- 4 menit yang lalu
- #prabowo
- #bgn
- #saidiqbal
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana, Senin (8/6/2026).
Usai dilantik, Nanik menyampaikan pihaknya akan fokus untuk melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Langkah kami adalah pertama-tama, seperti beberapa Waktu lalu yang kami sampaikan. Kami concern pada efisiensi anggaran agar tidak membebani anggaran negara saat ini," ujar Nanik.
Sementara itu, Said Iqbal mengatakan menerima pinangan sebagai penasihat khusus presiden bidang ketenagakerjaan dengan alas an memperjuangkan nasib buruh dari dalam pemerintahan.
"Setelah didiskusikan di KSPI dan kawan-kawan buruh kami memutuskan untuk berjuang melalui di dalam. Secara platform perjuangan, keberpihakan presiden Prabowo dan kaum rakyat kecil mendorong kami untuk berikan masukan. Jadi menjaga keseimbangan," ujar Said.
Baca Juga Usai Dilantik Nanik Pilih Evaluasi Program MBG Ketimbang Bangun Dapur Baru | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/673705/usai-dilantik-nanik-pilih-evaluasi-program-mbg-ketimbang-bangun-dapur-baru-sapa-pagi
#prabowo #bgn #saidiqbal
Produser: Ikbal Maulana
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673718/full-pernyataan-nanik-s-deyang-dan-said-iqbal-usai-dilantik-presiden-prabowo-di-istana
Usai dilantik, Nanik menyampaikan pihaknya akan fokus untuk melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Langkah kami adalah pertama-tama, seperti beberapa Waktu lalu yang kami sampaikan. Kami concern pada efisiensi anggaran agar tidak membebani anggaran negara saat ini," ujar Nanik.
Sementara itu, Said Iqbal mengatakan menerima pinangan sebagai penasihat khusus presiden bidang ketenagakerjaan dengan alas an memperjuangkan nasib buruh dari dalam pemerintahan.
"Setelah didiskusikan di KSPI dan kawan-kawan buruh kami memutuskan untuk berjuang melalui di dalam. Secara platform perjuangan, keberpihakan presiden Prabowo dan kaum rakyat kecil mendorong kami untuk berikan masukan. Jadi menjaga keseimbangan," ujar Said.
Baca Juga Usai Dilantik Nanik Pilih Evaluasi Program MBG Ketimbang Bangun Dapur Baru | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/673705/usai-dilantik-nanik-pilih-evaluasi-program-mbg-ketimbang-bangun-dapur-baru-sapa-pagi
#prabowo #bgn #saidiqbal
Produser: Ikbal Maulana
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673718/full-pernyataan-nanik-s-deyang-dan-said-iqbal-usai-dilantik-presiden-prabowo-di-istana
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih.
00:30Sangat bagus sekali, karena kita bertanggung jawab untuk bisa mencerdaskan anak-anak bangsa, sekaligus bisa untuk menggerakkan ekonomi bawah.
00:44Di sini saya ditemani Ibu Arum Sari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan.
00:53Dengan teliti, dengan benar, saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Ibu Sari tidak oke.
01:01Di samping saya ada Pak Trenggono yang dia juga akan melindungi saya ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan
01:12juga kawasan-kawasan yang teritorial yang belum terbangun.
01:16Itu ya teman-teman ya, langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan,
01:28kami concern pada efisiensi anggaran.
01:31Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi.
01:50efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium.
01:57Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru.
02:01Bila per hari ini, jadi per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27877.
02:18Nah kita hentikan dulu ke situ, kita akan tata.
02:21Kita tata apakah dapur ini melayani ini sudah, bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya malah kelebihan.
02:41Nah kemudian ini kita akan nanti dulu, artinya kita tidak buka yang baru dulu maupun pendaftarannya.
02:51Jadi kita mau nata, mau nata misalnya Jawa Tengah ini harusnya butuh berapa, Jawa Barat ini butuh berapa, DKI butuh
02:58berapa, dan lain-lain Jawa Timur.
03:00Karena memang dari datanya Ibu Arum Sari, dapur ini masih menumpuk di Jawa.
03:09Kemudian setelah kami menata, baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak.
03:17Yang kedua kami refocusing penerima manfaat.
03:21Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu, eh rasanya tidak perlu ya.
03:27Kalau misalnya sekolah-sekolah kaya, kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus.
03:34Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.
03:42Nah ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh, 63 juta ini butuh atau
03:52sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh.
03:59Yang ketiga itu kita akan melakukan kontrol atau apa, kualitas ya.
04:07Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas tapi pada kualitas.
04:14sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak.
04:24Nanti akan kita grading.
04:26Misalnya apakah dapur ini bisa 3 ribu, 2 ribu atau seribu saja itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan.
04:32Selanjutnya yang terakhir adalah untuk 3T.
04:35Ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, mencoba ya.
04:48Tapi tadi kami belum ke sini nih sudah didemo nih oleh apa namanya rupanya ada investor yang sudah membangun 3T.
04:56Kami akan selesaikan bagaimana sebagainya tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor.
05:06Kami akan coba kerjasamakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN atau mungkin ada hibah dari luar negeri.
05:16Atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi,
05:22masak si bikinin dapur untuk masyarakat di situ enggak mau, kan enggak mahal juga.
05:28Jadi mereka kan juga punya CSR.
05:30Nah itu kira-kira yang akan kami lakukan dalam waktu sekarang.
05:36Bahkan sudah mulai kami sudah rapat-rapat untuk merealisasikan yang tadi hal-hal yang kami sampaikan.
05:45Demikian ya.
05:45Ini kan wajah baru pimpinan BGM, tidak ada yang ahli gizi.
05:50Kemudian gimana caranya untuk mendapatkan kepercayaan publik bahwa program MBG ini benar-benar kepat-patpat untuk gizi anak-anak.
05:58Baik.
05:59Di SOTK sebetulnya dari Badan Gizi Nasional berdiri itu ada Dewan Pengarah.
06:04Nah di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para Profesor Ahli Gizi dan juga Profesor Dokter Anak.
06:16Jadi nanti yang akan mengguiden kami, yang akan membimbing kami nanti adalah Dewan Pengarah yang terdiri dari tujuh orang.
06:26Mungkin di antara tujuh orang itu lima kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi.
06:33Demikian.
06:34Jadi terkait dengan kepemilikan dapur, ketika rilis kejaksaan mengatakan dosa dapur itu harus ditolak oleh yayasan sekolah.
06:41Pasal kejadian bagaimana kepemilikan dapur itu sendiri?
06:44Lalu kedua, apakah boleh kepemilikan dapur itu berafiliasi untuk menjadi sorotan masyarakat juga?
06:50Saya akan luruskan ya, mungkin sebetulnya bukan berafiliasi dengan sekolah.
06:58Yayasan itu boleh saja, tidak harus, tidak ada syaratnya berafiliasi dengan sekolah.
07:04Tapi memang diutamakan dulu Pak Presiden ketika mendirikan BGN itu adalah yayasan-yayasan yang bergerak dalam bidang sosial,
07:14kemudian pendidikan dan juga agama-agama apa saja.
07:18Nah itu, tapi kalau secara khusus juknisnya berkaitan dengan sekolah, tidak ada.
07:24Satu lagi kali ya.
07:28Jadi gini, masih kita lihat.
07:31Jadi misalnya begini Mas, di tempat terpencil itu,
07:35saya misalnya di Lombok, di Lombok itu, di Lombok Barat,
07:39saya pernah ke satu pulau, muridnya hanya 119.
07:44Kan gak mungkin juga didirikan dapur, tapi di situ ada kantin.
07:48Jadi bisa dong kantin itu digunakan.
07:50Jadi kantin ini salah satu alternatif.
07:53Begitu.
07:54Jadi nanti kalau misalnya ada satu wilayah yang muridnya,
07:58seperti di Raja Ampat, itu ada saya di sebuah pulau,
08:02muridnya hanya 115 juga,
08:05tapi di situ ada dapur umum CSR-nya Pertamina.
08:09Nah kita bisa gunakan juga misalnya seperti ini.
08:11Jadi ada alternatif-alternatif,
08:13tidak harus membangun dapur baru di 3T.
08:18Ya, ini bagian efisiensi.
08:20Supaya tidak tadi menggunakan semuanya APBN.
08:25Bu Nani, di Acah ada 7 SPPG yang di-stop karena belum dicairkan janinnya itu gimana?
08:32Ada bagian dari HOK, ada bagian dari...
08:34Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat.
08:37Yang 27, 8, 7, 7 tadi itu?
08:40Yang sudah masuk.
08:41Sudah masuk.
08:42Sudah operasional.
08:44Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan.
08:53Yang Senin ini juga dicairkan.
08:55Tadi kalau nggak salah, kami dapat laporan 5T ya Ibu ya.
08:59Dicairkan hari ini.
09:01Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja.
09:03Oke, teman-teman cukup ya.
09:06Oke, terima kasih teman-teman semua.
09:08Ya, selamat siap.
09:11Pokoknya dukung aku ya sama Mbak Bu Arum dan Pak Trenggono.
09:15Semangat.
09:16Dadah ya.
09:18Oke.
09:42Ya, terima kasih kepada kawan-kawan media cetak,
09:45media online dan media elektronik, televisi, radio, dan live streaming.
09:50Pada hari ini telah selesai dihentikan.
09:53Di mana posisi saya diminta oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto
09:58sebagai penasihat khusus Presiden Republik Indonesia
10:03untuk bidang ketendaga kerjaan dan kesejahteraan buruh.
10:08Oleh karena itu, hal yang mungkin nanti...
10:12karena saya kan langsung memberikan laporan ke Bapak Presiden
10:16melalui koordinasi dengan Pak Mensesnek.
10:20Pada intinya, kan Presiden berorientasi menghidupkan kembali
10:24kembali kepada Pasal 33 Undang Dasar 1945
10:28di mana segala bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya
10:34dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
10:38Buruh menjadi bagian penting dari rakyat.
10:41Oleh karena itu, untuk mencapai itu kan berarti pertumbuhan ekonomi.
10:45Economic growth yang ditargetkan secara bertahap 8%.
10:49Tapi dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan
10:55redistribusi kekayaan yang merata.
10:59Kestaraan kesempatan.
11:01Setiap orang punya kesempatan.
11:03Kalau bahasa kami yang sederhana,
11:05kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami.
11:08Kau boleh punya rumah mewah, tapi rakyat buruh setidak-tidak punya rumah tipe 21 atau tipe 30.
11:16Kau boleh punya mobil, tapi rakyat diberikan buruh, diberikan transportasi publik.
11:22Orientasi itulah yang mungkin akan menjadi fokus daripada tugas-tugas saya
11:27untuk membantu Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto.
11:33Yang kedua, tentang kesejahteraan.
11:36Dalam May Day yang lalu juga, kebetulan kami sebagai pimpinan Serikat Buruh KSPI
11:40menyampaikan ada 11 isu yang berkembang.
11:44Dan beberapa isu sudah dijawab oleh Presiden dan sudah dilaksanakan.
11:48Antara lain yang sudah dilaksanakan, RUU PPRT.
11:51Kemudian OJOL, ojek online yang tarifnya untuk teman-teman OJOL mendapat 92 persen,
12:01aplikator 8 persen.
12:03Nah, di dalam pandangan kami, ke depan kesejahteraan buruh itu
12:08meliputi, kami sebut, job security.
12:12Jadi harus ada kepastian kerja, lapangan kerja harus terbentuk.
12:15Pertumbuhan ekonomi yang tadi pro-growth harus diimbangi dengan pro-pure dan pro-job.
12:20Jadi kita harus ada kepastian untuk kerja.
12:24Industrialisasi sekarang ini mengalami deindustrialisasi.
12:28PHK terjadi di sektor-sektor formal.
12:31Walaupun pemerintah terus berupaya untuk mengundang investasi
12:35baik dalam negeri dan luar negeri untuk memastikan industri kembali, reindustrialisasi.
12:41Mungkin di situ kami akan mengusurkan beberapa pandangan-pandangan
12:45membuat analisa kebijakan untuk memastikan dihidupkannya kembali reindustrialisasi.
12:51Yaitu sektor formal.
12:53Kita ingin sektor formal para pekerja bisa kembali bekerja di pabrik-pabrik,
12:59di perusahaan-perusahaan, dan tempat-tempat kerja lain.
13:01Yang kedua, income security.
13:03Kepastian pendapatan.
13:05Jangan orang kerja jadi miskin.
13:07Ketika kita bekerja, kita punya uang.
13:10Ketika kita selesai bekerja, kita nggak punya uang.
13:14Padahal buruh membayar pajak kepada negara.
13:17Karena itu kita harus memastikan menuju kepada upah yang layak.
13:20Yang ketiga adalah social security, jaminan sosial.
13:24Tiga hal inilah yang akan kami fokuskan memberikan saran-saran pendapat dan analisis kebijakan
13:30kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruh.
13:34Beberapa diantaranya, kalau kita implementasikan di lapangan,
13:38satu, dalam waktu dekat akan ada rancangan undang-undang tenaga kerjaan.
13:44Pertarungan ideologis antara kepentingan pemilik modal dan buruh di situ ada.
13:49Kita harus memastikan dalam rancangan undang-undang tersebut,
13:53outsourcing pekerja alih daya itu,
13:56kalau bisa dihapus.
13:58Kalaulah tidak bisa, sekurang-kurangnya dibatasi dengan ketat.
14:02Misalnya hanya 4 atau 5 jenis pekerjaan penunjang saja.
14:06Dan dalam waktu dekat,
14:07kami sudah meminta dilakukan revisi Permenaker nomor 7 tahun 2026 ini.
14:16Kemudian tentang upah yang layak.
14:18Upah yang layak kita bisa memastikan, bisa menabung.
14:22Kalau upahnya layak,
14:24maka purchasing powernya naik.
14:26Kan persoalan yang kita hadapi sekarang ini,
14:28masyarakat termasuk buruh,
14:30daya belinya menurun.
14:31Meningkatkan daya beli,
14:32salah satu faktor instrumen yang penting adalah upah yang layak.
14:36Daya beli naik, konsumsi naik.
14:37Konsumsi naik, ekonomi akan tumbuh.
14:40Karena itu, upah yang layak
14:42juga menjadi bagian dari yang dalam waktu dekat ini perlu digali,
14:48yang dimasukkan dalam RU Ketenaga Kerjaan.
14:50Begitu kula penerapan potongan aplikator hanya 8% di ojek online.
14:57Keluhan dari kawan-kawan ojek online belum berjalan sebagaimana harapan.
15:02Dalam waktu dekat, kami akan berkumpul dengan kawan-kawan ojek online.
15:05Prinsipnya saya akan lebih banyak turun ke lapangan untuk menyerap.
15:08Begitu pula tentang jaminan sosial.
15:11Dan hal lain, misal kawan-kawan yang bekerja di sektor informal,
15:17harus ada social protection floor.
15:19Dalam konvensi YLO itu diatur.
15:21Apa itu social protection floor?
15:24Hak dasar.
15:25Jadi, pedagang martabak, tukang becah, ibu jambu gendong,
15:29mama-mama pedagang sayur di Indonesia Timur sana,
15:33dia harus ada perlindungan dasar.
15:34Nah, ini yang kita juga harus perhatikan.
15:38Dan yang terakhir mungkin juga termasuk pekerja buruh migran.
15:41Masih banyak kan kita temui pemperkosaan, pembunuhan.
15:48Terkadang, tanda petik ya, negara masih abai terhadap hak-hak buruh migran.
15:53Hal-hal ini yang akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden
15:56dalam bentuk saran pendapat gagasan dan menganalisis kebijakan.
16:02Tentu saya akan mendatangi beberapa menteri untuk mendiskusikan.
16:05Karena penasihat Presiden ini kan nggak bisa mengambil keputusan, bukan eksekutor.
16:09Tapi kami bisa meyakinkan,
16:11kalau menteri nggak bekerja ya, kita lapor Presiden.
16:14Anda kerja apa aja jadi menteri.
16:16Kalau nggak, ya mundur saja.
16:18Tapi kami yakin, menteri kabinetnya sekarang ini,
16:20menteri yang bekerja keras,
16:22dan mudah-mudahan dengan hadirnya saya,
16:24bisa menambah empowerment,
16:28kesadaran untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera.
16:32Demikian, saya pikir demikian.
16:40Demonstrasi adalah sebagaimana Bapak Presiden berulang-ulang sampaikan
16:44adalah hak konstitusi,
16:46diatur dalam undang-undang.
16:48Siapa yang melakukan demonstrasi,
16:49termasuk KSPI dan serikat-serikat buruh lain,
16:53maka harus mengikuti prosedur undang-undang.
16:55Isu upah setiap tahun selalu menjadi isu utama,
16:59arus utama di dalam demo-demo kaum buruh.
17:02Mudah-mudahan dengan saya masuk ke dalam penasihat khusus Presiden ini,
17:09sebelum itu terjadi,
17:11kami akan membuat analisis kebijakan
17:13terhadap berapa besaran kenaikan upah,
17:17bagaimana dampaknya terhadap penyerapan
17:20tenaga kerja.
17:21Kebetulan saya, S2 saya di situ.
17:24Tesis saya di situ.
17:25Jadi saya paham benar,
17:25makanya kenapa saya paling keras tentang upah.
17:28Jadi, dalam teorinya,
17:30variable lapangan kerja itu dipengaruhi oleh 4 variable.
17:33Satu, variable upah.
17:35Dua, variable inflasi.
17:37Tiga, variable pertumbuhan ekonomi.
17:40Yang keempat, memang kita datanya kurang,
17:42yaitu variable teknologi.
17:44Jadi, X rupiah kenaikan upah,
17:48berapa jumlah Y orang yang bisa diserap,
17:51itu bisa dihitung.
17:52Jadi, kalau dia tetap positif,
17:55maka upah naikin lagi.
17:56Nanti lihat,
17:57kalau sudah dia menuju negatif,
17:59secara teorinya,
18:01asal yang lain, faktor lain tidak diperhitungkan ya.
18:04Sentris paribus, istilah dalam ilmu ekonomi.
18:06Baru nanti berhenti kenaikan upahnya.
18:10Dan yang paling penting kan,
18:11yang paling gampang sebenarnya,
18:13gini aja lah,
18:14misal contoh kenaikan upah tadi di Singgung,
18:15Makan di Wartek berapa?
18:18Misal, katakan sekali makan,
18:2020 ribu,
18:20kali tiga,
18:2160 ribu.
18:22Transportasi sebulan berapa?
18:24Misal, 1 juta.
18:2560 ribu,
18:26kali 30 hari,
18:281,8.
18:28Transportasi,
18:291 juta,
18:302,8.
18:31Sewa rumah berapa?
18:33Misal,
18:331,5.
18:343,3.
18:35Kan gampang sebenarnya ngitungnya.
18:37Menghitung kebutuhan dasar.
18:40Tinggal nanti kebutuhan,
18:41misal buat sekolah,
18:43anak,
18:44kan nggak ada lagi kita baca korea atau majalah,
18:48tapi pulsa.
18:49Karena dengan sistem online misal,
18:50atau TV.
