Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur masa penugasan guru honorer dibatasi hingga 31 Desember 2026.

Kebijakan ini membuat para guru honorer mencemaskan masa depannya.

Kecemasan dirasakan Nissa, salah satu guru honorer di SDN 005 Samarinda Ilir, Kalimantan Timur.

Meski pasrah, tapi ia juga cemas dengan kondisi ekonomi ke depan.

Apalagi selama 4 tahun menjadi guru honorer, dirinya bergantung gaji dari dana BOS yang baru diterima setelah diakumulasi per 6 bulan.

Di tengah dedikasi mencerdaskan anak bangsa, guru honorer kini diliputi kecemasan tentang masa depan mereka.

Rencana penghapusan status guru honorer pada akhir tahun 2026 menciptakan ketidakpastian baru bagi para guru honorer. Padahal banyak sekolah yang bergantung pada tenaga honorer.

Kita sudah terhubung dengan salah satu guru honorer di sekolah dasar di Samarinda, Kalimantan Timur, Annisa Meidianty.

Baca Juga Harapan Guru Honorer kepada Presiden Prabowo, Bagaimana Solusi Pendidikan Indonesia? di https://www.kompas.tv/talkshow/668741/harapan-guru-honorer-kepada-presiden-prabowo-bagaimana-solusi-pendidikan-indonesia

#guruhonorer #guru #sekolah

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668769/full-cerita-guru-honorer-mengabdi-selama-4-tahun-di-samarinda-khawatir-tunggu-nasib-di-2027
Transkrip
00:00Kita beralih ke informasi lain, Saudara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan surat edaran nomor 7 tahun 2026
00:08yang mengatur masa penugasan guru honorer yang dibatasi hingga 31 Desember 2026.
00:15Kebijakan ini membuat para guru honorer mencemaskan masa depannya.
00:24Kecemasan dirasakan oleh Nisa, salah satu guru honorer di SD Negeri Lima, Samarinda Ilir, Kalimantan Timur.
00:32Meski pasrah, tapi ia juga cemas dengan kondisi ekonomi kedepannya.
00:36Apalagi selama 4 tahun menjadi guru honorer, dirinya bergantung pada gaji dari dana bos yang baru diterima setelah diakumulasi per
00:456 bulan.
00:50Dirinya kita ada di sini, kalau misalnya kita diberhentikan, kita juga bimu, harus kemana lagi nyari.
00:57Harusnya sih, kalau memang ada kebijakan seperti itu, pemerintah juga harus punya solusi lain untuk kami yang orang honorer.
01:04Karena rata-rata honorer di sini, semua pada udah berumah tangga, terus ada yang punya anak, berharap dari dana-dana
01:12bosnya,
01:13Nah, kalau misalnya dana tersendir cair, baru kami digaji. Keserikanannya gaji itu per 6 bulan, per 3 bulan, baru digaji.
01:22Saudara di tengah dedikasi mencerdaskan anak bangsa guru honorer kini diliputi kecemasan tentang masa depan mereka.
01:29Rencana penghapusan status guru honorer pada akhir tahun 2026 menciptakan ketidakpastian baru bagi para guru honorer.
01:37Padahal banyak sekolah yang bergantung pada tenaga honorer.
01:44Matahari belum sepenuhnya terbit saat Ali Ruyani bersiap berangkat jalankan tugasnya sebagai guru honorer di SDN 1 Jayasari, Kecamatan Cimarga,
01:56Lebak, Banten.
01:59Lebih dari satu jam perjalanan, sejauh 30 kilometer harus ditempuh pria 51 tahun ini setiap hari.
02:10Pengabdiannya tak mudah. Ali harus meminjam kendaraan, melintasi jembatan gantung dan jalan rusak.
02:25Hingga pernah kehabisan ongkos untuk tiba di sekolah tempatnya mengajar.
02:34Selain saya pinjam pendaraan, terus ada kerusakan, pecahaban, kehabisan bensin.
02:43Terkadang saya dengan berat hati malu sebetulnya ya, menukar bensin dengan KTP.
02:54Selama 14 tahun mengabdi, baru 3 tahun terakhir Ali menerima honor 750 ribu rupiah per bulan.
03:03Sebelumnya, ia hanya digaji 250 ribu rupiah.
03:09Itu pun kerap dirapel 3 bulan sekali.
03:16Jauh dari cukup untuk memenuhi biaya hidup istri dan 4 anak.
03:22Ali pun harus kerja serabutan, mulai menjadi ojek pengantar maganan,
03:27hingga mencari dan jual rumput 10 ribu rupiah per karung demi menyambung hidup.
03:37Namun di tengah perjuangannya sebagai pendidik,
03:40Ali dihadapkan rencana penghapusan tenaga honorer paling lambat akhir tahun 2026 sesuai undang-undang ASN.
03:50Ia tidak bisa lagi mengajar jika masih berstatus honorer.
03:54Sementara untuk diangkat menjadi guru ASN jalur P3K
03:58atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,
04:02tak kunjung ada kepastian.
04:04Lulus di P3K ataupun PNS itu ya.
04:08Seperti itu besar harapan.
04:10Ketika mungkin tidak ada, tidak terekrut ataupun tidak lulus,
04:16itu mungkin sudah jadi bagian nasib pribadi saya.
04:19Kalau khawatir sudah barang pasti, sudah tentu pasti khawatir.
04:23Kepala SDN Satu Jayasari Wardono menyebut penghapusan tenaga honorer akan membuat sekolah semakin kekurangan guru.
04:33Sebab selama ini sekolah banyak bergantung pada tenaga honorer seperti Ali.
04:40Kalau dihapuskan, ya bagi kami, ya berat juga Pak.
04:45Karena beban mengajar, kalau satu orang memegang beberapa kelas,
04:50nanti bagaimana Pak untuk hasil yang diharapkan.
04:53Jelas Pak, sangat dibutuhkan sekali.
04:55Untuk guru honorer tetap harus ada Pak.
05:02Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian status,
05:07para guru honorer tetap datang mengajar dengan penuh semangat.
05:12Pihak sekolah berharap pengabdian mereka dapat lebih dihargai dan diperjuangkan.
05:20Dan saudara, saksikan berkas kompas episode nasib guru honorer di ujung pengabdian selengkapnya
05:27di kanal Youtube Kompas TV.
05:30Dan untuk membahas terkait topik ini,
05:32saudara sudah terhubung dengan salah satu guru honorer di sekolah dasar di Samarinda, Kalimantan Timur.
05:38Ada Ibu Anissa May Dianti.
05:41Selamat malam Bu Anissa, apa kabar?
05:44Selamat, baik.
05:46Kabar baik, semoga selalu untuk Anda Bu Anissa.
05:49Bu Anissa, sudah berapa lama menjadi guru honorer Bu Anissa?
05:54Sudah 4 tahun.
05:554 tahun dan saat ini mengajar di mana Bu?
05:59Saat ini saya mengajar di SD Negeri 005 Samarinda Ilir.
06:06Kami kurang jelas mendengar suara Bu Anissa, mengajar di mana Bu Anissa?
06:11Saat ini saya mengajar di SD Negeri 005 Samarinda Ilir.
06:15SD Negeri 005 ya Bu ya.
06:19Bu Anissa, dalam 4 tahun terakhir ketika mengajar dan mengabdi sebagai guru honorer,
06:24apa Bu Anissa juga pernah untuk ikut seleksi PPPK atau ASN?
