Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung.

Purbaya menegaskan pencopotan Dadan adalah keputusan Presiden Prabowo, setelah mengevaluasi kinerja dan pihaknya tidak ikut campur dalam proses hukum tersebut.

Terkait anggaran BGN yang sebelumnya mencapai Rp260 triliun, Purbaya menyebut angka itu akan berkurang seiring adanya pemotongan anggaran yang sedang berjalan.

Sebelumnya, Purbaya juga mencopot dua dirjennya yakni Febrio Nathan Kacaribu selaku Dirjen Stabilitas Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman Dirjen Anggaran, pasca lolosnya anggaran motor trail listrik BGN.

Penangkapan Dadan juga direspons Ketua Badan Anggaran DPR, Fraksi PDIP, Said Abdullah.

Said mengaku, ia sudah mengingatkan Dadan agar fokus pada tata kelola makanan.

Menurutnya, pengadaan yang dibuat Dadan di BGN, mulai dari sepeda motor hingga gawai tidak berkaitan langsung dengan distribusi MBG.

Untuk mengetahui perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola MBG, yang menyeret mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana serta dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sudah ada Jurnalis KompasTV, Zefanya Situmeang dan Juru Kamera, Denny Yosua di Gedung Kejaksaan Agung.

Baca Juga [FULL] Gantikan Dadan, Kepala BGN Nanik Deyang Janji Efisiensi Anggaran MBG: Fokus Perbaiki Kualitas di https://www.kompas.tv/nasional/672916/full-gantikan-dadan-kepala-bgn-nanik-deyang-janji-efisiensi-anggaran-mbg-fokus-perbaiki-kualitas

#dadanhindayana #purbaya #bgn #mbg

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672929/dadan-cs-tersangka-kejagung-usut-jual-beli-dapur-sppg-dan-insentif-miliaran-rupiah-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa merespon penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung.
00:11Purbaya menegaskan pencopotan dadan adalah keputusan Presiden Prabowo Subianto setelah mengevaluasi kinerja dan pihak yang tidak ikut campur dalam proses
00:21hukum tersebut.
00:22Terkait anggaran BGN yang sebelumnya mencapai 260 triliun rupiah, Purbaya menyebut angka itu akan berkurang seiring adanya pemotongan anggaran yang
00:33sedang berjalan.
00:34Sebelumnya Saudara Purbaya juga mencopot dua dirjennya yakni Febrio Nathan Kacaribur selaku Dirjen Stabilitas Ekonomi dan Fiskal serta Luki Alfirman
00:45Dirjen Anggaran Pasca Lolosnya Anggaran Motor Listrik BGN.
00:59Keputusan Bapak Presiden setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja beliau kan, kita tidak ikut campur.
01:06Yang jelas memang angkarnya sekarang berapa? 260? Akan berkurang kan karena ada pemotongan hari segala macam. Jadi akan berkurang di
01:14bawah itu sedikit mungkin.
01:15Setelah ini pengawasan dari Kemenju gimana Pak?
01:18Ya kita lihat aja, kita cek itu harganya seperti apa. Dan mungkin salah satu laporan juga dari kita asalnya kan.
01:24Bukan dari kita aja ya.
01:27BPKP memperiksa, kejaksanaan meriksa, semuanya meriksa, mengecek. Jadi kita tukar-tukar data lah kira-kira.
01:36Penangkapan dadan juga direspon Ketua Badan Anggaran DPR Fraksi PD Perjuangan Saitabdullah.
01:43Sait mengaku ia sudah mengingatkan dadan agar fokus pada tata kelola makanan.
01:49Menurutnya pengadaan yang dibuat dadan di BGN mulai dari sepeda motor hingga gawai tidak berkaitan langsung dengan distribusi makan bergizi
01:59gratis MBG.
02:01Yang terjadi di Badan Gizi Nasional kita tahu bersama, itulah yang saya maskut.
02:10Perbaiki tata kelola, saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada
02:22aspek tata kelolanya.
02:24Dan fokus kepada makan bergizi gratis bukan fokus kepada insentif, fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad. Itu tidak ada
02:39hubungan sama sekali.
02:42Dan untuk mengetahui perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola, makan bergizi gratis yang menyeret mantan kepala BGN, Dadan Hindayana.
02:51Serta dua mantan wakilnya, Soni Sonjaya dan Ludwig Pusung.
02:55Sudah ada jurnalis Kofmat Sivi, Zevanya Situmeang dan juru kamera Denny Yosua di Gedung Kejaksaan Agong.
03:03Zevanya, apa temuan terakhir dan terbaru dari pemeriksaan ketiga tersangka ini, Zevanya?
03:13Ya, Cynthia tadi baru saja disampaikan langsung oleh Direktur Penyidikan Jampitsus Kejaksaan Agung yakni Syarif Sulaiman Nadi bahwa memang hingga
03:23saat ini masih semuanya dalam proses penelitian dan juga pendalaman oleh tim penyidik kejagung.
03:29Kita ketahui kemarin selain juga kantor bergizi nasional dan juga kediaman dari para ketiga tersangka ini yang digeledah oleh tim
03:36penyidik,
03:37ini masih terus dilakukan untuk pendalaman terkait pengumpulan alat bukti di sejumlah lokasi.
03:43Tadi update terbarunya adalah bahwa hingga saat ini pendalaman atau penggeledahan masih dilakukan di beberapa titik di lokasinya di sekitaran
03:51Jakarta.
03:52Dan kemudian yang menjadi fokus utama dalam penelitian saat ini, Cynthia ini adalah terkait praktik jual beli dapur SPPG dan
04:01juga salah satunya mendalami terkait yayasan-yayasan,
04:05ini yang diduga dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu yang memperoleh status mitra dengan cara tidak seharusnya begitu.
04:13Lalu juga tadi disampaikan bahwa memang kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan sejak pekan lalu di hari Minggu tepatnya
04:20dan juga untuk potensi kerugian negara ini tadi disampaikan juga masih dalam proses penghitungan
04:26dan juga salah satu yang masih saat ini didalami dan menjadi salah satu fokus utama selain jual beli dapur SPPG
04:34tadi ini adalah terkait pemanfaatan insentif SPPG
04:38yang kita ketahui ketiga tersangka kemarin ini mengambil atau menerima insentif perharinya hingga miliaran rupiah, diduga ini yang masih didalami
04:48dan menjadi fokus utama Cynthia.
04:50Sementara itu salah satu juga tadi yang disampaikan adalah terkait pemeriksaan saksi.
04:55Ini juga masih terus dilakukan, Cynthia dan juga saudara dan tadi disampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan semua pihak ini berpotensi
05:04untuk dipanggil,
05:05untuk dimintai keterangannya sebagai saksi termasuk salah satunya adalah Ketua Badan Gizi Nasional yang baru,
05:11yakni kita ketahui Nanik S. Deyang tadi juga disebut apabila semua pihak ini berpotensi jadi tidak menutup kemungkinan,
05:21tapi hingga sejauh ini belum ada panggilan terhadap Ketua Badan Gizi Nasional yang baru,
05:26tapi ada peluang siapapun yang berkaitan atau siapapun yang dapat memberikan informasi terkait dengan praktik korupsi MBG di Badan Gizi
05:37Nasional ini,
05:38ini berpotensi dimintai keterangannya sebagai saksi terlebih dahulu.
05:42Sementara itu tadi juga disampaikan bahwa memang penggeledahan masih terus berlangsung,
05:47Cynthia dan juga saudara, salah satunya adalah di titik lokasi sekitaran daerah Jakarta ini.
05:53Belum banyak yang disampaikan karena tadi disampaikan oleh Direktur Penyidikan Syarif Sulaiman Nahdi bahwa proses penelitian atau pendalaman ini masih
06:04terus berlangsung,
06:05jadi diharapkan publik bisa sabar agar mendapatkan hasil yang maksimal, Cynthia.
06:09Baik, terima kasih Zevanya Situmeang melaporkan langsung dari Kejaksaan Agung. Terima kasih Zevanya.
Komentar

Dianjurkan