Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjawab kritik eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.

Sugiono mengatakan kritik boleh untuk perbaikan, namun harus konstruktif dan berdasarkan fakta srta data yang akurat.

"Saya kira semua saran dan kritik dalam rangka perbaikan itu bagus, baik tentu saja harus konstruktif. Tentu saja harus berdasarkan pada fakta-fakta dan data-data saya kira akurat," ujar Sugiono, Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri saat ini tidak bisa mengikuti jalur konvensional karena situasi dinamika global.

Baca Juga Menlu Sugiono Tanggapi Saran Dino Patti Djalal: Diplomasi Perlu Pertemuan Langsung di https://www.kompas.tv/nasional/672723/menlu-sugiono-tanggapi-saran-dino-patti-djalal-diplomasi-perlu-pertemuan-langsung

#dinopattidjalal #menlusugiono #presidenprabowo

Video Editor: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672910/menlu-jawab-kritik-dino-patti-djalal-soal-frekuensi-kunker-prabowo-ke-luar-negeri
Transkrip
00:00Saya kira semua saran, semua kritik dalam langkah perbaikan itu bagus, baik, tentu saja harus konstruktif, tentu saja juga harus
00:09berdasarkan pada fakta-fakta.
00:14Kami kritik 5 yang disampaikan Pak Dino sudah Bapak lihat belum Pak? Dan kan sempat ditanggapin juga sama SESCAPTEDY dan...
00:21Sejujurnya saya belum lihat, tapi saya dengar, terima kasih ya semua, saya kira semua saran, semua kritik dalam langkah perbaikan
00:33itu bagus, baik, tentu saja harus konstruktif,
00:37tentu saja juga harus berdasarkan pada fakta-fakta dan data-data yang saya kira akurat.
00:47Dan saya kira ya, apa yang saya dengar soal kunjungan Presiden ke luar negeri, secara konstitusi tersurat bahwa Indonesia merupakan
01:09bagian dari pergaulan internasional,
01:14bagian dari masyarakat dunia, dan ini menuntut suatu kehadiran di dunia internasional, pertama.
01:23Yang kedua, sejak awal Presiden juga menyampaikan bahwa kita adalah negara yang netral,
01:29beliau selalu mengatakan seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.
01:37Implementasinya atau konsekuensinya dari ini adalah, ya itu tadi, kita harus hadir di banyak tempat,
01:46kita harus berkawan dengan semuanya, istilahnya kan kita harus gaul, kan gitu.
01:51Dan semua itu direncanakan dengan baik, semua itu didahului oleh diskusi diplomatik yang baik,
02:00Baik, Presiden menentukan, kita kasih saran, substansi-substansi dan prioritas yang perlu dibahas.
02:10Terkait juga dengan perkembangan dan dinamika yang terjadi saat ini,
02:15yang tidak bisa mengikuti jalur-jalur konvensional,
02:21karena situasinya juga tidak biasa, timur tengah perang,
02:28banyak juga beberapa titik di dunia ini yang panas,
02:34dan kita, sekali lagi, ini amat undang-undang Indonesia ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertibaan dunia,
02:40ya secara proaktif menawarkan dirinya, menawarkan Indonesia ini untuk jadi jembatan.
02:50Saya kira itu intinya.
02:51Artinya diplomasi secara langsung, daripada Zoom itu hasilnya berbeda ya, Mas?
02:57Sama lah kayak kita juga, kan.
02:59Kalau cuma telpon-telpon aja kan beda sama ketemu langsung,
03:02karena kita bisa melihat bahasa tubuh, ada kedekatan personal,
03:07dari situ kita bisa berbicara mengenai hal yang lebih banyak, intinya itu.
03:29Terima kasih telah menonton!
03:50Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
03:54Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:58Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan