00:00Terakhir, izinkan saya menjelaskan mengenai hubungan dengan Amerika Serikat.
00:07Bapak-bapak dan ibu saya abaikan hoax.
00:11Saya tidak mau kasih komentar.
00:14Tapi saya mau cerita kenyataan.
00:17Di tahun 2025, berarti satu tahun lalu,
00:22ada kegiatan ACM Defense Minister's Meeting.
00:26Plus.
00:30Yang menghadirkan negara-negara global.
00:33Salah satunya adalah Amerika Serikat.
00:38Jadi, saya hadir.
00:41Saya tidak kenal Menteri Perang Amerika Serikat.
00:46Kenapa?
00:47Karena ya memang, dia terlalu global.
00:53Kita regional.
00:55Tetapi pada waktu itu, dia minta pertemuan bilateral dan empat mata dengan saya.
01:03Ini saya baru cerita sekarang kepada bapak-bapak dan ibu saya.
01:06Karena ada relevansinya.
01:10Jadi, pada saat ketemu saya bilateral, dia bilang,
01:16Menteri Pertahanan Indonesia, kami dukung pembangunan kekuatan pertahanan di Indonesia.
01:23Karena kami tahu bahwa itu tadi, tepat, defensif aktif terus keluar.
01:27Dia pelajari strategi defensif aktif.
01:31Dia pelajari itu.
01:33Anda tidak ofensif.
01:34Anda hanya jaga Anda punya halaman dan rakyat.
01:39Dan Anda siap, kalau diserang, siap untuk mempertahankan diri.
01:44Saya dukung.
01:45Itu yang disampaikan tersirat pada waktu itu ke saya.
01:50Kemudian, dia menyampaikan lagi.
01:55Dia bilang begini.
01:56Ini empat mata.
01:59Pak Menhan, boleh enggak.
02:03Ini saya anggap etis.
02:07Boleh enggak Amerika itu melintas wilayah Indonesia.
02:15Tahun 2025, boleh enggak melintas wilayah Indonesia apabila kami ingin melintas untuk keperluan-keperluan tertentu yang mendesak.
02:30Akan tetapi, kami akan ikuti peraturan yang Anda keluarkan.
02:35Itu diucapkan saya secara listen kepada saya.
02:42Tadi saya jawab.
02:46Menteri, walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor kepada Presiden saya.
02:52Karena dia adalah Panglima Tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia.
02:56Baik.
02:58Terus dia bilang lagi.
03:01Pak Menhan, bisa enggak saya mengundang Menteri Pertahanan Indonesia ke Amerika Serikat tahun 2026?
03:11Dia bilang terus.
03:13Secara langsung.
03:15Saya kaget juga.
03:19Saya bilang terima kasih Pak Menteri mengundang saya.
03:23Tapi saya mungkin tidak bisa pergi ke Amerika Serikat.
03:26Oh, kenapa?
03:28Anda Menteri Pertahanan.
03:29Saya ini korban dari band Amerika Serikat ke Amerika Serikat karena saya adalah prajurit pasukan khusus yang pernah bertugas di
03:42Timur-Timur.
03:43Jadi seluruh prajurit spesial forces yang pernah bertugas di Timur-Timur itu di band dan sekarang sudah 27 tahun kami
03:55di band.
03:55Saya pernah waktu menampingi kabinet Pak SBY diurus, tau-tau di band, tidak boleh.
04:04Atas tema pemerintah Amerika Serikat.
04:06Dia jawab, tidak ada lagi band-band, semua spesial forces akan kita berikan kesempatan yang sama dengan yang lain.
04:15Itu baru tersirat, eh baru tersirat dia cerita sama saya.
04:21Tahun 2025.
04:23Terus dia bilang lagi,
04:26Pak Menhan, boleh gak minta tolong?
04:29Kami ini pernah ikut perang dunia kedua.
04:35Kami banyak korban di Morotain.
04:38Kami punya vital interest itu adalah sumber daya manusia.
04:45Ini yang dicari oleh rakyat.
04:50Boleh gak kami datang mengambil jenazah?
04:54Kita pernah tahu.
04:56Tapi dia punya.
04:59Digitalnya dia punya.
05:00Saya bilang, saya gak tahu tempatnya.
05:02Kami punya.
05:04Tapi pertanyaannya, bisa gak?
05:06Oh, saya bilang, jangankan bisa.
05:08Dibantu pun bisa.
05:10Itu ya.
05:11Nah, itu berlangsung di 2025.
05:16Tapi dia bilang, nanti 2026 akan anda lihat.
05:22Tahun 2026, bulan Februari.
05:25Dia mengirim spesial asisten.
05:29Spesial asisten.
05:33Spesial asistennya itu datang, ketemu saya,
05:37membawa surat.
05:38Dan membawa usulat.
05:41Bahwa kami ingin mengundang,
05:43dan kami ingin membahas kemungkinan kita bisa melintas dari udara.
05:52Membahas.
05:53Bukan mementukan.
05:55Belum.
05:56Kemudian, dibahaslah.
06:00Akhirnya.
06:01Belum berapa saya ke Amerika?
06:04Bulan berapa saya ke Amerika?
06:06Bulan 5.
06:07Bulan?
06:08Ya, bulan lalu saya ke Amerika Serikat.
06:11Kemudian, kami menandatangani letter of intent.
06:17Bukan komitmen.
06:20Dan letter of intent itu,
06:22coba, itu dia.
06:27Letter of intent itu,
06:29yang pertama adalah menghormati integritas dan kedaulatan teritorial.
06:33Yang kedua,
06:36diperlukan mekanisme dan standing operating procedures.
06:40Kalau kita setuju.
06:43Dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara.
06:48Ini sudah ada.
06:50Kita kalau latihan,
06:51kalau ada luka, kita kembalikan.
06:54Ini adalah letter of intent.
06:56Bukan letter of commitment.
06:59Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat.
07:03Dalam hal udara,
07:05tidak.
07:07Kami mempertahankan konstitusi,
07:10dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional.
07:15Dan dalam defense cooperation,
07:18kita ada prinsip mutual benefit dan mutual respect.
07:23Ini semua ada di dalam Ampiga itu.
07:27Jadi, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian,
07:29begitu pentingnya kami menjaga nasional interest
07:34di dalam perhubungan dengan negara global.
07:37Dan dia menghormati kita.
07:41Selain itu,
07:43dia menambah manfaat terhadap hubungan kepentingan
07:49defense cooperation kita.
07:51Dia jadikan namanya
07:53Defense
07:56POW
07:57Presenter of War
08:00MIA itu Mission in Action
08:02Accounting Agency.
08:06Jadi kita menangani sisa-sisa jenazah personel,
08:10menghormati kedaulatan,
08:12kita hormati bersama,
08:13kita bantu,
08:14dan dia yang biayai,
08:16bukan kita.
08:18Dan ini hanya berlaku lima tahun.
08:21Setelah itu,
08:23selesai.
08:25Nah,
08:26ini yang kita lakukan.
08:28Jadi saya tanda tangan letter of intent,
08:30kemudian dirjen saya
08:33menantangani
08:33defense
08:36agreement ini.
08:39Namanya
08:39Major Defense Cooperation Partnership.
08:42Ya, kita perlu tahu lah.
08:44Amerika dia pengen
08:45namanya
08:46jangan Defense Cooperation lah.
08:48Ganti lah.
08:49Apa sih nama?
08:50Yang penting
08:51tidak merubah makna.
08:53Yaitu.
08:54Dia bilang
08:54Major Defense Cooperation Partnership.
08:56Oke.
08:58Tapi apa isinya?
09:00Modernisasi militer.
09:01Dan tidak lagi bicara
09:03peralatan militer.
09:05Kalau yang lalu,
09:07saya kira
09:07bapak-bapak dengar.
09:09Sekarang tidak lagi bicara
09:10peralatan militer.
09:11karena waktu saya
09:13dulu ditanya
09:14waktu di
09:15Malaysia,
09:16saya bilang
09:17kemahalan.
