00:00Bagaimana Indonesia Corruption Watch menyeroti kasus korupsi yang menjerat program MBG dan pengawasan seperti apa yang harus digalakan?
00:07Kita akan bahas bersama dengan peneliti ICW, Seira Tamara. Selamat malam, Mbak Seira.
00:13Selamat malam, Mas Ibrahim.
00:15Kalau ICW menyeroti, apakah dengan pencopotan mantan kepala BGN dan dua wakilnya sudah cukup untuk selesaikan persoalan tata kelola MBG?
00:23Ya, terima kasih Mas Ibrahim. Kami menilai bahwa pencopotan para petinggi dari Badan Gizi Nasional itu belum cukup untuk menyelesaikan
00:33permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan proyek MBG saat ini.
00:38Tentu dorongan pertama dan utama dari kami adalah untuk menghentikan program MBG itu sendiri.
00:44Karena permasalahan yang hari ini kita lihat bukanlah sebuah permasalahan yang tiba-tiba terjadi,
00:50tapi bahkan sudah bisa diprediksi sejak awal kelangsungan program ini, sejak satu tahun yang lalu.
00:56Bahkan pada tahun 2025 kemarin, di akhir 2025, ICW pun juga sudah mengungkap sejumlah potensi konflik kepentingan
01:04dan juga bagaimana MBG ini dijalankan sebagai bukan kebijakan publik,
01:09tapi justru sebagai alat politik yang syarat akan patronase dan juga kronism.
01:15Jadi dengan berbagai kekisruhan yang ditimbulkan oleh BGN dalam pelaksanaan MBG,
01:22maka kami merasa apa yang hari ini dilakukan oleh Presiden bukanlah solusi, bukanlah obat,
01:28tapi justru obat mujarabnya adalah untuk menghentikan proyek MBG.
01:31Tapi dengan masuknya aparat pendegak hukum, Kejaksaan Agung di sini sudah mulai melakukan penyidikan,
01:36ada tersangka, tiga orang tersangka.
01:38Apakah ini termasuk dalam monitor pengawasan agar program ini, prioritas ini bisa ada perbaikan, berjalan lebih baik?
01:46Dalam konteks pengawasan kami punya catatan kritis juga.
01:50Pertama, sebenarnya apa yang terjadi hari ini sekali lagi bukan hal yang tidak bisa diprediksi,
01:56bahkan berbagai kritik publik dari jauh-jauh hari sudah mengarah kepada apa yang hari ini kita lihat.
02:01Tapi kita mengetahui dari jauh-jauh hari sebelum ini bahkan tidak ada tindakan nyata dari aparat pendegak hukum
02:09untuk serius melakukan pengawasan atau bahkan serius melakukan investigasi di dalam pelaksanaan programnya.
02:15Jadi meskipun kami menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan,
02:21di sisi lain ini juga menimbulkan pertanyaan.
02:23Kenapa dengan begitu terangnya berbagai permasalahan dan konflik kepentingan
02:29yang sudah ditunjukkan dari jauh-jauh hari,
02:31itu tidak pernah sedikitpun memantik langkah dari aparat pendegak hukum untuk masuk begitu.
02:36Karena bahkan dugaan markup, kemudian praktik-praktik yang bermasalah lainnya
02:43itu sudah disampaikan jauh-jauh hari dari berbagai macam organisasi masyarakat sipil,
02:47termasuk oleh ICW.
02:49Tidak cukupkah menjawab dengan proses hukum yang saat ini bergulir?
02:52Pertanyaan tadi.
02:54Ya, untuk saat ini tentu harusnya meskipun itu terlambat,
02:58tapi ya harus diusut secara tuntas.
03:00Untuk menjawab apakah ini akan cukup atau tidak,
03:02kita perlu melihat langkah yang dilakukan dalam proses penegakan hukumnya.
03:07Dorongan kami adalah agar aparat pendegak hukum tidak berhenti,
03:11hanya pada penahanan dan juga penetapan tersangka
03:14tiga orang petinggi BGN yang saat ini sudah ditahan begitu ya.
03:19Tapi juga untuk aktif melakukan penelusuran yang lebih mendalam
03:22terhadap seluruh pihak yang mungkin terlibat di dalamnya,
03:26termasuk apabila pihak-pihak tersebut melibatkan aktor-aktor politik
03:30dan juga pejabat negara lainnya.
03:32Karena itu sangat mungkin terjadi begitu.
03:35Terlebih ketika ada pernyataan bahwa salah satu permasalahan yang terjadi
03:40dan kemudian kasusnya tersangkut oleh kepala BGN Dadan,
03:45salah satunya adalah kan berkaitan dengan afiliasi
03:48yang dimiliki oleh petinggi BGN dengan sejumlah yayasan
03:53yang menjadi mitra pelaksana MBG.
03:55Dengan adanya dugaan yang demikian, maka harus bisa diusut-untas secara lebih jauh.
04:01Siapa-siapa saja pihak yang justru terlibat dalam proses jual-beli tersebut,
04:07praktik jual-beli tersebut.
04:09Jangan-jangan bahkan ketika dilakukan penelusuran lebih lanjut,
04:12ada aktor politik lain atau bahkan pejabat negara lain
04:15yang ikut dalam praktik jual-beli titik SPPG.
04:19Kalau selama ini, dari ICW apakah ada temuan?
04:23Temuan ICW soal pengawasan, pelaksanaan MBG seperti apa?
04:28Ya, temuan ICW saat ini sejauh ini sudah ada banyak begitu ya, Mas Ibrahim.
04:33Yang pertama, tentu dengan berkaitan dari konflik kepentingan
04:37dan juga patronase yang tadi saya sudah sampaikan.
04:40Itu sudah kami bahkan publikasikan sejak akhir 2025 lalu.
04:44Jadi kami menilai bahwa pada akhirnya MBG ini memang hanya dijadikan
04:49sebagai sebuah proyek untuk dibagi-bagikan kepada para loyalis
04:55dan untuk juga mempertahankan dan memperluas jejaring pendukung pemerintah.
05:00Dan bahkan untuk dugaan ini, kami waktu itu pada sekitar bulan Januari
05:05di tahun 2026, di awal tahun ini,
05:08bahkan Ibu Nanik sendiri sempat memberikan pernyataan publik
05:11begitu ya, ketika ditanyakan oleh media soal afiliasi partai politik
05:18terhadap yayasan MBG, bahkan Ibu Nanik tidak menampil itu.
05:22Dan bahkan beliau menyampaikan,
05:24memang dalam pengecekan yang dilakukan beliau ke lapangan,
05:28banyak SPPG yang dimiliki oleh partai politik
05:31dan itu dianggupkan permasalahan.
05:34Jadi itu saja pun sudah menunjukkan satu hal.
05:36Dan sejumlah hal yang lain yang bermasalah berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
05:41Kami sudah sempat melakukan laporan juga ke KPK soal dugaan markup
05:45pada sertifikasi halal, dan juga ada pengadaan barang dan jasa yang lain
05:50yang kami telusuri itu juga punya potensi markup
05:53seperti tablet dan pengadaan lain yang tidak relevan
05:56dengan upaya untuk peningkatan gizi dalam program MBG.
06:00Ini tentu diharapkan bisa menjadi membuka pintu masuk celah
06:04bagaimana ada dugaan korupsi gratifikasi di sana dalam tata kelolaan MBG.
06:09Kita berharap bisa diusut secara tuntas.
06:12Terima kasih Mbak Seira Tamara, peneliti ICW
06:15telah menyampaikan pandangannya di program Kemas Malam hari ini.
06:18Terima kasih.
Komentar