Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam dua hari, dua pejabat pemerintahan Presiden Prabowo di Kabinet Merah Putih terjerat kasus korupsi.

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan bahwa masyarakat Indonesia marah terhadap hal tersebut.

"Bukan hanya Gerindra, bangsa ini pasti sangat prihatin, marah, sedih, berkecamuk jadi satu. Bahwa ada dua peristiwa berdekatan ini sangat mencoreng dan melukai hati Nurani kita sebagai bangsa dan tentu Pak Prabowo akan merasakan hal yang sama," ujar Sugiat.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai kasus pejabat terjerat korupsi tak terlepas dari proses rekrutmen pemerintah calon pejabat negara.

Baca Juga Prabowo soal Copot Dadan dari Kepala BGN: Ada Kejanggalan dan Indikasi Penyelewengan di https://www.kompas.tv/nasional/672911/prabowo-soal-copot-dadan-dari-kepala-bgn-ada-kejanggalan-dan-indikasi-penyelewengan

#korupsi #pejabat #presidenprabowo

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672915/full-dalam-2-hari-2-pejabat-prabowo-terjerat-kasus-korupsi-ini-kata-gerindra-dan-pengamat-politik
Transkrip
00:00Dalam dua hari, dua pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terjerat kasus korupsi.
00:07Kamis pagi, KPK menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmi Karim.
00:12Silmi ditahan sebagai tersangka dugaan tindak didana korupsi di lingkungan Direkturat Jenderal Imigrasi.
00:19Yang merupakan dirijan imigrasi periode tahun 2023-2024.
00:26Ada pun delapan orang tersangka, kemudian hari ini langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama.
00:35Tindak didana korupsi, pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian.
00:41Dan juga dilapis pasal 12 lebih besar atau penerimaan lainnya atau gratifikasi.
00:48Rabu kemarin, mantan Kepala Badan Gisi Nasional Dadan Hindayana bersama mantan dua wakil kepala BGN
00:55Son Sonjaya dan Lodewik Pusung ditahan Kejaksaan Agung.
01:00Kejaksaan Agung menetapkan ketiganya sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program makan bergisi gratis.
01:07Berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik,
01:13maka tim penyidik menetapkan sodara DH selaku Kepala Badan Gisi Nasional,
01:21sodara SS selaku Wakil Kepala Badan Gisi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gisi,
01:26dan sodara LPS selaku Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan sebagai tersangka.
01:36Dalam penyidikan dugaan negara-negara korupsi tata kelola program makan bergisi gratis pada Badan Gisi Nasional tahun 2025 sampai dengan
01:45tahun 2026.
01:47Dalam waktu yang berdekatan, dua pejabat perintahan Prabowo terjerat kasus korupsi.
01:53Mensesnek Prasetyo Hadi mengaku sangat prihatin.
01:57Melalui pesan tertulis, Mensesnek menyatakan,
02:01Sesungguhnya dua hari ini kita sangat prihatin.
02:04Terus berulang kejadian yang jelas tidak kita harapkan.
02:08Tidak bosan-bosan Bapak Presiden selalu mengingatkan kita semua untuk membenahi diri
02:13dan melawan praktik-praktik korupsi di dalam menjalankan tugas sehari-hari.
02:18Dan hari ini, 4 Juni,
02:21Emanuel Ebenezer yang pernah menjabat Wakil Menteri Ketenaga Kerjaan di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
02:27dijatuhi fonis 4,5 tahun penjara karena kasus korupsi.
02:33Tim Liputan, Kompas TV
02:39Dalam setiap pidato, Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan soal pemberantasan korupsi.
02:46Namun dalam dua hari ini, publik menyaksikan dua pejabat pemerintahan Prabowo tersandung kasus korupsi.
02:52Bagaimana ini bisa terjadi dan bagaimana pula sebenarnya komitmen para pejabat pemerintahan kita dalam melawan korupsi?
02:58Kita diskusikan malam ini bersama anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra Sugiyat Santoso
03:03dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Rey Rangkuti.
03:06Selamat malam semuanya dengan Tifal di sini.
03:08Selamat malam.
03:10Selamat malam, Bu.
03:11Selamat malam. Terima kasih semua sudah bergabung bersama kami.
03:14Sampai dua pejabat di lingkaran pemerintahan saat ini, Pak Sugiyat,
03:20terjerat kasus yang sama, benang merahnya sama-sama korupsi dengan dua kasus berbeda.
03:25Pertanyaannya kok bisa? Sejauh mana analisis Gerindra di sini, Pak Sugiyat?
03:30Ya, yang pertama bahwa bukan hanya Gerindra ya, bangsa ini pasti sangat prihatin, marah, sedih, berkecamuk menjadi satu.
03:40Bahwa ada dua peristiwa yang berdekatan dan itu sangat mencoreng dan melukai hati nurani kita sebagai bangsa.
03:46Dan tentu Pak Prabowo juga akan merasakan yang sama, apalagi yang ditangkap ini di dua kasus berbeda adalah
03:54oknum anggota beliau di kabinet.
03:58Apalagi bahwa dua kasus ini di kementerian atau di lembaga yang itu menjadi konsen dari Bapak Prabowo Subianto.
04:04Misalnya terkait kasus ketua oknum mantan ketua BGN dan oknum mantan wakil ketua BGN.
04:13Dan ini kan sesungguhnya program prioritas Pak Prabowo kan, berkali-kali Pak Prabowo sangat berharap besar
04:19bagaimana makan bergiji gratis ini bisa dikelola dengan baik dan targetnya adalah
04:24untuk sebagai solusi dari problem stunting anak-anak kita dan dikaitkan dengan Indonesia emas.
04:29Tapi masih juga dan berkali-kali diingatkan, bukan hanya dalam konteks BGN dan IMIPAS,
04:35berkali-kali Pak Prabowo dalam setiap pidato mengingatkan segenap anak bangsa,
04:39baik yang di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan,
04:43ayo kita mengelola bangsa ini dengan baik dan benar,
04:46jangan mencuri, jangan mencuri, jangan mencuri, tapi ini tetap kejadian.
04:50Apalagi di proyek yang menjadi cita-cita atau program prioritas Pak Prabowo.
04:56Begitu juga di Kementerian Imigrasi yang ditangani oleh KPK.
05:00Di saat Pak Prabowo sedang membangun konsolidasi diplomasi di luar negeri
05:05yang kokoh untuk kepentingan bangsa, tapi di dalam negeri ada oknum aparaturnya
05:10itu malah memeras warga negara asing.
05:11Ini kan pasti mencoreng nama Indonesia di mata dunia.
05:15Tapi walaupun kita sedih marah bunda gulana,
05:19tapi yang paling penting bahwa kita berharap
05:21kasus ini bisa menjadi, dua kasus ini bisa menjadi momentum bagi bangsa ini,
05:26momentum bagi pemerintahan untuk sekali lagi bersih-bersih diri.
05:30Kita sebagai Gerindra mendukung penuh langkah-langkah aparatur penegak hukum
05:35baik KPK yang sedang menangani kasus di Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan
05:40maupun Kejaksaan yang sedang menangani kasus di BGN.
05:43Begitu juga dengan aparat penegak hukum lainnya yang sedang menangi kasus apapun itu.
05:48Saya pikir ini kita harus dukung supaya prosesnya bisa berjalan transparan,
05:51akuntabel, dan tidak pandang bulu supaya ini bisa menjadi efek jerah bagi yang akan datang.
05:57Tapi kalau Anda analisis ini sebatas pada kesalahan kelalaian personal
06:03atau kelalaian sistem dari pengawasan sampai mereka ini bisa terlibat dalam kasus semacam ini,
06:08mengingat para pejabat ini kan sudah pernah menjalani retret
06:11dan tentu saja kami meyakini mengingatkan para pejabat ini
06:15untuk tidak melakukan korupsi sudah diingatkan berkali-kali oleh Presiden.
06:19Ya kalau jangan buru-buru kita menyalahkan sistem ya,
06:23jangan sampai bahwa ada tikus di lumbung padi yang kita salahkan lumbung padi
06:29sehingga kita tidak mau lagi untuk menimbun lumbung padi apalagi bercocok tanam.
06:34Tidak.
06:35Saya masih berperasangka baik bahwa ini semata-mata karena oknum yang mungkin serakah,
06:43mungkin tidak bisa menjaga norma-norma moral yang seharusnya mereka emban sebagai pejabat negara.
06:51Saya berharap dari dua kasus ini, ya saya pikir kita bisa berintropeksi diri sebagai pejabat negara.
06:57Dan saya berharap ini akan menjadi momentum dengan apa?
07:01Dengan penegakan hukum yang setransparan mungkin, yang seakuntabel mungkin,
07:05dan bisa menimbulkan efek jerah.
07:07Sekali lagi kan problem kita di Republik ini dari tahun ke tahun adalah problem korupsi, kolusi, dan nepotisme.
07:13Saya pikir ini yang menjadi PR kita bersama.
07:15Bukan hanya di masa lalu, sekarang bahkan yang akan datang.
07:18Oke, Bung Re, Anda meyakini dua kasus dalam dua hari berdekatan ini adalah permasalahan personal dari dua pejabat ini,
07:25atau ada hal lain di sini?
07:31Saya kira ada tiga hal yang berdasar.
07:33Pertama adalah proses rekrutmen yang dilakukan oleh pemerintah terhadap calon pejabat negara.
07:39Yang kedua, Anda tadi menyebut soal sistem.
07:41Sistem ini mungkin tidak 100% ya.
07:45Nah, dalam pengertian apa?
07:46Sistemnya sebetulnya terbangun oleh kita, sudah dibangun secara fisiknya.
07:50Tapi apakah sistem itu bekerja atau tidak?
07:52Nah, itu juga jadi pertanyaan.
07:54Nah, yang ketiga adalah soal yang tentang integritas.
07:57Integritas orang yang dimasukkan ke dalam struktur pejabat negara ini.
08:02Nah, tiga-tiganya saya kira saling terkait ya.
08:07Misalnya begini, dalam hal sistemnya,
08:10kalau sekiranya anggota DPR kita sejak dari awal, dari dahulu lah,
08:15keras terhadap pejabat negara yang sekarang disangkakan sebagai melakukan tindak bidana korupsi,
08:23saya kira tidak perlu ada perjalanan sampai sejauh ini.
08:25Nah, cuma kan kita tidak melihat misalnya di DPR itu ada satu kritik yang sangat keras kepada
08:33saja misalnya ketua BGN atau BGN secara menyeluruh atau imigrasi secara menyeluruh
08:40terkait dengan apa yang sudah menjadi pembicaraan publik.
08:43Ini kan dua instansi yang sebetulnya ramai sekali diperbincangkan oleh publik secara menyeluruh.
08:48Entah gambaran tentang bagaimana orang keracunan,
08:52gambaran bagaimana gizi yang muncul di MBG,
09:00termasuk kesulitan orang, permainan orang di lingkaran imigrasi.
09:04Itu sudah sangat jama' kita pantau, kita lihat, kita tonton di berbagai pelat media sosial.
09:10Tapi kenyataannya tetap berlangsung seperti yang sekarang ini.
09:13Oleh karena itulah, ada unsur pengawasan yang luput,
09:17ada unsur rekrutmen pejabat negara yang menurut saya sih,
09:22kalau bisa di sebelum sembrono, ya sembrono gitu.
09:24Dan yang ketiga memang ada kaitannya dengan integritas orang per orang.
09:28Termasuk tadi yang disampaikan oleh Presiden,
09:30dia sebetulnya tidak sampai hati untuk bisa mengganti orang yang ia percayai,
09:35yang ia sayangi di jajaran badan gizi nasional itu ya, Bung Rey.
09:40Makanya kemudian sampai akhir diambil sikap seperti ini,
09:43itu sudah langkah tepat menurut Anda, Bung Rey?
09:45Atau ada hal lain rasanya yang perlu secara mengakar diperbaiki di sini?
09:51Ya, ini langkah yang tepat.
09:54Tetapi menurut saya kalau selalu begini,
09:56kan akan banyak korban gitu ya,
09:58akan banyak orang-orang baik di Republik ini yang terus-menerus jadi tersangka lah,
10:03jadi inilah, kan kita nggak mau begitu gitu.
10:06Nah, oleh karena itu ya memang tiga hal itu menurut saya harus diperbaiki sejak dari awal.
10:10Pertama adalah bagaimana Presiden melakukan rekrutmen terhadap calon-calon pembantunya,
10:15apalagi di aspek yang paling mungkin ya,
10:20pejabat-pejabat ini ngelola negara.
10:23Anda bisa bayangkan, BGN itu ngelola 360 ribu sekian triliun ya,
10:27per tahun itu.
10:28Dengan pengawasan yang relatif minimal,
10:30ya kan, kan pengawasannya hanya datang dari internal pemerintah
10:35dan ataupun dari DPR gitu.
10:36Ya itu kalau DPRnya bekerja,
10:38sejauh ini kan kita nggak melihat
10:40DPRnya itu cukup aktif ya,
10:43untuk melakukan pengawasan terhadap BGN ini lah misalnya.
10:49Ketika muncul isu soal trail misalnya,
10:51kan kita dipertanyakan.
10:52Nggak diminta oleh DPR itu misalnya,
10:53terus dihentikan dulu.
10:55Ketika muncul isu soal banyak sekali orang-orang di lingkaran BGN-nya
11:00yang memiliki SPPG,
11:02dan itu juga nggak dipersoalkan oleh DPR secara ketat ya,
11:05di apa namanya itu ya,
11:08di lembaga legislatif gitu.
11:09Oke, Pak Sugiat silahkan menangkapi,
11:11karena ada menyinggung DPR di sini Pak Sugiat.
11:14Ya yang pertama sebelum kami membahas
11:16apa yang menjadi penyampaian dari Bang Re tadi,
11:19kalau kita cermati apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo,
11:23sebelum peristiwa ini terjadi,
11:24sesungguhnya Pak Prabowo juga sudah melakukan proses sebagai pemimpin ya,
11:28sudah melakukan proses pengawasan.
11:29Beliau kan dari informasi yang tersampaikan ke publik,
11:34bahwa beliau juga ketika ada masukan informasi,
11:37data, fakta-fakta terkait misalnya dengan penyelewengan di BGN,
11:41beliau panggil BPKP,
11:43beliau panggil PPATK untuk meng-cross-check data seperti ini,
11:46apakah benar?
11:47Lalu kemudian terjadilah seperti yang sekarang terjadi,
11:51kan dicopok dulu ini,
11:53dicopok dulu sebagai ketua BGN,
11:55sebagai wakil ketua BGN,
11:57lalu kemudian aparat penegak hukum,
11:58kejaksaan masuk untuk memeriksa laporan-laporan yang sebetulnya sudah nyampe ke Pak Prabowo.
12:03Tapi kalau dalam konteks rekrutmen kepemimpinan di tingkat eksekutif,
12:07misalnya di tingkat menteri,
12:09ya sepanjang yang kami ketahui bahwa Pak Prabowo sudah melakukan proses rekrutmen yang sangat pruden,
12:14misalnya berhati-hati.
12:15Setiap pejabat negara yang akan dilantik menjadi katakanlah menteri,
12:20wakil menteri, kepala badan,
12:21itu kan sesungguhnya sudah melalui proses interview,
12:25mendatangani fakta integritas untuk bekerja secara baik,
12:29tidak korupsi, dan sebagainya.
12:30Tapi kalau memang dasarnya dia serakah,
12:34punya bakat jadi maling Bang Rai,
12:38kalau maling itu nggak bisa masuk pintu belakang,
12:42bisa masuk pintu jendela.
12:44Saya pikir beginilah,
12:47ini sekali lagi menjadi pelajaran besar
12:49bagi katakanlah pemerintahan Pak Prabowo dan kita semua,
12:52terkait misalnya dengan tata kelola MBG yang seperti dikatakan oleh Bang Rai tadi,
12:56bagaimana membuat sebuah tata kelola yang itu akuntabel,
12:59transparan,
13:00dan kepala BGN yang baru kan,
13:03Mbak Nani Esdiang itu saya berharap integritasnya kuat,
13:06dan punya kemampuan untuk katakanlah memimpin BGN untuk lebih baik.
13:10Begitu juga misalnya di Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan,
13:14ini juga menjadi momen bagaimana tata kelola keimigrasian kita itu
13:17bebas pungli, bebas pemerasan, dan sebagainya.
13:20Sudah ada dasar kehatian-kehatian di situ Bung Rai,
13:22harusnya kan nggak jadi masalah dong kalau begitu?
13:26Iya kan sebetulnya,
13:27makanya nggak akan kejadian kalau apa yang disebut dari awal itu ada.
13:32Itulah pentingnya tadi disebutkan fit and proper test,
13:35wawancara,
13:35dari situ sebetulnya kita udah mengerti,
13:38orang ini talon kemaruk apa nggak,
13:40orang ini dapat dipercaya apa nggak,
13:42orang ini punya trade record yang bagus apa nggak gitu.
13:44Tapi mungkin itu dilakukan ya,
13:48tapi prosedural aja,
13:50apa dilakukan aja gitu.
13:52Boleh jadi, bukan menjadi bahan pertimbangan yang sangat serius,
13:55meskipun prosedurnya dilakukan.
13:57Sama,
13:58seperti yang kita lihat sekarang,
14:00BGN-nya dipanggil nggak sama DPR ya?
14:01Dipanggil gitu ya.
14:03Dirijen Imigrasi-nya dipanggil ya?
14:04Ya dipanggil.
14:05Terkadang terjadi rapat-rapat yang sangat keras ya,
14:08di DPR itu.
14:09Tapi kok kelihatan nggak ada impact-nya di lapangan?
14:11Apa sebenarnya yang terjadi?
14:13Kan itu pertanyaannya.
14:15Nah itulah yang saya sebut,
14:16kadang-kadang kita menikmati show gitu ya,
14:20tapi sebetulnya show ini dalam rangka justru menutup kita
14:23pada persoalan yang lebih krusial.
14:25Apa itu?
14:26Ya ada yang rekrutmen yang dilakukan secara tidak tepat ya,
14:29berdasarkan karena koncoisme,
14:31berdasarkan kadar kedekatan personal,
14:34ya ada unsur soal balas jasa ya,
14:37dan sebagainya gitu.
14:38Nah kalau Anda Pak Sugiat melihat,
14:42Wakil Menteri Imipas ini,
14:44Silmi Karim ini,
14:45di Komisi 13,
14:46karena menjadi mitra di Komisi 13,
14:49secara personal maupun secara kompetensi,
14:51Anda melihat ada catatan nggak dari Silmi Karim ini
14:53sampai kemudian ketahuan sama KPK terlibat kasus seperti ini,
14:56Anda kaget atau sebetulnya sudah mencium tanda-tanda atau gimana?
15:00Ya sebetulnya perlu kami sampaikan juga ke publik,
15:04misalnya terkait dengan kinerja Komisi 13
15:06yang bermitra dengan Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan.
15:09Kita sekarang saja,
15:11kita sudah dalam proses dari beberapa bulan sebelumnya,
15:14dari masa sidang sebelumnya,
15:15sudah membentuk panja imigrasi dan panja permasyarakatan
15:19terkait dengan persoalan-persoalan yang terjadi di keimigrasian dan permasyarakatan.
15:23Di rapat-rapat panja-panja tersebut,
15:25ya kita sampaikan temuan-temuan yang kita dapat,
15:27misalnya di panja imigrasi,
15:30bahwa ada pungli,
15:31ada semacam pengurusan yang memakai calu dan lain sebagainya,
15:35itu untuk perbaiki tata kelola.
15:38Tapi kalau terkait dengan pendidikan hukum,
15:40ya itu tidak menjadi ranah DPR ya,
15:42tapi kita kepada mitra,
15:44tolong ini diperbaiki,
15:45bahwa ada persoalan-persoalan tata kelola yang tidak transparan,
15:49tidak akuntabel misalnya di keimigrasian,
15:50begitu juga di permasyarakatan.
15:52Bahwa ada masih ada yang jual-beli kamar,
15:56yang katakanlah kemarin digerobohkan,
15:59masih ada lapas yang bahkan memproduksi narkoba dan sebagainya,
16:02itu kita sampaikan kepada mitra kita di kementerian.
16:05Kalau terhadap personal Silmi Karim sendiri,
16:07Anda melihatnya gimana?
16:09Saya masih ingat betul misalnya,
16:11beberapa bulan yang lalu sebetulnya kita sudah mendapat laporan,
16:14misalnya terkait dengan,
16:16ya ada semacam kasus persiwa seperti ini juga lah kan,
16:21tapi waktu itu kan kita tidak bisa langsung menginvestigasi,
16:25seperti investigasi aparat pendidikan hukum.
16:27Bahwa ada laporan-laporan misalnya di Bali,
16:30Kampung Rusia dan lain sebagainya,
16:32beberapa tempat,
16:33itu juga sudah kita RDP-kan di Komisi 13,
16:36itu kita sampaikan kepada mitra kita,
16:39kepada Menteri,
16:40kepada bahkan kepada wamen langsung,
16:42kita klarifikasi,
16:43kita konfirmasi terkait dengan aduan-aduan yang kita sampai,
16:46tolong ini ya sebagai mitra dari eksekutif,
16:50kita berharap itu diperbaiki.
16:52Tapi alhamdulillah kami bersyukur juga,
16:54bersyukur juga bahwa ada momentum seperti ini,
16:57buat ternyata mungkin,
16:59ya masih bebal,
17:00masih bandel,
17:01masih keras kepala,
17:02masih seperti merasa kebal hukum,
17:05saya apresiasi kepada pendidikan hukum kita,
17:08KPK,
17:08kejaksaan yang bergerak cepatlah,
17:11sebelum kanker korupsi di masing-masing kementerian dan lembaga ini,
17:15semakin meluas,
17:16dan tidak bisa tertolong lagi,
17:18saya berharap dua peristiwa,
17:20selain peristiwa yang terjadi pada kementerian dan negara kerja,
17:23mudah-mudahan ini,
17:24bisa menjadi momentum kita,
17:26untuk sekali lagi berbenah,
17:27Pak Prabowo kan berkali-kali,
17:28jangan bermain-main dengan uang negara,
17:33jangan bermain-main dengan rakyat,
17:34saya pikir ini warning yang berkali-kali disampaikan Presiden,
17:37kalau ada Menteri,
17:39Wakil Menteri,
17:39Kepala Badan yang masih menganggap sepele,
17:42sinyal warning yang disampaikan Pak Prabowo,
17:44saya yakin dan percaya,
17:45KPK,
17:46Kejaksaan,
17:47Kepolisian,
17:48dan aparat pendengah hukum lakinya,
17:49saya pikir akan menyikat mereka dalam tempo yang secepat-cepatnya.
17:53Dalam tempo secepat-cepatnya evaluasi bersih-bersih ini,
17:56apakah sampai pada reshuffle,
17:58dan evaluasi besar yang diharapkan ini,
18:00apakah sampai ujungnya ke situ,
18:01kita akan bahas itu nanti di segmen berikutnya.
18:03Kita jeda dulu, tetap di Kompas TV.
18:23Kita anak and again!
18:27Gurihnya krimi latte,
18:29kalau belum coba,
18:30pasti gak nyangka.
18:31Terbuat dari kopi Great Brazil dan Susan New Zealand,
18:34bikin kopinya gurih.
18:35Ah, iya, gurih.
18:37Penasaran kan?
18:38Coba deh, pasti gak nyangka.
18:39Krimi latte,
18:40kopi latte,
18:41gurih.
18:43Le mineral ada segelnya,
18:45jadi aman dari debu.
18:49Le mineral tuh lebih seger,
18:51kayak ada manis-manisnya gitu.
18:54Kayak kamu.
18:56Le mineral.
18:57Mama Lime Green,
18:58pencuci piring dari tumbuhan,
18:59100% food grade dengan Natura Plant Essence.
19:02Mama Lime Green,
19:02efektif angkat lemak piring bersih ke satangan,
19:05tetap lembut.
19:06Juga efektif bersihkan kotoran dan bakteri di buah sayur.
19:09Mama Lime Green,
19:10pencuci piring dari tumbuhan.
19:12Layo.
19:12Kalau misal yang biasa aja,
19:14kayak gini nih.
19:14Tapi kalau yang spesial,
19:16di sedap,
19:16kari kental spesial.
19:18Resep baru.
19:19Buah makin kental,
19:21rasanya makin spesial.
19:23Full of flavor.
19:24Cobain deh,
19:24resep baru mie sedap,
19:25kari kental spesial.
19:26Dari Wings Food.
19:27Kopi hits nomor 1,
19:28ya top coffee gula aren.
19:30Gak cuma pomo-pomolan.
19:32Kopi,
19:33susu,
19:34gula aren,
19:35gak blend.
19:36Make it so legit.
19:37Aromanya aja nikmat.
19:39Kopinya,
19:40dendam.
19:41Gula arennya legit.
19:43Perfectly blended.
19:44Ini top coffee gula aren.
19:47Legitnya gokil.
19:48Bikin kreasi kopi lho,
19:50never fail.
19:51I told you so.
19:52Top coffee gula aren.
19:54Kopi hits nomor 1,
19:55favorit semua.
19:56Dari Wings Food.
19:57Ini cerita aku,
19:59bareng isoplas.
20:00Banyak aktivitas bikin aku kehilangan ion.
20:03Jadi dehidrasi.
20:04Isoplas dengan 7 ion.
20:06Cepat diserap,
20:07tubuh terhidrasi.
20:08Cepat beraktivitas lagi.
20:10Hidrasi cepat,
20:11jaga performa.
20:12Dari Wings Food.
20:12Kenapa gigi harus kuat, Pak?
20:14Gigi kuat itu penting.
20:16Pakai Ciptaden Maxi 12 Plus
20:17dengan 3 keunggulan.
20:19Aktif fluoride,
20:19enamelon,
20:20dan antibakteria.
20:21Gigi 12 kali lebih kuat,
20:22mulut sehat.
20:24Ciptaden Maxi 12 Plus.
20:25Gigi kuat,
20:26gigi Ciptaden.
20:27Live.
20:27Di suci,
20:29di komen YouTube,
20:30banyak yang komen,
20:31eja calon juara.
20:32Lu tahu gue stand up pas di suci.
20:34Yang tahu gue awal stand up kayak gimana,
20:37istri gue doang.
20:38Aneh gue stand up.
20:40Gue pernah stand up kayak gini.
20:42Nih.
20:44Tuh.
20:46Masih mau bilang lu,
20:47the next Ridwan Remin.
20:48Suci 12,
20:50Red Final,
20:51Sabtu 6 Juni,
20:53pukul setengah 10 malam.
20:55Nih.
20:56Nih.
21:02Pak Suget kan tadi sudah sempat menyinggung bahwa
21:05ini jadi momentum,
21:07Bung Rai,
21:07untuk berbenah di pemerintahan saat ini.
21:09Tapi berbenahnya itu,
21:10perlukah ujungnya sampai ke reshuffle?
21:12Evaluasi dulu setiap
21:14pembantu-pembantu presiden,
21:15menteri,
21:15wakil menterinya itu.
21:16Kalau ada yang tidak benar,
21:17kerjanya tidak sesuai dengan harapan presiden.
21:19Reshuffle.
21:21Saya kira bukan hanya soal reshuffle,
21:23Bung, ya.
21:24Tapi ada pentingnya presiden itu
21:25untuk segera
21:27mengecilkan jumlah kementerian.
21:29Sekarang ini kan hampir
21:30dengan ini ya,
21:31dengan wakil menteri semua,
21:33totalnya hampir 100 orang, kan.
21:34Itu pengawasannya minta ampun, tuh.
21:37Luar biasanya, gitu.
21:38Kenyataannya pada level-level sekarang ini,
21:40pada level-level di bawahnya yang kena, gitu.
21:43Ya sekarang kan misalnya
21:44wamen dari
21:47imigrasi,
21:48pemasyarakatan.
21:49Sebelumnya kan Bung Noel,
21:51kan juga posisinya hampir kurang lebih sama,
21:53wamen juga, gitu.
21:54Ya artinya apa, gitu?
21:56Artinya level pengawasannya
21:57makin ke bawah,
21:58kelihatan makin merosok, nih.
22:00Jadi kalau menteri-menterinya
22:01mungkin masih bisa diawasi oleh presiden.
22:03Tapi bagaimana
22:04level paling bawahnya, gitu.
22:05Nah, kalau itu bagi saya,
22:07reshuffle
22:07itu mungkin langkah kedua,
22:09langkah ketiga.
22:10Tapi langkah pertamanya itu
22:11segera kecilkan jumlah kabinet.
22:13Sehingga pengawasan presiden
22:15jauh lebih kuat, ya.
22:16Jauh lebih,
22:16lebih,
22:17lebih, apa namanya,
22:18cepat, gitu.
22:19Jadi nggak hanya di level satunya sekarang,
22:21kalau dia jumlahnya diperkecil,
22:23kan bisa sampai ke level kedua.
22:25Bahkan bisa sampai ke level ketiga.
22:26Itu yang pertama.
22:28Nah, yang kedua,
22:28tentu kita berharap bahwa
22:30pengawasan di luar
22:32pemerintah
22:33lebih optimal
22:34telah melihatnya
22:35lada DPR, kan.
22:36DPR ini
22:36apa istilahnya itu?
22:39Kan sekarang kelihatan
22:40jauh lebih
22:43presiden-orientit, gitu loh,
22:44kira-kira.
22:45Ketimbang
22:45rakyat-orientit, gitu.
22:47Kita kan melihat misalnya
22:49ada
22:49ketua komisi tiga
22:51yang berpidato
22:52sampai dua kali
22:53membela
22:55pemerintah, gitu.
22:56Tapi kenyataannya kan
22:57terjadi seperti yang sekarang, gitu.
22:58ya.
22:59Nah, yang ketiga
23:00menurut saya adalah
23:01harus ada orientasi
23:02dari pemerintah juga
23:04dan dalam konteks
23:05penegatan hukum.
23:06Sekarang ini kan kelihatan
23:08jauh lebih
23:09apa namanya itu,
23:10terorientasi bagaimana
23:11menghadapi para kritikus.
23:13Penegat hukumnya
23:14bukan menghadapi
23:15para koruptor, gitu.
23:16Nah, oleh karena itu
23:17mungkin presiden harus ingatkan
23:19baik ke polisi
23:20maupun kepada kejaksaan, ya.
23:21Yang tentu di bawah
23:22kekuasaan beliau
23:24di luar KPK, gitu.
23:25harus lebih berorientasi
23:27untuk mengejar
23:28para koruptor
23:28bukan mengejar
23:30para aktivis yang kritis
23:31dengan dalil-dalil
23:32yang diperbuat-buat
23:33seperti yang ditimpakan
23:34sekarang ini kepada
23:35Profesor Saipul Mujani
23:37yang hari ini
23:37melakukan
23:38diundang untuk
23:39diperiksa oleh polisi,
23:41misalnya gitu.
23:41jadi kalau tidak
23:42dilakukan tiga hal ini
23:44saya kira
23:45kisah ini
23:45kisah berulang aja
23:46imigrasi
23:47seperti tadi
23:48Bung Sugiyan
23:49sudah menyebutkan kan
23:50misalnya ada
23:50di dalamnya
23:51praktik narkoba
23:52ada jual-beli kamar
23:53itu dari dahulu
23:54sudah terjadi
23:55lo kok kenapa
23:56tidak ada perubahan
23:57sampai sekarang
23:58misalnya kan begitu
23:59kan aneh itu
24:01sebetulnya
24:01Pak Sugiyan
24:02tadi sempat disinggung oleh
24:04Bung Kresor
24:04saya selah dulu
24:05saya kasih giliran ke Pak Sugiyan
24:06karena sudah disinggung
24:07masalah jumlah kabinet
24:08yang perlu
24:09dievaluasi ulang
24:10menurut Anda
24:10itu hal yang cukup realistis
24:12untuk jadi bagian
24:13dari evaluasi itu
24:15saya
24:16masih berpikir
24:17bahwa berpedoman
24:18kalau terkait dengan
24:19resapel
24:20terkait dengan
24:21berapa jumlah
24:22menteri
24:22jumlah kabinet
24:23yang akan membantu presiden
24:24bahkan siapa-siapa orangnya
24:26itu menjadi
24:27otoritas kewenangan
24:28presiden
24:29sebagai
24:29orang yang
24:31memang
24:31menggunakan itu
24:32tapi yang
24:34dari kasus ini
24:34saya tidak ingin
24:35masuk ke poin itu
24:36saya ingin masuk ke poin
24:38bahwa ternyata
24:38presiden
24:39itu tidak melindungi
24:41bahwa hanya
24:42ini kan
24:42kepala BGN kan ini
24:44dianggap sebagai
24:45kepala badan yang
24:46dianggap publik
24:48paling dekat dengan
24:49presiden
24:49kalau kita lihat
24:51kronologisnya
24:51itu kan proses
24:52dikejaksaan
24:53dicopok dulu
24:54oleh presiden
24:55kepala badan
24:56giji nasionalnya
24:57dan dua wakil
24:58kepala badannya
24:58itu menunjukkan
24:59bahwa presiden
25:00tidak
25:01tebang pilih
25:02tidak mau
25:03apa ya
25:04tidak mau melindungi
25:05bahwa hanya
25:06yang memang menang
25:07berdasarkan informasi
25:08yang sudah didapat
25:09itu menyalahi hukum
25:10itu menjadi warning
25:12sekali lagi
25:12menjadi warning
25:13kepada siapapun
25:14menteri
25:14kepada siapapun
25:15wakil menteri
25:16kepada siapapun
25:17kepala badan
25:17jangan kau merasa
25:19GR dekat dengan
25:19presiden
25:20seolah-olah
25:20kau bisa sesuka hati
25:22melaksanakan
25:23kegiatanmu
25:23atau katakanlah
25:24melakukan korupsi
25:26Pak Prabowo
25:27tidak seperti itu
25:28sebetulnya
25:29kalau dalam konteks
25:29penegakan hukum
25:30yang lebih global
25:31sebetulnya kan
25:31penegakan hukum
25:32yang dijalankan
25:33oleh pemerintahan
25:33Pak Prabowo
25:34dalam kasus
25:35misalnya
25:35kejahatan-kejahatan
25:36korporasi
25:36mungkin Bang Rai
25:37sudah pahamlah
25:39datanya
25:39bagaimana korporasi
25:40oligarki perkebunan
25:42tambang
25:43mafia BBM
25:45mafia ekspor-impor
25:46ini sedang
25:47diberantas
25:48dihabisi
25:48disikat oleh
25:49Bapak Presiden Prabowo
25:50nah
25:51saya pikir
25:52perlu juga
25:52misalnya
25:53peristiwa
25:54dua peristiwa ini
25:55ditambah dengan
25:55peristiwa sebelumnya
25:56yaitu
25:57Wakil Menteri Tenaga Kerja
25:58selain
26:00pemerintah itu
26:01menggasak habis
26:02mafia
26:03tambang
26:03mafia perkebunan
26:04mafia impor
26:05mafia ekspor
26:06saya pikir
26:07sekali lagi
26:08pemberantasan korupsi
26:09di jajaran birokrasi
26:10itu kan ketika
26:11pidato Pak Prabowo
26:12pada saat menyampaikan
26:13kebijakan ekonomi makro
26:14itu kan dicurahkan beliau juga
26:16bagaimana budaya
26:17birokrasi kita itu
26:18masih budaya birokrasi
26:19yang mempersulit
26:20bagaimana birokrasi
26:21yang kong kali kong
26:22menyampaikan
26:24berkas-berkas
26:25itu sore
26:26yang ketika
26:26pimpinan sudah
26:27tidak fokus lagi
26:28untuk katakanlah
26:30membaca
26:30berkas-berkas yang
26:31dia tantangani
26:32itu merupakan
26:33warning yang disampaikan
26:34Pak Prabowo
26:34jangan kayak gitu
26:35birokrasi
26:36saya pikir ini yang
26:37pesan yang ditangkap
26:38selain kalau persoalan
26:39ya resabel itu
26:40menjadi otoritas presiden
26:41lah berapa jumlah
26:42tapi tidak prioritas
26:42menurut Anda
26:43kalau untuk dilakukan sekarang
26:45sekali lagi itu
26:46presiden yang bisa menjawab
26:48bahwa
26:49berapa
26:49menteri yang dia butuhkan
26:51siapa yang
26:52akan duduk disitu
26:53itu sekali lagi
26:54dalam sistem presidensial kita
26:56itu menjadi
26:56kemenangan presiden
26:57oke
26:58Bung Rai
26:59menurut Anda
26:59tolok ukur penilaian apa
27:01kalau kemudian pada akhirnya
27:02jumlah yang Anda
27:03sarankan itu
27:04tidak
27:04tidak muncul
27:06begitu tidak dilakukan
27:07bagian dari evaluasi
27:08yang menurut Anda
27:08perlu dilakukan
27:09maka tolok ukur penilaian
27:10apa yang rasanya
27:11perlu jadi bahan evaluasi
27:12buat presiden
27:12agar para pembantunya ini
27:14menteri wakil menteri ini
27:15sesuai dengan
27:16arah dari apa yang
27:17diperintahkan oleh
27:18presiden Prabowo
27:18jalankan pemerintahan ini
27:20bebas dari korupsi
27:25Bung Rai
27:30Bung Rai
27:31suara tifal
27:31masih terdengar
27:32Bung Rai
27:32kurang jelas
27:32oke
27:33indikator penilaian
27:35saya ulang lagi ya Bung Rai
27:35untuk indikator penilaian
27:37apa yang rasanya
27:38paling relevan saat ini
27:39dengan kondisi
27:40kementerian yang ada sekarang
27:42untuk bisa memastikan
27:43sorry
27:44kurang jelas tadi
27:45karena agak hilang suaranya
27:46oh oke
27:47setiap
27:47sebentar
27:48saya mau pastikan dulu
27:49suara saya
27:49untuk saat ini
27:50masih terdengar jelas
27:51atau tidak Bung Rai
27:54kita perbaiki dulu
27:55komunikasinya
27:56oke
27:56saya kalau gitu
27:57ke Pak Sugiyat
27:58Pak Sugiyat
27:59menurut Anda
27:59tolak ukur penilaian
28:00perlu ditambah lagi
28:01enggak sih
28:01untuk kepada
28:02para menteri
28:03wakil menteri ini
28:04biar semuanya
28:05mau patuh
28:05pada arahan presiden
28:06jalankan pemerintahan ini
28:07bebas dari korupsi
28:09ya saya pikir
28:10kalau dalam
28:12apa ya
28:13teori kepemimpinan
28:14Pak Prabowo
28:15pasti paham lah
28:16bagaimana
28:16merekrut orang-orang
28:17yang bisa dianggap
28:18untuk mengekskusi
28:19kebijakan-kebijakan
28:20beliau yang itu
28:21sangat strategis
28:22misalnya
28:23pasti
28:23parameternya adalah
28:25kapasitas
28:26integritas
28:27dan yang paling penting
28:28adalah loyalitas
28:29saya pikir itu
28:30tapi saya
28:31sekali lagi
28:32izin
28:32kompas
28:34kalau terkait
28:35dengan resapel
28:36dari momentum ini
28:38itu menjadi
28:39kewenangan
28:39kewenangan presiden
28:40saya ingin
28:41momentum ini
28:42terlalu receh
28:44kalau kita
28:44isunya resapel
28:46tapi bagaimana
28:46penegakan hukumnya
28:48penegakan hukum ini
28:49yang kita harapkan
28:50betul-betul juga
28:50transparan
28:51oleh lembaga penegakan hukum
28:52Kejaksaan Agung
28:53maupun juga dari KPK
28:54yang mengusut dua kasus
28:55yang berbeda ini
28:55Pak Sugiat terima kasih
28:56sudah mau bergabung
28:57diskusi bersama kami
28:58sebelumnya juga ada
28:59Rai Rangkuti yang sudah
28:59bergabung dalam diskusi kali ini
29:01saya selalu
29:01Pak Sugiat
29:02selamat malam
29:02Assalamualaikum
29:03Assalamualaikum
29:03Selamat malam
29:06Sesaat lagi
29:06di Sapa Indonesia
29:07malam
29:07polisi menangkap
29:08pria berpistol
29:10penganiaya pasangan
29:11suami istri
29:11di Medan Sumatera Utara
29:14tetap di Kopasti
29:14Terima kasih
Komentar

Dianjurkan