Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, menyatakan akan segera memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinannya. Langkah tersebut dilakukan menyusul dugaan kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, beserta dua mantan wakil kepala BGN.

Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas program Makan Bergizi Gratis.

Usai ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana, Nanik menyebut prioritas program kerjanya saat ini adalah membenahi pengelolaan anggaran MBG agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Efisiensi tersebut akan dilakukan melalui moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, pembenahan SPPG yang telah beroperasi, serta memastikan penerima manfaat program benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

#mbg #sppg #bgn

Baca Juga Harga Timun di Jember Anjlok Jadi Rp1.000 per Kg, Petani Merugi | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/673171/harga-timun-di-jember-anjlok-jadi-rp1-000-per-kg-petani-merugi-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673173/kepala-bgn-nanik-prioritaskan-perbaikan-tata-kelola-mbg-apa-langkahnya-kompas-siang
Transkrip
00:05Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nandu S. Deyang, menyatakan akan langsung memperbaiki tata kelola MBG di bawah kepemimpinannya
00:14pasca dugaan korupsi yang menjerat dadan Hindayana dan dua mantan wakil kepala BGN.
00:20Langkah pertama, yaitu dengan melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas dari MBG.
00:30Usai ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru menggantikan dadan yang terjerat kasus korupsi MBG.
00:37Nani S. Deyang menyebut, prioritas program kerjanya saat ini adalah efisiensi anggaran makan bergizi gratis.
00:45Efisiensi dilakukan dengan cara moratorium SPPG baru, membenahi SPPG yang telah beroperasi, serta memastikan penerima manfaat tepat sasaran.
01:00Hal yang kami lakukan adalah pertama, refokusing penerima manfaat.
01:08Dua, moratorium dapur titik-titik baru.
01:14Tiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas termasuk
01:30perbaikan dan pelatihan SDM.
01:32Empat, merealisasikan program MBG untuk daerah 3T, tertinggal, terdepan dan terluar, dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani ABBN.
01:57Ini masalah sakral!
Komentar

Dianjurkan