00:00Kemarin-kemarin yang Said Iqbal mau masuk ke kabinet itu...
00:03Sudah didiskusikan, sudah didiskusikan.
00:06Itu benar ya Mas, dia mau gantiin Pak Silmi atau gimana di Wamen?
00:11Di SDM bilang...
00:16Siapa yang mau gantiin, gak ada.
00:19Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada, justru...
00:30Sekali lagi, kita harus memperkuat koordinasi diantara otoritas-otoritas yang mengelola ekonomi.
00:38Dan hari ini adalah tindak lanjut, tindak lanjut.
00:43Memang dalam situasi yang seperti sekarang, intensitas harus diperkuat, bekerja sama harus dipererah.
00:49Mas Praskan, ini kan isu lain Mas, dua Wamen ini kan terkena proses hukum Mas Wamen Akar sama Wamen Imipas.
01:01Semua pihak, semua sektor, ya memang harus terus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
01:10Memperbaiki diri dalam hal yang kurang.
01:13Kita jaga bersama-sama, termasuk ya misalnya dalam hal bursa.
01:20Banyak juga yang kemudian kita minta juga untuk tetap ikut menjaga bersama-sama kan.
01:27Kadang-kadang kan banyak juga yang, mohon maaf ya, ada nakal-nakalnya, mohon maaf ada spekulannya kan.
01:32Tidak disadari itu juga memberi pengaruh terhadap nilai-nilai tukar atau terhadap indeks kerja sahabat kita di IHSG kita.
01:42Mas, kalau soal kemarin-kemarin yang Said Iqbal mau masuk ke kabinet itu...
01:48Sudang didiskusikan.
01:49Sudang didiskusikan.
01:50Itu benar ya Mas, dia mau gantin pasil ini atau gimana di Wamen?
01:56Di SDM bilangnya, di kebutuhan SDM, karena skema bagi hasil pertambangan yang sedang Pak Prabowo diinginkan diubah menjadi lebih menguntungkan
02:05bagi negara juga,
02:06itu tadi bakal dibahasi, sudah tak ingatkan, skema bagi hasil pertambangan yang sedang diperlukan.
02:14Tunggu nanti, akan diumumkan.
02:16Mas Pras, tentu lagi Mas Pras, kan ini Mas, kalau masih...
02:19Ada kebutuhan bakal diganti lagi atau diposongkan sampai dalam waktu yang terdekat untukkan Mas Kual dari pembicaraan-pembicaraan sebelumnya Mas?
02:27Untuk sementara belum ada rencana pengisian dari jabatan yang ditinggalkan oleh dua wakmen yang sedang berproses hukum,
02:40karena juga posisinya kan wakil menteri ya, artinya kegiatan atau tugas kementerian tersebut yang dijalankan oleh menterinya masih dapat berjalan
02:53dengan normal.
02:56Nanti kita lihat kalau memang kebutuhan, kita hitung, kita harus melakukan perkuatan dengan menunjuk wakil menteri,
03:07ya itu nanti kita lihat setelah kita evaluasi.
03:10Saya rasa masih tidak ada masalah.
03:14Berarti dalam waktu dekat ini masih belum ada pengisian?
03:16Mas Pras, terkait ini, Menteri HAM kemarin ada mengusulin supaya...
03:20Menteri HAM kemarin ada mengusulkan di RU Polri supaya dimasukin soal sipil bisa masuk di instansi Polri,
03:31jadi sipil jabat di Polri gitu Pak, mungkin terkait usulan ini.
03:35Ya kalau sebagai sebuah usulan, saya kira dari mana saja kan bisa memberikan usulan,
03:40karena juga memang kebetulan dari ini kan sedang dibahas mengenai revisi undang-undang kepolisian,
03:46dan saya kira ya disampaikan saja sesuai dengan mekanisme.
03:51Kalau pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat ya saya kira sah-sah.
03:58Tapi tentu kan semua dilihat, dilihat baik buruknya, dilihat kebutuhannya atau keperluannya.
04:07Mas Pras, mas Pras, mas Pras, mas Pras, selain isu, mas Pras,
04:12kalau dari sana melihat komunikasi dari Bank Indonesia kepada pelaku pasar ini seperti apa sih, mas?
04:16Soalnya ada anggapan komunikasi ke pelaku pasar ini kurang untuk menenangkan ketika Rupiah sedang menemani?
04:23Ya kalau menurut himat kami, sebetulnya komunikasi sudah terus disampaikan kepada publik ya.
04:34Hanya memang dalam situasi yang seperti ini, seringlah secara alamiah kemudian kita cenderung merasa ada yang kurang.
04:45Makanya tidak menjadi masalah, justru itu mari harus kita perbaiki sebagai sebuah masukan, sebagai sebuah kritik yang konstruktif.
04:57Tidak ada sesuatu yang menurut pendapat kami sempurna, itu tidak ada.
05:01Jadi ya memang kalau kita merasa ada yang perlu kita perbaiki, ya mari kita perbaiki bersama-sama.
05:08Karena ekonomi ini kan tidak hanya berdiri sendiri-sendiri.
05:16Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
05:21Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:25Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar