00:00Dan bagi saya, ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya.
00:12Pak Jokowi itu presiden, saya wakilnya.
00:17Kita sama-sama di pemerintahan bersama-sama selama 5 tahun.
00:20Masa saya bayar orang 5 miliar untuk menyelidiki beliau, itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan.
00:35Dan itu penghinaan dan merugikan saya, martabat saya, bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati
00:50atau memeriksa Pak Jokowi.
00:58Saya masih bersama jurubicara wakil presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala, Hussein Abdullah dan Ketua Umum Projo Budiari.
01:05Tadi Pak JK bilang itu penghinaan dan merugikan.
01:08Saat back to juga konferensi pers, ada tiga isu yang dibahas.
01:14Salah satunya ijasa, jadi ada soal ijasa, soal cerama di UGM, soal tudingan kredit puluhan triliun.
01:19Apakah soal ijasa ini yang paling mengganggu Pak JK?
01:23Saya kira hampir sama semua ya.
01:25Jadi tadi kan Pak JK mengatakan, saya terhina saya.
01:29Maksudnya itu, dia kok seolah-olah menikam dari belakang Pak Jokowi yang selama ini beliau hubungannya sangat baik.
01:38Terus ada yang posting, itu yang kontennya beliau jadi bohir di situ.
01:45Memberi dana 5M, wah itu saya tidak ini, katanya masa saya gituin Pak Jokowi, kan tidak mungkin saya.
01:53Jadi itu tidak nyaman dia sebagai orang bugis, tidak ada karakter-karakter begitu Pak JK.
01:58Makanya untuk meng-clearkan ini, itu dia melaporkan sekalian, biar dibuktikan.
02:05Karena kalau sekedar membantah saja, mungkin tidak cukup buat dia.
02:09Apalagi ini kan levelnya Presiden ini Pak Jokowi, hubungannya sangat baik.
02:14Jadi saya ingin ilustrasi sedikit, gambarkan bahwa ketika Pak JK mendampingi Pak Jokowi itu,
02:22itu prinsip yang dipegang Pak JK itu, bagaimana menurunkan tonnya satu dan langkahnya dikurangin satu langkah.
02:30Biar Pak Jokowi di depan dan beliau mendampingi dengan baik di belakang.
02:35Begitu beliau respeknya dan berusaha untuk selalu kompak dengan Pak Jokowi.
02:40Jadi seperti itulah, jadi ketika muncul isu Pak JK mendanai masalah ijazah ini,
02:47terusik beliau, itu sangat terganggu itu.
02:49Malu betul dia.
02:51Jadi sehingga merasa penting atau perlu untuk meng-clearkan masalah ini.
02:55Supaya tidak mengganggu hubungannya.
02:57Dan juga ini yang jadi bergulir juga setelah itu adalah bagaimana menjelaskan konteks Pak JK bilang ya tunjukkan saja ijazahnya
03:07Pak Jokowi.
03:07Ya jadi gini, ini kan sudah dua tahun katanya.
03:11Dan beliau yakin Pak Jokowi itu ijazahnya asli.
03:15Yaudah lah, supaya selesai cepat.
03:17Karena ini sudah ongkut sosialnya besar, yaudah tunjukin aja biar selesai.
03:22Itu aja sebenarnya. Tidak maksa juga istilahnya terserah Pak Jokowi bagaimana mengambil kesimpulan atau punya pikiran sendiri kan
03:33masing-masing berbeda.
03:34Tetapi Pak JK kan biasa memberi saran, mungkin udah biasa kan, bagi kolega ya tunjukin aja Pak biar selesai kira
03:41-kira gitu lah.
03:42Nah habis itu muncul banyak masalah juga ya, utang tadi diungkit-ungkit.
03:47Dan sebenarnya utang ini kan perusahaan ya, sehat, berkembang.
03:51Jadi kalau agrup itu udah 75 tahun Pak, udah masuk generasi keempat.
03:57Dan secara kontribusi secara nasionalnya itu sangat support ke negara atau pemerintah.
04:07Lapangan pekerjaan bisa ribuan, mungkin 20 ribuan saya tidak, tapi sekitar itu.
04:11Jadi besar. Kemudian apa namanya, proyek-proyek yang dikembangkan itu asetnya nilainya tinggi.
04:19Hampir 70T. Jadi kalau utangnya 30 atau mungkin di bawah, itu kan sehat semua, tidak pernah terlambat.
04:26Tidak ada itu sejarah kalau grup itu kredit macet, tidak ada.
04:30Yang ada, tiap tahun perusahaan ini mendapatkan penghargaan sebagai pembayar pajak teladan.
04:38Dan kalkulasi Pak JK dengan running perusahaannya sekarang ini,
04:42itu memberi income bunga kurang lebih 3T setahun ke bank-bank Himbara, bank-bank pemerintah.
04:51BNI, Mandiri, BRI terutama.
04:53Nah, dan ini juga kenapa bank-bank pemerintah, seolah-olah Pak JK sudah dibantu pemerintah,
05:01sebenarnya tidak saling menguntungkan ini, urusan ini.
