Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dirinya tidak akan mengejar target 82,9 juta penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Alasannya, kata Nanik, dirinya bersama tim akan fokus memperbaiki kualitas, sehingga tidak mengejar kuantitas.

"Kemarin bertiga kami dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau. Mohon maaf bapak tahun 2026 ini kami tidak mengejar kuantitas. Kami akan perbaiki kualitas, bisa jadi kami tidak akan mengejar 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur (MBG) ini sehat," ujar Nanik dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga [FULL] Gantikan Dadan, Kepala BGN Nanik Deyang Janji Efisiensi Anggaran MBG: Fokus Perbaiki Kualitas di https://www.kompas.tv/nasional/672916/full-gantikan-dadan-kepala-bgn-nanik-deyang-janji-efisiensi-anggaran-mbg-fokus-perbaiki-kualitas

#bgn #naniksdeyang #mbg #presidenprabowo

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672923/kepala-bgn-nanik-s-deyang-blak-blakan-ke-presiden-prabowo-soal-mbg-maaf-kami-tak-kejar-kuantitas
Transkrip
00:01Nah, jadi gini dampaknya ya, kemarin kami bertiga dibanggil presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau tahun 2026 ini mon,
00:12bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta,
00:21tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi, lalu refocusing, misalnya nanti akan kita juga kalau ada sekolah
00:33-sekolah yang mahal gitu,
00:35dan kita tanya apakah masih perlu MBG, nah ini yang kita alihkan ke 3T, jadi bisa aja sebetulnya penerima manfaatnya
00:45bertambah,
00:45tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini, nah sekarang kita fokuskan,
00:52kan sekarang kan semua sekolah dikasih, nah sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B,
01:01boleh sekedar untuk gambaran 3B, jadi setelah kita diskusi dengan para pakar, kami ini selalu diskusi dengan para pakar untuk
01:11mengambil kebijakan,
01:12dan kami kumpulkan dengan para profesor di bidang anak, apa namanya, dokter anak, lalu ahli fisik,
01:23bahwa mereka itu mengatakan bahwa intervensi fisik itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun,
01:37atau sampai SD, nah kita yang kejar ke sana, makanya kemarin kita kan sampai mengeluarkan ancaman,
01:44SPPG harus ada 3B, Bumil, Buswi, Balita, kalau enggak kita suspend,
01:53Alhamdulillah hasilnya bagus 2 minggu tuh, kan ini ada 22 juta 3B, nah itulah kira-kira ya,
02:00pokoknya fokus mas, biar anggarannya juga fokus ya kan, ke sana, terkapai, nah itu, terus apalagi tadi,
02:08ya Bu Arum Sari ya.
02:11Baik, terima kasih, tadi sudah dikenalkan Bu Kepala ya, bahwa background saya adalah dari BPKP,
02:19saya auditor 34 tahun, jadi kami ini kalau namanya auditor pasti ekspertisnya adalah di bidang tata kelola dan pengendalian internal,
02:31jadi itu satu paket mas, sebenarnya ya, nah kalau inovasi konkretnya apa gitu ya, itu mungkin realnya mungkin saya belum
02:42begitu detail lah ya,
02:43tapi yang saya sudah sepintas tahu ya, kan memang adalah portal MBK lah, dialur, sistem-sistem yang ada di sini,
02:53STPGN dan sebagainya.
02:55Hari ini saya sepintas sudah melihat, belum terintegrasi, kemudian validasi, proses validasinya itu sepertinya belum ada,
03:05jadi hal-hal itu yang nanti akan menjadi concern saya, karena kalau kita bicara tata kelola tapi kita tidak membuat
03:13sebuah sistem,
03:14tidak kita masukkan maksudnya ya, tidak kita masukkan ke dalam sistem, maka akan tergantung orang kok,
03:20nah kami akan mencoba nanti bahwa kebijakan, kebijakan strategis yang sudah disampaikan oleh Pak Presiden dalam hal ini,
03:30ini memberikan prioritasi kepada tadi daerah 3T misalnya, nanti kita akan ambil datanya dan sebagainya,
03:38dan itu saya sudah bicara juga kemarin kebulan ketemu, kita kolaborasi dengan kementerian-kementerian lain,
03:46karena sebenarnya kementerian lain bisa jadi sudah punya data, ya misalnya ya yang jelas yang sekarang juga sudah dipakai juga
03:54nih,
03:58ya di data untuk yang dapodik misalnya gitu ya,
04:02nah tapi kita akan memperluas nanti dengan data-data yang lain,
04:06kami akan bekerja sama dengan MNCAS yang mungkin sudah punya sebenarnya data dan sudah punya program juga misalnya untuk stunting
04:14dan sebagainya,
04:15jadi itu mungkin saya mohon maaf, saya belum bisa menjawab terlalu jauh,
04:20karena oh Bu Nani kan sudah lebih dahulu di sini ya,
04:23kalau saya ini benar-benar baru hari pertama,
04:25juga baru, dan saya juga belum dapat ruangan mas,
04:28karena ruangannya masih di sekel, jadi belum bisa mungkin mohon maaf,
04:32nanti saya akan terus mengupdate,
04:35seperti tadi Bu Kepala sampaikan,
04:39kita akan terus mengupdate, gitu ya.
04:44Sebenarnya, Ibu dan Bapak ya,
04:46kita sebenarnya sudah mendapat banyak rekomendasi,
04:49ya termasuk dari KPK,
04:50maka pasti nanti akan kita sesuaikan-sesuaikan dengan kondisi-kondisi,
04:55ada dari KPK, mungkin ada beberapa pihak juga yang sudah memberikan rekomendasi,
05:01hal-hal yang baik dan sesuai,
05:04pasti nanti akan kita lakukan akan,
05:07gitu ya Pak ya,
05:07jadi yang jelas tugas saya adalah nanti,
05:12tata kelola yang akan dibangun harus disistemkan, gitu,
05:16supaya tidak tergantung pada orang,
05:19tapi harus disistemkan,
05:21mulai dari data, tata kelola data,
05:24sistem informasinya juga,
05:26kemudian tata kelola yang lainnya,
05:28itu mungkin jawaban saya.
05:31Mohon maaf kalau belum bisa memuaskan, baru hari pertama mas.
05:38Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan