KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Hal itu disampaikan Trump sebelum melakukan perjalanan menuju Tiongkok untuk melakukan pertemuan.
Trump menyebut, jika Iran memiliki senjata nuklir maka bukan hanya Amerika yang mengalami kesulitan, melainkan seluruh dunia akan mengalami kerugian yang besar.
Trump juga meyakini, jika perang antara Amerika dan Iran berakhir, kondisi ekonomi global khususnya harga minyak dunia akan mengalami penurunan yang sangat drastis.
Sementara itu, Iran mengancam akan terus memperkaya uranium mereka hingga tembus 90 persen atau level minimal senjata nuklir.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei melalui akun Twitter miliknya.
Ia mengatakan, salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lain adalah pengayaan uranium hingga 90 persen. Kami akan meninjaunya di parlemen.
Cuitan ini merupakan ancaman Iran di tengah tekanan Amerika Serikat yang terus-menerus datang.
Lalu sebesar apa ancaman Iran akan terjadi dengan kepemilikan uranium saat ini, dan apa saja efek destruktifnya jika ancaman Iran benar dilakukan.
Untuk membahasnya kita sudah bergabung dengan dua narasumber kita, ada Tia Mariyatul Qibtiyah, selaku Dosen HI Binus University dan ada juga Zaki Su'ud Guru Besar Teknik Nuklir dari ITB.
Baca Juga [FULL] Analisis Pakar soal Trump Bertemu Xi Jinping, Tiongkok Bantu Tekan Iran Setujui Syarat Damai? di https://www.kompas.tv/internasional/668725/full-analisis-pakar-soal-trump-bertemu-xi-jinping-tiongkok-bantu-tekan-iran-setujui-syarat-damai
#trump #iran #amerika #nuklir
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668749/full-dosen-hi-binus-dan-guru-besar-itb-kupas-ancaman-iran-buat-senjata-nuklir-sapa-malam
Hal itu disampaikan Trump sebelum melakukan perjalanan menuju Tiongkok untuk melakukan pertemuan.
Trump menyebut, jika Iran memiliki senjata nuklir maka bukan hanya Amerika yang mengalami kesulitan, melainkan seluruh dunia akan mengalami kerugian yang besar.
Trump juga meyakini, jika perang antara Amerika dan Iran berakhir, kondisi ekonomi global khususnya harga minyak dunia akan mengalami penurunan yang sangat drastis.
Sementara itu, Iran mengancam akan terus memperkaya uranium mereka hingga tembus 90 persen atau level minimal senjata nuklir.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei melalui akun Twitter miliknya.
Ia mengatakan, salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lain adalah pengayaan uranium hingga 90 persen. Kami akan meninjaunya di parlemen.
Cuitan ini merupakan ancaman Iran di tengah tekanan Amerika Serikat yang terus-menerus datang.
Lalu sebesar apa ancaman Iran akan terjadi dengan kepemilikan uranium saat ini, dan apa saja efek destruktifnya jika ancaman Iran benar dilakukan.
Untuk membahasnya kita sudah bergabung dengan dua narasumber kita, ada Tia Mariyatul Qibtiyah, selaku Dosen HI Binus University dan ada juga Zaki Su'ud Guru Besar Teknik Nuklir dari ITB.
Baca Juga [FULL] Analisis Pakar soal Trump Bertemu Xi Jinping, Tiongkok Bantu Tekan Iran Setujui Syarat Damai? di https://www.kompas.tv/internasional/668725/full-analisis-pakar-soal-trump-bertemu-xi-jinping-tiongkok-bantu-tekan-iran-setujui-syarat-damai
#trump #iran #amerika #nuklir
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668749/full-dosen-hi-binus-dan-guru-besar-itb-kupas-ancaman-iran-buat-senjata-nuklir-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Sementara itu Iran mengancam akan terus memperkaya uranium mereka hingga tembus 90% atau level minimal senjata nuklir.
00:11Hal itu disampaikan Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ibrahim Rezai, melalui akun Twitter miliknya atau
00:20ex miliknya.
00:20Ia mengatakan salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lain adalah pengayaan uranium hingga 90%. Kami akan meninjaunya di parlemen.
00:30Cuitan ini merupakan ancaman Iran di tengah tekanan Amerika Serikat yang terus menerus datang.
00:42Lalu sebesar apa ancaman Iran akan terjadi dengan kepemilikan uranium saat ini?
00:47Dan apa saja efek destruktifnya jika ancaman Iran benar dilakukan?
00:53Untuk membahasnya kita sudah bergabung dengan dua narasumber.
00:57Ada Tia Mariatul Kiptia selaku dosen HIB News University dan juga Zaki Suud, Guru Besar Teknik Nuklir dari Institut Teknologi
01:07Bandung ITB.
01:08Selamat malam Pak Zaki, Mbak Tia.
01:12Selamat malam.
01:14Terima kasih sudah hadir.
01:16Saya ke Pak Zaki dulu.
01:18Kalau Iran tadi menyebut akan memperkaya uraniumnya hingga tingkat kemurnia 90% sebagai ambang minimal dikonversi menjadi hulu ledak nuklir
01:29yang fungsional.
01:31Dengan kondisi saat ini kan ada 60% ya Pak Zaki yang sudah diproduksi oleh Iran.
01:37Sebenarnya dari 60% ke 90% itu breakout timenya sebagai gambaran sederhananya berapa lama jika itu terjadi Pak Zaki?
01:47Ya, ini mungkin tergantung kepada kondisi instalasi yang ada di Iran ya.
01:52Tapi kondisi paling cepat mungkin prediksi dari pakar dari MIT mengatakan itu bisa dalam beberapa bulan saja.
02:03Hanya beberapa bulan saja itu waktu yang minimal ya untuk mengkonversi itu menjadi senjata nuklir.
02:09Dengan asumsi peralatan yang selama ini mereka miliki itu masih berfungsi dengan baik.
02:16Sebenarnya seberapa besar sih Pak kalau kita bisa membaca ancaman ini dilakukan oleh Iran, apakah memang Iran punya kapasitas itu
02:27sejauh ini Pak Zaki?
02:29Kalau untuk memperkaya saya rasa ya karena dia kan selama ini punya banyak sekali sistem pengayaan.
02:35Cuma kan beberapa mungkin sudah dibom oleh Amerika.
02:40Nah, seberapa jauh itu yang akan menjadi penentu ya.
02:45Apalagi Mbak Tia, kita tahu kan Iran bahkan sejak tahun lalu itu sudah mempertimbangkan untuk keluar dari perjanjian non-proliferasi
02:54senjata nuklir
02:55atau nuklir non-proliferation treaty NPT.
02:58Apakah artinya dengan gertakan yang disampaikan Iran, ini kemungkinan besar bisa dilakukan dalam waktu dekat?
03:06Ya, Iran keluar dari NPT kan ada sebabnya Mbak.
03:09Jadi dia memang melakukan decision itu atau keputusan tersebut memang reasonnya karena mengalami tekanan yang terus-menerus.
03:16Belum lagi sanksi ekonomi Amerika Serikat itu juga turut memperparah kondisi perekonomian Iran.
03:22Jadi mau tidak mau dia harus melakukan beberapa strategi.
03:26Salah satunya adalah gertakan-gertakan tadi.
03:28Misalnya ada keinginan untuk keluar dari NPT, kemudian dia juga sekarang melakukan gertakan baru ya.
03:35Dia akan terus memperkaya uraniumnya dengan harapan bahwa Amerika Serikat berhenti mempressure atau menekan Iran.
03:42Karena secara international law, secara IAEA atau International Automate Agency,
03:47Iran tidak terbukti dalam proses membuat senjata nuklir.
03:51Jadi kita memang di sini harus membedakan antara dia membuat nuklir untuk energi, untuk prosperity, untuk damai, untuk kesejahteraan masyarakatnya
04:01dengan membuat senjata nuklir.
04:03Saya tidak yakin gertakan tersebut akan direalisasikan sebagaimana yang dikatakan oleh Galibaf.
04:08Jadi Galibaf itu mengatakan tersebut karena tidak selesai-selesai.
04:12Ada saja memang apa yang dilakukan oleh Trump ini yang membuat RON3 ini juga tidak juga terrealisasi.
04:19Sementara kondisi ekonomi Iran juga terus memburuk Mbak Friska.
04:23Jadi dia harus melakukan strategi-strategi tekanan balik.
04:26Sama seperti yang lupakan Amerika Serikat.
04:28Ada double, apa namanya, ada pengawasan hormus begitu ya.
04:33Kemudian ada penyerangan terhadap kapal Iran, kemudian melakukan penolakan atau rejection terhadap proposal 14 poin Iran.
04:42Itu kan pressure.
04:43Maka Iran harus menjawabnya dengan pressure lagi.
04:46Ya itu apa?
04:47Ya sudah, kita terus adakan pengayaan uranium yang lebih besar lagi sampai mendekati minimal senjata nuklir.
04:54Tapi saya tidak yakin.
04:56Karena saya tahu betul tentang ideologi Iran, tentang sistem politik Iran.
04:59Itu tidak mungkin dilakukan dan saya pikir ini hanya gertakan.
05:04Tapi gertakan ini juga tidak bisa dianggap sepele.
05:07Orang bisa melakukan apapun ketika sudah dalam kondisi terpojok Mbak Friska.
05:12Nah apalagi dengan kondisinya pressure ini terus dilakukan ya Mbak Tia.
05:17Kita tahu kan dari beberapa round perundingan itu yang jadi ganjalan pasti soal uranium.
05:22Begitu ya Mbak Tia ya.
05:24Jadi ini adalah satu-satunya jalan bagi Iran.
05:26Kan ya mereka ingin keluar dari pressure ini.
05:29Bisa dibaca demikian ya Mbak Tia?
05:31Ya, dia ingin menghentikan pressure Amerika Serikat ini.
05:34Karena kan Amerika Serikat ini mempressure tidak sendirian.
05:37Dia juga ada bisikan dari eksternal.
05:39Eksternal itu adalah Israel.
05:40Ini adalah pola ketakutan Israel yang sangat amat takut.
05:44Dengan pengayaan uranium Iran sampai membuat senjata nuklir.
05:47Kalau Iran sampai punya itu bahaya sekali.
05:50Berarti Iran di kawasan paling kuat.
05:52Tidak ada yang punya selain Israel dan Iran kalau begitu.
05:55Sekarang kan hanya Israel yang punya.
05:57Kalau misalnya Iran juga memiliki senjata nuklir.
06:00Dan hanya Iran yang mempunyai kapabilitas untuk membuat senjata nuklir.
06:03Itu yang dikhawatirkan oleh Israel.
06:05Maka persoalan poin proposal itu berputar terus saja di situ.
06:09Uranium front.
06:11Apakah uranium front itu merupakan kepentingan nasionalnya Amerika?
06:14Bukan.
06:14Itu kepentingan nasionalnya Israel.
06:16Bagaimana Iran dihilangkan frontnya di kawasan Timur Tengah.
06:21Salah satunya Hezbollah yang tadi dipublikasikan di Kompas TV.
06:25Yang kedua adalah uranium.
06:27Ini bahaya sekali untuk Israel begitu.
06:29Maka apapun yang terjadi dua poin itu harus direjek.
06:32Dan Iran ketika direjek marah.
06:34Caranya itu adalah melakukan pressure balik.
06:37Dengan menyebutkan kalau begitu.
06:39Kami di sini Iran itu akan terus memperkaya uranium.
06:42Nah berharap geretakan tersebut itu akan mengubah.
06:45Mengubah segala macam ancaman Trump.
06:47Pressure dari Trump.
06:48Kemudian berharap kembali ke perundingan.
06:51Karena Iran sebetulnya ingin berunding.
06:52Ingin sekali berunding.
06:54Karena ekonomi mereka juga sudah tidak baik Mbak Friska.
06:58Memang harus diselesaikan.
06:59Ini begitu.
07:00Nah bagaimana kita membacanya.
07:02Tadi kan kita membahas bahwa yang selalu dituding adalah
07:05Iran bukan memperkaya uranium.
07:07Mengayakan uranium untuk prosperity.
07:10Untuk kesejahteraannya.
07:11Untuk energi.
07:12Tapi untuk senjata nuklir.
07:14Pak Zaki bagaimana sih kita bisa membaca kemampuan Iran sekarang.
07:17Apakah Iran punya kapabilitas untuk mengembangkan ini sebagai senjata nuklir.
07:21Atau sebaliknya.
07:23Pengayaan uranium yang dilakukan Iran sampai saat ini adalah untuk energi.
07:27Untuk kesejahteraan.
07:29Untuk kepentingan nasionalnya Iran.
07:33Ya.
07:34Sebetulnya proses pengayaan uranium.
07:36Untuk energi dan untuk senjata nuklir hampir sama saja.
07:40Kalau masalahnya kalau untuk energi.
07:43Itu biasanya pengayaan untuk reaktor yang lazim dipakai di dunia itu paling sampai order 5%.
07:505% pengayaan itu yang lazim digunakan.
07:54Kadang hanya 3,5 sampai 4%.
07:56Untuk reaktor yang paling banyak dipakai di dunia.
07:59Batasan internasional menyatakan maksimum itu 20%.
08:03Itu ada regulasi.
08:04Orang boleh menggunakan reaktor.
08:07Boleh menggunakan uranium diperkaya sampai 20%.
08:10Nah jadi menggunakan reaktor nuklir dengan pengayaan di atas 20%.
08:15Itu sudah dilarang.
08:17Nah ini Iran memperkaya sampai 60%.
08:21Nah ini membuat beberapa negara melihat.
08:24Nah itu kalau untuk alasan penggunaan energi nuklir itu menjadi dianggap kurang masuk akal ya.
08:31Karena tidak ada reaktor komersial yang menggunakan sampai di atas 20%.
08:36Bahkan untuk yang termal yang selama ini ada dan yang sudah beroperasi di Iran.
08:43Itu cukup 3%, 4% saja sudah cukup.
08:47Apakah ada negara pembanding lainnya Pak Zaki yang memang memperkaya uranium ini untuk hanya kepentingan energi saja?
08:55Terbatas kepentingan energi saja?
08:58Ya negara-negara maju ya seperti Perancis.
09:02Kalau Perancis kan memang dia negara nuklir juga gitu ya.
09:06Masalahnya begini, pengayaan uranium dan pemrosesan uranium menjadi dari bahan bakar bekas diambil plutoniumnya.
09:18Itu memang sangat sensitif.
09:20Bukan hanya Iran.
09:21Waktu yang lalu Korea Selatan setelah melihat Korea Utara itu memperkaya uranium untuk bikin bom.
09:28Beberapa ahli di Korea Selatan itu mencoba memperkaya dan sampai pada level mendekati untuk bikin bom.
09:36Tapi itu kemudian ketahuan dan mereka diberi hukuman juga oleh IAIA.
09:40Jadi itu memang teknologi yang sensitif.
09:43Bukan hanya Iran, siapapun termasuk Indonesia.
09:45Kalau kita mencoba memperkaya meskipun hanya untuk reaktor nuklir hanya 3%,
09:51itu tetap saja kita akan dicurigai dan ada kemungkinan akan menghadapi masalah yang sama juga dengan yang dihadapi Iran.
10:01Jadi memang ini teknologi yang sensitif sekali ya?
10:07Jadi khususnya untuk negara dunia ketiga, dua teknologi yang sangat sensitif.
10:11Pengayaan uranium sama pemrosesan ulang bahan bakar nuklir.
10:16Makanya kalau kita, para pakar nuklir di Indonesia itu memang tidak merekomendasikan kita masuk ke ranah itu.
10:25Karena itu akan bikin masalah tersendiri.
10:29Dan kalau kita bandingkan ya Mbak Tia, justru negara yang leluasa untuk pengayaan uranium
10:37atau bahkan punya senjata nuklir adalah Amerika Serikat, juga Israel.
10:41Iya, PPI Plus One itu punya semua.
10:44Dari perspektif AI itu negara-negara PPI Plus One punya semua.
10:48Rusia, Amerika, Israel juga gitu ya.
10:51Kemudian Cina, Cina juga punya.
10:54Jadi memang sebetulnya kalau dari sisi international law,
10:57boleh orang itu memiliki energi, energi ya, energi nuklir.
11:03Nah yang tidak dibolehkan itu adalah senjata nuklir.
11:05Tapi mereka punya yang tadi saya sebutkan negara-negara besar itu.
11:08Nah bagaimana mencegah negara-negara lain untuk tidak memiliki senjata nuklir,
11:13ada yang disebut dengan International Atom Agency.
11:16Itu non-state actor atau international organization yang mengawasi semua negara
11:21untuk tidak mengarah ke arah sana.
11:24Begitu.
11:24Nah kenapa negara-negara yang PPI Plus One itu boleh?
11:28Bahkan mereka punya veto juga begitu ya.
11:31Bisa merejek seperti Amerika belum lama, merejek semua sisi player Palestina.
11:36Nah jadi terjadi genocide, karena di-reject terus, di-veto lagi, di-veto lagi begitu ya.
11:40Sisi player itu di-reject lagi.
11:42Memang ketimpangan.
11:43Ini dunia sistemnya masih unipolar, artinya kepuasan ada satu negara,
11:48yaitu Amerika Serikat, yang lain harus tunduk.
11:50Nah yang tunduk itulah diawasi oleh international organization,
11:54yaitu IAEA, International Atom Agency Nuklir.
11:58Mereka terlibat dalam NPT.
12:00NPT itu poin-poinnya adalah semua negara yang terlibat dalam program nuklir,
12:04dalam pengayaan uranium, itu tidak boleh melebihi ambang batas, itu satu.
12:09Dua, untuk perdamaian, untuk prosperiti rakyat,
12:12dan tidak menuju ke arah senjata nuklir.
12:15Iran tanda tangan, begitu ya.
12:17Semua negara-negara tanda tangan.
12:18Tapi mereka suka-sukalah yang negara-negara besar itu.
12:20Nah ini yang disebut dengan unfair itu,
12:22atau ketimpangan itu tadi,
12:24yang saya sebutkan sebagai unipolar, begitu ya.
12:26Dan seharusnya ketika itu sudah diinvestigasi oleh IAEA,
12:31dan Iran tidak terbukti membuat senjata nuklir,
12:34selesai sebetulnya.
12:35Masalahnya ternyata mungkin ada proses information,
12:39intelligent information ya,
12:41yang sampai kepada Israel,
12:43sehingga mengetahui Iran sudah melebihi ambang batas.
12:46Pengayaan uraniumnya itu melebihi ambang batas untuk perdamaian.
12:50Maka terjadi serangan yang kemarin kita saksikan bersama, Mbak Friska.
12:53Dan inilah yang mempertajam awalnya ada perang ini,
12:55karena Amerika Serikat menganggap Iran adalah ancaman,
12:59kalau nggak diserang lebih dulu.
13:01Begitu kan, jadi lebih ke asumsi, perkiraan,
13:03atau informasi intelijen yang disebutkan.
13:05Nah, tapi negara-negara P5 plus 1 ini,
13:08sejak tengah-tengah perang terjadi,
13:11mencoba untuk menjembatani.
13:12Salah satunya misalnya Rusia,
13:14yaudah dititipkan di uraniumnya di Rusia salah satunya.
13:17Tapi tampaknya dengan sikap Amerika Serikat,
13:20sampai sekarang belum ada kesepakatan untuk itu ya.
13:24Mereka cari aman, Rusia cari aman,
13:26China cari aman.
13:27Dalam hal ini mereka lebih mempentingkan
13:29kepentingan nasionalnya masing-masing.
13:31Tapi mereka juga tidak ingin kehilangan Iran.
13:34Karena Iran di Timur Tengah menjadi kepentingan
13:36nasionalnya Amerika juga,
13:37eh sorry, China juga dan Rusia.
13:39Coba bayangkan Mbak Friska,
13:40kalau Iran tidak ada di Timur Tengah,
13:42apa yang terjadi dengan China dan Rusia?
13:43Ini bukan membela Iran,
13:45bukan dua negara ini membela Iran.
13:47Ini bicara mengenai kepentingan nasionalnya Rusia dan China.
13:50Jadi Iran itu masuk ke dalam kepentingan mereka.
13:53Kalau misalnya Iran tidak ada,
13:54itu bahaya juga untuk Rusia dan China.
13:56Bagaimana terjadi balans di Timur Tengah
13:59kalau tidak ada Iran.
14:01Jadi Iran ini adalah mendukung juga ekonomi mereka,
14:04mendukung juga kepentingan mereka di Timur Tengah.
14:07Artinya kalau Iran tidak ada,
14:08yang mendominasi kawasan ini,
14:10Amerika dan Israel dong.
14:12Nah itu berbahaya untuk mereka.
14:13Maka istilahnya di HI ada yang disebut dengan
14:15teori balance of power,
14:17bagaimana keseimbangan itu harus tetap dijaga.
14:19Dan Iran merupakan penyeimbang di Timur Tengah.
14:22Karena selama ini kan Gafkantis negara-negara teluk
14:24sudah menjadi aliansi Amerika Serikat.
14:26Siapa yang tidak ikut di teluk?
14:27Semuanya ikut.
14:28Kecuali Iran dan Rusia dan China
14:31harus mempertahankan Iran tetap eksis
14:33kalau mereka juga ingin eksis begitu.
14:35Bukan maksud tergantung eksistensi dua negara ini tergantung dengan Iran, bukan.
14:39Tapi Iran masuk ke dalam kepentingan nasionalnya
14:43Rusia dan China.
14:45Demikian Mbak Priska.
14:45Nah inilah yang dikhawatirkan sejak tadi
14:48kita bicara bagaimana Amerika Serikat
14:52sangat tidak setuju
14:54Iran punya nuklir ya.
14:56Apalagi mengembangkan senjata nuklir.
14:57Sebenarnya kalau dari sisi lainnya Pak Zaki
14:59aturan pengembangan nuklir di tiap negara
15:02seperti apa sih?
15:03Tadi kan 20% di atas 20%
15:05pasti menimbulkan kecurigaan.
15:06Tapi sebenarnya apa yang
15:08siapa yang bisa mengawasi soal ini?
15:09Soal pengembangan nuklir,
15:11soal pengawasannya di setiap negara Pak Zaki?
15:13Nah sebetulnya tadi
15:17dia sudah menyebutkan ya
15:19Badan Tenaga Atom Internasional itu selalu melakukan inspeksi ke semua negara.
15:25Bahkan sekipun seperti Indonesia tidak punya
15:27pengayaan uranium, tidak punya pemrosesan bakar nuklir,
15:32kita mengoperasikan reaktor nuklir.
15:36Itu setiap tahun ada inspeksi
15:38dan mereka memeriksa itu
15:40bahan bakar, uraniumnya berapa gram.
15:43Even 0, berapa gram bergeser
15:46itu jadi masalah.
15:48Dan Badan Energi Atom Internasional ini
15:51apalagi sudah sejak
15:52tahun 1957 ya Pak Zaki ya
15:55di Vienna, di Wiena.
15:57Nah sebenarnya sejauh ini
15:59siapa sih yang punya
16:01dari Badan Atom Internasional ini
16:03memang apa sih yang jadi kekhawatiran
16:05kalau negara berkembang
16:06negara dunia ketiga ini
16:07punya nuklir
16:09di luar P5 Plus One tadi Pak Zaki
16:12dalam perkembangannya?
16:13Ah mungkin
16:14barangkali bisa saya berikan gambaran begini
16:17senjata nuklir itu
16:18kekuatannya luar biasa.
16:21Yang dipakai di Hiroshima itu
16:23termasuk senjata nuklir
16:25yang generasi awal.
16:26itu
16:29ukuran generasi sekarang itu
16:31bahan bakarnya itu cukup setengah liter.
16:36Daya ledaknya
16:38setara
16:3920.000 ton TNT.
16:41Jadi kalau itu diledakkan
16:43itu radius kira-kira
16:4510-15 kilo itu rata dengan tanah.
16:48Jadi satu kota besar itu habis gitu ya.
16:51Nah sekarang dunia ini
16:53sudah lebih dari
16:5540.000 kepala nuklir
16:57yang daya ledaknya jauh lebih besar dari itu.
17:01Dan
17:01pertanyaannya
17:02mengapa
17:03dengan senjata nuklir sebanyak itu
17:06dan sejak Perang Dunia Kedua itu
17:09sudah
17:0970 tahun lebih.
17:11Tapi tidak ada senjata nuklir lain yang meledak.
17:15Permasalahannya adalah
17:16Amerika dan Rusia dan negara yang lain
17:19itu memahami
17:20itu namanya
17:22jaminan
17:22hancur bersama.
17:24Jadi kalau Amerika
17:25atau Rusia
17:26memulai senjata nuklir
17:28menyerang
17:28siapapun yang memulai
17:30itu tidak menjamin mereka akan menang.
17:32Jadi siapapun yang mulai
17:34semua akan hancur.
17:35Bahkan dunia akan hancur.
17:37Sekali senjata nuklir itu
17:38diledakkan
17:39dan memicu
17:40Perang Nuklir
17:41itu praktis dunia akan hancur.
17:44Nah itulah yang sebetulnya
17:46agak dikhawatirkan oleh banyak
17:48tokoh di dunia.
17:49bisa dibayangkan
17:51kalau senjata nuklir itu
17:52dimiliki
17:52oleh non-state aktor
17:54atau
17:55negara tapi yang
17:56ya bisa dibilang misalnya
17:58negara koboi gitu ya.
18:00Coba
18:00kan gitu ya.
18:02Ini
18:02tentu dikhawatirkan
18:04itu akan bisa
18:04memicu
18:05domina
18:05Perang Nuklir Global
18:06dan itu akan
18:07berdampak kehancuran dunia.
18:10Nah seperti tadi
18:10kenapa Rusia
18:11atau Amerika
18:12nggak ada yang menyerang nuklir.
