JAKARTA, KOMPAS.TV - Gelombang kritik muncul, lantaran seringnya Presiden Prabowo ke luar negeri. Benarkah setiap lawatan adalah investasi demi kepentingan nasional?
Di tengah situasi global yang tak menentu, kita dihadapkan pada satu pilihan dilematis: Apakah masih harus terus melangkah keluar demi diplomasi yang rumit atau saatnya fokus memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki negeri?
Program ROSI mengundang Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta. Saksikan dalam ROSI episode Menakar Politik Luar Negeri Prabowo. Tayang Kamis, 4 Juni 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
https://youtu.be/WN2BU1nrpng
#prabowo #politik #menlu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/672922/full-wamenlu-anis-matta-bicara-polemik-kunjungan-presiden-prabowo-ke-luar-negeri-rosi
Di tengah situasi global yang tak menentu, kita dihadapkan pada satu pilihan dilematis: Apakah masih harus terus melangkah keluar demi diplomasi yang rumit atau saatnya fokus memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki negeri?
Program ROSI mengundang Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta. Saksikan dalam ROSI episode Menakar Politik Luar Negeri Prabowo. Tayang Kamis, 4 Juni 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
https://youtu.be/WN2BU1nrpng
#prabowo #politik #menlu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/672922/full-wamenlu-anis-matta-bicara-polemik-kunjungan-presiden-prabowo-ke-luar-negeri-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:06Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:53Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:29Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:52Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:55Sebenarnya bagaimana Indonesia membaca kondisi saat ini Pak Anies?
02:01Sudah di tahap mana sih perang ini?
02:03Jadi kalau kita lihat proses yang terjadi sekarang dalam perang Iran melawan Amerika dan Israel sekarang ini.
02:14Saya kira di depan kita ini ada tiga skenario yang terbuka ya.
02:21Tidak ada satu skenario yang lebih kuat daripada yang lainnya.
02:25Skenario pertama adalah kalau ada settlement untuk perdamaian.
02:32Dan saya kira hampir semua negara di dunia ini menginginkan ini.
02:38Tetapi para aktor di lapangan ini juga sedang memperbincangkan situasi ini.
02:46Dan saya kira seluruh proses yang sedang terjadi, pembicaraan baik terbuka ataupun tertutup sekarang ini sedang berlangsung ke arah mencari
02:56titik temu untuk menemukan jalan damai.
03:00Negara-negara teluk tentu sangat berkepentingan dengan isu, apa namanya, dengan skenario ini karena ini akan memberikan mereka jalan keselamatan
03:13untuk tidak menjadi kolateral damage dalam perang ini.
03:20Tapi semua negara-negara ini di kawasan ini, di Amerika, di Iran, di Israel, maupun di Teluk, sama-sama mempunyai
03:28dua mazhab yang berbeda-beda.
03:31Artinya ada pendekatan yang berbeda-beda, ada yang ingin keras, ada yang ingin damai.
03:36Dengan alasan yang berbeda-beda juga.
03:41Saya kira misalnya bagi Iran, mereka merasa menang di ronde pertama ini.
03:46Dan mungkin sebagian kelompok merasa bahwa ini cukup untuk masuk ke meja perundingan dan punya posisi tawar yang kuat.
03:56Tapi ada juga yang memandang bahwa mereka perlu ronde kedua juga untuk membuat dominasi mereka jauh lebih powerful lagi.
04:04Dan karena itu mereka lebih bebas membuat term and conditions dalam situasi yang baru.
04:12Apabila ada settlement atau ada damai di situ.
04:17Begitu juga di Amerika, cara yang berpikir yang sama juga ada.
04:20Kita sudah kelihatan tampak kalah di sini dan tidak boleh check out dalam keadaan kelihatan kalah.
04:27Kalau kita harus damai dan harus check out, harus ada sesuatu yang kita bikin untuk kelihatan tampak menang.
04:35Klaim kemenangan.
04:37Iya.
04:38Tapi ada juga yang berpikir bahwa ini kalau kita tidak tuntaskan, bahwa Amerika akan jatuh lebih jauh.
04:47Dan negara-negara di dunia tidak akan memandang atau kehilangan respek kepada Amerika.
04:54Hal yang sama juga ada di Israel, juga ada di Teluk.
04:58Kira-kira dengan cara pandang yang dua mazhab seperti ini karena itu ada skenario yang mengarah kepada settlement untuk damai.
05:07Atau skenario damai dan yang kedua skenario eskalasi.
05:12Persoalannya dalam skenario kedua ini adalah kalau ada eskalasi kedua, ini akan menjadi sangat brutal.
05:19Jauh lebih brutal daripada yang pertama.
05:22Dalam skenario kedua ini yang paling mungkin adalah ada pasukan darat dari Amerika yang turun ke sana.
05:29Tapi saya rasa ini bukan pilihan yang secara umum disepakati oleh ahli-ahli strategi di Amerika.
05:36Ini bukan pilihan yang gampang.
05:38Mereka punya pengalaman pahit di Afganistan, di Irak.
05:42Yang tidak memberikan perlawanan seperti Iran.
05:48Jadi ini bukan pilihan yang bagus dan karena itu pilihan besarnya adalah masuk ke scale up-nya menjadi perang yang
05:56benar-benar total scale.
05:57Apa namanya, full scale dari perang itu.
06:00Dan ini yang dianggap oleh banyak pemikir sekarang termasuk oleh banyak jurnalis di Amerika bahwa ancaman peran nuklir itu dalam
06:08skenario kedua ini nyata terutama bagi Israel.
06:10Ya, dan ini kan juga sempat kalau saya catat waktu itu Pak Anies pernah menyebut di awal tahun bahwa ada
06:19satu kondisi tidak terkendali.
06:20Kekecewaan dan tidak ada penelesaian sistematis ujung-ujungnya terjadi perang dunia.
06:25Ini relevan atau tidak dengan kondisi satu?
06:26Sangat relevan dan saya kira perang Iran, Amerika dan Israel di sini ini akan menjadi satu milestone yang sangat penting.
06:34Nah, saya belum sebut skenario ketiga, Mbak.
06:36Skenario ketiga ini skenario no peace, no war.
06:39Tidak ada damai, tidak ada perang juga.
06:42Tidak ada eskalasi, tapi tidak ada kesepakatan.
06:44Dan dalam situasi seperti ini, Selat Hormuz itu akan menjadi bancakan bersama, baik oleh Amerika maupun oleh Iran.
06:55Iya kan?
06:56Dan jika ini terjadi, situasi ini bisa membahayakan sisi yang lainnya yaitu di Babul Mandab.
07:04Iya kan?
07:05Di Babul Mandab ini, ini bisa menjadi karena ada kekuatan Houthi di sini yang juga bisa mengontrol.
07:10Dan di sisi lain, ada Israel yang punya penetrasi yang sangat besar ke Somaliland.
07:16Yang persis bertemu di ujung, di jalur masuk ke Red Sea gitu ya.
07:21Jadi ini juga bukan, ini situasi yang dampaknya, Pak.
07:26Dia menghentikan mobilitas secara global.
07:28Mungkin tidak sedaksat mobilitas yang terjadi waktu kita mengalami COVID.
07:33Tapi ini akan, apa namanya, sangat mengganggu mobilitas perdagangan secara global.
07:41Untuk Indonesia, apa yang harus diwaspadai?
07:45Yang paling pokok bagi kita sekarang ini adalah bagi Indonesia, menurut saya ya.
07:52Apapun dari tiga skenario ini yang terjadi, Timur Tengah yang kita kenal selama ini akan menjadi Timur Tengah yang baru.
08:00Siapa pemenangnya, kita tidak tahu.
08:02Siapa yang mengaturnya, kita tidak tahu.
08:04Bagaimana dia diatur, kita tidak tahu.
08:07Kenapa?
08:08Karena semua aktor melakukan strategic adjustment.
08:11Iya kan?
08:12Strategic adjustment artinya orang melakukan perubahan strategi di masing-masing negara ini.
08:19Dan proses perubahan strategi ini yang kita harus pantau dan itu sangat dinamis sekali gitu loh.
08:26Apa dampaknya bagi Indonesia sekarang?
08:30Tampaknya secara geografi kan kita jauh dari konflik.
08:35Tentu saja tidak banyak orang mengetahui bahwa pada dasarnya sumber energi yang ada di seluruh dunia atau reserve energi yang
08:45ada di seluruh dunia, paling besar itu ada di kawasan ini.
08:48Jadi 20%?
08:49Memang suplainya kepada konsumsi secara global itu sekitar 20-30% tetapi secara reserve cadangan paling besar yang ada di
09:00sini.
09:01Cadangan kedua terbesar yang ada di Amerika, Venezuela, Kanada di kombinasi ini.
09:06Kalau dua sumber energi ini digabung jadi satu, ini sekitar 70% total energi dunia.
09:13Dunia?
09:14Iya.
09:15Jadi Anda bisa membayangkan seandainya Amerika memenangkan perang ini, dia akan punya choke point bagi seluruh dunia dari hal secara
09:23energi.
09:24Itulah kenapa Amerika Serikat sampai sekarang masih habis-habisan untuk dihormus.
09:27Itu salah satu alasannya, jadi background yang perlu kita pertimbangkan.
09:34Sebab perang Iran ini kan terjadinya bulan Februari, tapi Venezuela kan Januari.
09:39Iya kan?
09:40Betul.
09:40Nah cuma kalau kita melihat, dari tahun 2019, kan ada COVID ya, sampai tahun 2022.
09:51Kita itu kan kayak secara global mengalami kayak total shutdown.
09:572022 itu sudah ada perang Ukraine, penyaternya di mana? Di Eropa.
10:032023, perang Israel-Palestina yang sekarang mengalami eskalasi menjadi perang kawasan yang dulu sejak awal saya sebutkan, ini akan berkembang
10:13menjadi perang kawasan.
10:15Teaternya di mana? Di Timur Tengah.
10:17Sekarang kalau kita lihat peta Mbak Edyang, perang yang terjadi di Eropa ini, di Ukraine ini dengan Rusia,
10:27ini juga akan mengubah, akan menciptakan settlement baru antara Eropa dengan Rusia secara keseluruhan.
10:34Iya kan?
10:36Kita tidak tahu apa yang akan terjadi bagaimana bentuk settlementnya ke depan, tetapi yang jelas Eropa telah menjadi teater perang.
10:45Sekarang Timur Tengah ini teater perang yang baru.
10:48Iya kan? Dan sudah berlangsung tiga tahun.
10:51Makanya dalam skenario ketiga yang saya sebutkan tadi, kira-kira Timur Tengah ini bisa menjadi skenario Ukraine.
10:58Tidak damai, tidak ada settlement, tidak ada perang.
11:01Perang sana-sini terjadi, tapi ya kayak begitu ya.
11:04Nah, sekarang bagi Indonesia sekarang ini, kita mungkin berpikir terlebih dahulu soal energi, soal ini semuanya.
11:12Itu dampak langsung yang paling cepat yang kita pikirkan ya.
11:17Karena itu pun yang terjadi pada saat awal eskalasi terjadi.
11:20Tapi sebenarnya, yang paling mengkhawatirkan bagi kita itu adalah, apakah mungkin kawasan ini juga menjadi teater baru dalam konflik global
11:30itu.
11:30Sebab yang kita saksikan ini kan konflik-konflik regional, tapi dalam skala yang besar di mana aktor global seluruhnya secara
11:39relatif terlibat, terbuka atau tidak terbuka.
11:43Kan kita tidak bisa mengatakan bahwa perang Ukraine itu adalah perang Rusia dengan Ukraine.
11:48Itu secara de facto itu adalah dengan NATO pada dasarnya.
11:52Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa dalam perang ini cuma Iran sama Israel dan Amerika yang terlibat.
12:00Ya kan, semua orang tahu bahwa secara de facto ini akan menyeret seluruh aktor untuk terlibat di sana.
12:08Nah, bicara soal ini Pak, karena salah satu aktor dalam perang ini adalah Israel.
12:12Kita tahu dalam skenario yang pertama tadi Bapak sebutkan, dalam proses negosiasi, halangannya itu dari Israel.
12:18Sejak awal perang ini berlangsung negosiasi di Islamabad, lalu juga sampai hari ini di situ yang di-battleneck-nya.
12:26Sementara kita bersama-sama Israel di Board of Peace.
12:30Terlebih lagi, selain itu pun ada penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga negara Indonesia yang ikut di global sumut
12:37flotilla.
12:38Apa relevansi kita saat ini di BOP? Perlukan ditinjau ulang?
12:42Jadi dari awal BOP ini harus dipersepsi sebagai banover geopolitik.
12:47Yang punya beberapa tujuan secara bertahap.
12:51Tujuan yang paling intinya itu adalah menghentikan genosida.
12:55Karena itu pemandangan yang sangat buruk yang mengganggu kita di seluruh dunia.
13:02Secara relatif target ini sekarang tercapai, tapi perangnya tidak berhenti.
13:09Kenapa? Karena saya yakin bahwa bagi Netanyahu, dia akan memahami bahwa BOP ini,
13:17akan menjadi instrumen untuk mengisolasi dia di dalam Israel.
13:21Sebab begitu ada settlement di sana, begitu ada proses damainya berlangsung, di Israel harus ada pemilu.
13:29Dan ini bukan hal yang diinginkan oleh Netanyahu.
13:31Dan karena itu selalu perlu ada distraksi.
13:34Distraksi itu adalah serangan ke Iran dulu yang 12 hari ya.
13:38Tapi kemudian situasi ini berkembang kemana-mana dan menjadi secara relatif, mulai tidak terkontrol.
13:45Cuma yang perlu kita lihat sekarang ini adalah bahwa dalam situasi sekarang ini,
13:53kontrol kepada kawasan ini semakin tidak menentu.
13:57Dan karena itu saya kira pemerintah sudah benar ketika mengatakan ini kita hold dulu pembicaraan tentang BOP.
14:06Tunda dulu sampai waktu yang tidak ditentukan.
14:09Sebab situasi di kawasan ini sedang mengalami distraksi.
14:13Gangguan yang tidak memungkinkan proyek ini jalan.
14:15Gangguan ini apa ya perang ini sekarang?
14:17Termasuk juga soal apa yang dilakukan Israel terhadap warga negara Indonesia di Gwabel Sumut Sulatila.
14:22Itu jadi perhatian pemerintah Indonesia mengecam itu.
14:24Secara otomatis kita bekerja.
14:26Saya mengikuti secara pribadi saya mengikuti masalah itu dari awal,
14:30sebelum kejadian, dan di saat kejadian, dan setelah juga kejadiannya.
14:34Cuma apa yang perlu kita lihat di sini menurut saya adalah
14:39bahwa ada dua opsi sebenarnya yang strategik option yang dikembangkan oleh Israel.
14:45Dan menurut saya dua strategik option ini yang sedang mengalami masalah.
14:51Strategik optionnya itu didasari oleh satu asumsi dasar
14:55bahwa moral support untuk Israel, moral groundnya secara global makin hari makin habis.
15:05Tapi yang paling berbahaya bagi Israel dalam jangka menangan dan jangka panjang
15:08itu adalah moral ground Israel di Barat
15:11yang menjadi supporter utama dari kelahiran negara Israel itu.
15:19Dan genosida yang berlangsung dalam selama perang kemarin itu
15:22benar-benar menghancurkan moral ground ini.
15:25Jadi orang-orang di sana berpikir bahwa bagaimana mereka harus menjadikan Israel
15:30menjadi secara bertahap negara yang independen,
15:33yang tidak terlalu bergantung ke Amerika ataupun ke Eropa.
15:40Dan untuk itu menurut saya mereka mempunyai dua opsi.
15:44Opsi yang pertama adalah normalisasi hubungan dengan negara-negara Islam.
15:51Tapi itu sekarang tidak terjadi setelah perang Palestina ini kan.
15:54Jadi opsi ini relatif berantakan dan tidak mungkin terjadi.
15:59Opsi yang kedua adalah mengukuhkan posisi Israel
16:03sebagai kekuatan militer mutlak di kawasan
16:06dengan memenangkan perang besar terutama kepada musuh yang dianggap paling potensial
16:10dalam hal ini adalah Iran.
16:12Dan menurut saya mungkin juga mereka memasukkan Turki dalam list
16:16atau Mesir di dalam list.
16:18Jadi paling tidak secara kapasitas militer
16:20Iran, Turki, dan Mesir ini adalah strategi kompetitor secara militer.
16:27Kalau dia terlibat dalam satu perang itu
16:30dia harus membuktikan bahwa dia benar-benar lebih powerful di atas mereka.
16:35Dan saya kira perang Iran ronde pertama ini
16:38kan membuktikan bahwa itu tidak terjadi.
16:40Dan artinya BOP ditegaskan kembali ditunda?
16:43Tunda ya.
16:44Kita tidak membahas lebih lanjut, tidak mengikuti lebih lanjut plan awal BOP?
16:49Secara sederhana tidak kondusif untuk sekarang ini dilanjutkan.
16:54Tapi bahasanya bukan keluar dari BOP atau tidak?
16:57Oke.
16:57Nah sampai di mana penundaan ini
16:59ini yang akan menunggu bagaimana situasi geopolitik.
17:02Di sisi lain juga
17:03apakah jawaban dari kondisi tidak menentu ini adalah
17:06dengan frekuensi tinggi diplomasi
17:08yang langsung dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto Pak Anies?
17:12Sebagai sahabat lama Bapak
17:15saya mewakili komunitas hubungan internasional
17:18dan banyak rakyat Indonesia
17:20menghimbau Presiden Prabowo
17:22untuk secara signifikan
17:24mengurangi perjalanan ke luar negeri
17:26dan tidak menganggap remeh
17:28jeritan publik mengenai hal ini.
17:31Dalam perhitungan kami
17:32dari seluruh pemimpin dunia
17:34Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara
17:37yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
17:40Satu perjalanan ke luar negeri
17:42bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar.
17:45Saya juga mengusulkan agar ke depan
17:47sebagian besar misi diplomatik
17:49yang bersifat taktis dapat dioper ke Menlu Sugiono.
17:54Presiden Prabowo itu adalah presiden baru
17:57yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis.
18:00Setiap pemimpin tentunya harus bangun
18:02hubungan yang dekat antar pemimpin dunia.
18:05Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan
18:07saat krisis baru kita minta bantuan.
18:09Tidak. Kita harus panen hubungan yang baik
18:12lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak
18:15kita bisa minta bantuan.
18:17Dan begitu pula sebaliknya.
18:19Oke. Untuk itu perlu kedekatan pribadi
18:22kedekatan emosional antar pemimpin
18:25baik secara langsung
18:27diliput media ataupun tertutup.
18:29Nah itulah diplomasi.
18:33Di tengah dunia yang masih dilanda perang
18:36dan ketidakpastian apakah diplomasi luar negeri
18:38yang masif menjadi sesuatu yang strategis
18:40atau harusnya lebih fokus membenahi urusan
18:41dalam negeri yang tak kalah pelik?
18:43Kita bahas masih bersama dengan
18:44Wakil Menteri Luar Negeri Anies Mata.
18:46Pak Anies, tadi kita bahas substansinya.
18:49Tadi ada kritik yang diberikan
18:51oleh sahabat lamanya Pak Presiden
18:53tadi disampaikan oleh Pak Dino.
18:55Sebenarnya pemerintah menanggapi kritik ini
18:56seperti apa sih dalam konteks diplomasi?
18:58Ini pertanyaannya Mbak Friska ini serius, betul.
19:03Serius tapi dijawabnya pasti akan dengan cair oleh Pak Anies.
19:07Saya kira lebih bagus kita menarik dulu
19:12ke belakang tentang cara kita membuat
19:15assessment tentang situasi.
19:19Daripada kita menghitung berapa kali perjalanan
19:21dan seterusnya, lebih bagus kita kembali dulu
19:25kepada persoalan assessmentnya dulu.
19:29Bagaimana sih sebenarnya cara Presiden
19:31memandang situasi global saat ini?
19:34Assessmentnya seperti apa?
19:35Karena inilah reasoning dari yang menjelaskan
19:39apa yang beliau lakukan sebenarnya.
19:43Yang kita hadapi ini adalah
19:45satu dunia yang sedang mengalami transisi global
19:48disebabkan oleh krisis yang bersifat sistemik.
19:53Sistemik maksudnya adalah
19:55tatanan dunia yang dipakai sekarang ini
19:58sejak peran dunia ke-2
20:00itu mulai tidak relevan.
20:04Dan yang ke-2
20:05karena itu institusi-institusi yang ada di bawahnya
20:09juga mulai mengalami disfungsi.
20:14Misalnya Anda menyaksikan
20:16apa yang bisa dilakukan oleh PBB
20:17di depan genosida yang terjadi di Gaza.
20:22apa yang bisa dilakukan oleh PBB
20:25di dalam perang ini.
20:28Jadi fungsi institusi dulu ini
20:33sebagai perkat kita secara global
20:36karena sekarang ini kan tidak berjalan.
20:39Yang ketiga ini jadi krisis sistemnya
20:44yang kedua krisis dalam institusi ini
20:46yang ke-3 adalah krisis leadership.
20:48Kalau Anda memandang di Eropa, di Amerika
20:51pergantian kepemimpinan sekarang ini kan selalu mengalami
20:54goncangan-goncangan politik yang luar biasa.
20:58Tahun 1998 kita menyaksikan
21:01anak-anak muda di Indonesia, mahasiswa
21:04menguasai parlemen naik ke panggung parlemen di Indonesia.
21:08Tahun 2020 kita menyaksikan hal yang sama di Kapital Hall.
21:12Di Kongres Amerika kan kita menyaksikan hal yang sama kan.
21:16Dalam waktu 20-an tahun ini
21:18apa persamaannya?
21:20Ini ada goncangan secara leadership
21:23secara domestik dalam politik domestik masing-masing negara.
21:27goncangan leadership ini memaknai bahwa
21:30ada krisis yang serius di kalangan semua elit
21:36di setiap negara tentang cara mereka membuat assessment
21:39terhadap krisis yang sedang berlangsung.
21:43Dan ini kemudian menyebabkan krisis ini
21:47dalam perspektif imperium.
21:52Great power ini kemudian menciptakan gesekan
21:56yang kemudian kita sebut sebagai perang supremasi.
22:01Perang supremasi inilah yang menyebabkan
22:03retakan ini sekarang semakin dalam
22:05dan saya yakin bahwa dalam
22:07dekade ke-2 abad 21 ini
22:10terutama tahun-tahun ini dan tahun-tahun ke depan
22:13ini akan menciptakan retakan yang jauh lebih dalam lagi ke depan.
22:18Bagaimana Pak Prabowo menempatkan leadershipnya
22:20dalam konteks ini?
22:21Sekarang Anda sudah bertanya yang benar.
22:24Yang tadi gak benar dong.
22:26Orang dapurnya Pak Anis yang pegang.
22:28Nah jadi waktu kita memandang dunia
22:32dalam perspektif seperti ini
22:33apa sih sebenarnya yang dibutuhkan dalam diplomasi?
22:37Yang pertama itu adalah
22:39akhirnya memang orang kembali kepada yang
22:41saya secara pribadi, saya gak tahu
22:43saya backgroundnya kan bukan dari Kemlu ya
22:45tapi saya ingin menyebut sebagai
22:48high profile talk.
22:53Orang perlu pembicaraan yang bersifat high profile.
22:58Orang perlu mendengarkan pendapat dari leader
23:01secara one-on-one.
23:04Secara langsung seperti ini.
23:06Kenapa? Karena era multilateral ini sekarang
23:09tidak terlalu efektif.
23:12Iya kan?
23:14Kalau Anda perhatikan waktu Pak Prabowo pidato
23:16di New York itu kan ya
23:20di sidang umum PBB yang ke-80
23:23kan itu untuk pertama kalinya
23:25isu Palestina menjadi isu yang paling besar
23:28yang mengisi ruang perdebatan di
23:30apa namanya, di sidang umum itu kan.
23:34Tapi setelah itu kan perang berlanjut.
23:36Iya kan?
23:37Semua orang menuntut damai
23:38tapi kan perangnya terus berlanjut.
23:40Iya kan?
23:41Jadi yang ingin saya katakan bahwa
23:44era di mana pertemuan-pertemuan
23:46multilateral yang banyak itu sekarang ini
23:48dipandang oleh banyak pemimpin negara
23:51tidak terlalu efektif
23:53dan menjadi ruang manuver
23:55apabila ada pembicaraan kecil-kecil
23:57dalam kelompok-kelompok kecil
23:58antara satu negara dengan negara
24:00yang lain untuk dibawa ke situ
24:03sekedar mendapatkan pengesahan.
24:04Ini cara pandang dulu ya.
24:06Cara pandang tentang itu.
24:08Dan karena itu memang kalau kita melihat
24:12selama masa reformasi paling tidak
24:14kalau kita melihat.
24:16Ini kan tidak pernah Kemlu ini
24:20dipimpin oleh orang non-Kemlu
24:22kecuali di era Jagusdur
24:24yaitu Pak Alwi Syihab
24:25dan sekarang.
24:27Iya kan?
24:29Karena era ini era yang masih relatif stabil
24:34sehingga rata-rata
24:36pembicaraan itu
24:37pembicaraan melalui forum-forum
24:40multilateral.
24:41Sekarang menurut saya
24:43kita sedang menghadapi satu proses
24:46membentukan aliansi-aliansi baru
24:49yang tidak permanen.
24:52Tetapi bergerak secara sangat dinamis
24:54karena semuanya berpikir bagaimana
24:56mengelola proses transisi global ini.
25:00Saya kira itulah sebabnya
25:01mengapa Indonesia bergabung dengan BRICS.
25:04Iya kan?
25:05Apakah BRICS akan menjadi alternatif
25:07dalam tatanan global?
25:08Tidak ada yang juga tahu.
25:10Tetapi dia menjadi salah satu instrumen
25:13dalam proses transisi global ini.
25:18Sekarang misalnya dalam portofoli saya
25:20di Timur Tegak, di Oki
25:22dalam perang Iran ini
25:24kan ada negara teluk dengan ada Iran.
25:26Iya kan?
25:27Kan ini masalah.
25:28Di BRICS itu ada Iran
25:30dan juga ada Emirat.
25:33Kan ini juga masalah.
25:34Iya kan?
25:35Jadi instrumen multilateral ini
25:37juga secara pelan-pelan
25:39ada tetapi efektivitasnya
25:42yang tidak terlalu bagus.
25:44Dan karena itu dalam konteks inilah
25:46memang kita berijetihat
25:48untuk menemukan satu jalan diplomasi baru.
25:52Dalam situasi ini saya kira
25:53apa yang dipikirkan oleh Presiden
25:55yang pertama adalah
25:56strong presence.
25:58Kehadiran yang kuat.
25:59Dan itu harus Presiden langsung
26:00tidak didelegasikan kepada
26:01Menteri.
26:02Itu memang harus high profile.
26:03Itu artinya kehadiran yang kuat.
26:05Jadi pedato Presiden di PBB itu sangat
26:07kuat dan kehadiran di BOP
26:10sebagai bagian dari
26:12manuver geopolitik
26:13menurut saya itu
26:14efektif
26:15untuk paling tidak
26:16kalau enggak Anda sekarang
26:18masih menyaksikan genosida kan.
26:20Walaupun ini nanti tidak berjalan
26:22misalnya
26:23atau katakanlah mengalami
26:24disrupsi di tengah jalan
26:25atau distraksi di tengah jalan
26:27tapi
26:27paling tidak satu masalah
26:29selesai.
26:30Dan sekarang persoalannya adalah
26:32tidak ada satu instrumen
26:34yang bisa kita pakai
26:35untuk menyelesaikan
26:35semua masalah sekaligus.
26:37Karena itu juga ada
26:38sisi retailnya.
26:40Jadi dia high profile
26:41di satu sisi
26:42tapi retail di sisi yang lain.
26:43iya kan?
26:45Iya.
26:46Kan itu masalahnya kan?
26:48Nah.
26:49Jadi
26:49kalau Anda melihat
26:50kenapa banyak kunjungannya?
26:51Karena ada sisi retailnya
26:53dari sisi itu.
26:54Dan kenapa ada pengulangan-pengulangan?
26:57Kan kalau sebenarnya
26:57kalau kita melihat
26:58yang paling banyak dikunjungi
27:00oleh Presiden
27:01dalam periode ini
27:02pada dasarnya kan
27:02Eropa sama Timur Tengah.
27:05Itu kan?
27:06Iya.
27:07Dalam satu tahun pertama
27:08beliau berkunjung ke Timur Tengah
27:10beberapa kali
27:11menemui orang yang sama.
27:13Karena memang persoalannya
27:14sangat dinamis
27:15dan orang membutuhkan
27:16perbincangan yang high profile
27:19seperti itu
27:19untuk mengetahui
27:20karena jalur lain
27:22itu kan masalah trust
27:23untuk membangun trust itu kan.
27:25Nah yang menarik juga tadi
27:26kalau Bapak bilang
27:27kondisi multilateral
27:28tidak lagi efektif
27:29karena butuh high profile
27:31dengan bilateral salah satunya.
27:33Tapi kalau kita baca
27:34dengan kacamata assessment lain
27:36yang juga berbeda kondisinya
27:37hari ini adalah efisiensi.
27:39Bagaimana
27:40yang belum menjawab ini?
27:42Bagaimana Pak Presiden Prabowo
27:43dan tim menjawab ini?
27:46Saudara gelombang kritik muncul
27:47karena frekuensi tinggi
27:49Presiden Prabowo
27:50ke luar negeri.
27:51Benarkah setiap lawatan
27:52adalah investasi
27:53demi kepentingan nasional?
27:54Kita masih membahasnya
27:55bersama dengan
27:56Wakil Menteri Luar Negeri
27:57Anies Mata.
27:58Pak Anies kita lanjutkan
27:59yang tadi.
28:00Tadi memang ada
28:01banyak masalah
28:02yang harus diselesaikan
28:03dalam konteks global
28:04saat ini
28:04dan butuh
28:05presensinya Pak Presiden
28:07dalam konteks high profile.
28:09tapi juga yang jadi
28:11perbincangan
28:11kalau kita
28:12lakukan assessment
28:13dari kondisi saat ini
28:14ada efisiensi juga
28:16yang di highlight
28:17dengan kondisi
28:17di dalam negeri pun
28:18yang tidak baik-baik saja.
28:20Nah bagaimana
28:21menjelaskan
28:22kondisi saat ini
28:23Pak Anies?
28:25Saya kira ini juga
28:27kembali kepada
28:27asumsi dasar
28:29yang kita bangun.
28:31Apakah penyelesaian
28:33masalah domestik itu
28:34maknanya
28:35kita ada di dalam rumah
28:37secara terus-menerus?
28:39Atau
28:40apakah perjalanan kita
28:41keluar
28:41bisa menjadi bagian
28:43dari cara kita
28:43menyelesaikan
28:44masalah
28:45domestik?
28:46Iya kan?
28:48Kita kan
28:48diajari oleh
28:50apa namanya
28:51nilai-nilai yang
28:52berkembang
28:53atau
28:53pepatah lah
28:56kan telur yang ada
28:58hari ini
28:59lebih bagus
29:00daripada ayam
29:01besok ya
29:03itu pepatah yang
29:07dianut oleh orang
29:09yang menghindari
29:11spekulasi
29:12menghindari
29:13apa namanya
29:14petualangan
29:15dan seterusnya
29:17Artinya yang ingin
29:18disampaikan
29:19lebih baik?
29:20Di sisi lain
29:22kita juga memahami
29:23satu
29:24situasi lain
29:25bahwa jika Anda
29:26tidak ikut berburu
29:28Anda tidak akan
29:29dapat apa-apa
29:30Iya kan?
29:32Pada akhirnya
29:33sebenarnya
29:34kita perlukan
29:34adalah keseimbangan
29:35tetapi
29:37keseimbangan itu
29:37tidak selalu
29:38berarti sama
29:40keseimbangan
29:41maksudnya adalah
29:41bahwa
29:43memang diperlukan
29:44ke
29:44ke
29:45luwesan
29:46ke
29:46apa namanya
29:48Agile
29:48lebih luwes
29:49lebih luwes
29:50lebih luwes kita
29:50dalam mengelola
29:51situasi ini
29:52misalnya
29:54target presiden
29:56untuk
29:56meningkatkan
29:58pertumbuhan
29:598%
30:02itu kan
30:04membutuhkan
30:04investment yang
30:05sangat
30:06besar
30:07iya kan
30:08sekarang bagaimana
30:10mengetrek orang
30:11untuk datang
30:11berinvestasi
30:12di sini
30:13iya kan
30:14kan itu
30:15satu
30:17masalah
30:18tapi
30:19jika Anda
30:19berpikir
30:20misalnya
30:20sisi keamanan
30:21domestik
30:23bagaimana Anda
30:24mengamankan
30:25teater Anda ini
30:26jika pada suatu
30:27waktu
30:27Anda bisa juga
30:28menjadi
30:29kolateral damage
30:31dalam satu
30:32pertempuran
30:33yang tidak
30:33ada kendalikan
30:34dalam satu
30:35perang yang
30:36tidak ada
30:37kendalikan
30:38dan
30:39perbincangan
30:39seperti ini
30:40ini tidak
30:41melulu
30:41isunya adalah
30:42juga isu
30:42ekonomi
30:43ini adalah isu geopolitik
30:44ini adalah isu
30:45keamanan
30:45dan karena itu
30:47saya juga tidak
30:47membayangkan bahwa
30:48ada hasil seketika
30:49yang bisa kita
30:50capai di situ
30:53iya kan
30:54Anda mungkin kan
30:55tidak membayangkan
30:56bahwa proses penyelesaian
30:57masalah kita
30:58seperti ketika kita
30:59keluar dari
31:00krisis tahun 65
31:02setelah G30
31:03SPKI
31:04lalu ada
31:05settlement
31:06secara
31:07politik di sini
31:08Pak Harto
31:09jarang
31:09keluar negeri
31:11tapi investment
31:11semuanya datang
31:12ke sini
31:14iya kan
31:16waktu itu adalah
31:17waktu peran dingin
31:18dimana ada
31:19pertarungan
31:20antara negara-negara
31:21adidaya ini
31:22dua blok ini
31:22untuk melakukan
31:23recruitment
31:24iya kan
31:25kalau sekarang ini
31:26kan tidak ada
31:27recruitment dalam
31:28model seperti itu
31:29sekarang ini
31:30orang semuanya
31:31men-secure
31:31eranya sendiri-sendiri
31:33dan karena itu
31:34yang perlu
31:35setiap
31:37usaha
31:37diplomasi
31:38ini pada dasarnya
31:39lebih banyak
31:39bertujuan
31:40untuk mengamankan
31:41juga
31:43teater kita
31:44sendiri ini
31:44tapi bagaimana
31:46membuat
31:46teater kita ini
31:47terasa penting
31:48di depan orang
31:50supaya kita
31:51mempunyai
31:52satu posisi
31:53dan bukan
31:54hanya ikut
31:54di meja makan
31:55pada dasarnya
31:56kalau menurut saya
31:56ada yang jauh lebih
31:57penting dari itu
31:58tapi juga ikut
31:59di dapur
31:59memasak
32:00masakan yang akan
32:01dihidangkan
32:02dalam menu
32:02di
32:04atas meja makan
32:05itu
32:05iya kan
32:06kan itu
32:08sebenarnya
32:08yang sekarang
32:09itu satu pola
32:10diplomasi baru
32:11yang
32:11perlu kita
32:13kembangkan
32:15nah
32:15karena itu
32:16sebaiknya
32:17kalau menurut saya
32:18kita tidak terlalu
32:19tertuju kepada
32:19isu teknisnya
32:21isu teknisnya itu
32:22berapa
32:23anggarannya
32:24berapa
32:25apa namanya
32:26berapa kali
32:27kunjungannya
32:29dan seterusnya
32:30juga
32:31begitu juga
32:32menurut saya
32:33hasil cepat
32:34semua asumsi
32:35tentang hasil cepat
32:36dalam diplomasi
32:37sekarang ini
32:38itu akan gagal
32:40tidak akan ada
32:40tidak akan ada
32:42sekali lagi
32:43saya ulangi
32:43tidak akan ada
32:44hasil cepat
32:44jadi kalau disederhanakan
32:46ke publik
32:46sebenarnya hasil
32:48dari kunjungan
32:48Pak Presiden Prabowo
32:50dengan bahasa awam
32:51ini apa
32:51tidak bicara soal
32:53hasil cepat
32:53yang sudah ada apa
32:54tapi apa hasil
32:55yang bisa
32:55masyarakat lihat Pak
32:56terlibat
32:57dalam proses
32:58transisi global ini
33:00dan sekarang
33:01orang melihat
33:02semuanya bahwa
33:02kehadiran Indonesia
33:04dalam proses
33:05transisi global ini
33:06itu terasa
33:07kehadiran Indonesia
33:08di situ
33:09saya juga
33:11berkunjung ke
33:12banyak negara
33:13selama
33:13satu tahun
33:14lebih satu tahun
33:15setengah
33:15saya di sini
33:16tapi saya lebih banyak
33:17terlibat dalam
33:18perbincangan
33:18yang lebih
33:20tertutup
33:21dengan banyak
33:21pihak
33:22dan semua
33:23juga orang
33:24kalau Anda
33:26berbicara
33:27misalnya
33:28dengan
33:30elit-elit
33:31di Eropa
33:31atau
33:32strategic
33:33di Eropa
33:34atau di Timur Tengah
33:37atau bahkan
33:38juga di Amerika
33:39dan juga
33:41di Asia Timur
33:42seperti ini
33:42pada dasarnya kan
33:43yang terjadi
33:45dalam proses
33:45transisi ini
33:46itu adalah
33:47strategic
33:48adjustment
33:49secara
33:50terus-menerus
33:51sampai
33:52sistemnya itu
33:53settle
33:54ini kan
33:55sistemnya
33:56tidak settle
33:56ini kan
33:57orang berubah
33:57berubah
33:58terus-menerus
33:59dan karena itu
34:00orang secara
34:01terus-menerus
34:01melakukan
34:02strategic adjustment
34:03perubahan
34:04dalam strategi ini
34:05memang menuntut
34:06manuver
34:07menuntut gerakan
34:08yang respon
34:09cepat
34:09yang seperti itu
34:10dan
34:12strategic positioning
34:13dalam situasi
34:15seperti ini
34:15itu adalah
34:16satu
34:17ijtihad yang
34:17paling rumit
34:18karena tidak
34:19gampang
34:19coba Anda
34:20membayangkan
34:21Amerika sekarang
34:22Venezuela
34:23selesai
34:24dalam waktu
34:24cepat
34:26kita pikir
34:27tadinya
34:27ada perang
34:28Amerika
34:28dengan Venezuela
34:29atau-taunya
34:29cuma penculikan
34:30presiden
34:32itu kayak
34:33belah durian
34:33durinya
34:34galak di luar
34:35begitu dibelah
34:36dengan benar
34:37isinya durian
34:37Iran ini
34:39juga dipikir
34:40saya kira
34:40Israel
34:41meyakinkan
34:41Amerika untuk
34:42terlibat ke sana
34:43karena alasannya
34:44bahwa ini
34:44operasi selesai
34:45dalam 48 jam
34:46kenyataannya
34:47kan makan
34:48kedondong
34:48manis
34:49mulus di luar
34:51dalamnya ada duri
34:52iya kan
34:53sekarang
34:54strategic adjustment
34:55yang mereka lakukan
34:56kan kita gak tahu
34:57sekarang misalnya
34:58apa yang dipikirkan
34:59oleh elit
34:59diteluk tentang
35:00bagaimana mereka
35:01mempertahankan diri
35:02ketika
35:02basis-basis
35:04militer Amerika ini
35:05ternyata tidak efektif
35:06melindungi mereka
35:07dari serangan Iran
35:07sekarang apa yang
35:09mereka pikirkan
35:10untuk mempertahankan dirinya
35:11jadi saya ingin
35:13mengatakan bahwa
35:13pada dasarnya
35:14setiap negara
35:15di dunia sekarang ini
35:16sedang menghadapi
35:17satu situasi yang sama
35:18yaitu
35:20situasi
35:21survival
35:24dan
35:24mode survival
35:26inilah pada dasarnya
35:27yang menjadi
35:27asumsi dasar
35:28dari semua kebijakan
35:29politik luar negeri
35:30presiden
35:31nah dalam kondisi
35:32seperti ini
35:33juga tadi
35:34bagaimana
35:34menyederhanakan
35:35apa yang hasil
35:36sudah didapatkan
35:37sudah dijawab oleh
35:38Pak Anies
35:38tapi berikutnya
35:39bagaimana juga
35:40untuk mengukur efektivitas
35:42peran Indonesia
35:42daya tawar Indonesia
35:44dalam proses
35:45transisi global
35:46yang sedang berlangsung ini
35:47Pak Anies
35:48dalam kondisi yang rumit
35:49ini
35:49seberapa Indonesia
35:50dipandang memang
35:51sebenarnya
35:52kalau kita
35:53melihat ya
35:54Indonesia ini kan
35:55masih relatif
35:57beruntung
35:58dalam situasi
35:59sekarang ini
36:01karena kita
36:02secara
36:03geografi
36:04lumayan jauh
36:05dari pusat-pusat
36:06konflik ini
36:07walaupun bisa menjadi
36:08teater baru
36:09dalam konflik
36:09di masa
36:10yang akan datang
36:12saat ini
36:13kita perlu bersyukur
36:14bahwa
36:15kita belum masuk
36:16sebagai dalam
36:17teater konflik
36:18yang terbuka itu
36:19tetapi yang perlu
36:20kita siapkan
36:21dalam perspektif
36:22survival mode
36:23tadi itu
36:24adalah
36:25apa yang akan
36:26kita lakukan
36:27manakala itu
36:28terjadi
36:28ya kan
36:29itu yang kita
36:31tidak bisa
36:31prediksikan
36:33apa yang akan
36:34kita lakukan
36:35manakala itu
36:36terjadi
36:36dan usaha
36:37untuk mempertahankan
36:38teater kita ini
36:39supaya tidak menjadi
36:40teater perang
36:42bagi negara-negara
36:43adidaya
36:43menurut saya
36:44itu adalah usaha
36:45yang paling berat
36:46sekarang
36:46karena itu
36:47tidak gampang
36:48sangat tidak gampang
36:49dalam konteks
36:50perang supremasi
36:51antara Amerika
36:52dengan
36:52dengan
36:53Cina
36:54jadi
36:55saya ingin
36:56mengatakan
36:56sebenarnya adalah
36:57kita perlu
36:59menjadi
37:01peserta
37:02yang terlibat
37:02secara aktif
37:04terlibat
37:05di dapur
37:06istilahnya
37:07di dapur global ini
37:08tetapi pada
37:09waktu yang sama
37:10juga harus melihat
37:11bahwa proses ini
37:12tidak akan menghasilkan
37:13hasil yang cepat
37:14karena dia adalah
37:15satu masa transisi
37:16yang panjang
37:17nah kalau Pak Presiden
37:19menghandle ini sendiri
37:20Pak Presiden
37:20punya tugas di dalam
37:21maupun luar negeri
37:22pembagian antara Pak Presiden
37:24Prabowo
37:24dengan Menteri Luar Negeri
37:25seperti apa
37:26Pak Anies
37:29selamat datang kembali
37:30di Rosi
37:30dan saya masih bersama
37:31dengan Wakil Menteri Luar Negeri
37:33Anies Mata
37:34Pak Anies
37:35ya kalau tadi
37:35bicara soal harus
37:36di dapur
37:37ada
37:37di dapur pun kan
37:38ada chefnya
37:40ada pembagian tugasnya
37:41nah sebenarnya
37:42kalau dalam kondisi
37:43saat ini
37:44dalam diplomasi luar negeri
37:45yang kita lihat
37:47di setiap teater
37:48Pak Presiden Prabowo Subianto
37:50lah yang mengugang
37:50peran utama di sana
37:52sebenarnya
37:53bagaimana pembagian perannya
37:54antara Pak Presiden
37:55dengan Pak Menlu
37:58serius betul
37:59atau Pak Menlu juga
38:03saya tidak melihat itu
38:05sekarang sebagai
38:05masalah
38:07karena pada dasarnya
38:08dari awal
38:08Presiden mengatakan
38:10bahwa kita akan
38:10bekerja sebagai tim
38:13bagaimana beliau
38:15mengatur timnya
38:15dalam setiap perjalanan
38:16menurut saya itu
38:17adalah masalah
38:18yang sangat teknis
38:19sekali
38:20saya tidak memandang
38:21itu satu hal
38:22yang harus kita
38:25pertanyakan
38:25karena
38:26asumsi dasarnya
38:27inilah yang sebenarnya
38:28yang jauh lebih penting
38:29untuk kita
38:30fahami
38:32karena
38:33saya juga
38:33menyaksikan
38:34di banyak negara
38:35yang saya
38:36kunjungi
38:37saya juga ingin
38:38mengatakan bahwa
38:38misalnya
38:39prosedur birokrasi
38:40misalnya
38:40di banyak negara
38:42itu juga ditabrak-tabrak
38:44saya banyak bertemu
38:45pejabat yang sangat tinggi
38:46yang jauh di atas saya
38:48juga tidak pakai
38:50surat menyurat
38:52di luar ya
38:53kalau ketika saya
38:54berkunjung sebagai
38:55Wemenlu
38:55saya banyak bertemu
38:57dengan orang-orang
38:57yang jauh di atas
38:59level saya
39:00yang kalau kita
39:01mengikuti prosedur
39:01birokrasi
39:02itu tidak mungkin terjadi
39:04atau di luar
39:05bidang saya
39:05tapi saya juga ketemu
39:06karena saya menganggap
39:07itu
39:09penting
39:09tapi mereka
39:11semuanya memenuhi
39:11semua permintaan
39:12seperti itu
39:13karena
39:13sekarang memang
39:15orang perlu
39:15untuk bicara
39:16karena
39:17dapur ini kan
39:18terbela-bela
39:19di mana-mana
39:20misalnya
39:21jika Anda
39:22pergi ke
39:23misalnya
39:24bertemu dengan
39:24kelompok
39:25sink tank
39:27misalnya
39:27di Eropa
39:28misalnya
39:28orang mungkin
39:29akan
39:30bertanya
39:31kenapa Indonesia
39:32masuk Brexit
39:37orang
39:37tidak akan
39:38nanya
39:38kenapa Indonesia
39:38masuk
39:39OECD
39:41kenapa Anda
39:42mengambil
39:42dua-dua langkah
39:43ini
39:43jadi ini kan
39:44ada dua langkah
39:45yang bagi banyak
39:46orang dianggap
39:46sebagai kontradiksi
39:47tapi sebenarnya
39:50bisa digabungkan
39:51karena itu
39:54menurut saya
39:55kita lebih bagus
39:55fleksibel
39:56dari
39:57sisi ini
39:58karena
39:58fleksibilitas ini
39:59ini yang sebenarnya
40:01justru sedang
40:01sangat
40:02diperlukan
40:05sekarang
40:05kalau Anda melihat
40:07dalam beberapa hari
40:08terakhir ini kan
40:09Presiden banyak
40:10menerima
40:10tamu dari luar
40:12misalnya
40:13Menhan, Qatar
40:14baru beliau terima
40:15kemudian
40:16Menlu, Turki
40:17baru beliau terima
40:18semua tidak ada
40:19jadwalnya di Kemlu
40:21enggak ada
40:22langsung aja
40:25seperti itu
40:26artinya
40:26ada di Kemlu
40:27diatur sedikit
40:28prosedurnya
40:29tetapi
40:29pada dasarnya
40:30bergerak cepat
40:32jadi artinya apa
40:33ada banyak prosedur
40:35yang biasa kita
40:36ketahui
40:36sekarang itu
40:37secara relatif
40:38banyak dilangkah-langkahin
40:39disebabkan oleh
40:40tuntutan situasi
40:42memang tuntutan situasi
40:43ini membutuhkan
40:44fleksibilitas yang
40:46sangat tinggi
40:47tapi sisi
40:47birokrasi
40:48tidak menyulitkan itu Pak
40:49tidak jadi hambatan
40:50saya tidak melihat itu
40:52hambatan yang
40:53apa namanya
40:54hambatan yang
40:55terlalu penting
40:56pastilah kalau
40:57teknis-teknis
40:58soal protokolir
40:59soal apa segala
41:00pasti akan ada
41:01masalah-masalah
41:02seperti itu
41:02tapi bahkan
41:03dalam keadaan yang
41:04sangat teratur pun
41:05terjadwal dengan
41:06rapi pun
41:07selalu ada masalah
41:08seperti itu
41:08jadi menurut saya
41:10itu no case lah
41:11yang
41:13situasi
41:13seperti itu
41:15karena gak mau serius-serius
41:17saya pengen
41:17lihat dari POV-nya
41:18Wamenlu
41:19sebenarnya
41:20di konteks mana
41:21Pak Presiden itu
41:22handover tugasnya
41:23ke Menlu
41:24maupun Wamenlu
41:24ini pengalaman
41:25jadi gak serius
41:26tapi di jalan
41:27di wapamenlu
41:28misalnya
41:29saya kan di
41:29apa namanya
41:31di dunia Islam
41:33dan secara
41:34spesifik
41:36dunia Islam ini
41:37sebenarnya
41:37target kita ini
41:38ada dua
41:38satu
41:40meng-attract
41:42lebih banyak
41:42investasi
41:43ke sini
41:44dan yang
41:45kedua
41:46integrasi
41:49sosial
41:50politik
41:50yang lebih kuat
41:51dengan
41:51apa namanya
41:52dengan
41:53dunia Islam ini
41:56misalnya
41:57kalau Anda
41:58melihat
41:58dalam perjalanan
41:59paling tidak
42:00dalam portfolio
42:00saya ya
42:03ada bagian
42:04yang saya terlibat
42:05secara
42:06pribadi
42:07sangat kuat
42:09ada bagian yang
42:09saya tidak terlalu
42:10terlibat secara
42:11pribadi
42:11tapi ada dalam
42:12keseluruhan
42:13portfolio
42:13misalnya
42:14kalau Anda
42:14melihat hubungan
42:15dengan Turki
42:17trade kita ini
42:18berkembang
42:18secara relatif
42:19baik dengan
42:20Turki
42:22juga dengan
42:23Mesir
42:24juga dengan
42:25Arab Saudi
42:26dengan Emirat
42:27dan juga dengan
42:28Turki
42:29iya kan
42:31beberapa negara
42:32yang menjadi
42:32fokus presiden
42:34karena ini kawasan
42:35beliau memahami
42:35bahwa
42:36ini akan menjadi
42:36pusaran konflik
42:37dan di satu
42:39sisi kita
42:39mesti punya
42:40andil
42:41dalam proses
42:42mendorong
42:43kawasan ini
42:44berubah dari
42:46zona konflik
42:47menjadi zona
42:47pembangunan
42:48satu sisi
42:49sebagai istilahnya
42:50cita-cita
42:51diplomasi kita
42:52ke arah itu
42:53tapi
42:53situ selain
42:55kita ingin
42:55menjadikan mereka
42:56sebagai strategic
42:57partners kita
42:58dalam
43:00pembangunan
43:01disamping
43:02memperkuat
43:02ikatan
43:03identitas kita
43:04bersama
43:05sebagiannya
43:06saya terlibat
43:07secara sangat
43:07teknis sekali
43:08sebagiannya
43:08saya tidak terlibat
43:09tetapi
43:09sebagai arah
43:10keseluruhan
43:11presiden sendiri
43:12mempunyai arah itu
43:13dan dalam prosesnya
43:14Bapak tadi bilang
43:15dalam proses yang rapi
43:16pasti ada kendalanya
43:17fleksibel pun
43:18sama demikian
43:19maka dari itu
43:20kritik pun kan
43:21tidak terhindarkan
43:22ada banyak kritik
43:23muncul dari berbagai
43:24lapisan masyarakat
43:25tidak bahas
43:26orang per orang
43:26tapi kritik itu kan
43:28muncul
43:28dari juga
43:29kepedulian
43:30atau care
43:31terhadap
43:31apa yang jadi
43:32ekspektasi
43:32masyarakat
43:33pemerintah itu
43:34menanggapi
43:35kritik yang datang
43:36seperti apa sih
43:37Pak Anies
43:39apakah
43:40defensif bahwa
43:41merasa
43:42ini sudah dilakukan
43:43semaksimal mungkin
43:44apa membuka
43:45keran kritik itu
43:46dan bagaimana
43:47kalaupun iya
43:47pada dasarnya sih
43:48kita
43:49saya tumbuh
43:51terlibat dalam
43:52politik
43:53di era demokrasi
43:54jadi
43:55tidak ada yang istimewa
43:56bagi saya
43:57dari semua kritik kiri
43:58yang sedang terjadi
43:59di era Pak
44:01Ibu Megawati
44:02kritik seperti itu
44:03kencang
44:03di era Pak SBY
44:05juga sama kencangnya
44:06di era Pak Jokowi
44:07juga sama kencangnya
44:08sekarang juga sama kencangnya
44:10tidak ada hal yang
44:11terlalu istimewa
44:12dan menurut saya
44:13itu menandakan
44:15bahwa sistem demokrasi
44:17kita bekerja dengan baik
44:19itu maknanya
44:20itu maknanya
44:21bahwa kalau Anda melihat
44:22misalnya dalam dua hari
44:23terakhir ini
44:24empat orang
44:25anggota kabinet
44:26misalnya ditahan
44:28itu artinya apa
44:30itu ada keseimbangan
44:31institusional
44:33bahwa
44:36cabang eksekutif ini
44:37bisa sangat powerful
44:39tetapi itu tidak akan
44:41mengurangi
44:41sifat
44:42lembaga yudikatif
44:44untuk juga menjadi
44:45powerful
44:47iya kan
44:49siapa yang bisa
44:50nyangka kan
44:50seperti itu kan
44:52ini artinya apa
44:53sistem ini bekerja
44:53dan sistem ini
44:57dia mempunyai
44:58dinamika menciptakan
44:59check and balances
45:00dengan sendirinya
45:01jadi pada dasarnya
45:03kritik ini baik-baik saja
45:04semuanya
45:04kalau begitu
45:05dan jawabannya juga
45:07adalah bagian dari
45:07pertanggung jawabannya
45:09seperti itu
45:09nanti ada kritik lagi
45:10dan seterusnya
45:11menurut saya itu
45:12situasi dialektis
45:13seperti itu
45:14itu adalah
45:15tanda dinamika
45:16sosial yang bagus
45:17yang sehat
45:17itu menurut saya
45:19tanda bahwa
45:20sistemnya itu
45:20bekerja dengan baik
45:21dan ini juga berarti
45:22bahwa
45:22di luar dari cabang
45:24legislatif
45:25cabang
45:26apa namanya
45:27eksekutif
45:28dan yudikatif ini
45:29civil society juga
45:30bekerja dengan baik
45:31iya kan
45:32menyampaikan peran kritiknya
45:34dan meluruskan
45:35pemerintah secara
45:36terus menurus
45:37itu pertanda bagus
45:38menurut saya
45:39dan bagaimana agar
45:40substansi kritiknya ini
45:42betul-betul didengarkan
45:43pemerintah
45:43bukan fokus pada
45:44caranya tidak sopan
45:46caranya tidak
45:46sesuai etika
45:47bagaimana mendudukan ini
45:49agar memang
45:49substansinya diserap
45:50civil society didengarkan
45:52dan diplomasi juga
45:53berjalan dengan baik
45:54kan pada dasarnya
45:54kita juga tunduk kepada
45:57basis kultural kita sendiri
45:59apa yang dianggap
46:01sopan di satu negara
46:02mungkin tidak sopan
46:03di negara yang lain
46:05menurut saya
46:05cita rasa seperti itu
46:07fleksibel sajalah
46:08kita menilainya
46:09gitu
46:09kita tidak perlu
46:11terlalu serius
46:12dari sisi cita rasa itu
46:14orang-orang di sini
46:15yang punya pendidikan
46:16di barat
46:17atau besar di barat
46:18misalnya begitu pulang
46:19mungkin dia akan bicara
46:21lebih belak-belakan
46:22dan seterusnya
46:23orang-orang yang tumbuh
46:25di sini
46:25mungkin akan mempertahankan
46:27substansi dan kesopanan
46:30sekaligus
46:30menurut saya sih
46:31itu biasa sajalah dulu
46:32jadi
46:34tidak ada yang terlalu
46:36menurut saya tidak ada
46:37yang terlalu istimewa
46:38di situ ya
46:39itu karena hal-hal
46:40seperti itu
46:40kembali kepada soal
46:42cita rasa budaya
46:43tapi secara umum
46:45overall
46:46dalam perspektif
46:47kalau kita dalam perspektif
46:48kenegaraan
46:49dalam perspektif
46:50sistem
46:51ini menandakan
46:52bahwa demokrasi kita
46:53itu berjalan dengan baik
46:55ya kan
46:56ada orang mengeritik
46:57terbuka
46:58presiden dan seterusnya
46:59menghina dan seterusnya
47:00dan seperti itu
47:01ya kan
47:02sehat seperti itu
47:03pasti ada yang
47:05sisi emosi yang
47:06kalau kita anggap
47:07ya tidak sopan juga ya
47:08kayak begitu
47:08ada orang yang memandang
47:09seperti itu dan seterusnya
47:10tapi ya itulah masyarakat
47:13ya kan
47:13dan itulah fungsi
47:14check and balance
47:15iya itu fungsi check and balance
47:16seperti itu
47:17Pak
47:18wamenlu
47:19terima kasih sudah hadir
47:20di program
47:20jangan terlalu serius
47:22terima kasih banyak
47:23atas waktunya
47:25Wakil Menteri Luar Negeri
47:26Republik Indonesia
47:27Pak Anies Mata
47:28sudah berbagi perspektif
47:29terima kasih banyak
47:31soal menakar politik
47:32luar negeri
47:33terima kasih
47:35Pak
47:35terima kasih Pak Friska
47:36dan terima kasih Anda
47:37saudara telah menyaksikan
47:38Rossi
47:38kita jumpa lagi
47:39Kamis depan
47:40hanya di Kompas TV
47:41independen
47:42terpercaya
47:43saya Friska Klarissa
47:44selamat malam
47:45sampai jumpa
47:47silahkan
47:47selamat menikmati
47:48selamat menikmati
47:50selamat menikmati
Komentar