Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menjelaskan konteks pernyataan Jusuf Kalla yang meminta Presiden ke-7 Joko Widodo menunjukkan ijazahnya kepada publik.

Menurut Husain, pernyataan itu bukan bentuk tekanan, melainkan saran agar polemik yang berlarut-larut segera selesai.

"Ya jadi gini, ini kan sudah dua tahun katanya, dan beliau yakin Pak Jokowi itu ijasanya asli. Yaudahlah, supaya selesai cepat, karena ini sudah ongkos sosialnya besar, yaudah tunjukin aja biar selesai," jelasnya.

Husain menegaskan, Jusuf Kalla hanya memberi pandangan sebagai kolega, tanpa memaksa Jokowi mengambil langkah tertentu.

Sementara itu, Ketua Umum Projo Budi Arie menilai saran Jusuf Kalla tidak menjadi persoalan. Budi Arie juga mengaku pernah menanyakan langsung isu ijazah kepada Jokowi sekitar satu setengah tahun lalu, saat polemik mulai ramai.

Menurut Budi Arie, sejak awal dirinya meyakini ijazah Jokowi asli. Ia pun menyebut, tudingan ijazah palsu seharusnya hanya bisa dipersoalkan oleh pihak-pihak yang benar-benar punya keterkaitan langsung di lingkungan pendidikan Jokowi.

"Yang namanya ijazah palsu itu cuma tiga yang bisa gugat. Satu teman angkatan, dua kakak kelas, tiga adik kelas," katanya.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/DvAE3Xqoq5g

