00:00Sehat semua teman-teman, mohon maaf yang WA yang apa memang belum saya jawab karena biar terjadi keadilan, kita lakukan
00:12compress.
00:13Nanti kalau satu saya jawab, keluar duluan kan waktu ini terjadi penganak tirian.
00:25Kemudian, sebetulnya kami juga akan compress kemarin, tapi ternyata kemarin seharian kami ada di Sentul.
00:34Lalu hari ini kami baru selesai, baru saja selesai melakukan rapat koordinasi kami para pimpinan baru di Badan Gizi Nasional.
00:50Sebelum saya menyampaikan, karena tadi sudah ada yang tanya, ibu apa hari ini acaranya apa kami rapat konsolidasi bocorannya dong.
01:01Nah, nanti tak bocorkan ke semua bahwa apa sebetulnya konsolidasi kita hari ini.
01:08Sebelum saya menuju ke angle utamanya, saya kenalkan diri saya, teman-teman sudah kenal.
01:16Saya Nani Estiang, Sarjana Biologi ya, saya ulang bukan Sarjana Kehutanan, Sarjana Biologi.
01:24Kemudian, tadinya Wakil Kepala BPN.
01:30Sebelah saya, Ibu Agustina Arum Sari, AKMH, beliau sudah 34 tahun di bidang pengawasan dan audit.
01:44Sebelumnya, beliau merupakan wakil dari Kepala BPKP.
01:52Dengan tugas dari Pak Presiden, sesuai dengan keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan super ketat patah kelola dan keuangan negara
02:10yang di BPN.
02:15Kemudian, di sebelah saya, Bapak TNI Trenggono SIMAP, sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif,
02:25saya tanyakan sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun.
02:36Tapi, proses pengunduran dirinya sudah dilakukan berlangsung sejak kemarin.
02:43Beliau, mengapa mungkin pertanyaannya kalau ada militer?
02:48Beliau sebelumnya adalah wakil direktur utama PT Agrinas, Pangan, Nusantara.
02:53Kenapa ada militer?
02:55Nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial.
03:07Pada hari ini, kami, unsur pimpinan, telah memulai konsolidasi internal BPN.
03:16Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan, rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran.
03:31Kami konsen, hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong 2, tinggal 268.
03:53Kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran.
04:02Jadi, kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang.
04:10Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah pertama, refocusing penerima manfaat.
04:23Dua, moratorium dapur titik-titik baru.
04:29Tiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas termasuk
04:45perbaikan dan pelatihan SDM.
04:49Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan melakukan suspensi.
04:56Empat, merealisasikan program MBG untuk daerah 3T, tertinggal, terdepan, dan terluar dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani ABBN.
05:15Nah, itulah yang sore hari ini kami konsolidasikan, jadi kami fokus kepada efisiensi anggaran.
05:28Demikian dari kami, dan insya Allah kita akan bertahap bicaranya, kita akan adakan jumpa pers, sesering mungkin, mungkin minggu depan
05:44juga kita akan jumpa pers lagi, tentang tema-tema yang lain.
05:48Tapi sore hari ini, kita akan berbicara pada efisiensi anggaran.
05:53Terima kasih.
05:54Baik, terima kasih Ibu Nani.
05:56Kan beresin dulu ini.
06:00Misalnya di sekatu kecamatan ini cukup kok 6 saja.
06:04Sudah, ya 6 saja.
06:07Jadi moratorium, nah, lalu apakah nanti dibuka?
06:10Kalau kemudian setelah kita lihat kurang, baru kita buka lagi pendaftarannya.
06:19Jadi kami beresi dulu, mas.
06:20Beresi dulu.
06:21Karena apa?
06:22Jujur sekarang yang lumpuh ini dianglumerasi, yang 3T belum kesentuh.
06:27Jadi Pak Presiden pesennya, kami harus ke 3T dulu.
06:33Demikian, mas.
06:38Berapa lama Bu ini untuk moratoriumnya?
06:41Ya, secepatnya lah ya.
06:43Pokoknya, ya, kan kita intinya pemerataan.
06:49Pemerataan itu dalam arti bukan pemerataannya dapurnya harus dapet PM itu enggak.
06:53Tapi pemerataan dalam arti semua anak-anak harus dapet.
06:56Tapi juga tidak dengan banyak dapur.
06:59Kalau banyak dapur kan tidak efisien.
07:01Karena kita sewa dapur, Tom.
07:03Nah, ini untuk kita rem dulu.
07:06Rem dulu dan ditata.
07:08Berapa kira-kira misalnya satu kecamatan, satu kabupaten ini idealnya berapa?
07:13Ini gampang banget.
07:14Cepat karena kan kita sekarang kerjasama dengan bigdasmen, dengan Kemenduk Bangga ya.
07:22Jadi untuk menghitung nanti berapa sebetulnya yang dibutuhkan.
07:27Demikian.
07:28Ya, mungkin dari tengah.
07:31Lalu nanti ujung kanan.
07:37Selamat sore, Bu Nahani.
07:39Pernahal saya Lydia dari berita nasional.com.
07:41Ibu izin tadi sempat dibilang untuk yang di 3T itu dengan metode, dengan model lain gitu ya nanti MBG-nya
07:49itu mungkin bisa dibagikan bagaimana.
07:53Dan anggarannya tadi kan mau dipotong.
07:57Kira-kira udah ada rinciannya belum, Bu?
07:59Besarannya bagaimana yang bisa diepesiasiinkan dan yang untuk di 3T difokuskan kira-kira berapa gitu?
08:06Terima kasih.
08:07Terima kasih, Mbak Lydia.
08:13Aku, kita akan hari pertama urung hitung-hitung angka, Mbak.
08:16Tapi belum kita hitung-hitung angka, tapi intinya.
08:19Bulu kan formalisinya menggunakan dibangun dengan pakai seluruhnya anggaran negara.
08:25Yang sekarang itu kita coba ada alternatif-alternatif lain.
08:30Misalnya, misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain.
08:37Itu banyak loh hibah-hibah ini.
08:39Bahkan sekarang sudah ada juga beberapa yayasan yang menerima hibah untuk membangun dapur.
08:44Kemudian ada juga misalnya kalau ada pengusaha, dia berinvestasi di tempat yang terpencil.
08:53Kemudian ada sekolah, ada lain-lain.
08:56Mereka juga punya CSR kan?
08:59Nah, itu untuk bisa membangun.
09:01Jadi ada beberapa alternatif.
09:03Intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN.
09:08Yang dulu kan full 100% mau dibiayai oleh APBN.
09:13Nah, dan kita juga ininya tidak harus membangun dapur baru.
09:17Itu prinsipnya.
09:18Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya, kantin, sekolah.
09:24Karena 3T ini cuma ada yang 200, ada 81, ada 47 orang di wilayah-wilayah itu.
09:33Jadi tidak mungkin kita membangun dapur-dapur baru.
09:36Jadi yang sudah ada existing, tidak tahu dapurnya siapa.
09:39Mungkin ada dapur umum atau apa.
09:42Intinya tidak harus membangun dapur baru.
09:44Oke, terima kasih.
09:46Ya, satu lagi ya.
09:48Satu lagi ya.
09:48Dari secara kanan, terlihatkan.
09:49Selamat sore, Ibu-Ibu.
09:52Dan Bapak, Andi, Pak, Ibu dari Katagasa.
09:56Ada pertanyaan.
09:58Yang pertama buat Bu Arum mungkin ya.
10:01Kan ini salah satu alasan.
10:05Moratorium tadi udah tak jawab.
10:07Masuk dijawab lagi.
10:10Nah, jadi gini.
10:12Gampaknya ya.
10:13Kemarin kami bertiga di Panggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau.
10:19Tahun 2026 ini, mon, Bapak, kami tidak mengejar kuantitas.
10:24Kami akan perbaiki kualitas.
10:26Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta.
10:30Tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat.
10:34Memberikan makan yang bergizi ya.
10:37Lalu refocusing.
10:39Misalnya nanti akan kita juga kalau ada sekolah-sekolah yang mahal gitu.
10:44Kan kita tanya apakah masih perlu MBG.
10:47Nah, ini yang kita alihkan ke 3T.
10:51Jadi bisa aja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah.
10:54Tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini.
11:00Nah, sekarang kita fokuskan.
11:01Kan, sekarang kan semua sekolah dikasih.
11:04Nah, sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B.
11:11Boleh sekedar untuk gambaran 3B.
11:13Jadi setelah kita diskusi dengan para pakar.
11:18Kami ini selalu diskusi dengan para pakar untuk mengambil kebijakan.
11:22Kami kumpulkan dengan para profesor di bidang anak, apa namanya, dokter anak, lalu ahli kisik.
11:32Bahwa mereka itu mengatakan bahwa intervensi kisik itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun
11:47atau sampai SD.
11:48Nah, kita yang kejar ke sana.
11:50Makanya kemarin kita kan sampai mengeluarkan ancaman.
11:54SPPG harus ada 3B.
11:57Bumil, Buswi, Balita.
12:00Kalau enggak kita suspend.
12:02Alhamdulillah hasilnya bagus 2 minggu tuh.
12:05Kan ini ada 22 juta 3B.
12:08Nah, itulah kira-kira ya, pokoknya fokus mas.
12:11Biar anggarannya juga fokus ya kan, ke sana, terkapai.
12:14Nah, itu.
12:15Terus apalagi tadi, Bu Arum Sari ya.
12:20Baik, terima kasih.
12:22Tadi sudah dikenalkan, Bu Kepala ya, bahwa background saya adalah dari BPKP.
12:29Saya auditor 34 tahun, jadi kami ini kalau namanya auditor pasti ekspertisnya adalah di bidang tata kelola dan pengendalian internal.
12:40Jadi itu satu paket lah sebenarnya ya.
12:43Nah, kalau inovasi konkretnya apa gitu ya, itu mungkin realnya mungkin saya belum begitu detail lah ya.
12:53Tapi yang saya sudah sepintas tahu ya, kan memang adalah portal MBK lah, dialur, sistem-sistem yang ada di sini,
13:03SPPGN dan sebagainya.
13:04Hari ini saya sepintas sudah melihat belum terintegrasi, kemudian validasi, proses validasinya itu sepertinya belum ada.
13:14Jadi hal-hal itu yang nanti akan menjadi concern saya, karena kalau kita bicara tata kelola tapi kita tidak membuat
13:22sebuah sistem,
13:23tidak kita masukkan maksudnya ya, tidak kita masukkan ke dalam sistem, maka akan tergantung orang.
13:29Nah, kami akan mencoba nanti bahwa kebijakan, kebijakan strategis yang sudah disampaikan oleh Pak Presiden dalam hal ini memberikan prioritasi
13:40kepada tadi daerah 3T misalnya,
13:44nanti kita akan ambil datanya dan sebagainya.
13:47Nah, dan itu saya sudah bicara juga kemarin ke bulan ketemu, kita kolaborasi dengan kementerian-kementerian lain,
13:55karena sebenarnya kementerian lain bisa jadi sudah punya data.
13:59Ya, misalnya yang jelas yang sekarang sudah dipakai juga nih,
14:06ya di data untuk yang dapodik misalnya gitu ya.
14:11Nah, tapi kita akan memperluas nanti dengan data-data yang lain, kami akan bekerjasannya dengan MNCAS yang mungkin sudah punya
14:20sebenarnya data
14:20dan sudah punya program juga misalnya untuk stunting dan sebagainya.
14:24Jadi, itu mungkin saya mohon maaf, saya belum bisa menjawab terlalu jauh,
14:29karena kalau Gunani kan sudah lebih dahulu di sini ya,
14:32kalau saya ini benar-benar baru hari pertama,
14:34juga baru, dan saya juga belum dapat ruangan mas,
14:37karena ruangannya masih disekel, jadi belum bisa mungkin, mohon maaf.
14:41Nanti saya akan terus mengupdate,
14:44seperti tadi Bu Kepala sampaikan,
14:48kita akan terus mengupdate gitu ya.
14:53Sebenarnya, Ibu dan Bapak ya,
14:55kita sebenarnya sudah mendapat banyak rekomendasi,
14:58ya termasuk dari KPK.
15:00Maka pasti nanti akan kita sesuaikan-sesuaikan dengan kondisi-kondisi.
15:04Ada dari KPK, mungkin ada beberapa pihak juga yang sudah memberikan rekomendasi.
15:09Hal-hal yang baik dan sesuai,
15:14pasti nanti akan kita laksanakan.
15:16Gitu ya Pak ya.
15:17Jadi, yang jelas tugas saya adalah nanti,
15:21tata kelola yang akan dibangun harus disistemkan gitu.
15:25Supaya tidak tergantung pada orang,
15:29tapi harus disistemkan.
15:30Mulai dari data, tata kelola data, sistem informasinya juga,
15:35kemudian tata kelola yang lainnya.
15:37Itu mungkin yang jawaban saya.
15:40Mohon maaf kalau belum bisa memuaskan, baru hari pertama Mas.
15:52Terima kasih teman-teman semua media yang sejauhnya memang suka luar biasa,
15:59membantu program MBD.
16:01Mohon doanya,
16:03mohon dukungannya,
16:05dan mohon dikoreksi kalau kami salah.
16:07Kami butuh banyak masukan,
16:10dan dengan Mbak Hida tadi sudah kita instrupsikan seminggu sekali,
16:15insya Allah kita bisa bertatap muka setiap minggu atau maksimal dua minggu sekalilah.
16:20Soalnya saya juga masih sijak ya.
16:23Oke, baik.
16:24Terima kasih untuk teman-teman semua.
16:27Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
16:29Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
16:31Terima kasih.
16:32Ini enggak ada doorstop ya teman-teman.
16:35Nanti kita share.
Komentar