00:00Perbaiki tata kelola, saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN.
00:07Ya, setidaknya kemarin mantan kepala BGN ditahan nih Bu ya dengan anggaran yang besar ternyata ada markup dari pengadaan,
00:15terus juga ada jual-beli titik dapur SPBN.
00:18Oleh karenanya saya sampaikan, apa yang terjadi di badan gizi nasional kita tahu bersama.
00:28Nah, itulah yang saya maskut.
00:31Perbaiki tata kelola, saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada
00:43aspek tata kelolanya.
00:45Dan itu yang saya sampaikan bolak-balik.
00:49Dan fokus kepada makan bergizi gratis, bukan fokus kepada insentif, fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad.
01:03Itu tidak ada hubungan sama sekali.
01:15Yang terjadi di badan gizi nasional kita.
01:22Terima kasih telah menonton!
02:09Terima kasih telah menonton!
02:19Tanggal 29 Mei 2026, perihal penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi, tata kelola program makan bergizi gratis atau MPG pada
02:32badan gizi nasional tahun 2025 sampai dengan tahun 2026.
02:36Tim penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi.
02:38Tim penyidikan perkara dugaan terhadap beberapa orang saksi, diantaranya adalah tiga orang saksi, yaitu atas nama saudara DA, selaku kepala
02:48badan gizi nasional periode bulan Agustus 2024 sampai dengan 2 Juni 2026.
02:53Saudara SS, selaku wakil kepala BGN bidang operasional pemenuhan isi periode 17 September 2025 sampai dengan 2 Juni 2026.
03:06Dan saudara LP, selaku wakil kepala BGN bidang operasional bidang pengembangan organisasi dan hubungan kelembagaan periode 22 Oktober 2024 sampai
03:19dengan 2 Juni 2026.
03:20Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan tersebut, saudara DH, saudara SS, dan saudara LP sebagai saksi dan berdasarkan 2 alat bukti
03:34yang cukup yang diperoleh tim penyidik,
03:38maka tim penyidik menyetapkan saudara DH, selaku kepala badan gizi nasional, saudara SS, selaku wakil kepala badan gizi nasional bidang
03:49operasional pemenuhan isi,
03:52dan saudara LP selaku wakil kepala BGN bidang pengembangan organisasi dan hubungan kelembagaan sebagai tersangka.
04:01Dalam penyidikan, dugaan gendam-gendam korupsi tata kelola program makan bergizi gratis pada badan gizi nasional tahun 2025 sampai dengan
04:11tahun 2026.
04:14Dengan kasus posisi singkatnya adalah sebagai berikut.
04:18Bahwa sejak tanggal 6 Januari 2025, pemerintah telah melaksanakan program MBG makan bergizi gratis atau disingkat MBG,
04:26yang merupakan program prioritas nasional yang diselenggarakan melalui badan gizi nasional dalam bentuk pemberian makan bergizi secara gratis
04:35dengan tujuan pemenuhan angka kecukupan gizi atau AGG, anak sekolah, dengan total anggaran tahun 2025 sebesar Rp85,27 triliun
04:47dan tahun 2026 sebesar Rp268 triliun yang bersumber dari MBPN.
04:53Bahwa program MBG tersebut seharusnya dikelola oleh yayasan-yayasan pada setiap sekolah.
05:00Namun pada faktanya, yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG merupakan yayasan yang dijadikan sarana
05:08untuk kejahatan dan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN yang tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.
05:19Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra SPPG dengan adanya atensi dari pesangka.
05:30Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari.
05:43Dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi diantara yang dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP.
05:52Bahwa selain menggunakan yayasan yang terafiliasi tersebut, saudara DH bersama-sama dengan saudara SS dan saudara LP
05:58dalam melakukan proses pengadaan baik jasa, barang, dan jasa di BGN secara melawan hukum,
06:04melakukan intervensi kepada BPK.
06:07Sehingga dalam penyusunan ke-AK, pengadaan barang, dan jasa pada BGN tidak disusun sesuai kebutuhan real di lapangan
06:15dan adanya markup harga pengadaan.
06:19Sehingga terjadi perugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG.
06:26Di antaranya, satu, pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar 1 triliun rupiah.
06:39Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai kebutuhan dan adanya markup.
06:44Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai kebutuhan dan adanya markup.
06:50Dan pengadaan televisi 75 in sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai kebutuhan dan adanya markup harga.
06:59Bahwa terhadap perkara tersebut telah melakibatkan kerugian keuangan negara.
07:05Barang tersangka disangka melanggar pasal 603 dan 604 yungtu pasal 20 undang-undang
07:12undang-undang nomor 31 tahun 1999 undang-undang nomor 1 tahun 2023.
07:20Tentang KUHP.
07:22Bahwa bahwa tersebut dilakukan saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan
07:25di Rutan Salimbah Cabang Kerjahasaan Agung dan Rutan Salimbah Cabang Kerjahasaan Negeri Jakarta Selatan.
07:33Demikian kami sampaikan. Terima kasih.
07:35Terima kasih Pak Diri.
07:40Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
07:44Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
07:48Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar