00:03Jadi saya berkunjung ke sini untuk menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan mungkin beberapa hari yang lalu
00:17bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priuk, suratnya yang berkaitan sampai 3.000 surat dan itu berkaitan dengan kontainer sebanyak 3
00:29.100.
00:30Sebagian pengusaha sudah mengenuh ada gangguan suplai bahan baku dan sudah menaikkan grilling time.
00:41Jadi saya lihat ke sini, mana seperti instruksi yang terperbaikin secepatnya sih, sudah turun katanya dari 3.000 ke 2
00:49.500, tapi saya tidak tahu bagaimana menghitungnya.
00:52Tadi saya tanya masalahnya apa, ada beberapa masalah, katanya sebetulnya untuk saya tidak masuk, atau peningkatan jumlah barang masuk, sehingga
01:04prosesnya lambat di sini.
01:06Kalau masalahnya itu saya minta untuk tambah personal lagi, jadi mereka harus kerja 24-7 sampai 2 shift atau lebih
01:15ya, sampai nanti jumlahnya turun ke level yang semula, sekitar 500 yang lebih di sini.
01:23Ada satu lagi tadi masalah bahwa barang yang sudah clear segala macam itu, tidak diambil sama importernya, ditumpuk di sini
01:30sama berbulan-bulan.
01:32Mungkin karena dendanya lebih murah, mereka biarkan saja di sini barangnya, akibatnya pelabungnya penuh.
01:37Saya minta tadi Pak Jaka dan teman-teman, Pak Sekjen untuk melihat regulasinya dan membuat regulasi semacam punishment untuk orang
01:47yang terlalu lama meninggalkan barangnya di sini.
01:51Tapi harus fair dalam pengertian, jangan tiba-tiba semua harus bayar, jangan tiba-tiba semuanya dilendanya berlipat-lipat, tapi kita
02:02akan melihat berapa hari yang wajar, tapi yang tidak wajar berapa hari yang tidak wajar, baru itu kita beresin.
02:08Dalam pengertian, kalau kita kejar orangnya, mungkin setelah sebulan lebih ya, nanti terus kita denda yang lebih besar lagi.
02:21Artinya satu bulan ya Pak? Satu bulan baru denda gitu?
02:25Ini masih hitungan, hitungan saya sih kalau sebulan di sini kan kelamaan sekarang, itu udah lama banget, karena mereka mungkin
02:35hitungnya di sini lebih murah dibandingkan kalau mereka sewa dudang di luar sana.
02:39Tapi kan menghambat kinerja pelabuhan jadinya, jadi akan saya usahakan ke di sini sedikit mungkin.
02:46Ini berkaitan dari Pak Jumur yang tinggi di bulan April, Pak?
02:50Apa yang tinggi Pak di April?
02:52Katanya begitu, impurnya tinggi di bulan April, May.
02:55Jadi kalau itu sih bagus tandanya, tapi kita harus siap, ya nggak boleh barangnya menunggu sebanyak ini.
03:01Jadi kita maintain di level yang normal, kalau kurang orang saya akan nampak orang di sini,
03:06kalau kurang di Jakarta saya import dari Purabaya, Medan, atau Semarang, Tebanten.
03:22Gimana?
03:23Dari kerajaan sejarah ini sendiri yang memang melakukan, kan jauh dokternya banyak, untuk TPMD sekarang ini banyak yang melakukan.
03:29Enggak, dia nggak melaporkan.
03:32Jadi saya datang aja di sini, kebetulan yang dibuka yang gerah segar tadi.
03:36Jadi kebetulan ya saya lihat sebentar barangnya apa, ya sesuai lah dengan, kata pemeriksa sudah sesuai dengan dokumennya.
03:43Tapi nanti harga diperiksa di tempat lain lagi.
03:45Itu yang kita akan pakai AI, supaya jangan ada under-infoicing.
03:49Itu mungkin utamanya.
03:51Jadi yang penting ini, ketika domensi ekonomi meningkat, import meningkat, jangan sampai di sini menjadi bottleneck.
04:00Kita ingin memastikan biaya logistik terkendali.
04:07Saya nggak lihat satu-satu, tapi saya lihat tadi ada bahan baku kulit, tapi nggak numpuk sih.
04:11Saya nggak tahu yang mana numpuk ya, tapi yang saya lihat tadi bahan baku kulit, under-infoil blender, ada lagi
04:18matras karet, yang terakhir ada marmer, atau batu segera di situ lah.
04:24Itu bukan menumpuk ya, saya nggak tahu itu yang menumpuk apa nggak, tapi kita percepat semuanya supaya balik ke level
04:32normal.
04:33Makasih.
04:34Pak Rakor tadi, Pak, sama DPR, itu Rakor ya, Pak?
04:38Itu Rakor ya?
04:39Iya, Rakor.
04:41Jadi kita memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan searah untuk memastikan ekonominya tumbuh dengan baik.
04:50Fiskal akan lebih fokus ke kebijakan fiskal, moneter lebih fokus ke kebijakan moneter.
04:55Tapi dengan koordinasi yang lebih ketat supaya semuanya sinikron.
05:01Dan bisa memberi sinikron bahwa kita tetap berjalan secara harmonis antara fiskal, moneter dan yang lain-lain, sehingga sentimen yang
05:10gak cek rupiah, kita harapkan turun.
05:13Pak, peningkatan regenerasi tadi, katanya penjelasan BI, Pak, itu untuk ini ya, Pak, membantu meringankan buha utang pemerintah ya, Pak?
05:23Enggak, itu teknikal ini Pak Peri yang akan jelaskan.
05:27Kira-kira begini, kira-kira begini.
05:32Oh, itu urusan moneter, sekarang Pak Peri yang jelaskan.
05:35Tapi yang jelas dengan kebijakan moneter, saya gak akan dirugikan gitu aja.
05:38Jangan sampai saya bayar bunga lebih ke pembeli bon saya, ketika saya mengalahkan isu.
05:55Kalau saya sih, jelannya sama.
05:58Tapi yang jelas, dengan itu Pak Sentral bisa lebih luaskan bahkan kebijakannya, kira-kira begitu.
06:05Pak, ini banyak punya usaha yang pernah bilang bahwa kalau misalnya di pelabuhan itu bayarnya masih pakai dolar.
06:10Gimana, Pak? Apa penerapannya bisa dipakai rupiah atau gimana?
06:14Pertanyaan dulu.
06:22Masih dolar, Pak. Itu bisa pakai rupiah?
06:24Rupiah?
06:29Nah, rupiah dulu, tapi saya gak tahu perakian dari sini ya.
06:35Nanti kalau aturannya memang rupiah, dia masih pakai dolar.
06:40Dolar, Pak.
06:41Di sini bayar pakai arp.
06:42Rupiah, Pak.
06:42Bukan dolar.
06:43Bukan maunya dolar.
06:45Tapi ada dunia usaha yang bilang gitu dari kadin, Pak?
06:47Gak ada, Pak. Rupiah, Pak.
06:48Semua rupiah.
06:49Berarti kalau misalnya masih ada yang pakai dolar, gimana, Pak?
06:52Laporin saya.
06:54Langsung hajar dia.
06:55Ya.
06:57Tentara, gak bisa ngajar, Pak.
06:58Oh, iya.
07:00Nah, kita beresin.
07:03Tapi, secara peraturan harusnya rupiah.
07:05Dan ini kan Indonesia.
07:07Rupiah, Pak.
07:08Alat plantasi yang gak ada dolar.
07:10Pilih akibatnya adalah rupiah memang.
07:13Jadi kalau ada dolar, penyelenggangan, kasih tahu kami, kami akan tindak.
07:17Pak, mungkin itu shipping kali, Pak.
07:18Kalau yang dolar itu yang shipping lain, Pak.
07:20Oh, di luar?
07:20Di luar sana mau lain.
07:22Bukan.
07:22Di sini.
07:23Di sini.
07:24Oh, salah.
07:24Di sini gak ada rupiah, Pak.
07:26Anda yang menggunakan salah kali.
07:27Itu yang orang ngalisi dari kadin.
07:29Kalina pelaku usaha.
07:31Enggak, Pak.
07:31Kalau di sini tuh semuanya rupiah.
07:33Kecuali mungkin yang shipping lain.
07:35Karena untuk THC, CHC.
07:37Itu pakai dolar mereka.
07:38Tapi dikonversi ke rupiah.
07:40Kalau di kita gak ada dolar.
07:42Kalau dolar boleh juga.
07:43Tapi gak mungkin, Pak.
07:44Saya dimalirin sama Pak Menteri nanti, Pak.
07:46Ya, nanti rupiah melemah.
07:47Jangan, gak.
07:49Cinta rupiah, Pak.
07:50Kita cinta rupiah semua.
07:52Punya dolar dia, ya?
07:54Punya dolar dia.
07:56Oke, ada lagi?
07:56Pak, MNQ kan sebagai pengawas juga DSC.
08:00Pak katanya ikut merumuskan ini ya, Pak.
08:02Penyaringan manajemennya.
08:03Sekarang udah ada nama-nama baru dulu, Pak.
08:06Dek, manajemen dengan si.
08:08Sayang, belum ikut nyari nama-nama manajemennya.
08:12Jadi saya gak tau itu.
08:14Tapi nanti kalau disuruhnya kita kerjakan.
08:15Terusnya belum.
08:16DSC kan harusnya.
08:20Itu kan sebetulnya, semacam private entity, dia jalan-jalan ini terbicara dengan pemerintah.
08:27Jadi yang mereka kerjakan, kalau tidak sama pemerintahnya.
08:47Berjalan berapa hari?
08:48Tiga hari.
08:49Dampaknya belum kelihatan.
08:51Kita lihat deh satu bulan ke depan seperti apa.
08:54Kan makanya yang sebenarnya yang susah harus satu tahun kan.
08:58Nanti kita lihat.
08:59Tapi sebenarnya kalau uangnya masuk ke sini banyak bisa diperputar kan.
09:03Kita lihat dulu seperti apa.
09:05Jadi kalau ada kendala nanti bisa sampaikan ke MNQ gitu?
09:07Bisa.
09:08Jadi akan bisa diketahkan lagi?
09:09Bisa ya.
09:11Kalau mengganggu ya kita diskusikan dengan yang lain.
09:13Seperti apa? Bagus ya.
09:14Pak, kita akan ambil cara yang paling baik untuk perekonomian, untuk cadangan lidah kita juga.
09:20Tadi Bapak bilang kalau misalnya pendagang TMP mulai tergurus keuntungannya.
09:24Pak, ini Bapak bisa menjajikan para pendagang ini gimana Pak?
09:27Biar keuntungannya bisa kembali lagi?
09:28Apakah ada yang ada pelaju untuk pendagangnya?
09:30Yang pertama kita mesti pastikan gimana terjaga.
09:34Jadi ada yang beli.
09:37Terus yang kedua kalau ingin menuatkan otomatis kuasa production mereka turun.
09:44Itu yang kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu terdepan.
09:50Tapi ini bisa dijanjiin gak sih keberadaan program yang tadi pasang Bapak Bapak Bapak BPR?
09:53Maka itu bisa lebih pulih lagi.
09:56Pergantung keberhasilan kita menggadikan nilai kita.
09:59Tapi saya rasa akan berhasil dengan kerjasama yang lebih erat antara fiskal dan moneter.
10:05Cukup, Pak.
10:06Nanti gue tiba-tiba lagi.
10:08Cukup, Pak.
10:08Bila bilang Juni ribut.
10:10Tapi kalau kebijakan tingkat seperti ini akan cepat.
10:14Akan cepat.
10:14Pak, yang penting begini.
10:16Yang penting begini.
10:18Kita tidak sedang menuju keadaan seperti 1998 lagi.
10:23Fiskal kita baik, ekonominya bagus.
10:25Hanya ada sentimen negatif disana-sini yang mengganggu sedikit terhadap nilai kita.
10:31Tapi itu harusnya bisa diperbaiki dengan kombinasi yang lebih baik antara pemerintah, Departemen Keuangan, dengan Bank Sentral.
10:38Makasih.
10:39Makasih.
10:40Makasih, makasih.
11:07Makasih ya.
11:08Cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentimen negatif itu bisa hilang.
11:13Jadi teman-teman investor, tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonominya seperti apa.
11:21Yang saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya sebagus.
11:26Kepimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan Bapak Presiden.
11:32Bapak Presiden masih cukup kuat.
12:03Bapak Presiden masih cukup kuat.
Komentar