00:00Dan ini kan juga sempat kalau saya catat, waktu itu Pak Anies pernah menyebut di awal tahun
00:06bahwa ada satu kondisi tidak terkendali, kekecewaan dan tidak ada penelesaian sistematis
00:11ujung-ujungnya terjadi perang dunia. Ini relevan atau tidak dengan kondisi saja?
00:15Sangat relevan dan saya kira perang Iran, Amerika dan Israel di sini
00:19ini akan menjadi satu milestone yang sangat penting.
00:23Saya belum sebut skenario ketiga, Mbak.
00:24Skenario ketiga ini skenario no peace, no war.
00:28Tidak ada damai, tidak ada perang juga, tidak ada eskalasi tapi tidak ada kesepakatan.
00:33Dan dalam situasi seperti ini, Salat Hormuz itu akan menjadi bancakan bersama
00:41baik oleh Amerika maupun oleh Iran.
00:45Dan jika ini terjadi, situasi ini bisa membahayakan sisi yang lainnya yaitu di Babul Mandab.
00:52Iya kan, di Babul Mandab ini bisa menjadi karena ada kekuatan Houthi di sini yang juga bisa mengontrol
00:58dan di sisi lain ada Israel yang punya penetrasi yang sangat besar ke Somaliland
01:04yang persis bertemu di ujung, di jalur masuk ke Red Sea gitu ya.
01:10Jadi ini juga bukan, ini situasi yang dampaknya Pak, dia menghentikan mobilitas secara global.
01:17Mungkin tidak sedaksat mobilitas yang terjadi waktu kita mengalami COVID-19.
01:22Tapi ini akan, apa namanya, sangat mengganggu mobilitas perdagangan secara global.
01:30Untuk Indonesia apa yang harus diwaspadai?
01:33Yang paling pokok bagi kita sekarang ini adalah bagi Indonesia, menurut saya ya.
01:40Apapun dari tiga skenario ini yang terjadi, Timur Tengah yang kita kenal selama ini
01:45akan menjadi Timur Tengah yang baru.
01:49Siapa pemenangnya, kita tidak tahu.
01:51Siapa yang mengaturnya, kita tidak tahu.
01:53Bagaimana dia diatur, kita tidak tahu.
01:56Kenapa? Karena semua aktor melakukan strategic adjustment.
02:01strategic adjustment artinya orang melakukan perubahan strategi di masing-masing negara ini
02:08dan proses perubahan strategi ini yang kita harus pantau dan itu sangat dinamis sekali.
02:15Apa dampaknya bagi Indonesia sekarang?
02:19Tampaknya secara geografi kan kita jauh dari konflik.
02:24Tentu saja tidak banyak orang mengetahui bahwa pada dasarnya sumber energi yang ada di seluruh dunia
02:32atau reserve energi yang ada di seluruh dunia, paling besar itu ada di kawasan ini.
02:37Jadi 20%?
02:38Memang supply-nya kepada konsumsi secara global itu sekitar 20-30%
02:44tetapi secara reserve cadangan paling besar yang ada di sini.
02:49Cadangan kedua terbesar yang ada di Amerika, Venezuela, Kanada di kombinasi ini.
02:55Kalau dua sumber energi ini digabung jadi satu, ini sekitar 70% total energi dunia.
03:03Jadi Anda bisa membayangkan seandainya Amerika memenangkan perang ini,
03:08dia akan punya choke point bagi seluruh dunia dari hal secara energi.
03:12Itulah kenapa Amerika Serikat sampai sekarang masih habis-habisan untuk dihormus.
03:16Itu salah satu alasannya, jadi background yang perlu kita pertimbangkan.
03:23Sebab perang Iran ini kan terjadinya bulan Februari, tapi Venezuela kan Januari.
03:28Iya kan?
03:29Nah cuma kalau kita melihat, dari tahun 2019, kan ada COVID ya, sampai tahun 2022.
03:39Kita itu kan kayak secara global mengalami kayak total shutdown.
03:452022 itu sudah ada perang Ukraine.
03:48Teaternya di mana? Di Eropa.
03:51Iya kan?
03:532023 perang Israel-Palestina, yang sekarang mengalami eskalasi menjadi perang kawasan.
03:59Yang dulu sejak awal saya sebutkan, ini akan berkembang menjadi perang kawasan.
04:04Teaternya di mana? Di Timur Tengah.
04:06Sekarang kalau kita lihat peta Mbak Edyang.
04:10Perang yang terjadi di Eropa ini, di Ukraine ini dengan Rusia,
04:15ini juga akan mengubah, akan menciptakan settlement baru antara Eropa dengan Rusia secara keseluruhan.
04:23Iya kan?
04:24Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, bagaimana bentuk settlementnya ke depan.
04:29Tetapi yang jelas, Eropa telah menjadi teater perang.
04:34Sekarang Timur Tengah, ini teater perang yang baru.
04:37Iya kan?
04:37Dan sudah berlangsung 3 tahun.
04:40Makanya dalam skenario ketiga yang saya sebutkan tadi,
04:42kira-kira Timur Tengah ini bisa menjadi skenario Ukraine.
04:47Tidak jamai, tidak ada settlement, tidak ada perang.
04:50Perang sana-sini terjadi, tapi ya kayak begitu ya.
04:52Nah, sekarang, bagi Indonesia sekarang ini,
04:57kita mungkin berpikir terlebih dahulu soal energi, soal ini semuanya.
05:00Itu dampak langsung yang paling cepat yang kita pikirkan ya.
05:06Karena itu pun yang terjadi pada saat awal eskalasi terjadi.
05:09Tapi sebenarnya, yang paling mengkhawatirkan bagi kita itu adalah,
05:13apakah mungkin kawasan ini juga menjadi teater baru dalam konflik global itu.
05:19Sebab yang kita saksikan ini kan konflik-konflik regional,
05:22tapi dalam skala yang besar di mana aktor global seluruhnya secara relatif terlibat, terbuka atau tidak terbuka.
05:30Iya kan?
05:32Kan kita tidak bisa mengatakan bahwa perang Ukraine itu adalah perang Rusia dengan Ukraine.
05:36Itu secara de facto itu adalah dengan NATO pada dasarnya.
05:40Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa dalam perang ini cuma Iran sama Israel dan Amerika yang terlibat.
05:49Iya kan?
05:49Semua orang tahu bahwa secara de facto ini akan menyeret seluruh aktor untuk terlibat di sana.
05:56Nah, bicara soal ini Pak, karena salah satu aktor dalam perang ini adalah Israel.
06:00Kita tahu dalam skenario yang pertama tadi Bapak sebutkan, dalam proses negosiasi, halangannya itu dari Israel.
06:08Sejak awal perang ini berlangsung negosiasi di Islamabad, lalu juga sampai hari ini di situ yang jadi bottleneck-nya.
06:15Sementara kita bersama-sama Israel di Board of Peace.
06:19Terlebih lagi, selain itu pun ada penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga negara Indonesia yang ikut di global sumut
06:26flotilla.
06:26Apa relevansi kita saat ini di BOP? Perlukan ditinjau ulang?
06:31Jadi dari awal BOP ini harus dipersepsi sebagai manuver geopolitik yang punya beberapa tujuan secara bertahap.
06:40Tujuan yang paling intinya itu adalah menghentikan genosida.
06:44Karena itu pemandangan yang sangat buruk yang mengganggu kita di seluruh dunia.
06:51Secara relatif target ini sekarang tercapai, tapi perangnya tidak berhenti.
06:56Berhenti, iya kan.
06:58Kenapa? Karena saya yakin bahwa bagi Netanyahu, dia akan memahami bahwa BOP ini akan menjadi instrumen untuk mengisolasi dia di
07:09dalam Israel.
07:10Sebab begitu ada settlement di sana, begitu ada proses damainya berlangsung, di Israel harus ada pemilu.
07:17Dan ini bukan hal yang diikinkan oleh Netanyahu.
07:20Dan karena itu selalu perlu ada distraksi.
07:22Distraksi itu adalah serangan ke Iran dulu yang 12 hari ya.
07:25Iya, betul.
07:27Nah tapi kemudian situasi ini berkembang kemana-mana dan menjadi secara relatif mulai tidak terkontrol.
07:34Cuma yang perlu kita lihat sekarang ini adalah bahwa dalam situasi sekarang ini,
07:42kontrol kepada kawasan ini semakin tidak menentu.
07:46Dan karena itu saya kira pemerintah sudah benar ketika mengatakan ini kita hold dulu pembicaraan tentang BOP.
07:55Tunda dulu sampai waktu yang tidak ditentukan.
07:57Sebab situasi di kawasan ini sedang mengalami distraksi, gangguan yang tidak memungkinkan proyek ini jalan.
08:04Gangguan ini apa ya perang ini sekarang?
08:05Termasuk juga soal apa yang dilakukan Israel terhadap warga negara Indonesia di global sumut Fulatila.
08:11Itu jadi perhatian pemerintah Indonesia mengecam itu.
08:13Secara otomatis kita bekerja.
08:15Saya mengikuti secara pribadi saya mengikuti masalah itu dari awal sebelum kejadian dan di saat kejadian dan setelah juga kejadiannya.
08:22Cuma apa yang perlu kita lihat di sini menurut saya adalah bahwa ada dua opsi sebenarnya yang strategik option yang
08:33dikembangkan oleh Israel.
08:35Dan menurut saya dua strategik option ini yang sedang mengalami masalah.
08:40Strategik optionnya itu didasari oleh satu asumsi dasar bahwa moral support untuk Israel,
08:48moral groundnya secara global makin hari makin habis.
08:53Tapi yang paling berbahaya bagi Israel dalam jangka menengah dan jangka panjang itu adalah moral ground Israel di barat.
09:00Yang menjadi supporter utama dari kelahiran negara Israel itu.
09:07Dan genosida yang berlangsung dalam selama perang kemarin itu benar-benar menghancurkan moral ground ini.
09:13Jadi orang-orang di sana berpikir bahwa bagaimana mereka harus menjadikan Israel menjadi secara bertahap negara yang independen,
09:22tidak terlalu bergantung ke Amerika ataupun ke Eropa.
09:29Dan untuk itu menurut saya mereka mempunyai dua opsi.
09:32Opsi yang pertama adalah normalisasi hubungan dengan negara-negara Islam.
09:39Tapi itu sekarang tidak terjadi setelah perang Palestina ini.
09:43Jadi opsi ini relatif berantakan dan tidak mungkin terjadi.
09:48Opsi yang kedua adalah mengukuhkan posisi Israel sebagai kekuatan militer mutlak di kawasan
09:54dengan memenangkan perang besar terutama kepada musuh yang dianggap paling potensial dalam hal ini adalah Iran.
10:00Dan menurut saya mungkin juga mereka memasukkan Turki dalam list atau Mesir di dalam list.
10:06Jadi paling tidak secara kapasitas militer, Iran, Turki, dan Mesir ini adalah strategi kompetitor secara militer bagi dia.
10:16Nah kalau dia terlibat dalam satu perang itu dia harus membuktikan bahwa dia benar-benar lebih powerful di atas mereka.
10:24Dan saya kira perang Iran ronde pertama ini kan membuktikan bahwa itu tidak terjadi.
10:29Dan artinya BOP ditegaskan kembali ditunda?
10:32Tunda ya.
10:33Kita tidak membahas lebih lanjut, tidak mengikuti lebih lanjut plan awal BOP?
10:38Secara sederhana tidak kondusif untuk sekarang ini dilanjutkan.
10:43Tapi bahasanya bukan keluar dari BOP atau tidak?
10:45Terima kasih.
10:45Terima kasih.
10:47Terima kasih.
Komentar