Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menilai kritik yang ditujukan kepada pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.

Menurutnya, kritik yang muncul dari berbagai kalangan masyarakat tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang luar biasa.

Saat menanggapi pertanyaan mengenai banyaknya kritik terhadap pemerintah, Anis mengatakan bahwa kritik merupakan konsekuensi yang wajar dalam sistem demokrasi.

Ia menilai kritik serupa juga pernah terjadi pada pemerintahan sebelumnya, mulai dari era Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Joko Widodo.

Menurut Anis, kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia berjalan dengan baik karena terdapat mekanisme pengawasan dan keseimbangan antar lembaga negara maupun dari masyarakat.

Sebagai contoh, Anis menyinggung adanya penegakan hukum terhadap sejumlah pejabat negara dalam beberapa waktu terakhir.

"Kalau Anda melihat misalnya dalam dua hari terakhir ini, empat orang anggota kabinet misalnya ditahan. Iya kan? Itu artinya apa? Itu ada keseimbangan institusional," katanya.

Ia menilai hal tersebut menjadi indikator bahwa institusi negara masih menjalankan fungsinya secara independen.

Selain itu, Anis juga menyoroti peran masyarakat sipil yang dinilainya tetap aktif mengawasi jalannya pemerintahan melalui kritik dan masukan yang disampaikan secara terbuka.

Menurutnya, keberadaan kritik dari masyarakat justru merupakan pertanda positif dalam kehidupan bernegara.

Terkait perdebatan mengenai etika dalam menyampaikan kritik, Anis berpandangan bahwa setiap masyarakat memiliki standar budaya yang berbeda mengenai apa yang dianggap sopan atau tidak sopan.

Maka, ia mengajak publik untuk tidak terlalu terpaku pada persoalan gaya penyampaian kritik dan lebih melihat substansi yang ingin disampaikan.

Secara keseluruhan, Anis menilai kebebasan masyarakat dalam mengkritik pemerintah maupun presiden menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih berfungsi.


Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/WN2BU1nrpng



#prabowo #kritik #kebijakan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/673178/wamenlu-anis-matta-kritik-ke-presiden-tanda-demokrasi-indonesia-berjalan-baik-rosi
Transkrip
00:00Karena gak mau serius-serius, saya pengen lihat dari POV-nya Wamenlu.
00:04Sebenarnya di konteks mana Pak Presiden itu handover tugasnya ke Menlu maupun Wamenlu?
00:09Kan ini pengalaman, jadi gak serius.
00:11Tapi di jalanan Wamenlu.
00:13Misalnya saya kan di dunia Islam ya.
00:18Dan secara spesifik, dunia Islam ini sebenarnya target kita ini ada dua.
00:24Satu, mengetrek lebih banyak investasi ke sini.
00:29Dan yang kedua, integrasi sosial politik yang lebih kuat dengan dunia Islam ini ya.
00:41Misalnya kalau Anda melihat dalam perjalanan, paling tidak dalam portfolio saya ya.
00:48Ada bagian yang saya terlibat secara pribadi sangat kuat.
00:53Ada bagian yang saya tidak terlalu terlibat secara pribadi.
00:56Tapi ada dalam keseluruhan portfolio saya.
00:58Misalnya kalau Anda melihat hubungan dengan Turki ya.
01:02Threat kita ini berkembang secara relatif baik dengan Turki.
01:07Juga dengan Mesir.
01:09Juga dengan Arab Saudi.
01:11Dengan Emirat.
01:11Dan juga dengan Turki.
01:14Iya kan?
01:15Beberapa negara yang menjadi fokus presiden karena ini kawasan.
01:19Beliau memahami bahwa ini akan menjadi pusaran konflik.
01:22Dan di satu sisi kita mesti punya andil dalam proses mendorong kawasan ini berubah dari zona konflik menjadi zona pembangunan.
01:33Satu sisi sebagai istilahnya cita-cita diplomasi kita ke arah itu.
01:37Tapi situ selain kita ingin menjadikan mereka sebagai strategic partners kita dalam pembangunan.
01:45Di samping memperkuat ikatan identitas kita bersama.
01:50Sebagiannya saya terlibat secara sangat teknis sekali.
01:52Sebagiannya saya tidak terlibat.
01:54Tetapi sebagai arah keseluruhan presiden sendiri mempunyai arah itu.
01:57Dan dalam prosesnya Bapak tadi bilang, dalam proses yang rapi pasti ada kendalanya.
02:02Fleksibel pun sama demikian.
02:04Maka dari itu kritik pun kan tidak terhindarkan.
02:07Ada banyak kritik muncul dari berbagai lapisan masyarakat.
02:10Tidak bahas orang per orang.
02:11Tapi kritik itu kan muncul dari juga kepedulian atau care terhadap apa yang jadi ekspektasi masyarakat.
02:18Pemerintah itu menanggapi kritik yang datang seperti apa sih Pak Anies?
02:24Apakah defensif bahwa merasa ini sudah dilakukan semaksimal mungkin?
02:29Apa membuka keran kritik itu dan bagaimana?
02:31Kalaupun iya.
02:32Pada dasarnya sih kita, saya tumbuh terlibat dalam politik di era demokrasi ya.
02:39Jadi tidak ada yang istimewa bagi saya dari semua kritik kiri yang sedang terjadi.
02:44Di era Pak Ibu Megawati kritik seperti itu kencang.
02:48Di era Pak SBY juga sama kencangnya.
02:51Di era Pak Jokowi juga sama kencangnya.
02:53Sekarang juga sama kencangnya.
02:55Tidak ada hal yang terlalu istimewa.
02:57Dan menurut saya, itu menandakan bahwa sistem demokrasi kita bekerja dengan baik.
03:03Itu maknanya.
03:05Itu maknanya bahwa kalau Anda melihat misalnya dalam dua hari terakhir ini,
03:09empat orang anggota kabinet misalnya ditahan.
03:12Iya kan?
03:13Itu artinya apa?
03:14Itu ada keseimbangan institusional.
03:17Iya kan?
03:20Bahwa cabang eksekutif ini bisa sangat powerful,
03:24tetapi itu tidak akan mengurangi sifat lembaga yudikatif untuk juga menjadi powerful.
03:32Iya kan?
03:32Iya.
03:33Siapa yang bisa nyangka kan?
03:35Seperti itu kan?
03:36Ini artinya apa?
03:37Sistem ini bekerja.
03:38Dan sistem ini, dia mempunyai dinamika menciptakan check and balances dengan sendirinya.
03:46Jadi pada dasarnya kritik ini baik-baik saja semuanya kalau begitu.
03:50Dan jawabannya juga adalah bagian dari pertanggung jawabannya.
03:53Seperti itu, anti ada kritik lagi dan seterusnya.
03:56Menurut saya itu, situasi dialektis seperti itu, itu adalah tanda dinamika sosial yang bagus, yang sehat.
04:03Itu menurut saya juga tanda bahwa sistemnya itu bekerja dengan baik.
04:06Dan ini juga berarti bahwa di luar dari cabang legislatif, cabang eksekutif dan yudikatif ini,
04:14civil society juga bekerja dengan baik.
04:16Iya kan?
04:17Menyampaikan peran kritiknya dan meluruskan pemerintah secara terus-menerus.
04:22Itu pertanda bagus menurut saya.
04:24Dan bagaimana agar substansi kritiknya ini betul-betul didengarkan pemerintah,
04:28bukan fokus pada caranya tidak sopan, caranya tidak sesuai etika.
04:32Karena bagaimana mendudukan ini agar memang substansinya diserap, civil society didengarkan,
04:37dan diplomasi juga berjalan dengan baik.
04:38Kan pada dasarnya kita juga tunduk kepada basis kultural kita sendiri.
04:45Apa yang dianggap sopan di satu negara mungkin tidak sopan di negara yang lain.
04:49Menurut saya, cita rasa seperti itu fleksibel sajalah kita menilainya.
04:55Kita tidak perlu terlalu serius dari sisi cita rasa itu.
04:58Orang-orang di sini yang punya pendidikan di barat atau besar di barat misalnya begitu pulang,
05:04mungkin dia akan bicara lebih belak-belakan dan seterusnya.
05:08Orang-orang yang tumbuh di sini mungkin akan mempertahankan substansi dan kesopanan sekaligus.
05:15Menurut saya sih itu biasa sajalah dulu.
05:17Jadi tidak ada yang terlalu, menurut saya tidak ada yang terlalu istimewa di situ ya.
05:23Itu karena hal-hal seperti itu kembali kepada soal cita rasa budaya.
05:28Tapi secara umum, overall dalam perspektif, kalau kita dalam perspektif kenegaraan,
05:34dalam perspektif sistem, ini menandakan bahwa demokrasi kita itu berjalan dengan baik.
05:40Ada orang mengeritik terbuka, presiden dan seterusnya, menghina dan seterusnya, dan seperti itu.
05:47Sehat seperti itu.
05:48Pasti ada yang sisi emosi yang kalau kita anggap tidak sopan juga ya,
05:53ada orang yang memandang seperti itu dan seterusnya.
05:55Tapi ya itulah masyarakat itu loh.
05:57Iya kan?
05:58Dan itulah fungsi check and balances.
05:59Iya, itu fungsi check and balances seperti itu.
06:01Ia akan menerima kasih.
06:01Ia akan menerima kasih.
06:01Ia akan menerima kasih.
06:02Ia akan menerima kasih.
06:02Ia akan menerima kasih.
06:03Ia akan menerima kasih.
06:04Ia akan menerima kasih.
06:04Ia akan menerima kasih.
06:04Ia akan menerima kasih.
Komentar

Dianjurkan