Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Konflik di Timur Tengah hingga perang Rusia-Ukraina menunjukkan perkembangan konsep baru dalam peperangan modern, salah satunya melalui penggunaan serangan drone secara masif sebagai bentuk perang asimetris.

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) sebagai garda terdepan dalam menjaga wilayah udara Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman dari udara.

Dalam wawancara bersama jurnalis KompasTV Jonah Hamonangan, Juru Kamera Bondan Wicaksono, serta Benedictus Yanuar Ruslim mengulas kesiapan dan peran Kohanudnas dalam menjaga langit Nusantara di tengah perkembangan teknologi pertahanan modern.

#kohanudnas #tni #pertahananudara #perangmodern #indonesia

Baca Juga [FULL] Peneliti Senior soal Potensi Meluasnya Perang AS-Iran Usai Ukraina Serang Kapal Iran di https://www.kompas.tv/internasional/682774/full-peneliti-senior-soal-potensi-meluasnya-perang-as-iran-usai-ukraina-serang-kapal-iran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682915/kohanudnas-dan-tantangan-perang-modern-menjaga-langit-indonesia-dari-ancaman-udara-jmp
Transkrip
00:00Saudara konflik Timur Tengah hingga Perang Rusia-Ukraina memperlihatkan konsep baru peperangan asimetris.
00:06Serangan drone yang menyerang secara masif menjadi wujud baru perang modern saat ini.
00:11Komando Pertahanan Udara Nasional sebagai garda terdepan menjaga langit Nusantara dihadapkan pada situasi yang mengharuskan TNI bersiap mengantisipasi dan juga
00:21mencegah serangan dari udara.
00:22Berikut wawancara jurnalis Kompas TV Jonha Monangan dengan juru kamera Bondan Wicak Sono serta Benediktus Yanwaruslim dari Mako Hanudnas yang
00:32sudah direkam sebelumnya.
00:36Saat ini sudah semakin dinamis kita melihat adanya konflik antara Israel dan Iran sudah menggunakan drone dan menandakan bukti bahwa
00:48perang asimetris sudah bisa mengungguli perang konvensional.
00:52Lantas seperti apa kita melihat dari sisi pertahanan udara dan juga dari doktrin yang ada yang sekarang sudah semakin berkembang?
01:02Saat ini saya sudah bersama dengan Panglima Kohanudnas yaitu dengan Marsikal Madiateni Andiawan Martono Putra.
01:10Panglima apa kabar?
01:11Baik, selamat sore mas.
01:13Terima kasih sudah menerima tim Kompas TV untuk bisa berbincang soal Kohanudnas.
01:18Terima kasih panglima.
01:19Sama-sama.
01:19Ini kan kita kan bicara soal pertahanan udara ya, Hanud.
01:24Kalau Panglima sendiri melihat ke depan bagaimana sistem Hanud yang sebenarnya harusnya proper yang kita harusnya terapkan ini?
01:30Ya, kita negara Indonesia itu adalah sekarang menggunakan punya prinsip defensif aktif.
01:36Tapi kita juga tetap harus memonitor situasi perkembangan global, regional, maupun nasional.
01:44Tentunya kita harus mengikuti terus nih Mas.
01:46Karena dengan mengikuti perkembangan tersebut, kita akan berpikir terus.
01:53Karena kita selalu melihat bahwa tiap saat itu pasti ada ancaman di kita.
01:57Tidak mungkin tidak ada ancaman.
01:59Baik ancaman langsung maupun tidak langsung.
02:01Langsung itu bisa saja konvensional perang.
02:04Yang kalau tidak langsung, ya kita akan terjadi beberapa perusahaan, peretasan di database kita.
02:13Bisa saja terjadi seperti itu.
02:15Kemudian kegiatan-kegiatan lain, khususnya masalah yang terjadi saat ini,
02:24waduh, kalau kita lihat besar sekali dampaknya terhadap kehidupan kita ya mas ya.
02:30Berarti terkait dengan adanya yang sekarang terjadi,
02:34dan juga mungkin ada rencana kegiatan pertahanan membeli berbagai alutsista,
02:39khususnya Hanud, kalau Panglima sendiri melihat ini sudah cukup ideal ya?
02:43Sebetulnya kalau ideal belum.
02:46Tetapi nanti pemerintah akan memberikan semua kemampuan dan meningkatkan semampuan,
02:52khususnya di pertahanan udara ini dengan maksimal.
02:55Kita terdiri lima pulau besar.
02:57Dan nanti konsep ke depan, dari kita sendiri,
03:00Kohanudas akan menyampaikan,
03:02menyiapkan, punya konsep bahwa setiap pulau itu kita punya pertahanan pulau besar masing-masing.
03:08Baik secara horizontal maupun secara vertical.
03:12Karena sebaiknya ya, di Pulau Jawa kita punya satu sistem pertahanan
03:16dari mulai darat, laut, udara yang terintegrasi.
03:19Di Sumatera kita punya, di Kalimantan kita punya, di Sulawesi kita punya, di Papua kita punya.
03:25Sehingga semuanya nantinya menjadi satu dan terintegrasi.
03:29Kemudian kita diberikan beberapa alutsista yang nantinya oleh pemerintah khususnya
03:36untuk mengamankan wilayah udara di wilayah kita Indonesia ini.
03:42Dan ke depan, kita nggak cuma wilayah udara saja mas,
03:44aerospace juga menjadi tanggung kita nantinya.
03:46Harapannya seperti itu.
03:47Nah, apa mimpi Panglima untuk Kohanutnas ke depan ini?
03:51Jelas kita bisa memonitor wilayah udara kita dengan maksimal,
03:55dengan 7x24 jam.
04:00Kemudian kita juga bisa mengantisipasi
04:03apa saja yang akan menjadi ancaman bagi negara kita,
04:07khususnya melalui media udara.
04:09Dan saat ini Kohanutnas itu tidak cuma satu matra.
04:12Kohanutnas itu ada darat, laut, dan udara.
04:15Kita semuanya berkolaborasi, kita semuanya saling meningkatkan,
04:22saling memberikan masukan, saling mengingatkan, dan saling memberikan bagaimana sih masukan
04:28supaya kita dapat melaksanakan tugas-tugas khususnya pertahanan udara ini
04:32dengan satu sistem komando dan kendali yang pas dan tepat nantinya.
04:38Kita tiap hari selalu diskusi bagaimana merumuskan ini, bagaimana merumuskan ini,
04:43dengan kita melihat perkembangan situasi saat ini.
04:47Dan nantinya kita tetap akan menggunakan,
04:50ya kita tidak akan keluar dari teknologi.
04:52Apalagi sekarang ini teknologi yang paling itu adalah artificial intelligence itu.
04:55Contohnya, di satuan radar kita yang sekarang tergelar,
04:58dulu kita menggunakan untuk apabila ada laporan sasarannya masuk,
05:05kita harus melihat dulu dari mulai flight clearance information center itu,
05:12mana ini benar nggak musuh ini sudah terdaftar atau belum,
05:15ini sudah, apa namanya, sudah izin atau belum.
05:18Kita perlu waktu 5 sampai 10 menit.
05:21Tapi dengan AI harapannya, 3 detik sudah bisa, mas.
05:24Bahwa itu adalah musuh,
05:26ataukah itu adalah pesawat yang belum berizin,
05:28ataukah itu pesawat yang sudah berizin,
05:30tetapi belum dimasukkan ke dalam database kita.
05:33Luar biasa Pak Lima.
05:34Terima kasih atas waktunya Pak Lima,
05:36sehingga kita juga bisa punya gambaran
05:39antara kaitan ancaman yang sedang terjadi,
05:43seperti serangan drone,
05:44dan juga mungkin konsep adanya,
05:47ancaman di masa depan.
05:48Terima kasih Pak Lima.
05:49Sama-sama.
05:50Kembalikan wawancara saya dengan
05:51Panglima Kuan Luklas,
05:53Marsikal Majatendi Andiawan Martono Putra.
05:56Kita bisa mendapatkan gambaran
05:57bagaimana konsep atau ancaman terjadi,
06:00khususnya di wilayah pertahanan udara nasional.

Dianjurkan