Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Indonesia ungkap alasan nilai tukar rupiah anjlok hingga menembus level Rp17.500 per dolar AS.

BI menyebutkan pelemahan rupiah salah satunya akibat konflik Timur Tengah.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, bilang sejak Februari 2026 lalu mayoritas mata uang dunia tertekan akibat konflik di Timur Tengah.

Denny sebut konflik juga memicu lonjakan harga minyak dunia lebih dari 40 persen.

BI optimistis rupiah bisa menguat seiring langkah stabilisasi yang terus dilakukan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang akan membantu Bank Indonesia mengendalikan tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Purbaya menegaskan, upayanya membantu stabilitas kurs dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga melalui dana stabilitas obligasi.

Purbaya masih menaruh kepercayaan penuh pada BI dalam menjaga stabilitas kurs.

Rupiah terus melemah, sempat menembus Rp17.500 per dolar AS.

Apa strategi yang mesti disiapkan agar kondisi bisa tetap stabil?

Kita bahas bersama Ekonom dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty.

Baca Juga LENGKAP! Direktur Eksekutif INDEF Blak-Blakan Soal Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD, Tekanan Global? di https://www.kompas.tv/ekonomi/668620/lengkap-direktur-eksekutif-indef-blak-blakan-soal-nilai-tukar-rupiah-terhadap-usd-tekanan-global

#bankindonesia #rupiah #rupiahmelemah

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/668770/full-rupiah-sempat-tembus-rp17-500-per-dolar-as-ekonom-tidak-perlu-panik-kompas-malam
Komentar

Dianjurkan