Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan pembicaraan empat mata dengan Menhan AS, Pete Hegseth, dalam pertemuan ASEAN Defence Ministers' Meeting tahun 2025 saat rapat di Komisi I DPR pada Selasa (19/5/2026).

"Dia bilang begini, ini empat mata, Pak Menhan, boleh enggak Amerika itu melintas wilayah Indonesia tahun 2025?" ujar Menhan Sjafrie.

"Itu diucapkan secara lisan kepada saya. Tadi saya jawab, Menteri, walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor kepada presiden saya karena dia adalah panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia," lanjutnya.

Menhan Sjafrie mengaku kaget saat dirinya diundang ke AS oleh Pete Hegseth dalam pertemuan itu.

Dalam rapat tersebut, Menhan Sjafrie juga menjawab hoaks usai pertemuan dengan Pete Hegseth.

Baca Juga Depan DPR, Menhan Sjafrie Buka-Bukaan Perang Iran Vs AS: Saya Terima Update Masing-Masing Negara di https://www.kompas.tv/nasional/669761/depan-dpr-menhan-sjafrie-buka-bukaan-perang-iran-vs-as-saya-terima-update-masing-masing-negara

#dpr #panglimatni #menhan #timurtengah #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669767/kaget-menhan-sjafrie-beber-bicara-4-mata-dengan-menhan-as-pete-hegseth-jawab-hoaks-di-dpr
Transkrip
00:00Terakhir, izinkan saya menjelaskan mengenai hubungan dengan Amerika Serikat.
00:07Bapak-bapak dan ibu saya abaikan hoax.
00:11Saya tidak mau kasih komentar.
00:14Tapi saya mau cerita kenyataan.
00:17Di tahun 2025, berarti satu tahun lalu,
00:22ada kegiatan ACM Defense Minister's Meeting.
00:26Plus.
00:30Yang menghadirkan negara-negara global.
00:33Salah satunya adalah Amerika Serikat.
00:38Jadi, saya hadir.
00:41Saya tidak kenal Menteri Perang Amerika Serikat.
00:46Kenapa?
00:47Karena ya memang, dia terlalu global.
00:53Kita regional.
00:55Tetapi pada waktu itu, dia minta pertemuan bilateral dan empat mata dengan saya.
01:03Ini saya baru cerita sekarang kepada bapak-bapak dan ibu saya.
01:06Karena ada relevansinya.
01:10Jadi, pada saat ketemu saya bilateral, dia bilang,
01:16Menteri Pertahanan Indonesia, kami dukung pembangunan kekuatan pertahanan di Indonesia.
01:23Karena kami tahu bahwa itu tadi, tepat, defensif aktif terus keluar.
01:27Dia pelajari strategi defensif aktif.
01:31Dia pelajari itu.
01:33Anda tidak ofensif.
01:34Anda hanya jaga Anda punya halaman dan rakyat.
01:39Dan Anda siap, kalau diserang, siap untuk mempertahankan diri.
01:44Saya dukung.
01:45Itu yang disampaikan tersirat pada waktu itu ke saya.
01:50Kemudian, dia menyampaikan lagi.
01:55Dia bilang begini.
01:56Ini empat mata.
01:59Pak Menhan, boleh enggak.
02:03Ini saya anggap etis.
02:07Boleh enggak Amerika itu melintas wilayah Indonesia.
02:15Tahun 2025, boleh enggak melintas wilayah Indonesia apabila kami ingin melintas untuk keperluan-keperluan tertentu yang mendesak.
02:30Akan tetapi, kami akan ikuti peraturan yang Anda keluarkan.
02:35Itu diucapkan saya secara listen kepada saya.
02:42Tadi saya jawab.
02:46Menteri, walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor kepada Presiden saya.
02:52Karena dia adalah Panglima Tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia.
02:56Baik.
02:58Terus dia bilang lagi.
03:01Pak Menhan, bisa enggak saya mengundang Menteri Pertahanan Indonesia ke Amerika Serikat tahun 2026?
03:11Dia bilang terus.
03:13Secara langsung.
03:15Saya kaget juga.
03:19Saya bilang terima kasih Pak Menteri mengundang saya.
03:23Tapi saya mungkin tidak bisa pergi ke Amerika Serikat.
03:26Oh, kenapa?
03:28Anda Menteri Pertahanan.
03:29Saya ini korban dari band Amerika Serikat ke Amerika Serikat karena saya adalah prajurit pasukan khusus yang pernah bertugas di
03:42Timur-Timur.
03:43Jadi seluruh prajurit spesial forces yang pernah bertugas di Timur-Timur itu di band dan sekarang sudah 27 tahun kami
03:55di band.
03:55Saya pernah waktu menampingi kabinet Pak SBY diurus, tau-tau di band, tidak boleh.
04:04Atas tema pemerintah Amerika Serikat.
04:06Dia jawab, tidak ada lagi band-band, semua spesial forces akan kita berikan kesempatan yang sama dengan yang lain.
04:15Itu baru tersirat, eh baru tersirat dia cerita sama saya.
04:21Tahun 2025.
04:23Terus dia bilang lagi,
04:26Pak Menhan, boleh gak minta tolong?
04:29Kami ini pernah ikut perang dunia kedua.
04:35Kami banyak korban di Morotain.
04:38Kami punya vital interest itu adalah sumber daya manusia.
04:45Ini yang dicari oleh rakyat.
04:50Boleh gak kami datang mengambil jenazah?
04:54Kita pernah tahu.
04:56Tapi dia punya.
04:59Digitalnya dia punya.
05:00Saya bilang, saya gak tahu tempatnya.
05:02Kami punya.
05:04Tapi pertanyaannya, bisa gak?
05:06Oh, saya bilang, jangankan bisa.
05:08Dibantu pun bisa.
05:10Itu ya.
05:11Nah, itu berlangsung di 2025.
05:16Tapi dia bilang, nanti 2026 akan anda lihat.
05:22Tahun 2026, bulan Februari.
05:25Dia mengirim spesial asisten.
05:29Spesial asisten.
05:33Spesial asistennya itu datang, ketemu saya,
05:37membawa surat.
05:38Dan membawa usulat.
05:41Bahwa kami ingin mengundang,
05:43dan kami ingin membahas kemungkinan kita bisa melintas dari udara.
05:52Membahas.
05:53Bukan mementukan.
05:55Belum.
05:56Kemudian, dibahaslah.
06:00Akhirnya.
06:01Belum berapa saya ke Amerika?
06:04Bulan berapa saya ke Amerika?
06:06Bulan 5.
06:07Bulan?
06:08Ya, bulan lalu saya ke Amerika Serikat.
06:11Kemudian, kami menandatangani letter of intent.
06:17Bukan komitmen.
06:20Dan letter of intent itu,
06:22coba, itu dia.
06:27Letter of intent itu,
06:29yang pertama adalah menghormati integritas dan kedaulatan teritorial.
06:33Yang kedua,
06:36diperlukan mekanisme dan standing operating procedures.
06:40Kalau kita setuju.
06:43Dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara.
06:48Ini sudah ada.
06:50Kita kalau latihan,
06:51kalau ada luka, kita kembalikan.
06:54Ini adalah letter of intent.
06:56Bukan letter of commitment.
06:59Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat.
07:03Dalam hal udara,
07:05tidak.
07:07Kami mempertahankan konstitusi,
07:10dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional.
07:15Dan dalam defense cooperation,
07:18kita ada prinsip mutual benefit dan mutual respect.
07:23Ini semua ada di dalam Ampiga itu.
07:27Jadi, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian,
07:29begitu pentingnya kami menjaga nasional interest
07:34di dalam perhubungan dengan negara global.
07:37Dan dia menghormati kita.
07:41Selain itu,
07:43dia menambah manfaat terhadap hubungan kepentingan
07:49defense cooperation kita.
07:51Dia jadikan namanya
07:53Defense
07:56POW
07:57Presenter of War
08:00MIA itu Mission in Action
08:02Accounting Agency.
08:06Jadi kita menangani sisa-sisa jenazah personel,
08:10menghormati kedaulatan,
08:12kita hormati bersama,
08:13kita bantu,
08:14dan dia yang biayai,
08:16bukan kita.
08:18Dan ini hanya berlaku lima tahun.
08:21Setelah itu,
08:23selesai.
08:25Nah,
08:26ini yang kita lakukan.
08:28Jadi saya tanda tangan letter of intent,
08:30kemudian dirjen saya
