00:00Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI
00:07yang tergabung dalam rombongan Misi Kemanusiaan International Global Sumut Flotilla atau GSF 2.0
00:14di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
00:18Kementerian Luar Negeri mencatat bahwa berdasarkan informasi per pagi ini
00:22dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI
00:27yang tergabung dalam Misi GSF 2.0, sebanyak 5 WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel
00:35di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur.
00:39Sementara itu, 4 WNI lainnya yang berada di dua kapal berbeda diketahui masih berlayar di sekitar perairan Siprus.
00:47Situasi di lapangan masih sangat dinamis.
00:50Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan
00:54dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel.
01:00Sehubungan dan perkembangan tersebut,
01:02Kemlu telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Cairo, KBRI Roma, KBRI Aman, dan KJRI Istanbul
01:10termasuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif
01:13seperti penerbitan SPLP apabila paspor WNI di sita,
01:18serta dukungan medis apabila diperlukan.
01:20Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas tempat
01:25guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
01:33Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya,
01:36yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Colombia, Jordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan juga Spanyol
01:45dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.
01:51Perwakilan RI terkait senantiasa dalam posisi siaga
01:54untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas tempat.
01:59Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait
02:01akan terus memantau perkembangan situasi,
02:04melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI,
02:07serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan
02:10sesuai kebutuhan di lapangan.
02:12Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah Israel
02:15untuk segera melepaskan seluruh kapal
02:18dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,
02:21serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan
02:24kepada rakyat Palestina sesuai hukum humanitar internasional.
02:48Kementerian Luar Negeri melalui
02:53Jangan lakukan penyelitutupan lelaki terkait
02:57Jangan lakukan penyelitutupan kembangan
03:02daripada ketika
03:10jangan lakukan penyelitutupan lelaki terkait
03:20Jangan lakukan penyelitutupan
03:23Terima kasih.
Komentar