00:03Intro
00:06Masih diselamatkan di forum, Pak Saud
00:09Di bagian akhir saya minta pendapat Anda
00:11Apa kira-kira kasus ini
00:13Apakah Anda tetap sebaiknya ada di KPK
00:16Masih ada waktu atau seperti apa?
00:18Singkat saja
00:19Yang paling penting adalah bagaimana kasus ini
00:22Menjadi lebih transparan, lebih akuntabel
00:24Bebas dari komplik kepentingan
00:25Dan dilaksanakan oleh, dengan fair
00:28Dalam hal ini semua harus di challenge
00:31Febri harus men-challenge juga para jaksa yang bekas seniornya dia
00:34Iya dong, kita kan pengen hukum itu gak bisa dibangun dengan dendam
00:38Kita gak ngedidik rakyat kita dengan demikian
00:41Kita juga gak boleh membiarkan hoax-hoax itu berkeliaran di negeri ini
00:45Hukum tidak boleh dibangun dengan seperti itu
00:47Saring check and balance satu sama lain
00:48Saring men-challenge
00:49Itu yang paling penting
00:50Dan itu yang hukum akan menjadi pasti, hukum menjadi adil
00:53Dan hukum menjadi bermanfaat
00:54Itu kira-kira gitu
00:55Anda masih menaruh harapan kepada Febri Diansah
00:58Kolega Anda di KPK dulu ya
01:00Ya, saya harap dia lebih tegar disana
01:02Oke, Bu Yenti
01:03Bu Yenti mau fokus apa nih soal TPPU-nya?
01:06Apa yang Bu sampaikan?
01:07Dua hal ya
01:07Satu, soal TPPU-nya itu bahwa memang
01:10TPPU tergantung kejataan asal
01:12Tapi bukan berarti harus ingrah
01:15Dan pasal 75 saya katakan tadi bisa bersamaan
01:18Dan orang, itu kan perbuatannya
01:20Tapi orang-orang itu tidak selalu dua-duanya kena
01:24Jadi saya sangat yakin ya
01:25Bahkan saya masih berpikir ya
01:28Seandainya tidak bisa ke KPK
01:29Lebih baik di kepolisian
01:31Kenapa?
01:31Karena polisnya sudah berhitung
01:32Sudah sangat hati-hati
01:34Kenapa?
01:35Karena waktu tertentu dia pasti akan melimpahkan kekejaksaan
01:40Itu pasti dia akan lebih hati-hati
01:41Karena dia sudah tahu pasti kesana
01:44Dan yang penting disini adalah
01:46Ambil pelajaran dari kasus ini
01:49Penegak hukumlah yang harus memberikan contoh
01:52Untuk patuh terhadap hukum
01:55Budaya patuh itu harus betul-betul dicontohkan
01:58Dalam hal ini karena memang petinggi kan yang kena
02:01Jadi supaya satu korupsi tidak merajalela
02:06TPPU itu harus
02:07Kalau nanti enggak
02:08Kalau merasa ini bukan punya saya
02:10Nanti ada pasal 77 pembuktian terbalik ya
02:12Yang gampang di pengadilan
02:14Jadi saya berharap ini terungkap
02:17Dan saya tetap
02:18Saya tetap yakin
02:20Kepulisan tidak mungkin
02:21Sembrono
02:23Jadi dalam hal ini TPPU tetap jalan
02:25Tidak harus menunggu predikat krimenya itu ingkrah
02:28Oh tidak
02:29Tidak dan saya yakin sudah ada
02:31Sudah ada dua alat bukti
02:33Bung Pebri
02:33Saya setuju dengan Bu Yenti
02:36Bahwa predikat krimenya tidak harus ingkrah
02:38Tapi predikat krimenya harus ada
02:41Harus ada
02:42Dugaan saya
02:43Pasal ini
02:44Bagian ini lupa dibaca
02:46Saya bacakan penjelasan pasal 74
02:48Penyidik tindak pidana asal dapat melakukan penyidikan tindak pidana pencucian uang
02:53Apabila menemukan bukti permulaan yang cukup
02:57Terjadinya tindak pidana pencucian uang
03:00Saat melakukan penyidikan tindak pidana asal sesuai dengan kewenangannya
03:05Jadi harus ada penyidikan predikat krim dulu
03:09Tindak pidana asal dulu
03:11Setelah penyidikan tindak pidana asal
03:13Kalau ketemu pencucian uang
03:16Lakukan penyidikan tindak pidana pencucian uang
03:19Bisa ditangani bersama-sama
03:20Itu benar
03:21Pertanyaan saya
03:22Bisakah penyidikan tindak pidana asal dilakukan hari ini?
03:28Penyidikan tindak pidana pencucian uang
03:30Dilakukan di hari yang sama
03:32Sementara tidak ada kegiatan penyidikan di hari itu
03:34Ini menurut saya cukup mendasar untuk menunjukkan
03:38Bahwa memang ada masalah dalam proses
03:41Penetapan tersangka tindak pidana pencucian uang
03:44Satu ini penting sekali
03:45Jadi gini Pak Febri jangan salah ya
03:47TPPU itu novelty-nya adalah
03:50Kita bisa menemukan tindak pidana asal
03:52Itu kemudian karena hari ini kita menemukan
03:55Dugaan pencucian uang
03:56Masuk pencucian uang kita akan ketemu tindak pidana asal
03:59Itu novelty-nya ketika saya mendalami tahun 2000an
04:02Saya baca pasal 74-nya Bu
04:04Terima kasih Pak Saud
04:05Terima kasih Bu Yenti
04:06Terima kasih Bung Febri
04:07Harapan publik sangat besar agar penanganan kasus ini
04:11Bisa transparan dan berkeadilan
04:13Tidak ada upaya melindungi siapapun
04:15Yang menjadi pelaku kejahatan di tiga kasus
04:18Asabri, Krakatau Steel, dan Suplai Batubara ke PLN
04:21Semoga publik tidak lagi dikecewakan
04:24Demikian satu menjadu forum malam ini
04:26Terima kasih dan sampai jumpa
Komentar