09:19Masa lebih mahal
09:20dari Eropa?
09:21Tanya dia
09:22tidak lagi bicara.
09:24Kemudian dia
09:24mau tingkatkan
09:25kapasitas pendidikan
09:26dan latihan kita.
09:28Jadi sekarang
09:28semua
09:29Special Forces
09:31boleh.
09:32Termasuk yang
09:33senior-senior
09:34itu menjadi
09:36inspirator
09:37di sana.
09:38kemudian
09:39pengembangan
09:40latihan
09:40fasilitas latihan.
09:41Dia juga
09:42ingin
09:43terlibat
09:44di
09:45Morotai
09:46karena dia
09:47ada sejarah
09:47dulu
09:48di
09:49saya kira
09:50makna
09:50kita maklum
09:51juga lah
09:51sama dengan
09:52kita dengan
09:53PETA
09:53kita juga
09:54ada sejarah
09:55dengan Jepang.
09:57Dan dia juga
09:58ingin
09:58latihan
09:59di
09:59Kalimantan
10:00Utara.
10:01Ya ini
10:02urusan
10:03Panglima
10:04untuk
10:04Special Forces.
10:06Dia
10:07menawarkan
10:09dan ini
10:10tidak ada
10:11di
10:11negara
10:12ASEAN.
10:12Dia menawarkan
10:13bagaimana
10:14kalau
10:14pemeliharaan
10:15C-130
10:16di seluruh
10:17Asia
10:17saya pusatkan
10:19di Indonesia
10:19atas
10:20biaya kami.
10:24Saya lapor
10:24Bapak Presiden
10:25kasih
10:26kereta jati.
10:28Kita
10:29sedang
10:29bekerja
10:30untuk itu.
10:33Dan
10:34yang paling penting
10:35adalah
10:35latihan
10:36gabungan
10:37Super Garuda
10:38Shield
10:39yang kita
10:40kerjakan.
10:41Sekarang
10:42tidak lagi
10:43beberapa negara
10:44tapi
10:45jumlahnya
10:46puluhan negara
10:47yang akan
10:48kita latih
10:49Garuda Shield
10:50di
10:51Batu Raja.
10:53Selain itu
10:54ada kerjasama
10:54intelijen
10:55antara
10:57kementerian
10:58sampai
10:59ke tingkat
11:00operasional.
11:03dan
11:03itu
11:04penandatangan
11:05letter of intent
11:06overflight
11:07clearance.
11:08Jadi ini yang
11:09paling penting
11:09untuk menghilangkan
11:10hoax-hoax itu.
11:11Jadi saya tidak bisa
11:12jawab hoax itu
11:13pada waktu saya
11:14belum berangkat.
11:15Saya jawabnya
11:16ke sini.
11:17Masa saya
11:18mau jawab
11:19ke media sosial?
11:21Saya jawabnya
11:21ke bapak-bapak
11:22dan ibu-ibu dong.
11:23Kan bapak-bapak
11:24ibu-ibu
11:25wakil rakyat.
11:26Bapak-bapak
11:26silahkan jelaskan
11:27ke rakyat.
11:28Ya saya
11:29tidak usah
11:30jelaskan.
11:31Saya sudah jelaskan
11:32ke bapak-bapak
11:33sebagai representasi
11:34rakyat.
11:35Gitu.
11:37Nah inilah yang
11:38saya ingin
11:39tambahkan
11:40bapak-bapak
11:41dan ibu-ibu
11:42sekalian
11:43dalam penjelasan
11:44yang berbahagia ini
11:45saya sangat
11:47berterima kasih
11:47mau dikasih terbuka
11:49sehingga saya bisa
11:49yang di kepala saya
11:51di rasio
11:52dan yang di
11:53hati saya
11:54dirasa
11:55saya bisa keluarkan
11:56kepada bapak-bapak
11:58dan ibu-ibu
11:59yang pemilik
12:00kedaulatan
12:00negara kesatuan
12:01Republik Indonesia.
12:02Terima kasih Pak.
Komentar