Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menilai kunjungan dan manuver diplomasi Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk terlibat aktif dalam proses transisi global.

Menurut Anis, dunia sedang mengalami perubahan tatanan internasional yang belum mencapai titik keseimbangan. Dalam kondisi tersebut, negara-negara terus melakukan penyesuaian strategi untuk menjaga kepentingan dan keamanan.

Ia menjelaskan bahwa perubahan strategi yang berlangsung di berbagai negara menuntut respons yang cepat dan kemampuan bermanuver menghadapi perkembangan global yang terus berubah.

Anis mencontohkan bagaimana negara-negara di kawasan Teluk kini mulai memikirkan ulang strategi keamanannya setelah efektivitas perlindungan dari pangkalan militer Amerika Serikat dipertanyakan dalam menghadapi serangan Iran.

Menurut Anis, situasi serupa juga dihadapi banyak negara lain di dunia. Ia menyebut kondisi saat ini sebagai fase bertahan hidup atau survival mode.

Ia menilai perspektif survival tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan luar negeri yang dijalankan Presiden Prabowo di tengah perubahan geopolitik global.

Anis juga menyinggung posisi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Menurutnya, Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif aman karena secara geografis jauh dari pusat konflik yang sedang berlangsung.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat Indonesia lengah. Sebab, tidak ada jaminan kawasan Indonesia tidak akan terdampak oleh konflik global di masa depan.

Maka, Indonesia perlu mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan terburuk sekaligus menjaga agar wilayahnya tidak menjadi arena persaingan negara-negara besar.

Meski hasil diplomasi Indonesia mungkin belum terlihat dalam waktu singkat, Anis menegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam berbagai forum dan proses internasional tetap penting untuk menjaga kepentingan nasional.



Bagaimana menurut Anda?



Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/WN2BU1nrpng



#prabowo #perang #iran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/673177/wamenlu-anis-matta-dunia-masuk-mode-survival-indonesia-harus-aktif-di-transisi-global-rosi
Transkrip
00:00Jadi kalau disederhanakan ke publik, sebenarnya hasil dari kunjungan Pak Presiden Prabowo dengan bahasa awam ini apa?
00:07Tidak bicara soal hasil cepat yang sudah ada apa, tapi apa hasil yang bisa masyarakat lihat Pak?
00:12Terlibat dalam proses transisi global ini.
00:15Dan sekarang orang melihat semuanya bahwa kehadiran Indonesia dalam proses transisi global ini,
00:22itu terasa kehadiran Indonesia di situ.
00:25Saya juga berkunjung ke banyak negara selama satu tahun lebih satu tahun setengah saya di sini,
00:32tapi saya lebih banyak terlibat dalam perbincangan yang lebih tertutup dengan banyak pihak.
00:38Dan semua juga orang, kalau Anda berbicara misalnya dengan elit-elit di Eropa,
00:47atau strategik sinker di Eropa misalnya, atau di Timur Tengah,
00:53atau bahkan juga di Amerika dan juga di Asia Timur seperti ini.
00:58Pada dasarnya kan yang terjadi dalam proses transisi ini itu adalah strategic adjustment secara terus-menerus
01:07sampai sistemnya itu settle.
01:10Ini kan sistemnya tidak settle, ini kan orang berubah-ubah, berubah, berubah, berubah terus-menerus
01:15dan karena itu orang secara terus-menerus melakukan strategic adjustment.
01:19Perubahan dalam strategi ini memang menuntut manuver, menuntut gerakan yang respon cepat yang seperti itu.
01:26Dan strategic positioning itu dalam situasi seperti ini, itu adalah satu ijtihat yang paling rumit.
01:34Karena tidak gampang.
01:35Coba Anda membayangkan Amerika sekarang ya.
01:38Venezuela selesai dalam waktu cepat.
01:41Iya kan?
01:42Kita pikir tadinya ada perang Amerika dengan Venezuela, tautanya cuma penculikan presiden.
01:47Iya kan?
01:48Itu kayak belah durian, durinya galak di luar, begitu dibelah dengan benar, isinya durian.
01:54Iran ini juga dipikir, saya kira Israel meyakinkan Amerika untuk terlibat ke sana
01:58karena alasannya bahwa ini operasi selesai dalam 48 jam.
02:02Kenyataannya kan makan ke dondong, manis, mulus di luar, dalamnya ada duri.
02:08Iya kan?
02:09Sekarang strategic adjustment yang mereka lakukan kan kita nggak tahu.
02:13Sekarang misalnya, apa yang dipikirkan oleh elit di Teluk tentang bagaimana mereka mempertahankan diri
02:18ketika basis-basis militer Amerika ini ternyata tidak efektif melindungi mereka dari serangan Iran.
02:24Sekarang apa yang mereka pikirkan untuk mempertahankan dirinya?
02:27Jadi saya ingin mengatakan bahwa pada dasarnya setiap negara di dunia sekarang ini
02:32sedang menghadapi satu situasi yang sama, yaitu situasi survival.
02:39Dan mode survival inilah pada dasarnya yang menjadi asumsi dasar
02:44dari semua kebijakan politik luar negeri presiden.
02:47Nah dalam kondisi seperti ini juga tadi bagaimana menyederhanakan apa yang hasil sudah didapatkan
02:53sudah dijawab oleh Pak Anies.
02:54Tapi berikutnya bagaimana juga untuk mengukur efektivitas peran Indonesia, daya tawar Indonesia
02:59dalam proses transisi global yang sedang berlangsung ini Pak Anies?
03:03Dalam kondisi yang rumit ini, seberapa Indonesia dipandang memang?
03:06Sebenarnya kalau kita melihat ya, Indonesia ini kan masih relatif beruntung dalam situasi sekarang ini
03:17karena kita secara geografi lumayan jauh dari pusat-pusat konflik ini
03:22walaupun bisa menjadi teater baru dalam konflik di masa yang akan datang.
03:27Saat ini kita perlu bersyukur bahwa kita belum masuk sebagai dalam teater konflik yang terbuka itu.
03:35Tetapi yang perlu kita siapkan dalam perspektif survival mode tadi itu adalah
03:41apa yang akan kita lakukan manakala itu terjadi.
03:44Iya kan?
03:46Itu yang kita tidak bisa prediksikan.
03:49Apa yang akan kita lakukan manakala itu terjadi.
03:52Dan usaha untuk mempertahankan teater kita ini supaya tidak menjadi teater perang
03:57bagi negara-negara adidaya menurut saya, itu adalah usaha yang paling berat sekarang ini.
04:02Karena itu tidak gampang.
04:04Sangat tidak gampang dalam konteks perang supremasi antara Amerika dengan Cina.
04:10Jadi saya ingin mengatakan sebenarnya adalah
04:13kita perlu menjadi peserta yang terlibat secara aktif,
04:20terlibat di dapur, istilahnya di dapur global ini.
04:24Tetapi pada waktu yang sama juga harus melihat bahwa proses ini tidak akan menghasilkan hasil yang cepat
04:30karena dia adalah satu masa transisi yang panjang.
04:32Terima kasih.
04:34Terima kasih.
04:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan