:22Misalnya kita menemukan bukti ada tsunami di Sumba pada tahun 1977 dan kemungkinan sumber gempanya emang dituruhnya lebih di atas
17:328.
17:32Tadi disampaikan juga tsunami di Flores itu dari gempa emang dituruh 7,9 pada tahun 1992.
17:40Kemudian ada tsunami juga di Timur pada tahun 1995, kemungkinan ada gempa 6,5 di sana.
17:46Dan kami mencatat lebih dari 34 gempa merusak dalam rentang waktu tahun 70-an sampai tahun 2014-an saja gitu
17:57ya.
17:57Jadi memang ini wilayah yang memiliki potensi gempa yang sangat signifikan.
18:05Nah pertanyaannya adalah apakah mitigasi yang perlu dilakukan?
18:09Apabila kita bicara kondisi saat ini,
18:12Maka mitigasi yang paling prioritas, paling penting adalah melakukan gaji cepat dampak kerusakan.
18:19Untuk melihat rumah mana yang rusak.
18:21Pemulihan akses di wilayah yang terisolir sehingga kemudian bantuan bisa merata.
18:28Pemertahan ulang zona prioritas.
18:30Dan yang lebih penting adalah menyediakan fasilitas dasar bagi masyarakat yang terdampak.
18:35Dari mulai tempat tinggal, MCK, kesehatan dan jangan dilupakan yaitu fasilitas pendidikan.
18:41Jadi mereka yang di pengungsian pun tetap harus mendapatkan hak-hak dasar untuk pendidikan.
18:47Nah sesudah itu dilakukan, mari kita berpikir untuk jangka panjang.
18:51Jangka panjangnya adalah memperkuat pengurangan risiko bencana.
18:55Kami melihat bahwa hasil riset yang menjadi dasar dalam peta gempa Indonesia.
19:01Jadi kemudian kami bersama tim di pusat studi gempa,
19:05menerbitkan peta gempa Indonesia itu bisa menjadi dasar untuk pengurangan risiko bencana
19:10dengan memperkuat infrastruktur.
19:13Terutama tadi infrastruktur strategis, fasilitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan juga perumahan.
19:20Nah sesudah itu adalah membangun kekuatan komunitas.
19:24Saya termasuk yang percaya bahwa kita adalah bangsa yang tangguh,
19:27bangsa yang memiliki resiliens yang sangat kuat,
19:32memiliki kearifan lokal gotong royong yang sangat kuat,
19:36itu yang kita perkuat.
19:38Jadi di level pemerintah pusat dan juga di level masyarakat.
19:42Satu hal yang ingin saya tambahkan lagi,
19:44yaitu pemerintah pusat kemudian harus sangat serius
19:46mengelola strategi pembiayaan risiko bencana.
19:51Jadi kami sering melihat bahwa ketika bencana terjadi,
19:54kita harus mengalihkan dana yang harusnya digunakan
19:57untuk keperluan strategis membangun infrastruktur,
20:00kita alihkan untuk merespon bencana.
20:03Jadi seharusnya ada strategi pembiayaan risiko bencana di awal,
20:08sehingga kita tidak harus selalu kaget pada saat bencana terjadi.
20:11Karena risiko sebetulnya sudah bisa dihitung.
20:14Berdasarkan model gempa yang dibangun,
20:17kita sudah bisa menghitung probabilitas kerugian di masa depan.
20:20Dan itu kemudian harusnya menjadi strategi pembiayaan risiko bencana.
20:24Sehingga konsep dari pengumpulan dana bencana
20:28atau pooling fund bencana, ini perlu diperkuat.
20:31Jadi kemudian setiap bencana terjadi,
20:33kita tidak harus selalu bingung ini bagaimana pendana untuk merespon,
20:37tetapi harus menjadi bagian dari strategi pembiayaan risiko bencana yang komprehensif.
20:42Oke, sebenarnya sudah tidak lagi tergagap-gagap ketika memang dihadapkan pada situasi bencana.
20:49Karena memang dari sisi geografis kita berada di wilayah yang rawan terhadap bencana.
20:56Begitu ya Prof. Melano.
20:58Nah, saya ingin tahu juga ke Bapak dari Komisi 4, Pak Johan.
21:04Pak Johan, ini kalau kita lihat tadi Anda menyebutkan,
21:07ada berbagai macam tantangan yang harus dihadapi ketika ada pendistribusian bantuan.
21:13Salah satunya adalah karena memang banyak warga yang tenda pengungsiannya ini didirikan swadaya.
21:21Nah, bagaimana seharusnya?
21:23Memang harusnya pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat ini membuat posko terpadu di sana,
21:30begitu ya, supaya memang pendistribusiannya baik, tepat juga, termasuk juga ada posko kesehatan di sana.
21:37Saya tidak bisa membayangkan ketika masyarakat di sana sudah ketakutan akan gempas susulan,
21:44kemudian listrik juga padam, air juga minim sekali.
21:48Jadi, bagaimana seharusnya menurut Anda ketika Anda sudah memantau ini tiga hari untuk berkeliling di dapil Anda, Pak Johan?
21:58Yang pertama, kami merasa perlu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo,
22:03karena mempunyai ketanggapan yang cepat dengan mengintruksikan,
22:08meminta kepada seluruh menterinya untuk turun memantau secara langsung.
22:12Saya kira ini langkah yang baik, tinggal harus diikuti dengan koordinasi yang baik juga
22:17antara kementerian lembaga terkait dan pemerintah daerah
22:20untuk memastikan bahwa kita sungguh-sungguh akan menyelesaikan persoalan yang kita hadapi.
22:25Jadi, jangan sampai para menteri, para lembaga yang turun ini cuma segera menggunakan kewajiban.
22:32Tapi saya ingin bahwa mari kita selesaikan,
22:35karena yang terjadilah bagian dari kita, ini NKRI,
22:39persoalan yang terjadi di NTT adalah persoalan kita semuanya,
22:44mari kita bekerja dengan hati, kita pastikan sempat mungkin,
22:47agar tidak ada lagi yang mengeluh soal hunian mereka,
22:50baik di tenda utama maupun tenda-tenda ini,
22:54baik itu soal makannya, minumnya, kesehatannya, dan lain sebagainya.
22:58Dan itu harus diikuti juga dengan upaya kita untuk menghilangkan trauma,
23:02karena tidak semua orang paham dengan persoalan gempa yang disampaikan oleh Prof. Malano tadi.
23:06Nah, ini yang perlu kita edukasi kepada masyarakat,
23:09agar traumanya menurun, kepercayaan dirinya muncul,
23:13percaya kepada pemerintahnya juga harus hadir,
23:15tidak boleh saling curiga,
23:17sehingga kita dengan gotong-royong bersama bisa menyelesaikan persoalan.
23:23Kita khawatir dengan tidak ada koordinasi yang baik,
23:26kerjasama yang baik,
23:27bukan hanya tidak menyelesaikan masalah,
23:30tapi bisa menimbulkan persoalan-persoalan baru
23:32yang akan kita hadapi di tengah masyarakat,
23:34yang tidak bisa kita kendalikan dengan baik.
23:36Oke, termasuk juga, ya ini yang basic needs-nya adalah
23:39hak kebutuhan dasar hidup, begitu ya,
23:41soal makanan, alas tidur, kemudian air bersih, MCK,
23:47itulah yang kemudian saat ini begitu dinantikan masyarakat
23:51di Nusa Tenggara Timur,
23:52karena memang terdampak gempa,
23:54yang juga tidak boleh juga luput adalah soal hak pendidikan.
24:01Untuk anak-anak untuk bisa tetap bersekolah begitu ya,
24:05merasakan kegiatan belajar, mengajar,
24:08pendampingan trauma healing,
24:10sejauh ini bagaimana?
24:11Jadi kita,
24:12saya ingin nyampaikan secara jujur bahwa
24:16daerah yang terkena dampak ini,
24:18inilah daerah pesisir,
24:20yang kalau boleh jujur,
24:22inilah daerah-daerah banyak masyarakat yang kurang mampu.
24:25Sehingga ketika rumahnya rubuh,
24:29itu juga menimbulkan trauma yang luar biasa.
24:33Ketika kita terlambat hadir,
24:35kita khawatir juga,
24:36kepercayaan itu hilang kepada pemerintah
24:38yang dianggap tidak mampu memperhatikan mereka
24:40yang menjadi bagian dari kita.
24:42Sehingga kami sangat senang,
24:44karena sejak awal kami melihat
24:45pasir perempuan telah memberikan,
24:46untuk sudah banyak pemerintah itu turun,
24:48dan sudah banyak menteri yang turun,
24:50saya kira jangan cuma turun biasa-biasaga,
24:54tapi memastikan bahwa
24:56persoalan ini akan kita selesaikan
24:57segera-gera mungkin.
24:59Oke, dari pengawasan DPR sendiri seperti apa?
25:02Untuk kedepannya,
25:03tidak hanya soal masa tanggap darurat bencana ini,
25:05tapi kemudian di masa transisi,
25:07banyak masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat,
25:11dan apakah nanti relokasinya seperti apa?
25:15Bagaimana pengawasan dari DPR
25:17untuk jangka panjangnya?
25:19Pak Yohan.
25:20Tentu kami sudah melihat bahwa
25:22menteri sudah turun,
25:24sudah kepemendagri,
25:25menteri PU,
25:26dan semuanya sudah turun,
25:27sudah mulai mendata
25:28kerusakan-kerusakan yang terjadi,
25:30baik rumah masyarakat,
25:32masyarakat yang lain seperti rumah ibadah,
25:34pendidikan,
25:35kemudian jalan,
25:36dan lain sebagainya.
25:38Mudah-mudahan ada kepastian yang cepat
25:40bahwa kita akan menyelesaikan persoalan ini.
25:42Yang pertama,
25:43kita akan meminta nanti,
25:45DPR akan meminta kepada pemerintah,
25:47agar segera mengalokasikan semuanya dengan tepat.
25:50Agar kita memastikan bahwa sudah mulai dibicarakan.
25:53Jadi sambil kita menyelesaikan tanggap darurat ini,
25:56saya kira pemerintah juga harus berpikir lebih jauh.
25:58Sudah mulai memikirkan kalau memang ada daerah-daerah
26:00yang memang sudah tidak bisa kita bangun lagi,
26:02perlu ada relokasi.
26:03Itu harus mulai dipastikan,
26:04di mana tempat yang mau kita relokasi.
26:07Kalau memang kita mau bangun rumah perumahan ini agak lama,
26:09ya perlu segera kita pikirkan bagaimana membangun rumah hunian sementaranya.
26:13Agar tidak boleh masyarakat ini berlama-lama di tenda.
26:16Kan tenda dibangun secara mendiri,
26:18tenda apa adanya,
26:19tenda yang mereka miliki,
26:21yang menurut saya ini tidak sehat bagi mereka dalam jangka yang panjang.
26:23Sehingga kita harus memastikan bahwa mereka dilayani dengan baik,
26:27sebagai negara, sebagai pemerintah.
26:29Kita pastikan tidak boleh lagi mereka yang sudah terkena korban ini,
26:32kemudian menderita ikutan karena kita tidak mengurusnya dengan baik.
26:35Nah, sehingga tentu DPR nanti tentu akan berkulasi dengan pemerintah,
26:38dengan kemahantian terkait, lembaga terkait,
26:41bagaimana kita segera mungkin memastikan bahwa persoalan dari masyarakat ini
26:45sudah mulai bisa kita urai dan kita selesaikan.
26:48Dan masyarakat harus diberi kepercayaan bahwa negara akan hadir
26:51dan menyelesaikan persoalan mereka.
26:53Karena itu juga bagian dari kita memulihkan
26:57psikologi mereka yang sedang menghadapi trauma.
26:59Saya kemarin melihat bahwa hampir semua dalam keadaan lapar,
27:03tapi mereka juga menangis ketika bertemu dengan saya,
27:05meminta agar kita jangan lupa sama mereka,
27:08lupa dengan rumah mereka, lupa dengan hunian mereka,
27:10dengan anak-anak mereka yang mulai sekolah, dan lain sebagainya.
27:15Oke.
27:18Masyarakat di NTT tentu menjadi ujian berat,
27:21dan kita masyarakat di sini juga tetap mendukung dan harus membantu.
27:26Pemerintah harus hadir, negara harus hadir
27:29untuk bisa memastikan kebutuhan mereka,
27:32kebutuhan hidup mereka,
27:33dan menghadirkan kembali harapan dari masyarakat NTT
27:39setelah mengalami musibah yang cukup berat ini.
27:44Begitu ya, Pak Johan.
27:46Terakhir, Pak Johan,
27:47terakhir, Prof. Melano,
27:49kalau saya ingin tanyakan tiga poin krusial
27:52atau tiga catatan penting dari gempa bermagnitudo 7,7
27:56di Nusa Tenggara Timur ini,
27:57baik untuk yang harus diwaspadai oleh masyarakatnya,
28:02dan apa yang pesan yang ingin disampaikan kepada pemerintah?
28:05Prof. Melano.
28:07Ya, jadi gempa ini mengingatkan kita bersama sebetulnya,
28:12mengingatkan kami para peneliti,
28:14mengingatkan masyarakat dan juga pemerintah
28:16tentang pentingnya upaya pengurangan resiko bencana.
28:19Ini harus menjadi agenda besar nasional.
28:23Jadi pada saat kita bercita-cita untuk menjadikan
28:26wilayah pesisir ini sebagai pusat pertumbuhan baru,
28:30mereka bisa menjadi kampung-kampung nelayan yang maju,
28:33tetapi jangan kita lupakan juga bahwa
28:36kita memiliki potensi bencana.
28:38Potensi bencana tidak untuk membuat kita takut,
28:42tidak untuk kemudian kita lari,
28:45kita adalah bangsa besar,
28:46kita bangsa kuat,
28:47kita perlu menghadapinya.
28:48Bagaimana cara menghadapinya
28:50dengan upaya-upaya bersama
28:52membangun kekuatan bangsa
28:54untuk pengurangan resiko bencana.
28:57Termasuk aspek yang paling mendasar.
28:59Saya memberikan perhatian sangat serius
29:01pada literasi bencana.
29:04Kita memiliki sejarah panjang
29:06negara mengalami bencana
29:08dan kita tetap ada,
29:10kita tetap hadir,
29:10kita tetap menjadi suatu bangsa,
29:12sehingga kita harus tumbuhkan pengetahuan,
29:15kesadaran dari mulai tingkat yang paling dasar,
29:18akan potensi bencana di Indonesia.
29:21Kita memiliki kekayaan alam yang sangat besar,
29:23tapi di Bali kekayaan alam pun ada potensi bencana.
29:26Tapi kita tidak perlu takut dengan itu,
29:28kita adalah bangsa yang tangguh.
29:30Kemudian di tingkat pemerintah,
29:32ini tingkat pusat,
29:33ini penting sekali untuk kemudian tadi,
29:35memperkuat upaya pengurangan risiko bencana.
29:39Mengarus utamakan pengurangan risiko bencana
29:41dalam setiap strategi pembangunan.
29:43termasuk yang tadi saya sampaikan,
29:45pentingnya untuk memikirkan kembali dengan serius,
29:50strategi pembiayaan risiko bencana.
29:53Demikian, terima kasih.
29:54Oke, terakhir Pak Johan,
29:56apa yang ingin Anda sampaikan Pak Johan?
30:01Pak Johan, masih di mute audionya?
30:05Yang pertama, begini Mbak,
30:06saya minta tolong kepada lembaga-lembaga donator,
30:08jangan jadikan sengsaranya,
30:10kalau kita di bencana ini,
30:11untuk kepentingan lembaganya masing-masing.
30:14Karena saya melihat bahwa
30:16dengan lembaga ini viral di mana-mana
30:17dijual oleh lembaga-lembaga donor itu loh.
30:20Ini lembaga ini seolah-olah membantu,
30:23tetapi sungguhnya tidak secara langsung
30:26yang saya kemasalahkan.
30:27Yang kedua,
30:29saya percaya bahwa
30:31pemerintah akan hadir.
30:32Dan inilah yang selalu sampai kepada masyarakat,
30:34bahwa jangan khawatir,
30:36negara akan hadir,
30:37pemerintah akan hadir,
30:38sehingga Alhamdulillah,
30:39di 50 titik yang saya kunjungi,
30:41mereka agak tersenyum.
30:43Dan saya kemarin juga melihat bahwa
30:45bantuan Presiden juga sudah mulai bergerak,
30:48dan banyak menteri sudah turun,
30:50dan mudah-mudahan,
30:51ini pertanda baik bahwa
30:53kami semua,
30:54pemerintah,
30:55akan mampu mengatasi masalah ini
30:57dengan secepat mungkin.
30:59Sekiranya, demikian, Pak Johan.
31:00Oke, baik.
31:00Terima kasih Pak Ahmad Johan,
31:02Wakil Ketua Komisi 4 DPR RI
31:04dari Fraksi Partai Amanat Nasional
31:05telah bergabung bersama kami,
31:06dan juga ada Guru Besar
31:08dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,
31:10sekaligus Pakar Gempa
31:11dari Institut Teknologi Bandung,
31:13Prof. Erwan Milano,
31:15telah bergabung bersama kami.
31:16Sehat selalu, Bapak-Bapak.
31:18Assalamualaikum.
31:18Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
31:21Assalamualaikum.
Komentar

Dianjurkan