Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kenaikan harga kedelai impor terpantau di Pasar Karah, Surabaya, Jawa Timur. Pedagang menyebut harga kedelai impor yang kini berkisar Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram membuat biaya produksi semakin tinggi.

Pedagang sekaligus pengrajin tempe mengaku keuntungan yang diperoleh semakin menipis.

Meski harga bahan baku naik, pedagang tidak bisa langsung menaikkan harga jual maupun memperkecil ukuran tempe karena khawatir pelanggan berkurang.

#kedelaiimpor #jawatimur #tempe

Baca Juga Pedagang Daging Sapi di Bandung Mogok Jualan akibat Harga Tak Stabil | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/669720/pedagang-daging-sapi-di-bandung-mogok-jualan-akibat-harga-tak-stabil-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669722/harga-kedelai-impor-naik-pengrajin-tempe-di-surabaya-tertekan-kompas-bisnis
Transkrip
00:01Sebenarnya dampak kelemahan rupiah, harga kedelai impor di Surabaya melambung.
00:05Pedagang tempe tetap bertahan meski keuntungan menipis.
00:08Sementara di Bandung, Jawa Barat, pedagang terpaksa memperkecil ukuran tempe untuk menyiasati kenaikan harga.
00:19Kenaikan harga kedelai impor terpantau di pasar Karah, Surabaya, Jawa Timur.
00:24Pedagang bilang harga kedelai impor yang kini berkisar Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram membuat biaya produksi semakin tinggi.
00:33Pedagang sekaligus perajin tempe mengaku keuntungan yang didapat kian tipis.
00:39Meski harga bahan baku naik, pedagang tidak bisa langsung menaikkan harga jual maupun memperkecil ukuran tempe karena khawatir pelanggan berkurang.
00:48Kalau masalah kedelainya tidak akan impor, impor itu mahal.
00:51Jadi penghasilannya berkurang, penjualannya susah.
00:55Dijual harga biasa itu kita lipis, kadangnya tempe masih ada.
01:03Tapi kalau harganya masuk di Rp8.800 kayak kemarin, masih lumayan.
01:11Kenaikan harga tempe juga berdampak pada pedagang makanan.
01:15Salah satu pedagang warung nasi yang tengah berbelanja di pasar mengaku harus menaikkan harga jual makanannya.
01:20Akibatnya jumlah pembeli ikut menurut drastis.
01:25Seharusnya kalau buat pedagang maunya itu turun.
01:29Biasa kayak kemarin gitu loh.
01:32Kalau naik kan nggak dapat apa-apa gitu loh.
01:34Biasanya jualan berapa? Sekarang dijual berapa?
01:37Biasanya itu kalau jualan itu kan Rp6.000 atau Rp7.000.
01:42Sekarang itu malah Rp8.000 gitu.
01:46Jadi naik Rp1.000?
01:47Selesai Rp1.000.
01:48Untuk pembelian sendiri untuk orang-orang gimana?
01:51Berkurang.
01:52Berkurang ya?
01:53Biasanya itu nasi itu satu hari itu habis 5 kilo.
01:59Sekarang cuma 2 kilo.
02:012 kilo pun nggak habis sekarang itu.
02:05Sementara di Bandung, Jawa Barat, dampak kenaikan harga kedelai mulai tampak di pasar tradisional Kusambi.
02:10Harga tahu kemasan isi 10 naik jadi Rp14.000.
02:15Padahal sebelumnya Rp12.000.
02:17Menurut pedagang, selain naiknya harga bahan baku, kenaikan harga juga dipicu tingginya harga plastik.
02:23Selain itu, pedagang juga terpaksa memilih memperkecil ukuran tempe dibanding menaikan harga.
02:29Pembeli pun berharap harga kebutuhan pokok segera kembali normal.
02:59Pengeluarannya banyak gitu.
03:01Mau nggak mau tapi ibu ya dibeli?
03:03Ya iya kan mau dibakar.
03:04Perlu ibu ya?
03:05Banyak mau masak, nggak beli apa-apa lah ya.
03:07Tapi nggak masalah bu, kalau misalnya harganya naik dikit nggak apa-apa.
03:10Ya tapi kalau minggu depan naik lagi ya masalah dong.
03:14Pengeluaran bulannya nih, bulanannya berapa?
03:17Coba ibu mau dapat siun.
03:21Meskipun ketergantungan impor gandum mencapai 100 persen,
03:24harga tepung terigu di pasar Kusambi terpantau masih normal.
03:27Meski demikian, baik pedagang maupun pembeli berharap pemerintah bisa segera menekan harga kebutuhan pokok
03:33karena sejumlah komoditas harganya sudah mulai melonjak.
03:37Tip Liputan, Kompas TV.
03:41Saudara pelemahan rupiah yang tak terbendung hingga mencapai ataupun tembus 17.600-an per dolar Amerika Serikat
03:48memiliki efek domino bagi masyarakat menengah bawah dan tentunya warga di pedesaan.
03:54Pertanyaannya saudara, benarkah warga desa aman dari dampak pelemahan rupiah?
03:58Ekonomi Indef bilang, secara nominal transaksi memang warga di pedesaan tidak menggunakan dolar.
04:05Namun secara realitas ekonomi makro hampir mustahil warga pedesaan terbebas dari dampak gejolak dolar Amerika Serikat.
04:12Depresiasi rupiah yang terus terjadi berpotensi menekan kelompok menengah bawah dan juga masyarakat di pedesaan
04:19melalui impor pangan dan energi, bahan baku pertanian, hingga daya beli yang tertekan.
04:31Ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas strategis terbilang tinggi.
04:35Bersumber dari Kementerian SDM per tahun 2025, ketergantungan minyak bumi mencapai 32 persen.
04:42Impor BBM mencapai 36 persen dari kebutuhan nasional.
04:45Sementara impor LPG menjadi jenis energi dengan angka impor paling besar mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan dalam negeri.
04:54Selain itu saudara, sekitar 60 persen kebutuhan pupuk fosfat dan NPK Indonesia juga masih bergantung pada impor.
05:02Sementara, per 2024, data dari Badan Pangan Nasional tercatat kebutuhan impor pangan sangat tinggi.
05:09Tampak dari gandum yang menjadi bahan baku tepung, ketergantungannya mencapai 100 persen.
05:14Sedangkan ketergantungan terhadap kedelai impor mencapai 92,5 persen.
05:23Kita lihat nilai tukar rupiah per dolar AS, di mana nilai tukar rupiah dari Jisdor Bank Indonesia terpantau terus menempati
05:30posisi terlemas panjang masa hingga berada di level 17.666 per dolar AS.
05:36Pada penutupan perdagangan Senin kemarin.
05:39Padahal, pada penutupan perdagangan Jumat 2 pekan lalu, rupiah masih berada di level 17.375.
05:45Melemah ke 17.415 pada 11 Mei hingga melampaui level 17.500 pada 12 Mei.
05:53Dan sempat menguat tipis pada Rabu pekan lalu sebelum libur panjang di level 17.496.
06:03Sementara pergerakan rupiah di pasar spot juga tidak jauh berbeda, sodara.
06:07Pada penutupan perdagangan Senin kemarin berada di level terlemah ke 17.667 per dolar AS.
06:13Sementara pada Senin pekan lalu, rupiah berada di angka 17.414, melemah keesokan harinya di level 17.529, menguat tipis
06:23pada hari Rabu pekan lalu ke 17.476.
06:27Namun sayang, kembali rontok ke level di atas 17.600an pada pekan ini.
Komentar

Dianjurkan