00:03Polisi menangkap dua pelaku pembunuhan seorang WNA di Bekasi, Jawa Barat.
00:07Salah satu pelaku merupakan mantan istri korban yang menjadi dalang pembunuhan.
00:16Inilah detik-detik tim Resmob Satres Krimpol Resmetro Bekasi menangkap HW,
00:21eksekutor pembunuhan warga negara Korea Selatan di Tambun Selatan, Bekasi.
00:27Pelaku ditangkap di tempat kerjanya di sebuah toko bangunan di Jatiasi.
00:31Tanpa perlawanan, usai diperlihatkan surat penangkapan pelaku dibawa ke kantor polisi.
00:37HW diberi imbalan 139 juta rupiah oleh mantan istri korban untuk menghabisi nyawa korban.
00:43SG mengaku sakit hati pada korban karena anak-anaknya tak diberi nafkah.
00:49HW menganiaya dan membunuh korban dengan menggunakan barbel,
00:52palu, serta pisau dapur saat korban berada di ruang makan.
00:57Akibat peristiwa ini, korban meninggal di TKP.
01:00Dari tangan kedua tersangka, polisi menita barang bukti benda tumpul yang digunakan untuk menganiaya korban.
01:06Sementara pisau dapur telah dibuang pelaku ke Kalimalang.
01:09Ini berhasil mengamankan ya, menangkap pelaku inisial SG dan HW.
01:22Hubungan korban dengan saudara SG ini adalah mantan istri.
01:29Dia melakukannya karena selama ini korban dianggap tidak memberikan nafkah kepada anak-anaknya.
01:38Dan juga karena pembagian harta ya.
01:45Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam pasal 458 dan 459 KUHP baru
01:50tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana
01:53dengan ancaman penjara 20 tahun dan seumur hidup.
02:04Mantan istri jadi otak pembunuhan warga negara Korea Selatan di Bekasi, Jawa Barat.
02:08Kita akan bahas bersama dengan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jericho Lavian Chandra.
02:14Selamat malam Pak Kasat.
02:16Selamat malam Mas.
02:17Pak Kasat, jadi sebetulnya apa sih yang melatar belakangi pelaku nekat melakukan pembunuhan pada korban Pak Kasat?
02:28Ya, jadi untuk latar belakang, yang pertama itu karena pelaku itu sakit hati dengan korban.
02:34Karena selama ini pelaku merasa tidak diberikan nafkah.
02:37Kemudian yang kedua, pelaku juga ada keinginan untuk menguasai harta korban.
02:42Karena antara korban dan pelaku sudah bercerai dari tahun 2023.
02:48Setelah pembunuhan, apakah ada harta korban yang hilang Pak Kasat?
02:55Setelah pembunuhan, memang ada ketemukan salah satu ATM yang dimiliki oleh korban.
03:01Itu diambil oleh pelaku, HW, dan diserahkan kepada otak pelaku saudari SJ.
03:10Dan itu sudah digunakan ya, harta-harta yang diambil oleh pelaku ini?
03:17Sudah, kalau untuk ATM-nya sendiri sudah digunakan.
03:19Memang selain itu ada kita temukan laptop dan di VR, tapi semua sudah dimusnahkan.
03:24Hanya kartu ATM yang masih ada.
03:25Oke, Pak Kasat, ini pelaku ini sudah merencanakan pembunuhannya sejak kapan Pak?
03:33Untuk pelaku sendiri sudah 6 bulan merencanakan pembunuhan ini, mulai dari Desember tahun 2025.
03:41Itu sudah pernah melakukan percobaan juga sebelumnya?
03:45Atau baru hari kemarin itu yang terjadi?
03:49Jadi, mulai dari tahap perencanaan dari Desember 2025 itu, baru kemarin dilakukan eksekusi oleh saudara HW, selaku eksekutor.
03:59Itu eksekutor dengan otak pelaku mantan istri korban itu hubungannya apa?
04:05Apakah mereka saling kenal di mana Pak Kasat?
04:09Kalau antara si pelaku ini, saudara HW dengan istri korban itu memang sudah kenal lama.
04:16Sama-sama dulu pernah satu tempat gym, kemudian juga sering komunikasi.
04:20Sehingga suatu waktu mereka komunikasi di mana saudari SJ ini meminta bantu untuk melakukan pembunuhan terhadap suaminya.
04:30Apa yang membuat pelaku HW mengiakan permintaan dari istri korban ini, Pak?
04:34Apakah hanya dari bujukan uang 139 juta atau ada hal lain?
04:40Memang kalau hasil dari penyidikan kami, hasil pemeriksaan, saudara HW ini memang uang itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
04:52Jadi memang dia memerlukan uang tersebut, dimana dia lagi dalam keadaan membutuhkan uang.
04:59Ada motif ekonomi juga ya?
05:02Motif ekonomi, betul.
05:03Pak Kasat, Kasat Reskrim AKBP Jericho Lavian Chandra, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi,
05:09terima kasih telah menyampaikan informasi penanganan kasus pembunuhan WNA Korea Selatan di Bekasi.
05:15Terima kasih Pak Kasat.
05:17Terima kasih.
Komentar