- 2 jam yang lalu
- #dadanhindayana
- #prabowo
- #bgn
- #mbg
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana dan Soni Sanjaya pernah menerima tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto atas dedikasinya dalam program pemenuhan gizi.
Namun status mereka kini berubah, setelah Prabowo resmi mencopot keduanya dari jabatan pimpinan BGN. Kejaksaan Agung pun menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, tiga pimpinan BGN sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyimpangan tata kelola MBG.
Dalam acara Building Indonesia Future Generation Through Nutrition, Presiden Prabowo mengingatkan, jika makan adalah hal sakral sehingga tidak boleh menjadi sarana memperkaya diri.
Dalam kasus korupsi penyimpangan tata kelola Makan Bergizi Gratis, Kejagung menyebut tiga mantan pimpinan BGN, Dadan cs terafiliasi dengan sejumlah SPPG.
Ketiganya berperan meloloskan SPPG yang tak memenuhi syarat dan menerima insentif miliaran rupiah setiap harinya.
Berkaca dari kasus korupsi ini, peneliti PUKAT UGM, Zaenur Rohman menilai, pemerintah harus membuka data yayasan pengelola SPPG, agar dapat diawasi oleh masyarakat.
Kasus korupsi yang menyeret tiga pimpinan BGN, tak hanya soal tata kelola MBG tetapi juga adanya mark up anggaran terhadap sejumlah pengadaan barang, seperti motor listrik, tablet, dan televisi hingga sepatu.
Tiga mantan pimpinan BGN terjerat kasus korupsi tata kelola MBG, hingga diganti oleh Presiden Prabowo.
Lantas bagaimana transparansi pengelolaan MBG saat ini, kita bahas bersama, Politisi Gerindra Andre Rosiade dan Ibnu Syamsu Hidayat dari Themis Indonesia yang juga bagian dari MBG Watch.
Baca Juga Dadan Cs Tersangka, Kejagung Usut Jual-Beli Dapur SPPG dan Insentif Miliaran Rupiah | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/672929/dadan-cs-tersangka-kejagung-usut-jual-beli-dapur-sppg-dan-insentif-miliaran-rupiah-kompas-petang
#dadanhindayana #prabowo #bgn #mbg
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672931/full-mbg-watch-dan-andre-rosiade-soal-dadan-cs-diduga-terima-insentif-rp1-miliar-per-hari
Namun status mereka kini berubah, setelah Prabowo resmi mencopot keduanya dari jabatan pimpinan BGN. Kejaksaan Agung pun menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, tiga pimpinan BGN sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyimpangan tata kelola MBG.
Dalam acara Building Indonesia Future Generation Through Nutrition, Presiden Prabowo mengingatkan, jika makan adalah hal sakral sehingga tidak boleh menjadi sarana memperkaya diri.
Dalam kasus korupsi penyimpangan tata kelola Makan Bergizi Gratis, Kejagung menyebut tiga mantan pimpinan BGN, Dadan cs terafiliasi dengan sejumlah SPPG.
Ketiganya berperan meloloskan SPPG yang tak memenuhi syarat dan menerima insentif miliaran rupiah setiap harinya.
Berkaca dari kasus korupsi ini, peneliti PUKAT UGM, Zaenur Rohman menilai, pemerintah harus membuka data yayasan pengelola SPPG, agar dapat diawasi oleh masyarakat.
Kasus korupsi yang menyeret tiga pimpinan BGN, tak hanya soal tata kelola MBG tetapi juga adanya mark up anggaran terhadap sejumlah pengadaan barang, seperti motor listrik, tablet, dan televisi hingga sepatu.
Tiga mantan pimpinan BGN terjerat kasus korupsi tata kelola MBG, hingga diganti oleh Presiden Prabowo.
Lantas bagaimana transparansi pengelolaan MBG saat ini, kita bahas bersama, Politisi Gerindra Andre Rosiade dan Ibnu Syamsu Hidayat dari Themis Indonesia yang juga bagian dari MBG Watch.
Baca Juga Dadan Cs Tersangka, Kejagung Usut Jual-Beli Dapur SPPG dan Insentif Miliaran Rupiah | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/672929/dadan-cs-tersangka-kejagung-usut-jual-beli-dapur-sppg-dan-insentif-miliaran-rupiah-kompas-petang
#dadanhindayana #prabowo #bgn #mbg
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672931/full-mbg-watch-dan-andre-rosiade-soal-dadan-cs-diduga-terima-insentif-rp1-miliar-per-hari
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:013 mantan pimpinan BGN terjerat kasus korupsi tata kelola MBG hingga diganti oleh Presiden Prabowo
00:08Lantas bagaimana transparansi dan pengelolaan MBG saat ini kita bahas bersama dengan politisi Partai Gerindra
00:15Bung Andri Rosyada dan juga Ibnu Samsu Hidayat dari Temis Indonesia yang juga bagian dari MBG Watch
00:22Selamat sore Bapak-Bapak semoga sehat-sehat selalu
00:25Saya ke Bung Ibnu terlebih dahulu, Bung Ibnu untuk saat ini kita mengetahui bahwa Kejaksaan Agung kemarin mengungkapkan fakta yang
00:33mengujudkan
00:34Bahwa adanya afiliasi ya San terhadap para tersangka sebesar 1 miliar perharinya dan juga adanya markup anggaran beberapa pengadaan barang
00:44dan jasa
00:45Menurut Anda apa saja yang salah dalam pengawasan MBG selama ini?
00:50Oke, terima kasih Mas atas pertanyaannya
00:53Kami di Temis Indonesia bagian dari koalisi dari MBG Watch mencatat dari koalisi ini dari membuka laporan begitu ya
01:04Laporan warga sejak bulan Oktober 2025 sampai April 2026
01:11Jumlah laporan warga itu sangat tinggi dalam hal ini misalkan tidak sesuai dengan anggaran harian begitu
01:21Itu jumlahnya 268
01:24Kemudian terkait dengan saran menu yang lebih baik atau variatif itu 264
01:34Dukaan penyalahgunaan mewenang SPPG itu ada 204
01:39Dan masih banyak laporan-laporan yang kami terima di MBG Watch terkait dengan penyalahgunaan atau dugaan-dugaan maladministrasi dan lain
01:50-lain
01:50Dan kemudian ada juga laporan-laporan terkait dengan adanya titik-titik yang itu diperjualbelikan
01:56Nah kemudian yang menjadi permasalahan juga adalah selama satu tahun perjalanan MBG itu belum ada perpres
02:04Dan perpres baru diterbitkan di akhir tahun
02:08Dan kemudian pertanyaan lanjutan permasalahan dari MBG ini adalah minimnya partisipasi masyarakat
02:15Dan kemudian tidak adanya pengawasan dari masyarakat yang bisa mengawasi terkait dengan tata koala pengandaan barang dan jasa
02:22Padahal kita tahu bahwa pengadaan barang dan jasa itu harus transparan, akutabel
02:28Akan tetapi hal ini karena di dalam proses pikiran ini memilih proses penunjukan langsung begitu ya
02:36Tanpa lelang, maka kita tidak mengetahui siapa yang ditunjuk itu
02:40Dan apakah di dalam proses penunjukan langsung itu sudah ada deal-deal di belakang
02:45Itu mas sebenarnya kendalanya
02:47Oke saya ke Bung Andri, Bung Andri tiga pimpinan BGN menjadi tersangka dalam korupsi pengelolaan MBG
02:54Untuk saat ini Anda sebagai anggota DPR, Komisi 6 dan juga fraksi dari Partai Gerindra
02:59Melihat bagaimana proses ini bisa terjadi dan apa saja pengawasan yang telah berjalan selama ini
03:09Bung Andri
03:16Oke, baik terima kasih
03:18Ya, mengenai pergantian kepala BGN ini menunjukkan sebenarnya Presiden Prabowo menengarkan aspirasi banyak pihak
03:29Dan masyarakat mungkin termasuk dari BGN Watch ini
03:33Nah, juga termasuk laporan dari BPKP, lalu juga Kejaksaan, serta KPK ya
03:43Dan juga PPATK
03:45Ini kan laporan-laporan berbagai hal yang masuk inilah yang menjadi dasar Presiden Prabowo untuk melakukan pergantian kepala BGN
03:55Itu yang pertama
03:55Yang kedua, penangkapan tiga pimpinan kepala BGN dan juga dua wakil kepalanya
04:03Ini menunjukkan apa?
04:05Ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo terhadap pemberantasan korupsi
04:11Meski ya, kan kita dengar pidato Presiden kemarin disentul bagaimana dia sedih, orang dekatnya
04:18Meski Pak Dadan itu dekat dengan Presiden, tapi ini menunjukkan bahwa Pak Dadan dan tim itu tidak kebal hukum
04:26Ya, karena memang di era Presiden Prabowo tidak ada satupun yang bisa kebal hukum
04:35Dan ini komitmen Pak Prabowo dari awal
04:45Sejak zaman kampanye yang dilunjukkan bahwa pemberantasan korupsi adalah komitmen pemerintahan Presiden Prabowo
04:58Dan ini dibuktikan bahwa orang dekat dengan beliau itu diproses secara hukum dan sudah ditahan oleh kejaksana hukum
05:14Yang ketiga, yang paling penting, kita tahu sama mau tahu ya Mbak Nani, SDR itu kan ditugaskan oleh Presiden
05:24Dalam beberapa waktu yang lalu, pertama jadi wakil kepala BGN
05:31Itu setelah mendengarkan banyak masukan, aspirasi dari masyarakat dan berbagai lembaga yang menyatakan bahwa pelaksanaan MBG ini banyak bermasalah
05:48Oke, tampaknya kami mengalami gangguan teknis
05:52Ya, silakan dilanjutkan Bu Andri
05:55Ya, jadi sejak Mbak Nani SD yang dilantik menjadi wakil kepala BGN
06:04Itu sudah 8.200 lebih dapur yang ditutup ya
06:10Itu menunjukkan bahwa BGN terbuka terhadap masukan dan terus melakukan pembenahan sesuai masukan dan aspirasi masyarakat
06:20Dan ke depan tentu dengan pergantian kepala BGN dan jajarannya
06:24Tentu Presiden sudah memberikan arahan yang jelas bagaimana program MBG yang dikelola BGN ini harus lebih baik ke depan
06:33Lebih transparan dan tentu taat terhadap SOP dan juga tujuan
06:38Kenapa MBG ini dilaksanakan oleh pemerintah Presiden Prabowo ya ini bagaimana memberikan asupan gizi kepada ibu hamil, balita, anak-anak
06:51sekolah dan lain-lain
06:53Sehingga target kita ya yang sekarang 61-62 juta bisa mencapai 80 juta penerima manfaat dan juga bisa membuka 3
07:04juta lapangan pekerjaan
07:05Itu insya Allah bisa tercapai
07:07Tapi yang jelas BGN saya meyakini Mbak Nani dan tim terus melakukan perbaikan, menerima masukan dan terus melakukan improvement
07:17Agar ke depan seluruh harapan masyarakat SOAP pelaksanaan MBG ini bisa sesuai dengan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh Presiden
07:27Prabowo
07:28Ya tapi Ibu Andri, catatan kritisnya bahwa dari temuannya ke Jagung bahwa adanya afiliasi yayasan terutama untuk SPPG yang kemudian
07:36sebagai dapur MBG
07:38Dan dari laporan ICW pada tahun lalu ada sekitar 102 yayasan terafiliasi terhadap pejabat negara dan juga sejumlah institusi
07:47Untuk saat ini seperti apa sebenarnya pengawasan dan agar kasus serupa seperti ini terutama afiliasi yayasan terhadap pimpinan BGN itu
07:55tidak terjadi kembali?
07:58Ya tadi saya sudah komunikasi dengan Mbak Nani, Kepala BGN ya
08:03Tadi sudah beliau sampaikan sejak beliau masuk itu sudah 8.200 dapur yang ditutup mas
08:10Jadi ini menunjukkan bahwa seluruh laporan masyarakat terhadap dapur-dapur yang memasalah itu dimenahi
08:18Itu yang pertama, yang kedua tentu ya seluruh permasalahan yang terjadi tentu akan dimenahi satu per satu ya
08:24Makanya Presiden menunjuk Mbak Nani untuk memenahi nih
08:27Ya kita pahamlah ya dengan pergantian hari ini yang dilakukan Presiden dan penegakan hukum
08:33Menunjukkan bahwa pemerintah itu mendengarkan masukan dan aspirasi dari masyarakat
08:39Bahwa hal-hal yang ada masalah tentu akan diperbaiki oleh pemerintah
08:45Nah sambil tentu program ini harus terus-terus berjalan
08:48Bagaimana pemerintah memastikan bahwa masyarakat ya
08:52Ibu-ibu hamil, ibu-ibu menyusui, ibalita, dan juga anak-anak sekolah tetap bisa mendapatkan asupan gizi dan makan bergizi
09:04secara gratis oleh pemerintah
09:05Nah itu tetap akan berjalan, tapi seluruh hal yang masih kurang tentu akan diperbaiki dan dibenahi terus oleh BGN
09:12Di bawah kepimpinan Mbak Nani dan teman-teman yang baru ini
09:15Oke saya ke Bung Ibnu, Bung Ibnu untuk saat ini tentu ada pergantian pimpinan dan juga saat ini diisi oleh
09:21Ibu Nani
09:21Lalu juga ada Majen dari Wakil Direktur Utama PT Agrinas
09:30Dan juga untuk saat ini apakah pergantian dari pimpinan BGN ini dapat mencegah tindakan-tindakan
09:35Atau juga memperbaiki tata kelola yang selama ini terjadi
09:41Harapannya begitu ya mas, harapannya ada perubahan terkait dengan adanya pergantian kepala BGN dan wakilnya
09:49Akan tetapi menurut saya ada hal yang sangat penting untuk diperbaiki selain pergantian dari organisasi atau dari struktural yang ada
09:57di BGN
09:59Dari kasus ketua BGN atau mantan ketua BGN dan wakilnya
10:04Itu kan menunjukkan bahwa adanya yayasan yang terafiliasi dengan dirinya
10:08Dan kemudian itu menguntungkan dirinya
10:11Artinya menguntungkan tiga tersangka yang telah ditetapkan oleh kejaksaan
10:16Dan yang kemudian dipertanyaan adalah
10:18Ada pernyataan dari si mantan ketua BGN yang menyatakan bahwa
10:24Banyak misalkan afiliasi-afiliasi politik dan kemudian DPR-DPR di daerah maupun di DPR RI begitu
10:33Dalam pernyataan di sosial media, di dalam media
10:36Yang menyatakan bahwa memang ada yayasan-yayasan yang terafiliasi dengan partai politik
10:42Atau terafiliasi dengan politik DPR maupun DPRD di daerah
10:46Hal ini menunjukkan bahwa hal yang urgent harus diperbaiki segera menurut saya adalah hal itu
10:53Konflik kepentingan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, pejabat negara, anggota DPR di pusat maupun di daerah yang mengelola SPPG ini
11:04Karena jelas di dalam undang-undang tipikor di dalam pasal 12 huruf I itu juga sudah menelarang begitu atas konflik
11:13kepentingan
11:14Menurut saya hal yang sangat urgent adalah terkait dengan pengelolaan SPPG ini
11:20Ini harus dibuka beneficial honor di setiap yayasan yang sudah berjalan
11:26Ini harus dibuka oleh pimpinan yang baru sehingga pengawasan dari masyarakat itu bisa melihat
11:32Dari yayasan ini sebenarnya siapa yang pemilik modalnya dan kemudian bisa diawasi oleh masyarakat
11:39Nah itu mas harapannya yang sebenarnya bisa dilakukan selain terkait dengan pengadaan barang janjasa yang itu harus dibuka
11:46Karena dari kasus yang sudah ada misalkan terkait dengan motor listrik
11:51Itu kan sebenarnya sudah viral beberapa bulan yang lalu dan kemudian kejaksaan menemukan beli tindak bidana korupsi
12:00Dan menyatakan bahwa memang itu ada permasalahan di dalam pengadaan motor listrik
12:05Hal-hal yang demikian menurut saya itu harus diperbaiki terkait dengan pengadaan barang janjasa
12:11Itu mas
12:12Ya Bung Andri bahwa saat ini posisi ketua kepala diisi oleh Ibu Nani dan juga wakil BGN diisi oleh wakil
12:19BPKP
12:20Ibu Agustina Darum Sari dan juga Majen TNI Trenggono
12:24Untuk saat ini menurut Anda tadi juga Anda menyampaikan Ibu Nani telah menyetop 8200 dapur MBG
12:30Yang juga diduga ada mismanagement
12:33Untuk saat ini Anda menyakini bahwa nama-nama tiga nama tersebut dapat mampu mengelola secara baik
12:39Dan mencegah penyelewengan yang terjadi terhadap anggaran
12:45Ya tentu kami punya keyakinan ya bahwa tiga orang pilihan presiden ini akan betul-betul
12:53Apalagi dengan track record ya mereka bertiga dan rekam jejak mereka bertiga
12:59Ya tentu kita sangat optimis bahwa tiga orang tokoh ini di bawah kepimpinan Mak Nani
13:06Benar-benar akan bekerja sesuai dengan harapan masyarakat termasuk harapan Mas Ibnu Mas Ibnu Samsu tadi ya
13:13Bahwa seluruh masukannya tentu ini didengar
13:15Ya yang pasti BGN tentu membuka diri terhadap masukan
13:20Pemerintah membuka diri terhadap kritik dan saran
13:24Dan ini sudah diwujudkan oleh pemerintah dengan mengganti tiga pimpinan kepala BGN
13:30Dan juga dua wakilnya termasuk melakukan proses hukum terhadap tiga orang pimpinan BGN
13:35Itu menunjukkan bahwa pemerintah terbuka terhadap salah kritik
13:39Terbuka terhadap segala masukan yang konstruktif
13:42Dan itu diwujudkan dengan pergantian dan juga perdagakan hukum terhadap orang-orang yang bersalah
13:50Saya rasa kita berikan kesempatan ketiga orang yang sudah dipilih ini untuk bekerja keras
13:57Untuk memenahi BGN
13:59Dan harapannya tentu MBG ini bisa berjalan dengan lancar
14:04Dan bisa bertambah penerima manfaatnya menjadi 80 juta lebih
14:09Dan juga bisa membuka 3 juta lapangan pekerjaan untuk masyarakat
14:13Dan tentunya seluruh prosesnya berjalan transparan sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia
14:20Saya kembali ke BGN tadi Anda menyampaikan terkait dengan afiliasi yasa
14:24Namun juga ada pengadaan barang dan jasa yang juga diungkapkan
14:28Terkait dengan motor listrik, kemudian sepatu dan juga kos kaki
14:32Maupun juga TV 75 inch
14:33Untuk saat ini solusi konkret apa pengawasan
14:36Karena dalam temuannya kejaksaan agung bahwa ada intervensi
14:41Terhadap jabat pembuat komitmen
14:44Terkait dengan pengadaan barang jasa oleh pimpinan atau mantan pimpinan BGN yang lalu
14:48Seperti apa pengawasan yang efektif agar kejadian ini tidak terjadi
14:55Yang menjadi langkah ke depan adalah ketika melakukan penunjukan langsung
15:00Karena di dalam proses pengadaan barang dan jasa itu ada sistem swakelola begitu ya
15:05Dan kemudian itu bisa dilakukan dengan proses penunjukan langsung
15:09Melalui perpres yang sudah ada begitu terkait dengan pengadaan barang dan jasa
15:14Menurut saya yang perlu diperhatikan adalah dalam proses pengadaan barang dan jasa
15:19Ketika itu adalah penunjukan langsung
15:22Yang harus diperhatikan adalah bagaimana aktor atau bagaimana profil dari entitas perusahaan yang ditunjuk
15:33Atau penunjukan langsung itu
15:35Menurut hemat saya ya
15:37Dalam hal proses penunjukan langsung harus diperhatikan rekam jejak dari entitas bisnisnya
15:43Dan kemudian pastikan bahwa tidak ada konflik of interest di belakangnya
15:49Beneficial owner dari pemilik bisnis ini ada hubungan dengan misalkan BGN dan lain-lain itu
15:56Nah itu ya harus dipastikan
15:57Kemudian yang kedua adalah permasalahan dari 8.000 yang sudah ditutup oleh Bu Nani tersebut
16:05Itu adalah masih menurut kami adalah kumulasi atau kumpulan dari SPPG-SPPG yang bermasalah
16:13Tidak hanya misalkan hanya 88.000 itu adalah terkait dengan fraud
16:19Yang berkaitan dengan indikasi terkait dengan yayasan yang berafiliasi dengan pejabat negara
16:26Akan tetapi hal-hal yang tidak memenuhi standar SOP
16:30Menurut saya itu suatu hal yang harus dipisahkan
16:32Harus terbuka
16:33Berapa banyak yang memang sudah ditutup saat ini
16:378.000 ini apakah memang terkait dengan penutupannya
16:42Karena faktor adanya konflik kepentingan
16:47Antara pengelola yayasan dengan SPPG dengan BGN
16:52Atau misalkan permasalahan-permasalahan lain
16:54Menurut saya 8.000 itu harus dibuka kepada publik
16:57Permasalahan apa sebenarnya
16:59Atau misalkan karena sanitasi yang tidak sesuai
17:02Atau misalkan pembangunan tempat pemilaan untuk makanan itu tidak sesuai
17:07Atau misalkan itu hal-hal lain yang diluar dari konflik kepentingan itu
17:12Nah itu harus dibuka menurut saya
17:13Ini merupakan momentum perbaikan dan pemenahan terhadap tata kelola MBG
17:18Dan kita nantikan komitmen dari Ibu Nani dan juga wakil BGN
17:24Untuk melakukan pemenahan terutama
17:26Memastikan transparansi, akutabilitas dan juga pengawasan
17:30Dan terbuka bagi publik
17:31Sekali lagi terima kasih informasinya dari
17:34Bung Andre Rosyada, politisi Partai Gerindra
17:36Dan juga Bung Ibnu Samsu Hidayat
17:38Temis Indonesia bagian dari MBG Watch
17:41Telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Petang
17:43Sehat setelah lalu
17:44Selamat menikmati
Komentar