18:52Ukuran sewa rumah jangan sewa,
18:54beli rumah,
18:55cicilannya berapa.
18:56Kan Presiden,
18:57Bapak Presiden sudah menyampaikan,
18:59bahwa rumah menjadi,
19:01salah satu program prioritas.
19:03Nah, hal-hal demikian,
19:04harus berani dikaji ulang.
19:07Selama ini,
19:08pakemnya,
19:09upah minimum,
19:10daging,
19:113 per 4 kilogram,
19:12satu bulan.
19:13Mana ada lagi yang kayak begitu?
19:15Ikan,
19:15cuma 5 potong,
19:16ikan segar,
19:17kan nggak masuk akal.
19:19Jadi,
19:19hal-hal ini mungkin,
19:20akan,
19:21kami sampaikan dalam analisis kebijakan,
19:24terkait hal-hal,
19:25yang memang selalu menjadi rutinitas,
19:27perjuangan kaum buruh,
19:28termasuk upah.
19:30Termasuk nanti yang paling agak berat,
19:31memang,
19:32rancangan Undang-Undang Ketanggara Kerjaan.
19:33Apa yang saya sampaikan ini,
19:35bukan berarti,
19:36tidak pro kepada pengusaha,
19:39ada,
19:40namanya pro job.
19:41Kan nggak mungkin pertumbuhan ekonomi terbangun,
19:43kalau perusahaannya juga terganggu operasionalnya.
19:47Jadi,
19:47dunia usaha,
19:48atau bisnis,
19:50juga harus dibeli ruang yang sama,
19:52untuk dia berkembang,
19:53sehingga mendapatkan keuntungan.
19:55Saya 30 tahun bekerja di pabrik,
19:57saya paham benar,
19:58bagaimana cara kita berunding dengan pemilik perusahaan.
20:01Mereka kan punya,
20:02namanya,
20:03cost structure,
20:04yang dituangkan dalam bisnis plan.
20:05Struktur biaya yang dituangkan dalam rencana usaha,
20:09satu tahun.
20:11Kita udah tahu kok,
20:12kalau kamu untung,
20:13misal 3% dari,
20:15bisnis plan yang kamu,
20:17raih,
20:18maka kamu harus bagi ke kita,
20:19misal,
20:20terhadap labor cost-nya 30%.
20:22Di Indonesia untuk capital intensive,
20:24padat modal,
20:25labor cost-nya kecil kok,
20:26biaya buruh cuma 3%,
20:28sampai 4,7%,
20:30memangnya agak berat di padat karya,
20:33labor intensive,
20:34dia,
20:35biaya labor cost-nya itu mungkin sekitar,
20:3810 sampai 30%,
20:40itu memang agak berat.
20:41di situ kan nanti ada subsidi negara,
20:44di situ kan ada kebijakan pajak,
20:46banyak yang bisa kita diskusikan,
20:48ya,
20:49tugas saya adalah memberikan analisis kebijakan dan saran.
20:52Dan untuk mendatangi,
20:53kalau ada hal-hal,
20:54misal PHK,
20:55yang dalam waktu dekat ini,
20:57ada ancaman,
20:59ya,
20:59saya harus memastikan turun ke lapangan,
21:01bersama kawan-kawan serikat buruh,
21:03karena peran serikat buruh menjadi penting,
21:05dan Pak Presiden Prabowo memberi ruang yang seluas-luas kepada serikat buruh,
21:09kita ajak dialog pengusahanya.
21:12Sebelum kamu PHK,
21:13misal,
21:13kurangi dulu jam kerjanya,
21:15kurangi dulu shift-nya,
21:17kan itu reduce terhadap labor cost.
21:19Beberapa tunjangan yang tidak tetap,
21:21mungkin ditunda dulu.
21:23Jadi itu banyak hal yang bisa kita lakukan.
21:25Saya masih jadi Presiden KSPI,
21:27dan Presiden Partai Buruh.
21:29Terima kasih.
21:36Bangsa Indonesia harus mandiri.
Komentar