05:03Jadi lebih banyak aspek nasionalismenya sehingga Pak JK memilih bank-bank pemerintah.
05:09Dia tidak menggunakan bank swasta, tapi uangnya lari ke pemerintah lagi setelah diberi pinjaman untuk mengembangkan usaha,
05:16itu keuntungannya diraup oleh pemerintah juga atau bank-bank pemerintah.
05:21Jadi kita tumbuh bersama dari sisi itu.
05:25Kemudian yang dikembangkan itu kan listrik, pembangkit listrik tenaga air lebih dominan.
05:31Sekarang kalau tidak salah ingat antara 1.500 sampai 1.600 megawatt,
05:36itu di Sulawesi, di Kerinci sana, itu sangat membackup kegiatan ekonomi di sana.
05:43Anda bisa bayangkan sekarang kan Pak Jokowi dari masa pertama periode 1-2 itu aktif menyuarakan soal hilirisasi industri.
05:57Nah kalau tidak ada listrik, bagaimana caranya? Harus ada listrik.
06:00Jadi Pak JK kecewa betul soal Rp30 triliun itu?
06:03Mengungkapkan utang segala macam ini kan ini kok bisa sampai di situ?
06:07Dan di pelintir seolah-olah beliau mengambil uang negara atau merugikan negara.
06:12Tidak seperti itu justru sebaliknya.
06:14Kalau grup ini menguntungkan negara sebenarnya dari banyak sisi.
06:17Apa yang dilakukan Pak JK setelah kecewa begitu?
06:20Ya memberikan jawaban klarifikasi yang kira-kira supaya dapat diterima secara akal sehat.
06:26Bahwa ini tuh mampatnya bukan buat keuntungan pribadi, tidak.
06:30Ini untuk pengembangan usaha dan di situ skritnya sehat.
06:34Tidak ada masalah di situ.
06:35Berhenti di klarifikasi cukup Pak Uceng?
06:37Ya sebenarnya cukup kali ya.
06:39Atau bank sendiri mau memberikan penjelasan ya silahkan aja.
06:43Lebih bagus.
06:43Apa Pak JK menuntut pihak bank untuk penjelas kali ini?
06:46Sejauh ini saya lihat beliau, dia udah cukup mungkin memberikan penjelasan.
06:50Dan saya baca juga respon masyarakat ya berubah kan lebih paham.
06:58Dan jangan lupa listrik yang dikembangkan Kala Group itu sangat mendukung program ekspor Indonesia terutama untuk pasar Eropa.
07:07Karena disana kan mensyaratkan yang produk turunan yang berasal dari industri yang disuplai listrik dari batubara.
07:17Itu bermasalah kalau disana.
07:20Mungkin tidak terlalu mendapat tempat di pasar Eropa.
07:24Sedangkan ini green energy.
07:26Dan ini diperlukan.
07:28Nah kalau begitu.
07:29Boleh gak saya ngomongin?
07:30Ya silahkan.
07:31Pak JK waktu saya main komen, saya sempat ngomong.
07:33Sempat bicara soal green energy di hydropower di Oso untuk data center.
07:42Karena memang data center juga semua industri ini kan diarahin ke green.
07:47Cuma waktu itu saya bilang sama Pak JK, Pak harus ada syaratnya untuk data center harus punya sejarah 100 tahun
07:54gak gempa.
07:57Kalau membangun data center itu punya rekod 100 tahun daerah itu gak pernah terjadi gempa.
08:02Sehingga syarat itu harus dipenemuin.
08:04Kalau soal tren ke depan, itu semuanya nanti arahnya ke energi bersih.
08:09Gak green energy itu loh.
08:11Oke.
08:11Tadi Pak JK bilang bahwa ini sudah cukup untuk klarifikasi.
08:15Tapi Pak Ucik juga kan bilang bahwa dari tiga yang disampaikan itu salah satunya adalah ijasa yang membuat Pak JK
08:20terusik.
08:21Anda sebagai pendukung Pak Jokowi melihat sebenarnya kenapa sih isu ijasa ini menjadi mengganggu antara pendukung Pak Jokowi dan...
08:30Kurang lebih satu setengah tahun yang lalu saya ketemu Pak Jokowi waktu lagi awal-awal ribut soal ijasa.
08:38Saya tanya Pak ini ijasa gimana?
08:40Pak Jokowi dengan entengnya bilang sama saya.
08:42Kalau gak ada ijasa saya kan gak diomongin.
08:45Disitulah saya tahu Pak Jokowi lagi.
08:48Jadi tujuannya?
08:49Loh saya yakin Pak Jokowi.
08:51Ijasanya asli.
08:52Gini loh dari awal saya udah bilang.
08:53Oleh karena itu kalau Pak JK bilang bahwa tunjukin aja ijasanya gak apa-apa?
08:57Itu saran gak ada masalah.
08:59Jadi begini loh dari awal saya udah bilang yang namanya ijasa palsu itu cuma tiga yang bisa gugat.
09:03Satu teman angkatan, dua kakak kelas, tiga adik kelas.
09:07Orang saya aja gak pernah ngeliat ijasa saya, saya pelototin enggak.
09:11Gitu loh.
09:12Dari awal saya yakin.
09:13Makanya saya gak pernah mau ini kan medium mencari-mencari soal ijasa begini-begini.
09:18Dari awal saya udah yakin Pak Jokowi ijasa aja asli.
09:22Kuliah.
09:22Ini kan digoreng begini pasif photoshop.
09:25Pak Jokowi bilang kalau gak ada ijasa gak diomongin, ya menikmati isu ini adalah.
09:29Enggak, dalam pengertian dia berseloroh ke saya begitu.
09:31Ini saya buka aja berseloroh begitu.
09:34Makanya dari awal saya udah sempat bicara dengan beberapa temen juga, teman-teman media.
09:38Begitu loh.
09:40Dan Anda melihat bahwa isu ijasa ini sebenarnya apa yang harus diluluskan?
09:44Enggak, maksud saya yaudah.
09:45Tapi sampai ada.
09:46Ketika Pak Jokowi ditanya, liatin aja Pak.
09:49Saya juga sempat bicara, bukan gak bicara.
09:51Pak, gak pengadilatin aja Pak ini bikin lucu.
09:54Udah biar aja nanti di pengadilan.
09:56Tapi munculnya ijasa menyeret nama Pak Jokowi dengan adanya video-video yang menyebut fitnah tadi soal tudingan 5 miliar.
10:05Pak Jokowi dibalik itu.
10:06Justru itu.
10:07Itu saya gak tahu itu.
10:09Itu apa.
10:11Variable-nya dari mana.
10:12Nah, gitu loh.
10:13Tiba-tiba ada bumbu peledak nih.
10:17Ini biayai Pak Jokowi untuk menggarap soal ijasa Pak Jokowi.
10:21Walaupun Pak Jokowi juga sempat curiga ini kok ijasa ini kok panjang amat tenaganya ya.
10:26Gitu loh.
10:28Nah tapi menurut saya.
10:29Sampai Pak Jokowi dituding untuk mendanali penerima itu apa?
10:32Saya gak tahu juga yang nuding.
10:34Iya kan?
10:34Tetapi dalam pengertian begini.
10:36Ya gak mungkin wakilnya apa, gak yakin pasangannya.
10:43Eh kalau Pak Jokowi ya saja palsu semua bersalah tau gak?
10:48Partai pendukung, wakilnya gitu.
10:51Kita sebagai pendukung.
10:52Saya sih yakin.
10:53Bahkan temen yang nantar ke KPU itu berkas-berkas Pak Jokowi juga yakin kok.
11:00Temennya gak mau komentar aja.
11:01Gak boleh biar aja lah ini isu.
11:03Menurut saya memang isu soal ijasa ini udahlah.
11:06Di akhirnya saja lah.
11:07Begitu loh.
11:08Nanti pengadilan dibuktiin.
11:09Tapi Pak Jokowi kan janji.
11:10Nanti mau tunjukinnya di pengadilan.
11:13Begitu loh.
11:13Tapi kalau laporan ke Rismon Sianipar,
11:16ya meskipun mereka sudah membantah bahwa itu videonya AI.
11:20Buatan AI.
11:21Dia udah bantah juga.
11:22Tidak menyebut nama Pak Jika.
11:24Nah ini laporannya tetap jalan atau enggak?
11:27Bantahannya itu Rismon kalau tidak salah dia mengatakan bahwa itu AI.
11:32Dia tidak membantah isinya.
11:34Membantah bahwa ada AI.
11:36Ada dukungan dana 5 miliar.
11:39Kalau kata kuasa hukum Rismon Sianipar bilang bahwa tidak pernah.
11:42Itu olahan AI semua.
11:44Rismon tidak pernah sebut nama Pak Jika.
11:45Satu.
11:46Kedua, ini kan meskipun AI, pasti ada yang bikin.
11:53Ada yang posting.
11:54Ini siapa ini?
11:56Motivasinya apa dia?
11:58Nah itu kan tetap ajak orang menyenangkan dan menyeret-nyeret.
12:01Orang dengan muda, apalagi antara Pak Jika dengan Pak Jokowi, wah itu kalau tidak elok juga dibiarkan nanti terjadi diadu
12:12-adu pemimpin-pemimpin kita yang sebenarnya punya hubungan bagus, dengan mudahnya dipermainkan seperti itu.
12:18Di era sosial media seperti ini.
12:20Oleh karena itu ya pembelajaran saya kira penting juga.
12:24Pak Jika memberikan pembelajaran melaporkan secara hukum supaya jelas, clear dan tidak terjadi lagi saya kira.
12:31Jadi laporan hukumnya telah berjalan?
12:32Jalan saja.
12:34Dan apa yang dibaca oleh Pak Uceng, juga Pak Budi Ari, apa ada motif politik di balik ini semua?
Komentar