#jokowi #jusufkalla #ijazah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/664928/jusuf-kalla-sarankan-ijazah-jokowi-ditunjukkan-ketum-projo-budi-arie-yakin-asli-rosi
Transkrip
00:00Dan bagi saya, ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya.
00:12Pak Jokowi itu presiden, saya wakilnya.
00:17Kita sama-sama di pemerintahan bersama-sama selama 5 tahun.
00:20Masa saya bayar orang 5 miliar untuk menyelidiki beliau, itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan.
00:35Dan itu penghinaan dan merugikan saya, martabat saya, bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati
00:50atau memeriksa Pak Jokowi.
00:58Saya masih bersama jurubicara wakil presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala, Hussein Abdullah dan Ketua Umum Projo Budiari.
01:05Tadi Pak JK bilang itu penghinaan dan merugikan.
01:08Saat back to juga konferensi pers, ada tiga isu yang dibahas.
01:14Salah satunya ijasa, jadi ada soal ijasa, soal cerama di UGM, soal tudingan kredit puluhan triliun.
01:19Apakah soal ijasa ini yang paling mengganggu Pak JK?
01:23Saya kira hampir sama semua ya.
01:25Jadi tadi kan Pak JK mengatakan, saya terhina saya.
01:29Maksudnya itu, dia kok seolah-olah menikam dari belakang Pak Jokowi yang selama ini beliau hubungannya sangat baik.
01:38Terus ada yang posting, itu yang kontennya beliau jadi bohir di situ.
01:45Memberi dana 5M, wah itu saya tidak ini, katanya masa saya gituin Pak Jokowi, kan tidak mungkin saya.
01:53Jadi itu tidak nyaman dia sebagai orang bugis, tidak ada karakter-karakter begitu Pak JK.
01:58Makanya untuk meng-clearkan ini, itu dia melaporkan sekalian, biar dibuktikan.
02:05Karena kalau sekedar membantah saja, mungkin tidak cukup buat dia.
02:09Apalagi ini kan levelnya Presiden ini Pak Jokowi, hubungannya sangat baik.
02:14Jadi saya ingin ilustrasi sedikit, gambarkan bahwa ketika Pak JK mendampingi Pak Jokowi itu,
02:22itu prinsip yang dipegang Pak JK itu, bagaimana menurunkan tonnya satu dan langkahnya dikurangin satu langkah.
02:30Biar Pak Jokowi di depan dan beliau mendampingi dengan baik di belakang.
02:35Begitu beliau respeknya dan berusaha untuk selalu kompak dengan Pak Jokowi.
02:40Jadi seperti itulah, jadi ketika muncul isu Pak JK mendanai masalah ijazah ini,
02:47terusik beliau, itu sangat terganggu itu.
02:49Malu betul dia.
02:51Jadi sehingga merasa penting atau perlu untuk meng-clearkan masalah ini.
02:55Supaya tidak mengganggu hubungannya.
02:57Dan juga ini yang jadi bergulir juga setelah itu adalah bagaimana menjelaskan konteks Pak JK bilang ya tunjukkan saja ijazahnya
03:07Pak Jokowi.
03:07Ya jadi gini, ini kan sudah dua tahun katanya.
03:11Dan beliau yakin Pak Jokowi itu ijazahnya asli.
03:15Yaudah lah, supaya selesai cepat.
03:17Karena ini sudah ongkut sosialnya besar, yaudah tunjukin aja biar selesai.
03:22Itu aja sebenarnya. Tidak maksa juga istilahnya terserah Pak Jokowi bagaimana mengambil kesimpulan atau punya pikiran sendiri kan
03:33masing-masing berbeda.
03:34Tetapi Pak JK kan biasa memberi saran, mungkin udah biasa kan, bagi kolega ya tunjukin aja Pak biar selesai kira
03:41-kira gitu lah.
03:42Nah habis itu muncul banyak masalah juga ya, utang tadi diungkit-ungkit.
03:47Dan sebenarnya utang ini kan perusahaan ya, sehat, berkembang.
03:51Jadi kalau agrup itu udah 75 tahun Pak, udah masuk generasi keempat.
03:57Dan secara kontribusi secara nasionalnya itu sangat support ke negara atau pemerintah.
04:07Lapangan pekerjaan bisa ribuan, mungkin 20 ribuan saya tidak, tapi sekitar itu.
04:11Jadi besar. Kemudian apa namanya, proyek-proyek yang dikembangkan itu asetnya nilainya tinggi.
04:19Hampir 70T. Jadi kalau utangnya 30 atau mungkin di bawah, itu kan sehat semua, tidak pernah terlambat.
04:26Tidak ada itu sejarah kalau grup itu kredit macet, tidak ada.
04:30Yang ada, tiap tahun perusahaan ini mendapatkan penghargaan sebagai pembayar pajak teladan.
04:38Dan kalkulasi Pak JK dengan running perusahaannya sekarang ini,
04:42itu memberi income bunga kurang lebih 3T setahun ke bank-bank Himbara, bank-bank pemerintah.
04:51BNI, Mandiri, BRI terutama.
04:53Nah, dan ini juga kenapa bank-bank pemerintah, seolah-olah Pak JK sudah dibantu pemerintah,
05:01sebenarnya tidak saling menguntungkan ini, urusan ini.
05:03Jadi lebih banyak aspek nasionalismenya sehingga Pak JK memilih bank-bank pemerintah.
05:09Dia tidak menggunakan bank swasta, tapi uangnya lari ke pemerintah lagi setelah diberi pinjaman untuk mengembangkan usaha,
05:16itu keuntungannya diraup oleh pemerintah juga atau bank-bank pemerintah.
05:21Jadi kita tumbuh bersama dari sisi itu.
05:25Kemudian yang dikembangkan itu kan listrik, pembangkit listrik tenaga air lebih dominan.
05:31Sekarang kalau tidak salah ingat antara 1.500 sampai 1.600 megawatt,
05:36itu di Sulawesi, di Kerinci sana, itu sangat membackup kegiatan ekonomi di sana.
05:43Anda bisa bayangkan sekarang kan Pak Jokowi dari masa pertama periode 1-2 itu aktif menyuarakan soal hilirisasi industri.
05:57Nah kalau tidak ada listrik, bagaimana caranya? Harus ada listrik.
06:00Jadi Pak JK kecewa betul soal Rp30 triliun itu?
06:03Mengungkapkan utang segala macam ini kan ini kok bisa sampai di situ?
06:07Dan di pelintir seolah-olah beliau mengambil uang negara atau merugikan negara.
06:12Tidak seperti itu justru sebaliknya.
06:14Kalau grup ini menguntungkan negara sebenarnya dari banyak sisi.
06:17Apa yang dilakukan Pak JK setelah kecewa begitu?
06:20Ya memberikan jawaban klarifikasi yang kira-kira supaya dapat diterima secara akal sehat.
06:26Bahwa ini tuh mampatnya bukan buat keuntungan pribadi, tidak.
06:30Ini untuk pengembangan usaha dan di situ skritnya sehat.
06:34Tidak ada masalah di situ.
06:35Berhenti di klarifikasi cukup Pak Uceng?
06:37Ya sebenarnya cukup kali ya.
06:39Atau bank sendiri mau memberikan penjelasan ya silahkan aja.
06:43Lebih bagus.
06:43Apa Pak JK menuntut pihak bank untuk penjelas kali ini?
06:46Sejauh ini saya lihat beliau, dia udah cukup mungkin memberikan penjelasan.
06:50Dan saya baca juga respon masyarakat ya berubah kan lebih paham.
06:58Dan jangan lupa listrik yang dikembangkan Kala Group itu sangat mendukung program ekspor Indonesia terutama untuk pasar Eropa.
07:07Karena disana kan mensyaratkan yang produk turunan yang berasal dari industri yang disuplai listrik dari batubara.
07:17Itu bermasalah kalau disana.
07:20Mungkin tidak terlalu mendapat tempat di pasar Eropa.
07:24Sedangkan ini green energy.
07:26Dan ini diperlukan.
07:28Nah kalau begitu.
07:29Boleh gak saya ngomongin?
07:30Ya silahkan.
07:31Pak JK waktu saya main komen, saya sempat ngomong.
07:33Sempat bicara soal green energy di hydropower di Oso untuk data center.
07:42Karena memang data center juga semua industri ini kan diarahin ke green.
07:47Cuma waktu itu saya bilang sama Pak JK, Pak harus ada syaratnya untuk data center harus punya sejarah 100 tahun
07:54gak gempa.
07:57Kalau membangun data center itu punya rekod 100 tahun daerah itu gak pernah terjadi gempa.
08:02Sehingga syarat itu harus dipenemuin.
08:04Kalau soal tren ke depan, itu semuanya nanti arahnya ke energi bersih.
08:09Gak green energy itu loh.
08:11Oke.
08:11Tadi Pak JK bilang bahwa ini sudah cukup untuk klarifikasi.
08:15Tapi Pak Ucik juga kan bilang bahwa dari tiga yang disampaikan itu salah satunya adalah ijasa yang membuat Pak JK
08:20terusik.
08:21Anda sebagai pendukung Pak Jokowi melihat sebenarnya kenapa sih isu ijasa ini menjadi mengganggu antara pendukung Pak Jokowi dan...
08:30Kurang lebih satu setengah tahun yang lalu saya ketemu Pak Jokowi waktu lagi awal-awal ribut soal ijasa.
08:38Saya tanya Pak ini ijasa gimana?
08:40Pak Jokowi dengan entengnya bilang sama saya.
08:42Kalau gak ada ijasa saya kan gak diomongin.
08:45Disitulah saya tahu Pak Jokowi lagi.
08:48Jadi tujuannya?
08:49Loh saya yakin Pak Jokowi.
08:51Ijasanya asli.
08:52Gini loh dari awal saya udah bilang.
08:53Oleh karena itu kalau Pak JK bilang bahwa tunjukin aja ijasanya gak apa-apa?
08:57Itu saran gak ada masalah.
08:59Jadi begini loh dari awal saya udah bilang yang namanya ijasa palsu itu cuma tiga yang bisa gugat.
09:03Satu teman angkatan, dua kakak kelas, tiga adik kelas.
09:07Orang saya aja gak pernah ngeliat ijasa saya, saya pelototin enggak.
09:11Gitu loh.
09:12Dari awal saya yakin.
09:13Makanya saya gak pernah mau ini kan medium mencari-mencari soal ijasa begini-begini.
09:18Dari awal saya udah yakin Pak Jokowi ijasa aja asli.
09:22Kuliah.
09:22Ini kan digoreng begini pasif photoshop.
09:25Pak Jokowi bilang kalau gak ada ijasa gak diomongin, ya menikmati isu ini adalah.
09:29Enggak, dalam pengertian dia berseloroh ke saya begitu.
09:31Ini saya buka aja berseloroh begitu.
09:34Makanya dari awal saya udah sempat bicara dengan beberapa temen juga, teman-teman media.
09:38Begitu loh.
09:40Dan Anda melihat bahwa isu ijasa ini sebenarnya apa yang harus diluluskan?
09:44Enggak, maksud saya yaudah.
09:45Tapi sampai ada.
09:46Ketika Pak Jokowi ditanya, liatin aja Pak.
09:49Saya juga sempat bicara, bukan gak bicara.
09:51Pak, gak pengadilatin aja Pak ini bikin lucu.
09:54Udah biar aja nanti di pengadilan.
09:56Tapi munculnya ijasa menyeret nama Pak Jokowi dengan adanya video-video yang menyebut fitnah tadi soal tudingan 5 miliar.
10:05Pak Jokowi dibalik itu.
10:06Justru itu.
10:07Itu saya gak tahu itu.
10:09Itu apa.
10:11Variable-nya dari mana.
10:12Nah, gitu loh.
10:13Tiba-tiba ada bumbu peledak nih.
10:17Ini biayai Pak Jokowi untuk menggarap soal ijasa Pak Jokowi.
10:21Walaupun Pak Jokowi juga sempat curiga ini kok ijasa ini kok panjang amat tenaganya ya.
10:26Gitu loh.
10:28Nah tapi menurut saya.
10:29Sampai Pak Jokowi dituding untuk mendanali penerima itu apa?
10:32Saya gak tahu juga yang nuding.
10:34Iya kan?
10:34Tetapi dalam pengertian begini.
10:36Ya gak mungkin wakilnya apa, gak yakin pasangannya.
10:43Eh kalau Pak Jokowi ya saja palsu semua bersalah tau gak?
10:48Partai pendukung, wakilnya gitu.
10:51Kita sebagai pendukung.
10:52Saya sih yakin.
10:53Bahkan temen yang nantar ke KPU itu berkas-berkas Pak Jokowi juga yakin kok.
11:00Temennya gak mau komentar aja.
11:01Gak boleh biar aja lah ini isu.
11:03Menurut saya memang isu soal ijasa ini udahlah.
11:06Di akhirnya saja lah.
11:07Begitu loh.
11:08Nanti pengadilan dibuktiin.
11:09Tapi Pak Jokowi kan janji.
11:10Nanti mau tunjukinnya di pengadilan.
11:13Begitu loh.
11:13Tapi kalau laporan ke Rismon Sianipar,
11:16ya meskipun mereka sudah membantah bahwa itu videonya AI.
11:20Buatan AI.
11:21Dia udah bantah juga.
11:22Tidak menyebut nama Pak Jika.
11:24Nah ini laporannya tetap jalan atau enggak?
11:27Bantahannya itu Rismon kalau tidak salah dia mengatakan bahwa itu AI.
11:32Dia tidak membantah isinya.
11:34Membantah bahwa ada AI.
11:36Ada dukungan dana 5 miliar.
11:39Kalau kata kuasa hukum Rismon Sianipar bilang bahwa tidak pernah.
11:42Itu olahan AI semua.
11:44Rismon tidak pernah sebut nama Pak Jika.
11:45Satu.
11:46Kedua, ini kan meskipun AI, pasti ada yang bikin.
11:53Ada yang posting.
11:54Ini siapa ini?
11:56Motivasinya apa dia?
11:58Nah itu kan tetap ajak orang menyenangkan dan menyeret-nyeret.
12:01Orang dengan muda, apalagi antara Pak Jika dengan Pak Jokowi, wah itu kalau tidak elok juga dibiarkan nanti terjadi diadu
12:12-adu pemimpin-pemimpin kita yang sebenarnya punya hubungan bagus, dengan mudahnya dipermainkan seperti itu.
12:18Di era sosial media seperti ini.
12:20Oleh karena itu ya pembelajaran saya kira penting juga.
12:24Pak Jika memberikan pembelajaran melaporkan secara hukum supaya jelas, clear dan tidak terjadi lagi saya kira.
12:31Jadi laporan hukumnya telah berjalan?
12:32Jalan saja.
12:34Dan apa yang dibaca oleh Pak Uceng, juga Pak Budi Ari, apa ada motif politik di balik ini semua?
Komentar

Dianjurkan