00:00Kisah Herlina, Elvita dan Sinta, perjalanan menjadi mualaf dan harapan baru dari bantuan UPZ BRK Syariah.
00:06Bantuan yang disalurkan unit pengumpul zakat, UPZ, Bang Riau Kepri Syariah, BRK Syariah,
00:12kepada para mualaf binaan rumah mualaf pekan baru bukan sekadar bantuan kebutuhan sehari-hari,
00:16tetapi juga menjadi penguat semangat bagi mereka yang sedang menjalani perjalanan hidup baru sebagai seorang Muslim.
00:22Tiga di antara penerima bantuan tersebut adalah Herlina, Elvita Sinaga, dan Sinta Yanti.
00:27Mereka hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan di kantor cabang BRK Syariah Arifin Ahmad, Rabu, 13 Mei 2026,
00:35dengan kisah perjuangan hidup yang berbeda-beda.
00:37Herlina yang telah menjadi mualaf selama satu tahun mengaku menemukan ketenangan setelah memeluk Islam.
00:42Perempuan berusia 48 tahun yang tinggal di kawasan payung sekaki itu kini harus menjalani hidup tanpa suami sambil membesarkan anak
00:49-anaknya.
00:49Ia menceritakan bahwa dirinya dan anak-anak memutuskan masuk Islam lingkungan kerja dan kehidupan masyarakat Muslim di sekitarnya
00:55yang penuh kepedulian dan kebersamaan, mayoritas lingkungan kami Muslim.
01:00Melihat mereka saling membantu dan berbagi membuat hati kami tergerak untuk masuk Islam, ujarnya Haru.
01:06Hal senada disampaikan Elvita Sinaga.
01:09Perempuan kelahiran 1980 itu mengaku perjalanan hidup yang berat membawanya menemukan ketenangan dalam Islam.
01:16Elvita yang sebelumnya merupakan seorang jandak ini menjalani kehidupan bersama suami Muslim dan merawat dua anak sambung.
01:22Cobaan hidup memang berat dulu, saya anak yatim piatu dan berjuang sendiri untuk sekolah adik-adik saya.
01:27Bahkan setelah menikah pertama dulu, saya juga tidak bahagia.
01:32Tapi sekarang saya merasa lebih tenang.
01:35Anak-anak sambung saya juga sangat baik dan sayang kepada saya walaupun mereka masih memiliki ibu kandung, katanya.
01:40Sementara itu, Sinta Yanti yang kini berusia 51 tahun mengaku mendapatkan kekuatan baru setelah memeluk Islam pada tahun 2023 bersama
01:48keempat anaknya.
01:49Setelah sang suami meninggal dunia, Sinta harus menjalani hidup seorang diri sambil membesarkan anak-anaknya.
01:56Namun menurutnya, pembinaan dari rumah Mualaf Pekanbaru membuat dirinya semakin kuat menjalani kehidupan.
02:02Ia sehari-hari bekerja di jasa pengiriman barang.
02:05Sekarang anak-anak semuanya sudah masuk Islam.
02:07Kami belajar pelan-pelan dan merasa lebih tenang.
02:11Mulanya anak-anak yang sangat berkeras ingin masuk Islam, karena di sekolah mereka senang mengikuti pelajar agama Islam, ujarnya.
02:18Ketua rumah Mualaf Pekanbaru, Muhsin Tampu Bolon mengatakan bahwa para Mualaf membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, bukan hanya bantuan materi.
02:26Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 50 Mualaf yang aktif mendapatkan pembinaan rutin setiap bulan.
02:32Para guru pembina bahkan mendatangi rumah-rumah Mualaf untuk memberikan pengajaran agama dan motivasi.
02:37Kami ingin para Mualaf merasa tidak sendiri.
02:41Karena itu, pembinaan dilakukan dari rumah ke rumah agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan baru sebagai Muslim.
02:46Terima kasih kepada UPZ BRK Syariah yang sudah peduli dengan Mualaf binaan kami, ujarnya.
02:52Ia pun menyampaikan terima kasih kepada UPZ BRK Syariah dan seluruh pegawai BRK Syariah yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui
02:59zakat untuk membantu para Mualaf.
03:01Semoga apa yang diberikan ini menjadi amal jariah dan membawa keberkahan bagi seluruh pegawai BRK Syariah.
03:06Tutupnya
03:08Terima kasih telah menonton!
Komentar