18:13Karena mereka tahu
18:14mereka menyerang duluan pun
18:15akan sama hancurnya gitu.
18:17Nah itu yang menyebabkan
18:19mengapa
18:19peledakan
18:20senjata nuklir itu
18:21tidak terjadi lagi
18:23setelah
18:23Perang Dunia Kedua.
18:25Karena mereka tahu
18:26konsekuensinya
18:27siapapun
18:28meledakan dulu
18:28menyerang dulu
18:29itu tidak menjamin
18:30akan menang.
18:32Nah
18:32tentu kalau misalnya
18:34sekelas Amerika
18:35atau Rusia
18:36mau menyerang
18:37tentu mereka berpikir betul.
18:39Itu artinya
18:39menyerang itu juga
18:40berarti menghancurkan
18:41negaranya sendiri.
18:43Nah yang dikhawatirkan
18:44kalau
18:44misalnya negara-negara
18:46kecil gitu ya
18:47yang pemimpinnya
18:48diktator
18:49kemudian tanpa
18:50berpikir panjang
18:50punya senjata nuklir
18:51itu bisa menjadi
18:53pemicu awal
18:54yang kemudian
18:54memicu perang
18:55nuklir global gitu ya.
18:57Nah itu barangkali
18:58alasannya ya
18:59terlepas
19:00alasan itu
19:01tepat atau tidak
19:02tapi itu yang menjadi
19:03alasan selama ini
19:05mengapa
19:06orang sangat ketat
19:07mengawasi penyebaran
19:08senjata nuklir itu.
19:10Ya
19:10itulah kenapa
19:11jangan sampai
19:12ada negara
19:12yang menyerang duluan
19:13atau menyalahgunakan
19:14pengayaan uranium
19:15dalam hal nuklir.
19:17Nah tapi
19:17dalam
19:18perkembangannya
19:19saat ini
19:20Mbak Tia
19:21siapa yang bisa
19:22jadi jembatan
19:23sebenarnya
19:24agar
19:25bicara soal perundingan
19:26tidak bolak-balik
19:27bolak-balik
19:28deadlock
19:29dalam soal
19:29uranium
19:30pengayaan uranium
19:31lalu juga
19:32apakah
19:32pertemuan Amerika Serikat
19:34dan Tiongkok
19:34meskipun memang itu
19:35heavy-nya lebih ke ekonomi
19:37tapi bisa jadi
19:38pintu masuk
19:38setidaknya
19:39agar tidak ada
19:44bottleneck
19:44dalam proses
19:45perundingan ini
19:46kita akan bahas
19:47di Sapa Indonesia
19:48malam
19:48saat lagi
19:57Terima kasih Anda
19:59masih bersama
20:00Sapa Indonesia
20:01malam
20:02kita lanjutkan lagi
20:03diskusinya
20:04ke Mbak Tia
20:05apakah perundingan
20:06yang saat ini
20:07berlangsung
20:08antara AS dan Tiongkok
20:09meskipun lebih heavy
20:10lebih berat ke ekonomi
20:11tapi setidaknya
20:12bisa jadi pintu masuk
20:13karena kan
20:13masih jadi bottleneck
20:15soal pembahasan
20:16pengayaan uranium ini
20:17ya harapan kita
20:20tinggal Cina
20:20Mbak Friska
20:21karena kan sudah
20:22dua kali perundingan
20:23dan itu felt ya
20:24Iran datang
20:26tapi tidak ikut
20:27malah pulang
20:27Amerika datang
20:29kondisi di Islamabad
20:30sudah kosong
20:31kemudian mereka
20:32mencoba melakukan
20:32ulang plan
20:34untuk perundingan
20:35gagal kembali
20:36yang ada adalah
20:37saling
20:37menyerang
20:38saling presiden
20:40satu sama lain
20:40dan ketika
20:42Arachi
20:43melakukan kunjungan
20:44ke Cina
20:44sebetulnya
20:45disitulah kita
20:46ada harapan
20:47bahwa akan terjadi
20:48perundingan
20:49perundingan
20:49perundingan
20:50dan ditambah lagi
20:51ternyata
20:52Z juga
20:53meng-invite
20:53atau mengundang
20:54Trump
20:54untuk berdiskusi
20:55bersama
20:56walaupun
20:56poin-poin
20:57nanti di meeting
20:57itu tidak
20:58melulu tentang
20:59Iran
20:59Mbak Friska
20:59ada juga
21:00beberapa
21:01perundingan
21:01yang berkaitan
21:02dengan
21:02misalnya
21:02kerjasama
21:04ekonomi Cina
21:04dengan Amerika Serikat
21:05ekspor Cina
21:06ke Amerika Serikat
21:07karena secara
21:07barang
21:08atau retail
21:08yang diekspor
21:09dari Cina ke Amerika
21:10itu cukup tinggi
21:11belum lagi
21:12tarif kan
21:12belum lama
21:12mereka juga
21:13ada clash
21:13antara Amerika
21:14dengan Cina
21:15mengenai tarif
21:15itu juga akan
21:16masuk
21:16saya pikir
21:17ke dalam
21:17perundingan
21:18kemudian
21:19akan juga
21:19dibahas
21:19mengenai
21:20perusahaan-perusahaan
21:21Cina
21:22yang membeli
21:23minyak dari Iran
21:24itu bagaimana
21:24solusinya
21:25dan
21:26perundingan
21:27Iran dan Amerika Serikat
21:28itu hanya
21:29menjadi salah satu
21:30poin
21:30tapi mudah-mudahan
21:31Mbak Friska
21:32salah satu
21:33poin tersebut
21:34mengarah
21:35kepada perdamaian
21:36kita semua bersama
21:37para akademisi
21:38para profesor
21:39sekolars
21:40analis
21:40yang fokus
21:41dengan masalah
21:42nuklir
21:43masalah
21:44perdamaian
21:45masalah
21:46timur tengah
21:46itu mempush
21:48atau mendorong
21:48untuk menuju
21:49ke perdamaian
21:50karena apa
21:51bahaya
21:51kalau terus konflik
21:52efeknya adalah
21:53kepada
21:54energi security
21:56atau keamanan
21:57energi kita
21:57bagaimana
21:58kondisinya naik terus
22:00terdampak juga
22:01ke rupiah
22:02terdampak juga
22:02kepada ekonomi
22:04dalam negeri kita
22:04dan kita harus
22:06bersama-sama
22:06media juga
22:07mempush
22:07untuk menciptakan
22:09perdamaian
22:10mereka harus
22:11segera kembali
22:11ke perundingan
22:12dan mudah-mudahan
22:13Jinping itu bisa
22:15melakukan komunikasi
22:17yang baik
22:17dengan Trump
22:18sehingga Trump
22:18tidak
22:18seenaknya lagi
22:20begitu ya
22:20ada poin-poin
22:21yang bisa disepakati
22:23begitu oleh Trump
22:24kemudian mereka
22:25bersedia kembali
22:26ke perundingan
22:27demikian Pak Presiden
22:28ini yang diharapkan
22:30karena selalu gagal
22:31perundingan
22:32sampai hari ini
22:32sudah dua bulan
22:33lebih
22:34dan selalu
22:35yang jadi kendala
22:36adalah nuklir
22:37nuklir
22:37nuklir
22:37soal pengayaan uranium
22:38saya kembali
22:40soal uranium ini
22:41saya ke Pak Zaki
22:42sebenarnya bagaimana
22:43kita membaca
22:44kekuatan Iran
22:45dari sisi
22:46fasilitas
22:47di Natanz
22:48atau di
22:49Fordow
22:51kemampuan mereka
22:52seperti apa sih Pak
22:53dengan
22:53fasilitas di
22:55Natanz dan Fordow
22:56yang dimiliki Iran
22:58ya simple saja
22:59Pak
22:59kalau mereka
23:00sudah bisa
23:01memperkaya
23:02uranium
23:02sampai 60%
23:04sebanyak
23:05400 kg
23:07itu kan
23:08pakar
23:09mengatakan
23:09kalau itu
23:10diteruskan
23:11sampai
23:1293%
23:13itu bisa jadi
23:15kira-kira
23:1510-12
23:16pomatum
23:17jadi itu memang
23:18kemampuan
23:19tidak
23:22banyak negara
23:23yang
23:23mempunyai kemampuan
23:24seperti itu
23:25artinya memang
23:26itu kemampuan
23:27memperkayanya
23:28sudah luar biasa
23:29bisa sampai level itu
23:30karena kalau orang
23:32memperkaya
23:32mungkin hanya
23:333%
23:34untuk reaktor
23:34mungkin itu
23:36lebih mudah
23:36tapi kalau
23:37sudah sampai
23:3760%
23:38itu sudah
23:40sangat tinggi
23:41bahkan mungkin
23:42itu pun
23:43sudah bisa
23:43dipakai
23:44untuk bikin
23:45bom atom
23:45kelas rendah
23:47kalau sebenarnya
23:48dari
23:49sisi
23:50sains Pak
23:51sebenarnya untuk
23:51jejak pengolahan
23:52uranium jadi
23:53nuklir ini
23:54apakah
23:54bisa
23:55disembunyikan
23:56sepenuhnya
23:57dari pantauan
23:57satelit
23:58ataupun
23:58sensor
23:59dari
24:00IAEA
24:00atau
24:01pasti bisa
24:02ada cara
24:02mendeteksinya
24:03secara teknis
24:05ya
24:06secara teoretis
24:07banyak teknik
24:08untuk mendeteksi
24:09tapi kalau
24:09dia ditaruh
24:10di dalam tanah
24:11sekian
24:12beratus meter
24:13ya
24:13gak akan bisa
24:15tetap sulit juga
24:16terdeteksi ya Pak ya
24:17ya
24:18itulah kenapa
24:20makanya
24:21selalu dari
24:22negara-negara
24:23terutama Amerika Serikat
24:24mengkhawatirkan ini
24:25begitu
24:26bahwa Iran
24:27akan mengembangkan
24:28punya fasilitas nuklir
24:29yang tidak terdeteksi
24:31sebenarnya
24:32tekanan maksimum itu
24:34tidak hanya untuk
24:35Iran ya Mbak Tia
24:36siapa juga
24:37yang bisa menekan
24:38atau
24:38ngerem lah
24:39Amerika Serikat
24:40dan Israel
24:41agar
24:41perdebatan soal nuklir ini
24:43tidak dijadikan
24:44alasan untuk
24:44memperpanjang perang
24:46dengan alasan apapun
24:47padahal tujuannya adalah
24:48hormus
24:49ya
24:50sebetulnya begini Mbak Friska
24:51kalau dari perspektif AI ya
24:53kalau negara yang sudah masuk NPT
24:55harusnya itu sudah selesai
24:56karena mereka
24:57menandatangani agreement
24:58dimana mereka
24:59tidak melakukan
24:59energi nuklirnya
25:01selain di luar damai
25:02selain di luar tujuan damai
25:04atau
25:04sampai membuat
25:05hulu ledak nuklir
25:07nah di NPT itu kan jelas
25:08gitu ya
25:09non
25:09pro-liferasi treaty
25:11negara-negara yang sudah
25:12menandatangani itu
25:13harusnya sudah
25:14aman
25:14harusnya ya
25:16kita juga
25:16termasuk
25:17kita ada batan
25:18tapi terus itu
25:19diawasi
25:20kemudian
25:21yang kedua
25:22adalah
25:23IAEA itu tadi
25:24International Auto Agency
25:26itu juga terus-terusan
25:27mengawasi
25:27dan ketika melakukan
25:29investigasi dengan Iran
25:30tidak ada indikasi
25:31ke arah pembuatan
25:32senjata nuklir
25:33makanya pada masa
25:35Barack Obama
25:35itu mereka
25:36sepakat Amerika
25:37dengan Iran
25:38melakukan satu perjanjian
25:39disebut dengan
25:40JCPOE
25:41isi perjanjian itu
25:42adalah
25:42Iran akan taat
25:44akan patuh
25:45akan welcome
25:46terhadap
25:47investigasi IAEA
25:48kemudian tidak akan
25:49membuat senjata nuklir
25:50pengayaan uranium
25:51adalah full
25:52untuk tujuan damai
25:53dan prosperity rakyat
25:54karena memang
25:56sanksi Amerika Serikat
25:57tetap berjalan
25:58jadi memang
25:59pada masa Obama
26:00ini kenapa
26:01Amerika welcome
26:02karena memang terbukti
26:03tidak membuat senjata nuklir
26:04melakukan pengayaan uranium
26:06iya
26:07tapi untuk prosperity
26:08nah
26:09kenapa sampai di ambang batas
26:10melebihi bahkan ya
26:11untuk damai
26:13karena tekanan tinggi
26:14dari Israel itu tadi
26:15jadi di kawasan itu
26:16kan mereka berhadapan
26:17Israel dengan Iran ini
26:18jadi kalau misalnya
26:20istilahnya apa ya
26:21mbak
26:21untuk menakut-nakuti itu
26:23jadi supaya kondisi keamanan
26:26negara Iran itu
26:28tetap terjaga
26:29begitu
26:29karena kan
26:29Israel ini
26:30melihat Iran itu adalah
26:33sandungan
26:34untuk sepernitidia
26:35begitu
26:35Iran
26:36melihat Israel itu
26:37adalah ancaman juga
26:38untuk negaranya
26:39sehingga terus
26:40melakukan pengayaan uranium
26:41begitu
26:42tapi itu tadi
26:43saya tidak yakin
26:44Iran akan sampai kepada
26:45membuat hulu ledak
26:46tidak yakin
26:47karena saya persis tahu
26:48ideologi CIA itu
26:50kalau taatnya itu
26:51seperti apa
26:51makanya rezim
26:52susah ditumbangkan ya
26:54karena buat mereka
26:55seorang Ayatola itu
26:56memang harus
26:57betul-betul ditaati
26:59termasuk juga
26:59syariat-syariat
27:00di dalamnya
27:01beda dengan kita
27:02dengan Sunni
27:03insya Allah itu
27:04berbeda dengan
27:04ideologinya mereka
27:06begitu
27:06maka saya sampai hari ini
27:07tidak yakin
27:08kalau sampai membuat
27:09senjata nuklir
27:11karena mereka
27:11taatnya itu tadi mbak
27:13jadi
27:13mematuhi pasti
27:15apa perjanjian yang
27:16ditandatangani
27:17begitu ya
27:17dan diperintahkan
27:18oleh pemimpin tertingginya
27:21kita akan
27:22sama-sama
27:23tentu yang diharapkan
27:24tidak
27:25sampai berkembang
27:26dan tidak
27:27terus-terusan
27:28deadlock
27:29soal ini
27:29karena bagaimanapun juga
27:32yang jadi
27:33ikut
27:34merasakan rugi
27:35adalah semakin banyak lagi
27:36tidak hanya di kawasan
27:37tapi juga
27:38negara-negara
27:39termasuk kita
27:40yang terimplikasi
27:41secara ekonomi
27:42tapi yang jelas
27:42ini harus segera dituntaskan
27:44kita dorong terus
27:45untuk kesana
27:46untuk perdamaian
27:46di perang Iran
27:48antara Iran
27:49dan juga Amerika Serikat ini
27:50terima kasih
27:50untuk perspektifnya
27:52malam hari ini
27:52Mbak Tia
27:53Tia Mariatul Keptiah
27:55selaku dosen HI
27:56Binus University
27:56juga Pak Zaki
27:57Zaki Suud
27:58guru besar teknik nuklir
28:00dari Institut Teknologi Bandung
28:01terima kasih
28:02selamat malam
28:02Terima kasih
Komentar