Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang warga negara Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

WNI tersebut bernama Andi Angga Prasadewa, berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ia menjadi satu dari beberapa WNI yang ditangkap pasukan Israel di wilayah dekat Siprus, Mediterania Timur, pada Senin, 18 Mei 2026.

Melalui akun media sosial Rumah Zakat, beredar video Andi Angga Prasadewa yang memperlihatkan kondisi saat penangkapan terjadi. Mereka diketahui sedang membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza bersama rombongan Global Sumud Flotilla.

Global Sumud Flotilla merupakan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza yang masih mengalami blokade total Israel. Dalam insiden ini, sedikitnya 10 kapal dilaporkan ditangkap, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

#gaza #rumahzakat #israel

Baca Juga Program Magang Mahasiswa Batch II Kemendagri 2026 Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya di https://www.kompas.tv/ekonomi/669737/program-magang-mahasiswa-batch-ii-kemendagri-2026-dibuka-simak-syarat-dan-jadwalnya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669742/ungkap-kronologi-relawan-rumah-zakat-indonesia-yang-ditahan-pasukan-israel-saat-misi-kemanusiaan-ke
Transkrip
00:00Perang warga negara Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan
00:03ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju jalur Gaza.
00:16WNI tersebut bernama Andi Angga Prasadewa,
00:19berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.
00:21Ia menjadi satu dari beberapa WNI yang ditangkap pasukan Israel
00:25di wilayah dekat Siprus, Mediterania Timur,
00:28pada Senin 18 Mei 2026.
00:32Melalui akun media sosial Rumah Zakat,
00:34beredar video Andi Angga Prasadewa
00:37yang memperlihatkan kondisi saat penangkapan terjadi.
00:41Mereka diketahui sedang membawa bantuan kemanusiaan
00:44menuju jalur Gaza bersama rombongan Global Sumut Flotila.
00:48Global Sumut Flotila merupakan misi kemanusiaan
00:51untuk menyalurkan bantuan ke jalur Gaza
00:54yang masih mengalami blokade total Israel.
00:57Dalam insiden ini, setidaknya 10 kapal dilaporkan ditangkap,
01:02termasuk kapal Amanda, Barbaros, Yosef, dan Blue Toys.
01:10Lalu bagaimana komunikasi terakhir warga negara Indonesia,
01:13Andi Angga Prasadewa yang ditangkap pasukan Israel?
01:17Seperti apa koordinasi untuk menyelamatkan Andi Angga dan WNI lainnya?
01:21Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV,
01:24Gufran Lamataha dan jurukamera Arief Tirtana di Makassar, Sulawesi Selatan.
01:28Selamat siang, Gufran.
01:29Pihak Rumah Zakat sebagai organisasi di mana Andi Angga bernaung
01:33tentu sudah berkomunikasi sebagai upaya penyelamatan Andi Angga.
01:37Lalu, apakah sudah diketahui di mana posisi dan kondisi Andi Angga saat ini?
01:44Selamat siang, Imran dan juga saudara.
01:46Betul sekali terkait dengan komunikasi terakhir Rumah Zakat Indonesia
01:51tentunya dengan Andi Angga Prasadewa,
01:54terus kemudian juga komunikasi baik ke keluarga Andi Angga Prasadewa
01:59yang ada di kota Makassar, Sulawesi Selatan ini memang terus mendampingi keluarga ya.
02:04Bahkan dari kemarin, sesaat setelah video itu beredar,
02:08mereka kemudian datang ke rumah keluarga untuk memberikan penjelasan lebih jauh.
02:13Terkait dengan Andi Angga Prasadewa ini memang setelah dikonfirmasi
02:19masuk dalam salah satu dari sembilan WNI yang ditangkap oleh Israel.
02:24Ini satu diantaranya merupakan Andi Angga Prasadewa yang berasal dari kota Makassar
02:30dan juga Andi Angga Prasadewa ini merupakan anggota dari Global Peace Convo Indonesia atau GPCI.
02:36Untuk mengetahui sebenarnya komunikasi terakhir dengan pihak pemerintah
02:41dan juga untuk Andi Angga Prasadewa sendiri,
02:44ini sudah bergabung bersama kami,
02:46Area Manager Rumah Zakat Indonesia Timur bersama dengan Bapak Amir.
02:51Selamat siang, Assalamualaikum Pak Amir.
02:53Ini mungkin boleh dijelaskan Pak,
02:54seperti apa konfirmasi dengan Andi Angga Prasadewa
02:58dan juga informasi apa yang bisa diupdate ke keluarga ini Pak.
03:01Siap, makasih.
03:03Jadi tim pusat terakhir komunikasi itu di tanggal 18 ya,
03:08setar jam 11 sampai jam 12 waktu Indonesia Barat ya,
03:12atau jam 3an lah di Makassar,
03:14disampaikan pada saat komunikasi itu bahwa malamnya ya,
03:18malam 17 malam itu kapal yang ditumpangi Angga ini,
03:23Yosep itu merasa ada yang mengawasi lah ya dari kapal patroli,
03:28tapi itu kondisinya tidak terdeteksi oleh Radal Kapal.
03:32Dan Angga juga menyampaikan bahwa keadaannya baik-baik saja ya,
03:36sampai beliau itu sempat menjadi asisten nahkuda kapal untuk mengendirikan kapal ya.
03:42Tapi di perjalanannya mereka mengetahui ada kapal yang mengikuti,
03:48mendeteksi sebagai patroli,
03:50dan sampai saat itu kemudian komunikasi terputus
03:54di sekitar jam 2 Indonesia Barat atau jam 3 waktu Makassar.
03:59Jadi terakhir komunikasi itu kemarin di jam 3 waktu Indonesia Makassar.
04:03Tiga sobat.
04:04Memang komunikasi terputus.
04:05Apa yang menandakan komunikasi terputus nih dengan anggota yang ada di sana,
04:09termasuk Angga ini Pak?
04:11Karena kan memang di pusat komando ada ya,
04:13ada yang komunikasi komando.
04:15Kemudian dari orang tua juga,
04:17terus berkomunikasi kepada Angga,
04:19Angga dan pada saat dihubungi itu sudah centang satu.
04:23Dan sesuai pesannya,
04:25kalau sudah centang satu barat sih ada yang terjadi di komunikasi gitu Pak.
04:29Oke berarti sudah centang satu.
04:30Sebelum keberangkatan ini kan pastinya sudah berkoordinasi dengan pemerintah,
04:34begitu ya akan kemana, untuk melakukan apa.
04:36Sebelum keberangkatan itu sudah komunikasi kemana,
04:39terus dari rumah zakat ini apakah memberikan jaminan juga kepada anggotanya,
04:43termasuk Angga ini seperti apa Pak?
04:44Jadi kegiatan Global Fisk Conf Indonesia ya,
04:51yang merupakan bagian dari Global Sumut Plotila ini,
04:55itu sudah dikonfirmasi persiapannya baik oleh ke DPR ya,
05:00baik ke Kementerian Luar Negeri juga di Indonesia,
05:04termasuk ke Dubes dari negara-negara tujuannya.
05:08Jadi persiapan ini juga sebagai prasarat dari Global Sumut Plotila,
05:14bahwa peserta nanti akan ikut di Global Fisk Conf Indonesia ini harus melalui seleksi.
05:20Jadi ada seleksi administrasi untuk sebagai kesiapan untuk tim yang berangkat,
05:26dan Angga salah satu tim dari rumah zakat yang berangkat di kapal Global Fisk Conf Indonesia,
05:32sebagai bagian.
05:35ini kan sesaat setelah komunikasi putus kan ada video beredar yang memperlihatkan WNI sambil memegang paspor,
05:44terus kemudian menyampaikan kondisinya, berarti ini videonya sudah diambil sebelum penangkapan ya,
05:49berarti risiko untuk disergap oleh Israel ini sudah ada.
05:53Ini apakah risikonya juga sudah disampaikan di awal keberangkatan pada anggota atau seperti apa Pak?
05:57Saya kira misi ini memang misi yang kita tahu pertama sangat berisiko ya,
06:02karena kita akan melakukan atau membuka blokade gasa yang sudah bertahun-tahun,
06:09sehingga setiap peserta atau tim yang berangkat sudah tahu konsekuensi dan risikonya.
06:14Terkait dengan video yang beredar, itu adalah standar personal di kegiatan ini,
06:20bahwa sebagai kode ketika video itu dirilis,
06:25berarti terjadi sesuatu atau ada indikasi misalnya sudah di intercept oleh pihak Israel.
06:33Oke Pak, memang itu bagian dari SOP.
06:36Nah, untuk upaya supaya bisa anggota yang menjalankan misi kemanusian ini bisa balik ke tanah air dengan selamat,
06:43sejauh ini upaya apa yang sudah dilakukan Pak, komunikasi dengan pihak pemerintah seperti apa?
06:49Sebagai bagian dari Global Vis Komunik Indonesia ini,
06:52kami di Rumah Zakat juga bersersa asosiasinya ya,
06:56di pusat komando itu sudah berkomunikasi juga dengan kementerian luar negeri,
07:02termasuk di Kudubes, Kudutan Besar, negara-negara yang menjadi tujuan,
07:07termasuk Turki, Spanyol ya, untuk melakukan upaya-upaya.
07:11Upaya-upaya yang kami lakukan, pertama juga ya,
07:14memensiarkan informasi ini ya, terus melibatkan juga beberapa NGO-NGO dan komunitas selain itu menyuarakan bahwa
07:23tindakan melakukan intercept di Laut Internasional itu merupakan aktivitas yang melenggar hukum.
07:29Berarti memang sudah melakukan komunikasi juga ya,
07:32dengan pihak Kudubes dan juga perwakilan pemerintah.
07:35Baik, terima kasih Pak Amir, semoga sehat selalu.
07:38Dan Saudara memang seperti yang kita ketahui, sampai hingga saat ini upaya terus dilakukan
07:42untuk bisa membawa pulang seluruh anggota WNI dalam keadaan selamat dan juga misi kemanusiaan ini,
07:49diharapkan bisa dilakukan dengan lancar.
07:52Upaya tentunya terus akan dilakukan, kita berharap dan berdoa bersama.
07:56Semoga anggota WNI, salah satunya juga Angga Prasadewa yang berasal dari Makassar dan lain sebagainya,
08:02ini bisa kembali dengan selamat.
08:04Kita berharap pemerintah bisa melakukan upaya terbaiknya.
08:06Kembali ke Anda, Imran.
08:08Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV,
08:11Gufran Lamataha dan Juru Kamera Arief Tirtana dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Komentar

Dianjurkan