00:19Intro
00:21Saudara Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mencatat kurang lebih terdapat 7 ton,
00:26bahkan lebih sampah yang kemudian mengalir di sungai Jakarta yang kemudian mengotori area laut kita.
00:34Lalu pertanyaannya, seberapa besar sebenarnya dampak kebocoran sampah hingga ke laut dan membentuk pulau-pulau sampah?
00:40Saya akan tanyakan kepada Profesor Riset Termuda BRIN bidang oseonografi kimia dengan kepakaran pencemaran laut,
00:48Mas Reza Cordoba. Mas Reza, terima kasih untuk waktunya.
00:50Terima kasih banyak.
00:51Saya langsung ke pokok persoalan kita, Mas. Bahwa ada fenomena ataupun kondisi yang kemudian menunjukkan ada pulau-pulau sampah di
01:00pesisir laut Jakarta.
01:01Berdasarkan riset yang kemudian dilakukan oleh BRIN, apa yang sesungguhnya terjadi, Mas?
01:04Sebenarnya kalau misalnya kita lihat, sampah yang terakumulasi di pesisir Jakarta ini, termasuk yang ada di Morangga ini,
01:10itu terjadi tidak hanya sumbernya dari Jakarta, tetapi memang dari Hulu.
01:14Dari Hulu?
01:14Dari Hulu. Jadi memang sampahnya yang ada di sana collection rate-nya sangat rendah.
01:18Kemudian memang kalau ada di Jakarta relatif lebih bagus daripada yang di wilayah Hulu dan Tengah ya.
01:22Tetapi kemudian karena dia terakumulasi banyak dan kemudian terhalang, karena ada pola arus,
01:26kemudian ya sekarang ditambah ada pola elektromasi, ketika dia sudah tertahan,
01:30kan ini ada area pertemuan antara air tawar dengan air laut.
01:34Hal itu menyebabkan tertabraknya sampah ada di sana,
01:37karena tadinya kencang, kemudian dia melambat.
01:39Sampah ini kan kebanyakan sampah campuran, ketika ada sampah campuran,
01:43dia akan berhenti di depan muara sungai, makanya memang mulai dari muara angke,
01:49di Marunda sebenarnya terjadi hal yang sama, hampir di seluruh wilayah-wilayah sungai itu terjadi seperti itu.
01:55Jadi bisa kita bayangkan, kalau seluruh wilayah di Indonesia terjadi seperti itu,
01:59collection rate rendah, pengelolaan sampahnya belum optimal,
02:02bukan tidak mungkin nanti beberapa tahun yang akan datang,
02:04akan terbentuk delta-delta sampah di seluruh muara sungai yang ada di Indonesia.
02:07Bisa ditunjukkan mungkin mas, titik-titik mana saja yang ada,
02:11mohon maaf, pulau-pulau sampah ataupun pencemaran sampah di laut?
02:14Jadi kita bisa lihat di sini kami mengamati di 18 wilayah pantai yang ada di seluruh Indonesia,
02:19mulai dari Aceh sampai ke Papua, dari Manado sampai ke Kupang,
02:22bisa kita lihat di sini ada wilayah-wilayah tertentu yang mau akumulasi sampah.
02:25Dan ini sebenarnya tidak hanya dihasilkan oleh wilayah yang ada di sekitarnya,
02:30tetapi memang ada transbundari, jadi sampah yang terbawa oleh alrus.
02:33Nah kalau ada di sini, contohnya yang paling banyak itu adalah misalnya ada di Ambon,
02:37di Takalar, utaranya Manado, ada di Padang, termasuk sebenarnya yang ada di Jakarta.
02:42Bahkan sebenarnya kalau di Jakarta sendiri, sampahnya itu belum sebanyak yang ada di wilayah-wilayah lain.
02:46Belum sebanyak yang di wilayah lain?
02:47Betul, hanya ini tidak ketahuan saja.
02:51Karena kan ada wilayah-wilayah lain yang justru semakin jauh dari wilayah ibu kota,
02:55collection rate ini semakin rendah.
02:56Ada hubungan antara collection rate atau proses penyebutan sampah,
03:00laju penyebutan sampah per daerah dengan jumlah sampah yang bocor ke lingkungan.
03:05Semakin rendah collection ratenya, semakin tinggi pula sampahnya.
03:09Kesoalan sampah yang kemudian tercecar ke laut ini bukan hanya sekedar kedisiplinan masyarakat,
03:14tetapi secara struktural ini sangat mempengaruhi.
03:17Sangat mempengaruhi.
03:18Kita tidak bisa berbicara hanya satu sisi.
03:20Oh yang salah, masyarakat saja.
03:23Tidak bisa seperti itu.
03:23Paling tidak ada empat faktor nih, pertama dari pemerintahnya.
03:26Secara regulasinya diimplementasikan atau tidak, infrastrukturnya juga masih kurang.
03:30Seharusnya kan sampai ini tidak dibawa ke TPA, kemudian dibiarkan begitu saja.
03:36Kemudian yang kedua, masyarakatnya juga sama.
03:38Kita edukasinya kurang, tapi banyak dari masyarakat yang kita juga tidak bisa ngapa-ngapain.
03:42Mau luang kemana, setelah dipilah mau dikemanakan, karena infrastrukturnya tadi tidak ada.
03:46Kemudian yang ketiga, dari industri.
03:48Industri itu terus meneruskan mengeluarkan produk dan lain-lain.
03:51Tapi di sisi lainnya harusnya bertanggung jawab juga dong, produk yang ada.
03:54Karena produk yang ada ini seharusnya bisa didaur ulang kembali.
03:58Nah, baru kemudian yang terakhir adalah dari akademisi.
04:01Kami juga sebenarnya bertanggung jawab.
04:02Kami harus bertanggung jawab, ini loh ada produk plastik yang bisa digunakan berulang-ulang kali sampai betul-betul rusak.
04:08Baru kemudian didaur ulang, bisa digunakan kembali.
04:11Nah, ini empat faktor ini yang sangat berpengaruh.
04:13Saya ingin tunjukkan ke Mas Reza.
04:16Oke, ini adalah visual yang kita ambil, Mas.
04:19Ketika kami mendatangi secara langsung pulau-pulau sampah yang ada di pesisir Jakarta.
04:24Berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan agar sampah-sampah ini betul-betul bisa menjadi sebuah pulau?
04:30Betulkah hanya dalam waktu singkat baru satu tahun mungkin atau justru sudah terjadi cukup lama?
04:35Baik, sebenarnya ini kalau misalnya kita lihat tergantung dari jumlah sampah yang masuk.
04:39Tidak hanya dari Muara Kali Adem, tetapi dari sungai-sungai lainnya yang ada di sekitar.
04:43Termasuk bahkan yang ada di Bekasi sama di Tangerang.
04:45Kenapa? Karena pola arusnya itu akan ke arah sana.
04:48Dia bolak-balik tergantung musim.
04:50Nah, jumlah sampahnya berapa banyak?
04:51Kalau yang lihat ada di sini, ini kalau secara kasar ya, akan lebih dari 100 ton.
04:56100 ton?
04:57Itu baru yang ada di permukaan, belum lagi yang ada di dasar.
05:00Artinya Breen menemukan bahwa sampah itu juga ada di dasar?
05:02Betul.
05:02Karena narasi yang kemudian saya temukan di sini adalah bahwa yang bagian dasar itu adalah sedimentasi,
05:07sementara sampah hanya berada di atas.
05:09Baik.
05:09Sebenarnya persoalan sampah yang ada di sini, termasuk yang ada pulau sampah di wilayah lain,
05:13itu tidak hanya masalah satu tahun atau dua tahun.
05:15Tetapi ini sudah belasan tahun yang terjadi.
05:18Memang sedimen ada.
05:19Dia normal akan sangat banyak.
05:20Kenapa?
05:20Karena muaranya dari sini, itu kan ada gunung-gunung kan, yang ada di Bogor salah satunya.
05:25Kemudian, dia turun bersama dengan sampah-sampah yang ada.
05:28Makanya ini harus dihilangkan secara cepat.
05:30Apalagi dampaknya yang ada di belakang.
05:32Ini kan wilayah hutan lindung.
05:34Betul.
05:34Begitu banyak sampah yang kemudian ada di sini,
05:38bersebelahan atau berdamping secara langsung dengan hutan lindung.
05:41Ada mungkin temuan khusus dari Brin terkait hal ini?
05:43Baik.
05:44Yang pertama, binatang-binatang yang hidup di wilayah hutan lindung, yang seharusnya terlindungi nih,
05:49dia akan tidak sengaja makan sampah.
05:51Karena mereka itu tidak bisa membedakan mana plastik dengan mana makanannya.
05:54Semakin kecil ukuransi sampah plastik tersebut, semakin mudah masuk ke dalam tubuh.
05:58Tidak hanya di biota, tapi masuk ke manusia.
06:00Melalui?
06:01Makanan.
06:02Salah makan.
06:04Kemudian terhirup di udara.
06:05Bahkan kami menemukan di wilayah Morangke, kami melakukan penelitian itu 2015,
06:09dan kemudian terakhir 2023.
06:11Dalam jangka waktu 8 tahun, mikroplastik meningkat 5 kali lipat.
06:145 kali lipat?
06:16Dan bisa kita bayangkan, kalau 5 kali lipat, artinya biota-biota yang ada di sana,
06:21akan bisa makan tidak sengaja atau masuk ke dalam tubuh mikroplastik itu bisa 50 kali lipat lebih tinggi.
06:28Termasuk manusia.
06:29Kenapa?
06:30Karena di Morangke kan salah.
06:32Mangruf, terumbu karang, lamun, dia menjadi tempat untuk tempat hidupnya ikan.
06:37Dan kita makan ikan dari wilayah sana yang asal.
06:40Sejak tahun 2015 sampai sekarang, proporsinya semakin lama semakin meningkat.
06:43Biota yang mengandung mikroplastik.
06:46Salah satunya yang paling tinggi, yang dekat dari Morangke, itu kurang hijau.
06:49Bahwa Brin juga sebelumnya sudah menghitung potensi kerugian negara akibat kebocoran sampah ini.
06:54Bisa dijelaskan mungkin temuannya seperti apa?
06:56Baik.
06:56Sebenarnya kami menghitung berdasarkan berbagai macam variable.
06:59Variable kesehatan laut, kemudian biodiversitas, dan sejenisnya termasuk sebenarnya kesehatan manusia.
07:04Kerugiannya itu kalau berdasarkan hasil perhitungan antara 3.300 dolar sampai hampir 40.000 dolar per ton sampah plastik.
07:12Per ton sampah plastik.
07:12Dan Indonesia, kalau berdasarkan data terakhir tahun 2023, itu sekitar 300.000 ton sampah plastik yang masuk ke lautan Indonesia.
07:22Artinya kalau dirupiahkan?
07:24Hampir 2.000 triliun.
Komentar