00:00Sedara gelombang kritik muncul karena frekuensi tinggi Presiden Prabowo ke luar negeri.
00:05Benarkah setiap lawatan adalah investasi demi kepentingan nasional?
00:08Kita masih membahasnya bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri Anies Mata.
00:12Pak Anies kita lanjutkan yang tadi.
00:14Tadi memang ada banyak masalah yang harus diselesaikan dalam konteks global saat ini
00:18dan butuh presensinya Pak Presiden dalam konteks high profile.
00:23Tapi juga yang jadi perbincangan,
00:25kalau kita lakukan assessment dari kondisi saat ini,
00:28ada efisiensi juga yang di highlight dengan kondisi di dalam negeri pun yang tidak baik-baik saja.
00:34Nah bagaimana menjelaskan kondisi saat ini Pak Anies?
00:39Saya kira ini juga kembali kepada asumsi dasar yang kita bangun.
00:46Apakah penyelesaian masalah domestik itu maknanya kita ada di dalam rumah secara terus-menerus?
00:52Atau apakah perjalanan kita keluar bisa menjadi bagian dari cara kita menyelesaikan masalah domestik?
01:00Iya kan?
01:01Kita kan diajari oleh nilai-nilai yang berkembang atau pepatah lah.
01:09Kan telur yang ada hari ini lebih bagus daripada ayam besok.
01:17Itu pepatah yang dianut oleh orang yang menghindari spekulasi,
01:26menghindari petualangan dan seterusnya.
01:31Artinya yang ingin disampaikan lebih baik?
01:33Enggak. Di sisi lain kita juga memahami satu situasi lain bahwa jika Anda tidak ikut berburu,
01:42Anda tidak akan dapat apa-apa.
01:44Iya kan?
01:46Pada akhirnya sebenarnya yang kita perlukan adalah keseimbangan.
01:50Tetapi keseimbangan itu tidak selalu berarti sama.
01:54Keseimbangan maksudnya adalah bahwa memang diperlukan keluwesan, ke apa namanya?
02:02Agile, lebih luwes.
02:03Lebih luwes kita dalam mengelola situasi ini.
02:06Misalnya, target presiden untuk meningkatkan pertumbuhan 8 persen,
02:17itu kan membutuhkan investment yang sangat besar.
02:21Iya kan?
02:23Sekarang bagaimana mengetrek orang untuk datang berinvestasi di sini?
02:28Iya kan?
02:28Kan itu satu masalah.
02:31Tapi jika Anda berpikir misalnya sisi keamanan domestik,
02:37bagaimana Anda mengamankan teater Anda ini jika pada suatu waktu Anda bisa juga menjadi kolateral damage.
02:45Dalam satu pertempuran yang tidak ada kendalikan.
02:48Dalam satu perang yang tidak ada kendalikan.
02:52Dan perbincangan seperti ini, ini tidak melulu isunya adalah juga isu ekonomi, ini adalah isu geopolitik, ini adalah isu keamanan.
03:00Dan karena itu saya juga tidak membayangkan bahwa ada hasil seketika yang bisa kita capai di situ.
03:06Iya kan?
03:08Anda mungkin kan tidak membayangkan bahwa proses penyelesaian masalah kita seperti ketika kita keluar dari krisis tahun 65 setelah G30
03:17SPKI,
03:18lalu ada settlement secara politik di sini,
03:22Pak Harto jarang keluar negeri, tapi investment semuanya datang ke sini.
03:28Iya kan?
03:30Waktu itu adalah waktu perandingin di mana ada pertarungan antara negara-negara adidaya ini, dua blok ini untuk melakukan rekrutmen.
03:39Iya kan?
03:39Kalau sekarang ini kan tidak ada rekrutmen dalam model seperti itu.
03:43Sekarang ini orang semuanya men-secure eranya sendiri-sendiri.
03:47Dan karena itu yang perlu setiap usaha diplomasi ini pada dasarnya lebih banyak bertujuan untuk mengamankan
03:55juga teater kita sendiri ini.
03:59Tapi bagaimana membuat teater kita ini terasa penting di depan orang?
04:04Supaya kita mempunyai satu posisi dan bukan hanya ikut di meja makan pada dasarnya.
04:10Kalau menurut saya ada yang jauh lebih penting dari itu,
04:12tapi juga ikut di dapur memasak masakan yang akan dihidangkan dalam menu di atas meja makan itu.
04:20Iya kan?
04:20Kan itu sebenarnya yang sekarang itu satu pola diplomasi baru yang perlu kita kembangkan.
04:29Nah karena itu sebaiknya kalau menurut saya kita tidak terlalu tertuju kepada isu teknisnya.
04:35Isu teknisnya itu berapa anggarannya, berapa kali kunjungannya dan seterusnya.
04:44Juga begitu juga menurut saya hasil cepat.
04:48Semua asumsi tentang hasil cepat dalam diplomasi sekarang ini itu akan gagal.
04:54Enggak akan ada.
04:55Enggak akan ada. Sekali lagi saya ulangi.
04:57Enggak akan ada hasil cepat.
04:58Jadi kalau disederhanakan ke publik, sebenarnya hasil dari kunjungan Pak Presiden Prabowo dengan bahasa awam ini apa?
05:05Tidak bicara soal hasil cepat yang sudah ada apa, tapi apa hasil yang bisa masyarakat lihat Pak?
05:10Terlibat dalam proses transisi global ini.
05:14Dan sekarang orang melihat semuanya bahwa kehadiran Indonesia dalam proses transisi global ini, itu terasa kehadiran Indonesia di situ.
05:23Saya juga berkunjung ke banyak negara selama satu tahun lebih satu tahun setengah saya di sini.
05:30Tapi saya lebih banyak terlibat dalam perbincangan yang lebih tertutup dengan banyak pihak.
05:36Dan semua juga orang, kalau Anda berbicara misalnya dengan elit-elit di Eropa atau strategic sinker di Eropa misalnya,
05:48atau di Timur Tengah, atau bahkan juga di Amerika, dan juga di Asia Timur seperti ini.
05:56Pada dasarnya kan yang terjadi dalam proses transisi ini itu adalah strategic adjustment secara terus-menerus sampai sistemnya itu settle.
06:08Ini kan sistemnya tidak settle, ini kan orang berubah-ubah terus-menerus dan karena itu orang secara terus-menerus melakukan
06:16strategic adjustment.
06:17Perubahan dalam strategi ini memang menuntut manuver, menuntut gerakan yang respon cepat yang seperti itu.
06:25Dan strategic positioning itu dalam situasi seperti ini, itu adalah satu ijtihad yang paling rumit.
06:32Karena tidak gampang.
06:34Coba Anda membayangkan Amerika sekarang ya.
06:37Venezuela selesai dalam waktu cepat.
06:39Iya kan? Kita pikir tadinya ada perang Amerika dengan Venezuela, tautanya cuma penculikan presiden.
06:45Iya kan?
06:46Itu kayak belah durian, durinya galak di luar, begitu dibelah dengan benar, isinya durian.
06:51Dan Iran ini juga dipikir, saya kira Israel meyakinkan Amerika untuk terlibat ke sana karena alasannya bahwa ini operasi selesai
06:59dalam 48 jam.
07:00Kenyataannya kan makan kedondong, manis, mulus di luar, dalamnya ada duri.
07:06Iya kan?
07:07Sekarang strategic adjustment yang mereka lakukan kan kita nggak tahu.
07:10Sekarang misalnya, apa yang dipikirkan oleh elit diteluk tentang bagaimana mereka mempertahankan diri ketika basis-basis militer Amerika ini ternyata
07:19tidak efektif melindungi mereka dari serangan Iran.
07:22Sekarang apa yang mereka pikirkan untuk mempertahankan dirinya?
07:25Nah, jadi saya ingin mengatakan bahwa pada dasarnya setiap negara di dunia sekarang ini sedang menghadapi satu situasi yang sama.
07:33Yaitu situasi survival.
07:37Dan mode survival inilah pada dasarnya yang menjadi asumsi dasar dari semua kebijakan politik luar negeri presiden.
07:45Nah, dalam kondisi seperti ini juga tadi bagaimana menyederhanakan apa yang hasil sudah didapatkan, sudah dijawab oleh Pak Anies.
07:52Tapi berikutnya bagaimana juga untuk mengukur efektivitas peran Indonesia, daya tawar Indonesia dalam proses transisi global yang sedang berlangsung ini,
08:01Pak Anies.
08:02Dalam kondisi yang rumit ini, seberapa Indonesia dipandang memang?
08:05Sebenarnya kalau kita melihat ya, Indonesia ini kan masih relatif beruntung dalam situasi sekarang ini.
08:15Karena kita secara geografi lumayan jauh dari pusat-pusat konflik ini, walaupun bisa menjadi teater baru dalam konflik di masa
08:24yang akan datang.
08:26Saat ini kita perlu bersyukur bahwa kita belum masuk sebagai dalam teater konflik yang terbuka itu.
08:33Tetapi yang perlu kita siapkan dalam perspektif survival mode tadi itu adalah, apa yang akan kita lakukan manakala itu terjadi.
08:42Iya kan?
08:44Itu yang kita tidak bisa prediksikan.
08:47Apa yang akan kita lakukan manakala itu terjadi.
08:50Dan usaha untuk mempertahankan teater kita ini supaya tidak menjadi teater perang bagi negara-negara adidaya menurut saya, itu adalah
08:59usaha yang paling berat sekarang.
09:00Karena itu tidak gampang.
09:02Sangat tidak gampang dalam konteks perang supremasi antara Amerika dengan Cina.
09:08Jadi saya ingin mengatakan sebenarnya adalah, kita perlu menjadi peserta yang terlibat secara aktif, terlibat di dapur, istilahnya di dapur
09:21global ini.
09:22Tetapi pada waktu yang sama juga harus melihat bahwa proses ini tidak akan menghasilkan hasil yang cepat karena dia adalah
09:29satu masa transisi yang panjang.
09:30Nah kalau Pak Presiden menghandle ini sendiri, Pak Presiden punya tugas di dalam maupun luar negeri.
09:36Pembagian antara Pak Presiden Prabowo dengan Menteri Luar Negeri seperti apa Pak Anies?
09:41Terima kasih.
09:44Terima kasih.
09:44Terima kasih.
Komentar