08:33menantangani
08:33defense
08:36agreement ini.
08:39Namanya
08:39Major Defense Cooperation Partnership.
08:42Ya, kita perlu tahu lah.
08:44Amerika dia pengen
08:45namanya
08:46jangan Defense Cooperation lah.
08:48Ganti lah.
08:49Apa sih nama?
08:50Yang penting
08:51tidak merubah makna.
08:53Yaitu.
08:54Dia bilang
08:54Major Defense Cooperation Partnership.
08:56Oke.
08:58Tapi apa isinya?
09:00Modernisasi militer.
09:01Dan tidak lagi bicara
09:03peralatan militer.
09:05Kalau yang lalu,
09:07saya kira
09:07bapak-bapak dengar.
09:09Sekarang tidak lagi bicara
09:10peralatan militer.
09:11karena waktu saya
09:13dulu ditanya
09:14waktu di
09:15Malaysia,
09:16saya bilang
09:17kemahalan.
09:19Masa lebih mahal
09:20dari Eropa?
09:21Tanya dia
09:22tidak lagi bicara.
09:24Kemudian dia
09:24mau tingkatkan
09:25kapasitas pendidikan
09:26dan latihan kita.
09:28Jadi sekarang
09:28semua
09:29Special Forces
09:31boleh.
09:32Termasuk yang
09:33senior-senior
09:34itu menjadi
09:36inspirator
09:37di sana.
09:38kemudian
09:39pengembangan
09:40latihan
09:40fasilitas latihan.
09:41Dia juga
09:42ingin
09:43terlibat
09:44di
09:45Morotai
09:46karena dia
09:47ada sejarah
09:47dulu
09:48di
09:49saya kira
09:50makna
09:50kita maklum
09:51juga lah
09:51sama dengan
09:52kita dengan
09:53PETA
09:53kita juga
09:54ada sejarah
09:55dengan Jepang.
09:57Dan dia juga
09:58ingin
09:58latihan
09:59di
09:59Kalimantan
10:00Utara.
10:01Ya ini
10:02urusan
10:03Panglima
10:04untuk
10:04Special Forces.
10:06Dia
10:07menawarkan
10:09dan ini
10:10tidak ada
10:11di
10:11negara
10:12ASEAN.
10:12Dia menawarkan
10:13bagaimana
10:14kalau
10:14pemeliharaan
10:15C-130
10:16di seluruh
10:17Asia
10:17saya pusatkan
10:19di Indonesia
10:19atas
10:20biaya kami.
10:24Saya lapor
10:24Bapak Presiden
10:25kasih
10:26kereta jati.
10:28Kita
10:29sedang
10:29bekerja
10:30untuk itu.
10:33Dan
10:34yang paling penting
10:35adalah
10:35latihan
10:36gabungan
10:37Super Garuda
10:38Shield
10:39yang kita
10:40kerjakan.
10:41Sekarang
10:42tidak lagi
10:43beberapa negara
10:44tapi
10:45jumlahnya
10:46puluhan negara
10:47yang akan
10:48kita latih
10:49Garuda Shield
10:50di
10:51Batu Raja.
10:53Selain itu
10:54ada kerjasama
10:54intelijen
10:55antara
10:57kementerian
10:58sampai
10:59ke tingkat
11:00operasional.
11:03dan
11:03itu
11:04penandatangan
11:05letter of intent
11:06overflight
11:07clearance.
11:08Jadi ini yang
11:09paling penting
11:09untuk menghilangkan
11:10hoax-hoax itu.
11:11Jadi saya tidak bisa
11:12jawab hoax itu
11:13pada waktu saya
11:14belum berangkat.
11:15Saya jawabnya
11:16ke sini.
11:17Masa saya
11:18mau jawab
11:19ke media sosial?
11:21Saya jawabnya
11:21ke bapak-bapak
11:22dan ibu-ibu dong.
11:23Kan bapak-bapak
11:24ibu-ibu
11:25wakil rakyat.
11:26Bapak-bapak
11:26silahkan jelaskan
11:27ke rakyat.
11:28Ya saya
11:29tidak usah
11:30jelaskan.
11:31Saya sudah jelaskan
11:32ke bapak-bapak
11:33sebagai representasi
11:34rakyat.
11:35Gitu.
11:37Nah inilah yang
11:38saya ingin
11:39tambahkan
11:40bapak-bapak
11:41dan ibu-ibu
11:42sekalian
11:43dalam penjelasan
11:44yang berbahagia ini
11:45saya sangat
11:47berterima kasih
11:47mau dikasih terbuka
11:49sehingga saya bisa
11:49yang di kepala saya
11:51di rasio
11:52dan yang di
11:53hati saya
11:54dirasa
11:55saya bisa keluarkan
11:56kepada bapak-bapak
11:58dan ibu-ibu
11:59yang pemilik
12:00kedaulatan
12:00negara kesatuan
12:01Republik Indonesia.
12:02Terima kasih Pak.
Komentar

Dianjurkan