00:00Dan karena itu memang kalau kita melihat di selama masa reformasi paling tidak kalau kita melihat.
00:09Ini kan tidak pernah Kemlu ini dipimpin oleh orang non-Kemlu kecuali di era Jagusdur yaitu Pak Alwi Syihab dan
00:19sekarang.
00:21Karena era ini era yang masih relatif stabil, sehingga rata-rata pembicaraan itu pembicaraan melalui forum-forum multilateral.
00:34Sekarang menurut saya kita sedang menghadapi satu proses membentukkan aliansi-aliansi baru yang tidak permanen.
00:44Tetapi bergerak secara sangat dinamis karena semuanya berpikir bagaimana mengelola proses transisi global ini.
00:52Saya kira itulah sebabnya mengapa Indonesia bergabung dengan BRICS.
00:57Apakah BRICS akan menjadi alternatif dalam tatanan global? Tidak ada yang juga tahu.
01:03Tetapi dia menjadi salah satu instrumen dalam proses transisi global ini.
01:11Sekarang misalnya dalam portofoli saya di Timur Tengah, di Oki, dalam perang Iran ini kan ada negara teluk dengan ada
01:18Iran.
01:19Iya kan?
01:20Kan ini masalah.
01:21Di BRICS itu ada Iran dan juga ada Emirat.
01:25Kan ini juga masalah.
01:27Iya kan?
01:28Jadi instrumen multilateral ini juga secara pelan-pelan ada tetapi efektifitasnya yang tidak terlalu bagus.
01:37Dan karena itu dalam konteks inilah memang kita berijetihat untuk menemukan satu jalan diplomasi baru.
01:44Dalam situasi ini saya kira apa yang dipikirkan oleh Presiden yang pertama adalah strong presence.
01:50Kehadiran yang kuat.
01:51Dan itu harus Presiden langsung tidak didelegasikan kepada Menteri.
01:54Itu memang harus high profile.
01:56Itu artinya kehadiran yang kuat.
01:57Jadi pedato Presiden di PBB itu sangat kuat.
02:01Dan kehadiran di BOP sebagai bagian dari manuver geopolitik menurut saya itu efektif.
02:08Untuk paling tidak.
02:09Kalau enggak Anda sekarang masih menyaksikan genosida kan.
02:13Walaupun ini nanti tidak berjalan.
02:15Misalnya atau katakanlah mengalami disrupsi di tengah jalan atau distraksi di tengah jalan.
02:20Tapi paling tidak satu masalah selesai.
02:22Dan sekarang persoalannya adalah tidak ada satu instrumen yang bisa kita pakai untuk menyelesaikan semua masalah sekaligus.
02:29Karena itu juga ada sisi retailnya.
02:32Jadi dia high profile di satu sisi tapi retail di sisi yang lain.
02:37Iya kan?
02:39Kan itu masalahnya kan?
02:40Nah jadi kalau Anda melihat kenapa banyak kunjungannya?
02:44Karena ada sisi retailnya dari sisi itu.
02:47Dan kenapa ada pengulangan-pengulangan?
02:49Kan kalau sebenarnya kalau kita melihat yang paling banyak dikunjungi oleh presiden dalam periode ini pada dasarnya kan Eropa sama
02:56Timur Tengah.
02:57Itu kan?
02:58Iya.
02:59Dalam satu tahun pertama beliau berkunjung ke Timur Tengah beberapa kali menemui orang yang sama.
03:06Karena memang persoalannya sangat dinamis.
03:08Dan orang membutuhkan perbincangan yang high profile seperti itu untuk mengetahui.
03:13Karena jalur lain itu kan masalah trust untuk membangun trust itu kan?
03:19Terima kasih.
03:19Terima kasih.
03:20Terima kasih.
03:20Terima kasih.
03:20Terima kasih.
Komentar