00:00Perang warga negara Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan
00:03ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju jalur Gaza.
00:16WNI tersebut bernama Andi Angga Prasadewa,
00:19berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.
00:21Ia menjadi satu dari beberapa WNI yang ditangkap pasukan Israel
00:25di wilayah dekat Siprus, Mediterania Timur,
00:28pada Senin 18 Mei 2026.
00:32Melalui akun media sosial Rumah Zakat,
00:34beredar video Andi Angga Prasadewa
00:37yang memperlihatkan kondisi saat penangkapan terjadi.
00:41Mereka diketahui sedang membawa bantuan kemanusiaan
00:44menuju jalur Gaza bersama rombongan Global Sumut Flotila.
00:48Global Sumut Flotila merupakan misi kemanusiaan
00:51untuk menyalurkan bantuan ke jalur Gaza
00:54yang masih mengalami blokade total Israel.
00:57Dalam insiden ini, setidaknya 10 kapal dilaporkan ditangkap,
01:02termasuk kapal Amanda, Barbaros, Yosef, dan Blue Toys.
01:10Lalu bagaimana komunikasi terakhir warga negara Indonesia,
01:13Andi Angga Prasadewa yang ditangkap pasukan Israel?
01:17Seperti apa koordinasi untuk menyelamatkan Andi Angga dan WNI lainnya?
01:21Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV,
01:24Gufran Lamataha dan jurukamera Arief Tirtana di Makassar, Sulawesi Selatan.
01:28Selamat siang, Gufran.
01:29Pihak Rumah Zakat sebagai organisasi di mana Andi Angga bernaung
01:33tentu sudah berkomunikasi sebagai upaya penyelamatan Andi Angga.
01:37Lalu, apakah sudah diketahui di mana posisi dan kondisi Andi Angga saat ini?
01:44Selamat siang, Imran dan juga saudara.
01:46Betul sekali terkait dengan komunikasi terakhir Rumah Zakat Indonesia
01:51tentunya dengan Andi Angga Prasadewa,
01:54terus kemudian juga komunikasi baik ke keluarga Andi Angga Prasadewa
01:59yang ada di kota Makassar, Sulawesi Selatan ini memang terus mendampingi keluarga ya.
02:04Bahkan dari kemarin, sesaat setelah video itu beredar,
02:08mereka kemudian datang ke rumah keluarga untuk memberikan penjelasan lebih jauh.
02:13Terkait dengan Andi Angga Prasadewa ini memang setelah dikonfirmasi
02:19masuk dalam salah satu dari sembilan WNI yang ditangkap oleh Israel.
02:24Ini satu diantaranya merupakan Andi Angga Prasadewa yang berasal dari kota Makassar
02:30dan juga Andi Angga Prasadewa ini merupakan anggota dari Global Peace Convo Indonesia atau GPCI.
02:36Untuk mengetahui sebenarnya komunikasi terakhir dengan pihak pemerintah
02:41dan juga untuk Andi Angga Prasadewa sendiri,
02:44ini sudah bergabung bersama kami,
02:46Area Manager Rumah Zakat Indonesia Timur bersama dengan Bapak Amir.
02:51Selamat siang, Assalamualaikum Pak Amir.
02:53Ini mungkin boleh dijelaskan Pak,
02:54seperti apa konfirmasi dengan Andi Angga Prasadewa
02:58dan juga informasi apa yang bisa diupdate ke keluarga ini Pak.
03:01Siap, makasih.
03:03Jadi tim pusat terakhir komunikasi itu di tanggal 18 ya,
03:08setar jam 11 sampai jam 12 waktu Indonesia Barat ya,
03:12atau jam 3an lah di Makassar,
03:14disampaikan pada saat komunikasi itu bahwa malamnya ya,
03:18malam 17 malam itu kapal yang ditumpangi Angga ini,
03:23Yosep itu merasa ada yang mengawasi lah ya dari kapal patroli,
03:28tapi itu kondisinya tidak terdeteksi oleh Radal Kapal.
03:32Dan Angga juga menyampaikan bahwa keadaannya baik-baik saja ya,
03:36sampai beliau itu sempat menjadi asisten nahkuda kapal untuk mengendirikan kapal ya.
03:42Tapi di perjalanannya mereka mengetahui ada kapal yang mengikuti,
03:48mendeteksi sebagai patroli,
03:50dan sampai saat itu kemudian komunikasi terputus
03:54di sekitar jam 2 Indonesia Barat atau jam 3 waktu Makassar.
03:59Jadi terakhir komunikasi itu kemarin di jam 3 waktu Indonesia Makassar.
04:03Tiga sobat.
04:04Memang komunikasi terputus.
04:05Apa yang menandakan komunikasi terputus nih dengan anggota yang ada di sana,
04:09termasuk Angga ini Pak?
04:11Karena kan memang di pusat komando ada ya,
04:13ada yang komunikasi komando.
04:15Kemudian dari orang tua juga,
04:17terus berkomunikasi kepada Angga,
04:19Angga dan pada saat dihubungi itu sudah centang satu.
04:23Dan sesuai pesannya,
04:25kalau sudah centang satu barat sih ada yang terjadi di komunikasi gitu Pak.
04:29Oke berarti sudah centang satu.
04:30Sebelum keberangkatan ini kan pastinya sudah berkoordinasi dengan pemerintah,
04:34begitu ya akan kemana, untuk melakukan apa.
04:36Sebelum keberangkatan itu sudah komunikasi kemana,
04:39terus dari rumah zakat ini apakah memberikan jaminan juga kepada anggotanya,
04:43termasuk Angga ini seperti apa Pak?
04:44Jadi kegiatan Global Fisk Conf Indonesia ya,
04:51yang merupakan bagian dari Global Sumut Plotila ini,
04:55itu sudah dikonfirmasi persiapannya baik oleh ke DPR ya,
05:00baik ke Kementerian Luar Negeri juga di Indonesia,
05:04termasuk ke Dubes dari negara-negara tujuannya.
05:08Jadi persiapan ini juga sebagai prasarat dari Global Sumut Plotila,
05:14bahwa peserta nanti akan ikut di Global Fisk Conf Indonesia ini harus melalui seleksi.
05:20Jadi ada seleksi administrasi untuk sebagai kesiapan untuk tim yang berangkat,
05:26dan Angga salah satu tim dari rumah zakat yang berangkat di kapal Global Fisk Conf Indonesia,
05:32sebagai bagian.
05:35ini kan sesaat setelah komunikasi putus kan ada video beredar yang memperlihatkan WNI sambil memegang paspor,
05:44terus kemudian menyampaikan kondisinya, berarti ini videonya sudah diambil sebelum penangkapan ya,
05:49berarti risiko untuk disergap oleh Israel ini sudah ada.
05:53Ini apakah risikonya juga sudah disampaikan di awal keberangkatan pada anggota atau seperti apa Pak?
05:57Saya kira misi ini memang misi yang kita tahu pertama sangat berisiko ya,
06:02karena kita akan melakukan atau membuka blokade gasa yang sudah bertahun-tahun,
06:09sehingga setiap peserta atau tim yang berangkat sudah tahu konsekuensi dan risikonya.
06:14Terkait dengan video yang beredar, itu adalah standar personal di kegiatan ini,
06:20bahwa sebagai kode ketika video itu dirilis,
06:25berarti terjadi sesuatu atau ada indikasi misalnya sudah di intercept oleh pihak Israel.
06:33Oke Pak, memang itu bagian dari SOP.
06:36Nah, untuk upaya supaya bisa anggota yang menjalankan misi kemanusian ini bisa balik ke tanah air dengan selamat,
06:43sejauh ini upaya apa yang sudah dilakukan Pak, komunikasi dengan pihak pemerintah seperti apa?
06:49Sebagai bagian dari Global Vis Komunik Indonesia ini,
06:52kami di Rumah Zakat juga bersersa asosiasinya ya,
06:56di pusat komando itu sudah berkomunikasi juga dengan kementerian luar negeri,
07:02termasuk di Kudubes, Kudutan Besar, negara-negara yang menjadi tujuan,
07:07termasuk Turki, Spanyol ya, untuk melakukan upaya-upaya.
07:11Upaya-upaya yang kami lakukan, pertama juga ya,
07:14memensiarkan informasi ini ya, terus melibatkan juga beberapa NGO-NGO dan komunitas selain itu menyuarakan bahwa
07:23tindakan melakukan intercept di Laut Internasional itu merupakan aktivitas yang melenggar hukum.
07:29Berarti memang sudah melakukan komunikasi juga ya,
07:32dengan pihak Kudubes dan juga perwakilan pemerintah.
07:35Baik, terima kasih Pak Amir, semoga sehat selalu.
07:38Dan Saudara memang seperti yang kita ketahui, sampai hingga saat ini upaya terus dilakukan
07:42untuk bisa membawa pulang seluruh anggota WNI dalam keadaan selamat dan juga misi kemanusiaan ini,
07:49diharapkan bisa dilakukan dengan lancar.
07:52Upaya tentunya terus akan dilakukan, kita berharap dan berdoa bersama.
07:56Semoga anggota WNI, salah satunya juga Angga Prasadewa yang berasal dari Makassar dan lain sebagainya,
08:02ini bisa kembali dengan selamat.
08:04Kita berharap pemerintah bisa melakukan upaya terbaiknya.
08:06Kembali ke Anda, Imran.
08:08Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV,
08:11Gufran Lamataha dan Juru Kamera Arief Tirtana dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Komentar