06:30Ya, pernah.
06:32Ya, hasilnya bagaimana Bu?
06:33Karena sebenarnya ya Mbak, saya jadi guru honorer itu awalnya bukan sebagai guru, tapi sebagai petugas perusahaan sekolah.
06:44Tapi karena pada saat itu sekolah kekurangan guru, maka kami yang statusnya cuman tenaga pendidikan ditarik untuk mengisi kelas.
06:53Jadi mengisi kekosongan guru, akhirnya saya ikut jadi guru, padahal kalau untuk ditanya, saya lulusan apa?
07:02Saya bukan lulusan pendidikan, saya lulusan Sargiana Menedit.
07:07Oke, berarti dari yang awalnya penjaga perustakaan, kemudian isi kekosongan menjadi guru kelas begitu.
07:15Nah, selama jadi guru honorer, bagaimana pengalaman yang Ibu rasakan?
07:20Kesejahteraannya seperti apa?
07:24Kalau kesejahteraannya ya, seperti bisa, kita tahu ya Mbak Gaji honorer itu juga besar, mungkin bisa dibilang relatif kecil.
07:33Tapi ya, dijalani aja, cuman dengan buka yang lumayan banyak, kita lihat yang akan dialami.
07:41Oke, dengan adanya surat edaran yang baru keluar akhir-akhir ini, bagaimana Bu Anissa mengetahuinya?
07:50Awal kami tahu juga, untuk saya pribadi agak sedikit khawatir ya Mbak ya, karena di sini tempat kita cari makan,
07:59kita memenuhi kebutuhan sehari-hari.
08:02Kalau misalnya kami yang guru-guru honorer itu diletihkan, kemana lagi kita akan mencari penghasilannya.
08:11Ada jaminan nggak Bu, dari pemerintah daerah? Tapi sebelumnya saya mau mengkonfirmasi kepada Ibu. Ibu berarti masuk dalam data pokok
08:19pendidikan atau DAPODIK ya Bu ya?
08:22Oke, Alhamdulillah masuk.
08:23Oke, berarti kalau masuk dalam data DAPODIK, ini juga sebagai informasi ke masyarakat juga.
08:28Kalau Ibu masuk dalam data DAPODIK, artinya Ibu masih bekerja sampai nanti di akhir tahun 2026, begitu Ibu?
08:37Penjelasannya seperti apa Bu?
08:39Kalau dari konten kelihatan perintah, kita belum ada, belum ada spesialisasi terkait ke usia ini.
08:46Tapi, biasa sudah semuanya dengan spesialisasi yang masih ada.
08:50Hmm, oke. Ini nggak ada jaminan Bu, dari misal kepala sekolah, kemudian dari dinas pendidikan, terkait ikut CPNS juga, yang
09:02mungkin juga udah beberapa kali dicoba sama Bu Anissa?
09:06Belum. Kalau, kayak tadi saya bilang, belum ada sosialisasi. Hanya saja kalau dari kepala sekolah kami, kepala sekolah kami masih
09:13mengusahakan.
09:15Mesti, mausri ini dibicarakan dengan yang diatang.
09:19Hmm, oke.
09:20Bagaimana? Ada pindah-pindahnya, saya tidak.
09:23Iya, Ibu. Ini cerita yang sangat menginspirasi.
09:28Dengan adanya surat edaran seperti ini, yang mungkin bagi Ibu menimbulkan kekhawatiran sendiri.
09:33Kenapa sih Bu Anissa masih tetap mau mengajar hingga detik ini?
09:39Pertama, karena memang saya lahirkan dari keluarga pendidik dan bayang.
09:44Saya lahir dari keluarga pendidik, jadi kebetulan saya melihat anak-anak.
09:47Saya senang, setahun, sampai satu tahun saya bekerja di sekolah, kayak nyaman, kayak masih...
09:55Ternyata saya jalannya sampai sekarang, karena makanya senang, sudah nyaman.
10:00Sudah ada rasa bangga, ada rasa kesempatan ini ketika saya berhasil mendidik anak yang dari nggak bisa, jadi bisa.
10:07Hmm, oke. Dengan kekhawatiran ini, tidak mengurangi motivasi Ibu menjadi guru?
10:14Alhamdulillah. Alhamdulillah nggak.
10:16Ibu, terima kasih banyak sekali atas keteguhan Ibu Anissa, terutama dalam didik anak bangsa.
10:24Bu Anissa, kemudian dengan adanya keputusan ini, ke depannya seperti apa, Bu?
10:30Ibu sudah menyiapkan apa saja dengan keputusan yang ternyata guru honorer hanya diperbolehkan mengajar sampai nanti akhir Desember 2020?
10:39Kalau untuk sekarang, saya belum ada gambaran apa yang akan saya lakukan kalau memang keputusan itu terjadi.
10:47Tapi ya, adanya sekarang sampai selama-selama mencari solusi lain juga, Mbak.
10:52Kalau terburu-buru, itu satu-satunya tak bakal tinggal.
10:56Jadi sudah nggak apa-apa, sambil menunggu, sambil mencari solusi lain.
11:02Jadi Ibu hanya dari hari Senin sampai hari Jumat ini mengajar di sekolah saja?
11:07Ya, benar.
11:07Oke, baik.
11:09Apa yang ingin disuarakan, Bu, kepada pemerintah terkait nasib guru honorer saat ini?
11:14Nah, saya cuma, saya masih teman-teman honorer yang ada di Suri Indonesia.
11:21Kami cuma minta, jika memang ini, ini dilaksanakan nantinya, minta solusinya jalan tengahnya untuk kami,
11:29supaya kami juga nggak berhenti di sekolah saja.
11:33Terus ada solusinya dari pemerintah seperti apa, apakah kami bisa status-status kami dari honor yang bisa diangkatkan,
11:41atau misalnya ada kebijakan lainnya.
11:44Kami cuma minta kebijakan yang sama-sama menghuntungkan.
11:49Baik.
11:49Baik, Ibu, terima kasih sudah berbagi kisah bersama kami di Kompas Malam.
11:54Semoga segera ada solusi yang sesuai jalan tengah, yang sesuai dengan harapan para guru honorer.
11:59Dan terima kasih atas dedikasinya, atas cintanya kepada anak bangsa Indonesia.
12:04Terima kasih, Bu Soam. Sehat selalu, Bu Anissa.
12:07Iya, bersama-sama.
Komentar

Dianjurkan