Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tentara Israel menangkap relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) termasuk WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ke Gaza di Laut Mediterania.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk keras aksi tentara Israel dan mendesak agar Israel membebaskan seluruh kapal dan awak kapal termasuk Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kami mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan," ujar Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang dalam rilis yang disampaikan, Senin (18/5/2026).

Setidaknya, sebanyak lima WNI ditangkap tentara Israel, yakni Andi Angga Delegasi GPCI-Rumah Zakat di kapal Josef, Bambang Noroyono Jurnalis Republika di kapal Bolarize, Thoudy Badai Jurnalis Republika di kapal Ozgurluk, Andre Prasetyo Jurnalis Tempo TV di kapal Ozgurluk dan Heru Rahendro Jurnalis iNews di kapal Ozgurluk.

Baca Juga Global Sumud Flotilla: 20 Perahu Lebih Masih Berlayar Menuju Gaza di https://www.kompas.tv/internasional/669707/global-sumud-flotilla-20-perahu-lebih-masih-berlayar-menuju-gaza

#indonesia #israel #globalsumudflotilla

Video Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/669727/kutuk-keras-indonesia-desak-israel-bebaskan-wni-relawan-global-sumud-flotilla-yang-ditangkap
Transkrip
00:00Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI
00:07yang tergabung dalam rombongan Misi Kemanusiaan International Global Sumut Flotilla atau GSF 2.0
00:14di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
00:18Kementerian Luar Negeri mencatat bahwa berdasarkan informasi per pagi ini
00:22dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI
00:27yang tergabung dalam Misi GSF 2.0, sebanyak 5 WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel
00:35di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur.
00:39Sementara itu, 4 WNI lainnya yang berada di dua kapal berbeda diketahui masih berlayar di sekitar perairan Siprus.
00:47Situasi di lapangan masih sangat dinamis.
00:50Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan
00:54dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel.
01:00Sehubungan dan perkembangan tersebut,
01:02Kemlu telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Cairo, KBRI Roma, KBRI Aman, dan KJRI Istanbul
01:10termasuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif
01:13seperti penerbitan SPLP apabila paspor WNI di sita,
01:18serta dukungan medis apabila diperlukan.
01:20Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas tempat
01:25guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
01:33Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya,
01:36yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Colombia, Jordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan juga Spanyol
01:45dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.
01:51Perwakilan RI terkait senantiasa dalam posisi siaga
01:54untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas tempat.
01:59Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait
02:01akan terus memantau perkembangan situasi,
02:04melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI,
02:07serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan
02:10sesuai kebutuhan di lapangan.
02:12Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah Israel
02:15untuk segera melepaskan seluruh kapal
02:18dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,
02:21serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan
02:24kepada rakyat Palestina sesuai hukum humanitar internasional.
02:48Kementerian Luar Negeri melalui
02:53Jangan lakukan penyelitutupan lelaki terkait
02:57Jangan lakukan penyelitutupan kembangan
03:02daripada ketika
03:10jangan lakukan penyelitutupan lelaki terkait
03:20Jangan lakukan penyelitutupan
03:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan