- 16 jam yang lalu
- #arabsaudi
- #iran
- #as
- #israel
KOMPAS.TV - Arab Saudi dilaporkan diam-diam serang Iran selama perang AS-Israel dengan Teheran. Bagaimana membaca serangan Saudi ke Iran ini, dan bagaimana implikasinya terhadap peta geopolitik di Timur Tengah?
Kita bahas bersama peneliti senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan pakar Timur Tengah dari BRIN, Nostalgiawan Wahyudi.
#arabsaudi #iran #as #israel
Baca Juga [FULL] Analisis Pakar soal Trump Bertemu Xi Jinping, Tiongkok Bantu Tekan Iran Setujui Syarat Damai? di https://www.kompas.tv/internasional/668725/full-analisis-pakar-soal-trump-bertemu-xi-jinping-tiongkok-bantu-tekan-iran-setujui-syarat-damai
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668736/full-peneliti-senior-isi-pakar-timur-tengah-bahas-soal-arab-saudi-diam-diam-serang-iran
Kita bahas bersama peneliti senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan pakar Timur Tengah dari BRIN, Nostalgiawan Wahyudi.
#arabsaudi #iran #as #israel
Baca Juga [FULL] Analisis Pakar soal Trump Bertemu Xi Jinping, Tiongkok Bantu Tekan Iran Setujui Syarat Damai? di https://www.kompas.tv/internasional/668725/full-analisis-pakar-soal-trump-bertemu-xi-jinping-tiongkok-bantu-tekan-iran-setujui-syarat-damai
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668736/full-peneliti-senior-isi-pakar-timur-tengah-bahas-soal-arab-saudi-diam-diam-serang-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Arab Saudi dilaporkan diam-diam menyerang Iran selama perang AS Israel dengan Tehran.
00:07Bagaimana kita kemudian bisa membaca serangan Saudi ke Iran ini dan apapun implikasinya terhadap peta geopolitik di Timur Tengah.
00:15Sudah bergabung untuk diskusi malam ini peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusumasumantri
00:20dan pakar Timur Tengah dari Bandar Riset dan Inovasi Nasional Nostalgia Wanwah Yudi.
00:24Selamat malam semuanya dengan Tifal di sini.
00:28Selamat malam.
00:30Terima kasih, semua sudah bergabung bersama kami.
00:32Oke Mbak Isha, terima kasih juga sudah bergabung bersama kami.
00:34Mas Wawan, kalau sebelum keluar pemberitaan ini, Anda sudah sempat mendunga nggak bahwa akan ada reaksi
00:42atas aksi yang dilakukan Iran ke beberapa wilayah Timur Tengah waktu itu di awal-awal perang,
00:46di medio akhir Februari dan awal Maret saat itu, termasuk Riyad yang juga kena imbasnya saat itu,
00:52dan malah ujung-ujungnya akan ada serangan balasan. Anda sudah menduga itu?
00:57Ya, sebetulnya bukan hal yang baru ya.
01:00Jadi, sebelum ini menjadi berita viral, sebetulnya Iran sejak bulan Februari, terutama Maret ya,
01:06Maret itu sudah sering menuduh Saudi selain memberikan tanahnya untuk fasilitas kepada military base Amerika
01:15untuk melakukan penyerangan terhadap Iran, juga melakukan serangan terselubung,
01:21terutama setelah adanya serangan drone dari Iran ya.
01:24Jadi, sebetulnya kalau kita lihat ini, sebetulnya kita harus menarik ini sebagai salah satu karakteristik dari negara-negara Arab ya.
01:33Memang banyak terjadi faksionalisasi, terutama mereka sering melakukan politik dua kaki.
01:40Yang satu sisi mereka tidak ingin melakukan perluasan eskalasi di kawasan,
01:45tapi yang di sisi lain mereka memiliki kepentingan.
01:47Karena selama ini, orang negara-negara terluk itu menganggap Iran memang duri dalam daging.
01:52Jadi, ketika terjadi penyerangan terhadap Iran, dilakukan oleh Israel dan juga Amerika,
01:58apalagi di awal-awal perang, menjanjikan bahwa sebetulnya regime change bisa terjadi hanya dalam hitungan hari.
02:05Jadi, negara-negara terluk memang tidak mau secara terbuka mendukung perang terhadap Iran,
02:12namun juga tidak menolak, karena mereka mempunyai kepentingan untuk pergantian rezim di sana.
02:17Sehingga, apa-apa, tercipta sebuah Middle East yang baru, tetapi tanpa ada konflik yang meluas di kawasan.
02:24Jadi, ini yang diinginkan mereka.
02:25Terutama, kita bisa melihat ya, apa yang dilakukan Jordan dan juga Saudi ketika perang 12 hari sebelumnya,
02:31ya, ketika serangan-serangan rudal dari Iran diluncurkan ke Israel.
02:40Banyak sekali rudal balistik dari Jordan dan Saudi ikut menghalangi itu.
02:45Jadi, pesawat tempur Saudi juga ikut menjatuhkan rudal balistik yang dilontarkan oleh Iran.
02:51Dan ini menjadi sesuatu yang tidak baru sebetulnya.
02:54Sikap-sikap ini sudah sangat kentara, apalagi selama ini kita bisa tahu bahwa sebetulnya
02:59rivalitas proksi di kawasan itu memang terjadi antara Saudi dan juga dengan Iran itu sendiri.
03:06Sehingga, laporan yang disampaikan itu menurut Anda valid dan wajar kalau kemudian ada balasan.
03:11Karena selama ini yang kita lihat kan, atau yang kita dengar, baru sebatas bantahan atau kemudian apa ya?
03:17Sebatas ucapan keras, mengecam keras apa yang dilakukan Iran di beberapa wilayah Timur Tengah itu?
03:24Iya, ibaratnya seperti ini, Mas Tifa.
03:26Jadi, kita misalnya Indonesia mempunyai musuh di kawasan, sedangkan negara tetangga kita misalnya Singapura atau Malaysia
03:34justru menyediakan, apa namanya, landasan tempur mereka atau memfasilitasi negara-negara musuh itu
03:41untuk melakukan penyerangan terhadap Indonesia.
03:43Dan ini juga, psikologi perang ini juga terjadi terhadap Iran ya.
03:47Di mana Iran juga merasa bahwa dia dikianati oleh negara-negara sendiri di kawasan.
03:52Dan ini yang menyebabkan Iran juga melakukan suatu tindakan yang sebetulnya cukup terbatas ya, tidak secara liar ya.
03:58Jadi, serangan-serangan drone atau roda balasi yang terbatas terhadap fasilitas-fasilitas militer Amerika yang ada di kawasan.
04:05Dan, apa itu namanya, tujuannya sebetulnya kalau saya lihat ya, ini deeskalasi.
04:10Jadi, Iran juga tidak terkejut dengan serangan balasan yang dilakukan oleh Saudi.
04:15Bahkan, Saudi juga menyatakan beberapa serangan mereka juga disiarkan, diberitahukan terhadap Iran.
04:22Jadi, untuk menampakkan bahwa serangan mereka bukan serangan yang memang bertujuan untuk menghancurkan.
04:28Tetapi, ada sebacam diplomatic pressure ya.
04:32Yang tujuannya sebetulnya eskalasi.
04:34Karena, Saudi juga mengancam bahwa jika serangan-serangan terhadap Saudi terus dilakukan oleh Iran, maka Saudi juga akan melancarkan serangan
04:43balasan yang lebih besar.
04:44Ini yang perlu kita catat, Mas Tiba.
04:46Oke. Yang masih belum clear kan sebetulnya, Mbak Aisyah.
04:50Kita kan belum tahu nih persisnya serangan dalam bentuk yang kayak gimana, kapan dilaksanakan, target yang diincar seperti apa.
04:57Cuman yang juga menarik untuk dicermati adalah, kenapa diam-diam? Sejauh mana Anda menganalisis itu, Mbak?
05:03Ya, terima kasih, Mas Tifal. Nah, ini cukup menarik ya.
05:06Karena, di satu sisi saya benar sebenarnya, kata Mas Nostalgiawan, bahwa negara-negara Arab Teluk ini sebenarnya posisinya agak terjepit.
05:14Nah, di satu sisi memang secara politik luar negeri, dia selalu konsisten dengan Amerika Serikat.
05:19Makanya, negara-negara Arab Teluk ini kan sebenarnya bersedia untuk menjadi host dari base tempur Amerika Serikat di kawasan Middle
05:27East.
05:28Tetapi, di sisi lain, kita bisa lihat bahwa mereka juga memiliki kepentingan untuk, pertama, melindungi national interest-nya.
05:35Karena, pasti, yang namanya aliansi dan yang namanya politik internasional, itu sesuatu yang penting.
05:41Tapi, lagi-lagi, national interest atau kepentingan nasional itu berada di atas segalanya.
05:45Pertama itu. Dan yang kedua adalah dari stabilitas regional.
05:48Karena dia akan sangat terdampak di situ.
05:50Jadi, kita kira sebenarnya yang dilakukan oleh negara-negara Arab Teluk adalah melakukan strategi yang namanya hedging.
05:56Di satu sisi, dia tetap mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan Amerika Serikat.
06:01Tapi, di sisi lain, dia menyediakan sebenarnya sedikit ruang kemungkinan apabila Iran memenangkan peperangan ini.
06:06Meskipun memang, dia sebenarnya negara-negara Arab Teluk ini akan dirugikan dengan kekalahan Amerika Serikat.
06:13Tapi, di sisi lain, sebenarnya ada potensi di mana Iran ini sebenarnya menjadi salah satu poros kekuatan baru di dalam
06:19dunia internasional.
06:20Dan, Arab Teluk tidak mau kemudian mengambil resiko untuk terlibat lebih jauh.
06:24Terlebih lagi, sebenarnya gangguan-gangguan yang ada di Selat Hormuz, ini kan sebenarnya menyebabkan ya adanya hambatan di dalam perekonomian
06:32mereka.
06:33Mereka menginginkan perangnya itu tepat selesai.
06:35Nah, dan ini betul, bukan hal yang baru sebenarnya.
06:38Terutama kalau kita lihat, dari minggu ketiga sampai keempat perang, kalau nggak salah, itu sudah ada pernyataan dari negara-negara
06:44Arab Teluk,
06:44khususnya dari UAE dan Arab Saudi, bahwa mereka tidak segar untuk menggunakan cara-cara yang sifatnya adalah kekerasan.
06:51Untuk bisa melindungi negaranya.
06:53Jadi, itu sebenarnya sudah terjadi, meskipun sepertinya yang dipublikasikan oleh dunia internasional itu lebih ke arah kemarin kan cara-cara
07:00damai yang melalui jalur multilateral.
07:01Tapi kalau, sorry saya potong mbak, tapi kalau kemudian mengukur benefit resikonya,
07:06kalau kemudian serangan balasan itu dilakukan antara yang eksplisit dengan yang diam-diam, benefit resikonya sama atau beda?
07:14Untuk saja berbeda.
07:15Kalau misalnya secara terang-terangan, maka ini akan menciptakan sebenarnya perang.
07:19Karena perang, salah satu persyarat utamanya itu adalah sebenarnya deklarasi.
07:24Ketika itu terjadi, maka kemudian negara tersebut secara politik itu akan mengerahkan kemampuannya secara besar-besaran untuk bisa berperang melawan
07:33sana.
07:33Dan terlebih lagi, sebenarnya konfliknya tidak hanya terjadi di antara Amerika Serikat dan Iran.
07:37Dan ini akan melebar ke level regional.
07:40Dan itu akan menyebabkan apa?
07:41Dari segi perekonomian, harga energi, harga-harga barang dan jasa itu akan semakin naik dan kemudian akan semakin langka.
07:49Itu kan menyebabkan sesuatu yang sebenarnya tidak favorable untuk Arab Saudi ataupun UAE sendiri yang melakukan serangan kepada Iran.
07:56Pada akhirnya, yang dilakukan adalah serangan terbatas atau specialized force yang kemudian dilakukan secara diam-diam sehingga dampak politik dari
08:05serangan tersebut itu bisa tetap di-contain.
08:07Nah, terlebih lagi sebenarnya, Iran ini kan memiliki proksi-proksi yang ada di kawasan timur tengah.
08:12Jadi, baik Arab Saudi maupun UAE sebenarnya keduanya ini ingin sebenarnya melakukan retaliasi terhadap Iran
08:17untuk menunjukkan ya adanya kemampuan untuk membela diri.
08:20Tetapi di sisi lain, karena adanya proksi-proksi ini di dalam axis of resistance,
08:25mereka berusaha menjaga agar konfliknya tidak melebar sampai mengaktifasi milisia-milisia ini secara penuh.
08:33Karena kalau misalnya seandainya Selat Horgo sudah ditutup,
08:35lalu kemudian kita bicara tentang Bab Elmendep yang ada di Yaman,
08:38itu juga kemudian diaktifasi dan ada disturbance di sana,
08:41maka kemudian perdagangan global akan terhambat,
08:45harga energi itu akan semakin naik, sehingga kemudian itu merugikan Amerika Serikat
08:49dan ekonomi dunia secara global.
08:51Mas Wawan, apakah kemudian Arab Saudi yang menyerang Iran secara diam-diam ini
08:57juga menjadi tolong ukur keberpihakan Arab Saudi di tengah eskalasi
09:01dari perang antara AS plus Israel versus Iran ini?
09:06Kalau kita lihat sebetulnya tidak sesimpel itu ya.
09:09Jadi, keberpihakan ini sebetulnya sudah terlihat sejak awal,
09:12sejak perang 12 hari itu positioning Saudi dan negara-negara Arab,
09:16termasuk Jordan yang waktu itu juga sudah clear sekali ya.
09:19Dia ikut menjatuhkan rudal-rudal Iran ketika melancarkan ke Israel.
09:26Bahkan mereka tidak melakukan apapun ketika wilayah udara Saudi dan juga Jordan
09:31digunakan oleh Israel untuk melakukan penyerangan terhadap Iran.
09:34Dan ini keberpihakan ini sebetulnya sudah sangat clear.
09:37Terlebih lagi yang seperti saya katakan tadi,
09:39memang sebetulnya tidak ada proksi yang menarik ya, sebetulnya.
09:42Jadi, kalau boleh saya sedikit bergeser, Mas Tifa.
09:46Jadi, ada sesuatu yang perubahan signifikan dan cukup menarik di kawasan Timur Tengah,
09:50di mana kita tahu bahwa Saudi itu merupakan polisi Timur Tengah,
09:53dan Iran merupakan salah satu proksi yang menjadi duri dalam daging.
09:57Saudi itu Sunni Wahabi, Iran itu Syiah.
09:59Tetapi di sini ada faktor ini Emirat Arab yang sekarang tumbuh menjadi satu kekuatan
10:04yang cukup diperhitungkan.
10:05Kalau kita bilang Saudi kemarin melakukan penyerangan terhadap Iran,
10:10sebetulnya yang lebih agresif itu Uni Emirat Arab.
10:12Jadi, kita bisa lihat bahwa Uni Emirat Arab cukup reaktif dalam beberapa kasus ya,
10:17dan mulai berseberangan dengan politik Saudi di kawasan.
10:20Jadi, Uni Emirat Arab itu mengembangkan salah satu namanya proksi non-state actor,
10:26yang itu sangat-sangat bertentangan dengan politik Saudi di kawasan.
10:30Misalnya RSF yang ada di Sudan, STC yang di Yemen, atau bahkan keluarnya kemarin ya,
10:35Uni Emirat Arab dari OPEC itu tanpa persetujuan dari Saudi,
10:39ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang memang ingin ditunjukkan oleh Uni Emirat Arab,
10:44dan juga yang berubah.
10:46Jadi, di mana kebijakan Uni Emirat Arab terhadap Israel sebetulnya,
10:49itu lebih terbuka dari Saudi, kalau bisa kita lihat.
10:51Jadi, ketika 7 Oktober, seminggu sebelum serangan 7 Oktober,
10:57Hamas terhadap Israel, itu nyatanya sudah berpidato di PBB,
11:02menyatakan tentang politik normalisasi yang mencontohkan Uni Emirat Arab yang begitu positif,
11:07dan juga Saudi, dan peta Timur Tengah untuk peace dan prosperity.
11:11Dan itu memuat bahwa peta penuh Israel tanpa Palestina,
11:14dan merupakan sebuah relasi baru untuk kerjasama ekonomi politik Timur Tengah
11:18yang saling menguntungkan antara Israel dan negara-negara Timur Tengah.
11:21Dan Uni Emirat termasuk negara yang lebih dulu,
11:25sedangkan Saudi juga sedikit mengihakan,
11:29tetapi dia tidak berani secara terbuka,
11:31karena memang profil Saudi sebagai negara polisi Timur Tengah.
11:36Dia akan meruntuhkan profil dia menjadi negara polisi Timur Tengah
11:41ketika dia terlalu terbuka dengan Israel.
11:43Dan ini yang perlu kita cermati.
11:46Apakah juga Anda punya pandangan yang sama di sini, Mbak Aisyah,
11:48serta merta dengan Arab Saudi yang diam-diam menyerang ini menunjukkan keberpihakannya pada satu pihak,
11:54atau terlalu dini kita bisa mengukur ke arah situ?
11:56Tapi jawabnya nanti ya, kita jeda dulu, tetap di Kompas Timur.
11:59Melanjutkan pertanyaan saya di segmen sebelumnya, Mbak Aisyah,
12:02serta merta langkah Arab Saudi ini bisa mengukur keberpihakan Arab Saudi
12:07terhadap pihak-pihak yang masih bertikai,
12:08AS plus Israel versus Iran.
12:10Karena gini, yang saya juga cermati,
12:12terakhir kali itu tampaknya ada kesan Arab Saudi lagi jaga jarak dulu nih dengan AS.
12:17Mengingat, ya pernah bilang,
12:19tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer
12:21untuk program Freedom Project.
12:23Bahkan yang rencananya Trump bakal bikin Freedom Project plus,
12:26apapun lah itu namanya, bisakah kita mengukur ke arah sana?
12:30Ya, jadi memang di dalam dinamika politik Timur Tengah,
12:34ini selalu ada tiga poros yang berbeda sebenarnya,
12:36dan ini bukan sesuatu hal yang baru.
12:38Poros pertama itu adalah Israel sebagai ketanjangan tangan sebenarnya
12:41dan representasi sebenarnya values barat yang ada di kawasan Timur Tengah.
12:45Lalu kemudian kita lihat di sini ada Arab Saudi,
12:47ya mostly ini merupakan pemerintahan yang dipimpin oleh kelompok Sunni,
12:50dan kemudian ada Iran, yang kemudian kelompoknya adalah Syia.
12:53Dan ketiganya ini memiliki kayak power dan spare of influence masing-masing.
12:57Nah, bisa kita lihat di sini sebenarnya Arab Saudi ini memiliki hubungan bagus dengan Amerika Serikat.
13:01Kita tidak bisa pungkiri hal tersebut.
13:04Bahkan kemudian kita tahu bahwa negara-negara terluk termasuk Arab Saudi,
13:07ini kan mengizinkan sebenarnya wilayahnya dijadikan pangkalan bagi Amerika Serikat.
13:11Jadi kita clear sebenarnya ada sebuah kerjasama militer
13:16yang sebenarnya cukup signifikan antara Amerika Serikat dengan Arab Saudi.
13:19Akan tetapi sebenarnya kita tidak bisa memisahkan bahwa Arab Saudi ini juga sebuah negara sendiri
13:23yang tetap memiliki kepentingan domestik, kepentingan nasional yang perlu diwujudkan.
13:29Apa saja kepentingan nasionalnya?
13:30Pasti yang pertama itu adalah kemudian dia berusaha untuk kemudian meredam sebenarnya ancaman dari Iran,
13:36khususnya dengan kemudian ancaman-ancaman yang muncul dari potensi kemudian program nuklernya,
13:42ya itu juga akan sangat berpengaruh terhadap Arab Saudi.
13:44Lalu yang kedua bisa kita lihat sebenarnya betul tadi yang disebutkan oleh Mas Nostaliawan
13:48bahwa Iran itu selalu dilihat sebagai duri dalam daging dan dia adalah proros yang selalu berlawanan dengan Arab Saudi.
13:54Oleh karena itu sebenarnya di sini ketika Trump kemudian membuat proyek freedom
14:00dan kemudian berusaha untuk menjadikan wilayah Arab Saudi sebagai pangkalannya,
14:04saya kira sebenarnya ada concern juga bagi Arab Saudi.
14:06Pertama dia mungkin melakukan retalasi kepada Iran.
14:09Selain ya sebenarnya ada kedekatan politik dengan Amerika Serikat,
14:12saya kira sebenarnya hal yang paling utama adalah pertama memang sudah ada pola persaingan di antara Arab Saudi dan Iran
14:18sejak awal.
14:19Lalu yang kedua memang kita lihat ada kepentingan nasional untuk melindungi wilayahnya.
14:23Itu kan sebenarnya serangan sebagai retalasi dari penyerangan Iran.
14:26Ya dilakukan sebagai retalasi lagi terhadap Amerika Serikat.
14:29Jadi ini merupakan sebuah cycle yang never ending gitu.
14:31Berantai terus gitu ya.
14:33Betul. Jadi saya rasa kita sebenarnya tidak bisa melihat sebenarnya Arab Saudi sebagai tokoh yang sebenarnya hitam atau putih gitu.
14:38Dia memiliki sebenarnya kepentingan-kepentingan sendiri di dalam kawasan Timur Tengah ini.
14:43Oleh karena itu, untuk kemudian Amerika Serikat mengekskalasi situasi,
14:47apalagi proyek freedom ini kan sebenarnya berpotensi ya,
14:49membuat tensi di kawasan Selat Hormuzi semakin tinggi,
14:52yang mana Arab Saudi sendiri kan memiliki kepentingan sangat besar di sana.
14:55Saya kira Arab Saudi ini berusaha untuk agak menarik diri,
14:57karena dia paham betul bahwa ini akan membuat ya Iran itu akan semakin panas istilahnya ya,
15:04dan dia akan semakin kemudian melakukan serangan-serangan yang sifatnya adalah reaktif terhadap tadi potensi blokada Amerika Serikat.
15:11Oleh karena itu sebenarnya Saudi berusaha untuk menahan diri.
15:13Oke. Kalau membaca polanya juga, Mas Wawan juga begini,
15:17kalau kita lihat kan Saudi juga makin dekat nih dengan Pakistan.
15:19Ini jadi bagian strateginya Arab Saudi buat menghadapi Iran juga atau ada maksud lain dibalik itu?
15:28Jadi begini Mas, kalau kita baca Arab Saudi itu yang paling enak seperti ini.
15:32Dia setuju dengan mengeliminasi rezim yang ada di Iran,
15:36tetapi dia tidak mau diganggu secara ekonomi.
15:38Itu yang paling enak secara bacanya.
15:40Jadi itu yang dukungan yang awal-awal yang diterapkan oleh Arab Saudi terhadap perang Israel dan Amerika terhadap Iran,
15:47tetapi ketika itu menyentuh faktor ekonomi,
15:50maka itu akan dia akan berkalkulasi.
15:52Dan secara logis, secara rasional negara akan berkalkulasi itu.
15:55Kita tahu bahwa di bawah MBS, banyak sekali mega proyek ekonomi koridor yang dibangun Saudi,
16:02seperti The Line, Al-Ula,
16:03dan dia coba untuk keluar dari sebuah negara rentier state yang terlalu tergantung dengan minyak ya.
16:08Bahkan dia diisukan juga mau menjual aramco kan.
16:11Jadi ingin meng-copy paste dengan Uni Emirat Arab,
16:14bagaimana dia bisa survive dengan sektor jasa dan keuangan.
16:18Dan itu yang akan diterapkan oleh Saudi.
16:20Dan itu akan sebetulnya yang menjadikan Saudi secara realistis membuat sebuah kebijakan yang pada titik tertentu,
16:30dia bisa mempertahankan diri dan pada titik yang lain dia akan menjaga diri.
16:35Jadi ada semacam kalau kita katakan ya,
16:38dia tidak ingin menjadi tumbal exit away Amerika Serikat.
16:41Jadi dulu kita di awal-awal perang sudah mengatakan bahwa dukungan Saudi itu sudah ditampakkan oleh Trump.
16:47Jadi jika Saudi dan Uni Emirat Arab ingin perangi terus berlanjut,
16:51Amerika Serikat minta Saudi dan Uni Emirat Arab turut membiayai perang ini.
16:56Ya itu sudah tampak sekali bahwa secara vulgar Trump mengatakan bahwa sebetulnya secara bawah tangan,
17:02Saudi dan Uni Emirat Arab juga ikut mengakses itu.
17:05Dan yang ketiga yang perlu kita cermati adalah,
17:07hubungan aliansi antara Saudi dengan Amerika Serikat itu semacam teman tetapi penuh dengan curiga.
17:15Jadi teman mesra tapi tidak mesra amat gitu.
17:17Jadi kita tahu ya, betul-betul seperti ini.
17:20Kita melihat bahwa ketika terjadi ketegangan diplomatik antara Saudi dengan Qatar,
17:26waktu itu Qatar, Saudi dan Uni Emirat Arab meminta akses terhadap F-35 Amerika Serikat.
17:32Tetapi ditolak.
17:34Karena akses terhadap F-35 hanya negara-negara benar-benar ditrusted,
17:38yang menjadi negara trusted oleh Amerika Serikat.
17:40Jadi meskipun dia aliansi, menyediakan military base,
17:43dan menjadi proksi yang melawan Iran di Timur Tengah,
17:47dan juga salah satu yang bisa meredam potensi yang akan memusuhi Israel,
17:53namun pada titik tertentu aliansi ini tidak benar-benar percaya.
17:56Dan itu yang sekarang ingin ditunjukkan oleh Saudi.
18:00Dimana dengan adanya military base di situ,
18:03dan Saudi menjadi salah satu target dari serangan Iran,
18:06itu membuktikan bahwa sebetulnya mereka akan sadar bahwa
18:11kekuatan militer itu harus dibangun dengan kaki sendiri.
18:14Jadi tidak ada jalanan keamanan bagi Saudi ketika memberikan military base.
18:20Yang ada justru Saudi mengeluarkan amunisinya untuk mengamankan panggilan militer Amerika Serikat.
18:25Dan ini yang terjadi.
18:26Dan itu yang disadari oleh semua negara Timur Tengah.
18:30Dan contohnya misalnya yang paling krusial itu adalah Qatar.
18:33Qatar itu penduduk aslinya cuma 10%, 90% imigran.
18:36Kalau dia menyediakan militer paling besar di Timur Tengah,
18:40itu tujuannya untuk melindungi negara dia.
18:42Karena tidak ada yang menjadi tentara kan di situ.
18:44Maka dari itu ketika ada sebuah kondisi seperti ini,
18:47itu direalisasi oleh Saudi,
18:49dia memiliki kepentingan sebetulnya.
18:51Dan kepentingannya yang diambil,
18:54yang paling cerdik itu adalah Uni Emirat Arab.
18:57Kita bisa melihat bahwa Uni Emirat Arab sekarang menjadi
18:59the next level advanced military technology yang ada di kawasan Teluk.
19:03Dia memiliki membawa aeron dome dari Israel
19:05untuk diterapkan di Uni Emirat Arab.
19:08Dan itu tidak bisa mudah diakses.
19:10Kecuali kalau dia memang dalam kondisi tertentu.
19:13Misalnya perang ini dengan ada alasan keamanan militer.
19:17Dan Israel mampu untuk mengekspor itu.
19:19Dan juga Amerika bisa mengakses teknologi militer terbaru.
19:22Jadi, ketika Arab Saudi mendukung perang ini,
19:27mendukung AS, dia tidak mempunyai kepentingan.
19:29Dia juga mempunyai kepentingan di mana
19:30akses-akses terhadap teknologi militer yang selama ini disekat,
19:35ketika terjadi dalam perang,
19:36itu akan lebih mudah diakses oleh Saudi dan Uni Emirat Arab.
19:39Yang jelas ini dinamikanya masih terus muncul.
19:41Bahkan kita dapat laporan seperti ini pun juga akan kemana arahnya.
19:45Semua masih wait and see, terutama kita yang ada di Indonesia.
19:48Mbak Aisyah, Mas Awan, terima kasih banyak ya.
19:50Sudah mau berdiskusi bersama kami kali ini.
19:51Saya selalu untuk Anda berdua.
19:52Selamat malam.
19:53Terima kasih, Pak.
Komentar