00:00Karena Golkar adalah partai yang pro-rakyat, saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi,
00:15insya Allah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember.
00:25Banyak dinamika yang meminta dinaikan, saya katakan bahwa sudah saatnya pada saat kondisi global yang tidak menentu,
00:37kondisi global yang tidak terlalu baik-baik saja, kita pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan sekaligus sebagai kader partai Golkar
00:47sudah selayaknya harus berpihak betul kepada rakyat.
00:51Karena itu subsidi kita tidak naikkan.
00:54Yang kedua, menyangkut dengan urusan ekspor.
00:59Nah ini Kosgoro tahu nih.
01:03Bapak Ibu semua, pasti banyak menanyakan kepada saya,
01:08kebijakan untuk mengekspor sumber daya alam kita lewat satu pintu yaitu perusahaan kita BUMN.
01:20Bapak Ibu semua, setelah kita melihat satu setengah tahun saya jadi Menteri SDM,
01:28tidak bisa dipungkiri bahwa memang telah terjadi transfer pricing dan under invoicing.
01:36dan itu dilakukan secara by design, secara seksama.
01:44Harga di luar, contoh Rp10.000, dia jual dari sini ke perusahaannya di negara dekat,
01:51itu cuma Rp700.000 atau Rp800.000, habis itu dia jual Rp800.000 ke negara itu jadi Rp1.000.
01:58yang harusnya kita terima pajak, nilai dasarnya dari Rp1.000, akhirnya kita cuma terima dari Rp700.000.
02:05Dan ini terjadi terus menerus.
02:07Saya katakan kepada teman-teman pengusaha, udahlah, kita melakukan pertobatan nasuhalah.
02:13Kalau enggak bisa kita lakukan pertobatan secara utuh, ya kita memulai insah berlahan-lahanlah.
02:20Saya katakan untuk mereka begitu, saya naikkan HBA, masih aja di siasati.
02:25Saya bilang, kamu tunggu kalau begitu.
02:27Kita atas arahan Bapak Presiden, tentang pasal 33, akhirnya turunlah kebijakan.
02:33Dan ini kita menjalankan apa yang menjadi amanah perintah pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
02:42Jadi Bapak Ibu semua, ini bukan barang baru kok.
02:45Ini bukan barang baru.
02:47Enggak ada aturan baru.
02:48Aturannya sudah ada, cuma enggak ada berani yang meneksekusi.
02:52Ya secara kebetulan Presiden kita adalah mantan Danjenko Pasus,
02:56mantan Pangkostrat, yang ngerti betul tentang roh tujuan daripada pasal 33,
03:02Enggak, maka jadilah barang itu.
03:04Ditambah lagi dengan Menteri SDM-nya yang enggak ada urusan gitu kira-kira kan.
03:09Ada urusan gue.
03:11Kalau sudah urusan negara, urusan perintah Presiden, enggak ada urusan.
03:16Pele putus melintam patah.
03:19Untuk Ibu Pertiwi, enggak perlu ada keraguan.
03:23Dan kalau bukan sekarang, mau kapan lagi, mau tunggu kapan?
03:27Dan kalau bukan kita generasi muda, terus siapa lagi?
03:31Jadi sudah, ini saya pikir sudah dalam jalan sirat dan mustaqin
03:36untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara.
03:40Demikian, Bapak Ibu semua, Pak Agung, terima kasih.
03:44Saya ingatkan kepada dua calon ketua umum,
03:46harus tahu sejarah.
04:13Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:17Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:22Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar