00:00Karena gak mau serius-serius, saya pengen lihat dari POV-nya Wamenlu.
00:04Sebenarnya di konteks mana Pak Presiden itu handover tugasnya ke Menlu maupun Wamenlu?
00:09Kan ini pengalaman, jadi gak serius.
00:11Tapi di jalanan Wamenlu.
00:13Misalnya saya kan di dunia Islam ya.
00:18Dan secara spesifik, dunia Islam ini sebenarnya target kita ini ada dua.
00:24Satu, mengetrek lebih banyak investasi ke sini.
00:29Dan yang kedua, integrasi sosial politik yang lebih kuat dengan dunia Islam ini ya.
00:41Misalnya kalau Anda melihat dalam perjalanan, paling tidak dalam portfolio saya ya.
00:48Ada bagian yang saya terlibat secara pribadi sangat kuat.
00:53Ada bagian yang saya tidak terlalu terlibat secara pribadi.
00:56Tapi ada dalam keseluruhan portfolio saya.
00:58Misalnya kalau Anda melihat hubungan dengan Turki ya.
01:02Threat kita ini berkembang secara relatif baik dengan Turki.
01:07Juga dengan Mesir.
01:09Juga dengan Arab Saudi.
01:11Dengan Emirat.
01:11Dan juga dengan Turki.
01:14Iya kan?
01:15Beberapa negara yang menjadi fokus presiden karena ini kawasan.
01:19Beliau memahami bahwa ini akan menjadi pusaran konflik.
01:22Dan di satu sisi kita mesti punya andil dalam proses mendorong kawasan ini berubah dari zona konflik menjadi zona pembangunan.
01:33Satu sisi sebagai istilahnya cita-cita diplomasi kita ke arah itu.
01:37Tapi situ selain kita ingin menjadikan mereka sebagai strategic partners kita dalam pembangunan.
01:45Di samping memperkuat ikatan identitas kita bersama.
01:50Sebagiannya saya terlibat secara sangat teknis sekali.
01:52Sebagiannya saya tidak terlibat.
01:54Tetapi sebagai arah keseluruhan presiden sendiri mempunyai arah itu.
01:57Dan dalam prosesnya Bapak tadi bilang, dalam proses yang rapi pasti ada kendalanya.
02:02Fleksibel pun sama demikian.
02:04Maka dari itu kritik pun kan tidak terhindarkan.
02:07Ada banyak kritik muncul dari berbagai lapisan masyarakat.
02:10Tidak bahas orang per orang.
02:11Tapi kritik itu kan muncul dari juga kepedulian atau care terhadap apa yang jadi ekspektasi masyarakat.
02:18Pemerintah itu menanggapi kritik yang datang seperti apa sih Pak Anies?
02:24Apakah defensif bahwa merasa ini sudah dilakukan semaksimal mungkin?
02:29Apa membuka keran kritik itu dan bagaimana?
02:31Kalaupun iya.
02:32Pada dasarnya sih kita, saya tumbuh terlibat dalam politik di era demokrasi ya.
02:39Jadi tidak ada yang istimewa bagi saya dari semua kritik kiri yang sedang terjadi.
02:44Di era Pak Ibu Megawati kritik seperti itu kencang.
02:48Di era Pak SBY juga sama kencangnya.
02:51Di era Pak Jokowi juga sama kencangnya.
02:53Sekarang juga sama kencangnya.
02:55Tidak ada hal yang terlalu istimewa.
02:57Dan menurut saya, itu menandakan bahwa sistem demokrasi kita bekerja dengan baik.
03:03Itu maknanya.
03:05Itu maknanya bahwa kalau Anda melihat misalnya dalam dua hari terakhir ini,
03:09empat orang anggota kabinet misalnya ditahan.
03:12Iya kan?
03:13Itu artinya apa?
03:14Itu ada keseimbangan institusional.
03:17Iya kan?
03:20Bahwa cabang eksekutif ini bisa sangat powerful,
03:24tetapi itu tidak akan mengurangi sifat lembaga yudikatif untuk juga menjadi powerful.
03:32Iya kan?
03:32Iya.
03:33Siapa yang bisa nyangka kan?
03:35Seperti itu kan?
03:36Ini artinya apa?
03:37Sistem ini bekerja.
03:38Dan sistem ini, dia mempunyai dinamika menciptakan check and balances dengan sendirinya.
03:46Jadi pada dasarnya kritik ini baik-baik saja semuanya kalau begitu.
03:50Dan jawabannya juga adalah bagian dari pertanggung jawabannya.
03:53Seperti itu, anti ada kritik lagi dan seterusnya.
03:56Menurut saya itu, situasi dialektis seperti itu, itu adalah tanda dinamika sosial yang bagus, yang sehat.
04:03Itu menurut saya juga tanda bahwa sistemnya itu bekerja dengan baik.
04:06Dan ini juga berarti bahwa di luar dari cabang legislatif, cabang eksekutif dan yudikatif ini,
04:14civil society juga bekerja dengan baik.
04:16Iya kan?
04:17Menyampaikan peran kritiknya dan meluruskan pemerintah secara terus-menerus.
04:22Itu pertanda bagus menurut saya.
04:24Dan bagaimana agar substansi kritiknya ini betul-betul didengarkan pemerintah,
04:28bukan fokus pada caranya tidak sopan, caranya tidak sesuai etika.
04:32Karena bagaimana mendudukan ini agar memang substansinya diserap, civil society didengarkan,
04:37dan diplomasi juga berjalan dengan baik.
04:38Kan pada dasarnya kita juga tunduk kepada basis kultural kita sendiri.
04:45Apa yang dianggap sopan di satu negara mungkin tidak sopan di negara yang lain.
04:49Menurut saya, cita rasa seperti itu fleksibel sajalah kita menilainya.
04:55Kita tidak perlu terlalu serius dari sisi cita rasa itu.
04:58Orang-orang di sini yang punya pendidikan di barat atau besar di barat misalnya begitu pulang,
05:04mungkin dia akan bicara lebih belak-belakan dan seterusnya.
05:08Orang-orang yang tumbuh di sini mungkin akan mempertahankan substansi dan kesopanan sekaligus.
05:15Menurut saya sih itu biasa sajalah dulu.
05:17Jadi tidak ada yang terlalu, menurut saya tidak ada yang terlalu istimewa di situ ya.
05:23Itu karena hal-hal seperti itu kembali kepada soal cita rasa budaya.
05:28Tapi secara umum, overall dalam perspektif, kalau kita dalam perspektif kenegaraan,
05:34dalam perspektif sistem, ini menandakan bahwa demokrasi kita itu berjalan dengan baik.
05:40Ada orang mengeritik terbuka, presiden dan seterusnya, menghina dan seterusnya, dan seperti itu.
05:47Sehat seperti itu.
05:48Pasti ada yang sisi emosi yang kalau kita anggap tidak sopan juga ya,
05:53ada orang yang memandang seperti itu dan seterusnya.
05:55Tapi ya itulah masyarakat itu loh.
05:57Iya kan?
05:58Dan itulah fungsi check and balances.
05:59Iya, itu fungsi check and balances seperti itu.
06:01Ia akan menerima kasih.
06:01Ia akan menerima kasih.
06:01Ia akan menerima kasih.
06:02Ia akan menerima kasih.
06:02Ia akan menerima kasih.
06:03Ia akan menerima kasih.
06:04Ia akan menerima kasih.
06:04Ia akan menerima kasih.
06:04Ia akan menerima kasih.
Komentar