Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebjakan Fiskal (PPKF) RAPBN TA 2027 di Rapat Praipurna DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Purbaya menyampaikan pemeintah akan berupaya menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 di tahun 2027.

"Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras tanpa menimbulkan crowding out effect sehingga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan dapat dijaga untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut maka pada tahun 2027 nilai tukar diperkirakan di kisaran Rp16.800 sampai dengan Rp17.500 per USD," ujar Purbaya.

Baca Juga Menkeu Purbaya Buka Segel Tiffany & CO: Sepakat Ikuti Aturan Pemerintah! di https://www.kompas.tv/nasional/673586/menkeu-purbaya-buka-segel-tiffany-co-sepakat-ikuti-aturan-pemerintah

#dpr #purbaya #menkeu

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673703/full-menkeu-purbaya-janjikan-nilai-tukar-rp16-800-per-dolar-as-tahun-2027-hingga-inflasi-terjaga
Transkrip
00:00Al-Fatihah
00:30Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.
00:36Yang kami hormati, pimpinan dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
00:42serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Ketua Bapak Nas,
00:48Alhamdulillahirrahmanirrahim, puji syukur senantiasa kita penyatkan kehadirat Allah SWT,
00:55Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmatnya dan karunianya,
01:00kita dapat hadir di Sidang Padipunan DPR hari ini untuk pembahasan kerangka ekonomi makro
01:06dan pokok-pokok kebijakan fiskal atau disebut KMPPKF,
01:12sebagai pembicaraan pendahuluan penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanjaan negara tahun anggaran 2027.
01:22Atas nama pemerintah, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya
01:27kepada seluruh fraksi di DPR RI atas pandangan dan masukan yang konstruksif terhadap KMPPKF tahun 2027.
01:40Seluruh pandangan dan masukan tersebut menjadi catatan penting dan perhatian bagi pemerintah,
01:47sekaligus memberikan keyakinan bahwa kita semua memiliki semangat dan komitmen yang sama
01:53untuk tetap menjaga agar RAPBN tahun anggaran 2027 sehat dan efektif untuk mendukung agenda pembangunan.
02:06KMPPKF tahun 2027 mempunyai nilai yang sangat strategis dalam mendukung agenda pembangunan.
02:15KMPPKF tahun 2027 ini merupakan KMPPKF pertama dalam sejarah yang disampaikan langsung oleh Bapak Presiden.
02:25Ini juga menjadi KMPPKF pertama saya sebagai Menteri Keuangan.
02:37Yang akan kami tindaklanjuri sebagai basis penyusunan arsitektur RAPBN tahun 2027.
02:45Kebijakan fiskal diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan rakyat sejahtera lebih cepat.
02:55Memastikan kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan antara bekerja selaras untuk akselerasi investasi,
03:03menggerakkan sektoril, dan penciptaan lapangan kerja agar aktivitas ekonomi berputar lebih cepat
03:10sehingga ekonomi dapat tumbuh lebih tinggi.
03:16KMPPKF ini juga ditujukan untuk mendorong agar berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan
03:23berjalan efektif dan tepat sasaran untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan.
03:29Selain itu, peningkatan transfer ke daerah dan memberikan fleksibilitas pengelolaan APBD
03:39untuk peningkatan kualitas layanan publik serta pemerintahan pembangunan dan perbaikan kejahteraan AESN di daerah.
03:50Pimpinan dan para anggota Dewan yang terhormat,
03:54pada kesempatan yang baik ini,
03:56perkenankan kami menyampaikan tanggapan atas pandangan fraksi Partai Demokrasi Perjuangan,
04:03fraksi Partai Golongan Karya,
04:05fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya,
04:08fraksi Partai Nasional Demokrat,
04:10fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,
04:13fraksi Partai Keadilan Sejahtera,
04:16fraksi Partai Amrat Nasional,
04:18dan fraksi Partai Demokrat terkait target pertumbuhan ekonomi tahun 2027.
04:26Pemerintah menyampaikan apresiasi atas dukungan yang solid
04:30terhadap upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027
04:36yang lebih tinggi sebagai transmisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029.
04:45Laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh
04:51untuk akselerasi peningkatan derajat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
04:59Adapun strategi yang ditempuh untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tersebut adalah sebagai berikut.
05:06Yang pertama, mendorong kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang selaras dan saling menguatkan.
05:15Kemudian, mengakselerasikan investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor
05:22dan mendorong peran dan antara untuk percepatan investasi yang produktif pada sektor strategis.
05:30Sekaligus, investasi jangka panjang untuk leverage aset negara melalui peningkatan partisipasi investor global.
05:38Investasi yang dilakukan dipokuskan pada sektor-sektor strategis yang mampu memperkuat posisi Indonesia
05:45dalam rantai pasar global dan menyerap tenaga kerja dengan keterampilan dan tiket upah yang lebih baik.
05:57Selain itu, juga mendorong peningkatan daya beli untuk melalui efektivitas program pelindungan sosial,
06:09stabilitas harga, dan pengendalian inflasi, serta perluasan kesempatan kerja,
06:14sehingga konsumsi rumah tangga dapat tumbuh dengan kuat.
06:23Kemudian, melaksanakan program unggulan secara efektif dan berkualitas,
06:28sehingga multiplier efeknya kuat bagi perekonomian dan memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat.
06:37Berbagai program prioritas, seperti makan bergesi gratis,
06:41Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, dan sekolah rakyat,
06:44terus didorong lebih efektif dan berkualitas, sehingga menciptakan multiplier efek yang luas.
06:52Melalui berbagai kebijakan tersebut, aktivitas ekonomi dapat berputar lebih cepat,
06:58sektor real bergerak lebih kuat, sehingga mendorong peningkatan konsumsi
07:02dan menggairakan investasi yang memacu laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,
07:08yang pada tahun 2027 ditargetkan sebesar 5,8 persen sampai dengan 6,5 persen
07:16sebagai transmisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029.
07:25Pimpinan dan para anggota Dewan yang terhormat,
07:29untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,
07:32maka diperlukan stabilitas ekonomi yang mantap melalui pengendalian inflasi.
07:38Pada tahun 2027, inflasi dijaga pada kisaran 1,5 persen sampai dengan 3,5 persen.
07:47Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter
07:51untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas,
07:56terutama pangan dan energi.
07:58Pemerintah juga terus mengantisipasi risiko imported inflation
08:03melalui koordinasi dengan bank sentral.
08:06Di samping itu, sinergi dan koordinasi pemerintah pusat dan daerah
08:11dengan otoritas moneter melalui tim pengendalian inflasi pusat dan daerah
08:16terus diperkuat untuk memastikan efektivitas pengendalian inflasi.
08:23Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,
08:27koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat
08:31untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras
08:36tanpa menimbulkan crowding out effect
08:39sehingga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan dapat dijaga
08:43untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
08:46Sejalan dengan hal tersebut, maka pada tahun 2027
08:51nilai tukar diperkirakan di kisaran Rp16.800 sampai dengan Rp17.500 per USD.
09:01Sedangkan suku bunga surat berharga negara
09:05Tengah 10 tahun terkendali pada kisaran 6,5 persen sampai dengan 7,3 persen.
09:15Sejalan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi,
09:19pemerintah juga terus mencermati dinamika harga komoditas global,
09:24khususnya minyak.
09:26Dengan mempertimbangkan ketidakpastian global yang masih tinggi,
09:29pemerintah menetapkan rentang asumsi ICP di kisaran Rp70.000 per baril
09:36sampai dengan Rp95.000 per baril.
09:41Rentang asumsi ICP tersebut telah mempertimbangkan potensi risiko
09:46dan strategi mitigasinya sehingga di tengah ketidakpastian global
09:49yang masih tinggi, peran APBN sebagai shock absorber
09:54dapat dijalankan secara optimal.
10:00Pimpinan dan anggota Dewan yang kami hormati,
10:04dengan mencermati dinamika perekonomian terkini dan prospek ke depan,
10:09kami optimis perekonomian Indonesia akan mampu berputar lebih cepat
10:14dan tumbuh lebih tinggi sebagai fondasi akselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat.
10:20Untuk itu, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian
10:27tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat.
10:32Selaras dengan itu, kebijakan fiskal dipokuskan untuk mendukung
10:368 kluster program prioritas nasional dan 1 pendukung enabler
10:41yang terdiri dari 60 program kerja.
10:458 kluster program prioritas nasional tersebut adalah
10:50satu, kedua tanpangan, kedua, kemandirian energi dan air,
10:56ketiga, pendidikan, keempat, kesehatan,
11:00kelima, hilirisasi dan industrialisasi,
11:03keenam, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana,
11:08ketujuh, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa,
11:13dan yang kedelapan adalah penurunan kemiskinan.
11:18Sementara, pendukung atau enabler adalah penguatan di bidang pertahanan
11:23dan keamanan, penegakan hukum, tata kelelai pemerintahan,
11:28percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.
11:34Oleh karena itu, APBN harus dijaga tetap sehat,
11:38kredibel, dan berkelanjutan.
11:41Pemerintah terus mendorong optimalisasi pendapatan negara,
11:44penguatan kualitas bekerja, penguatan kualitas belanja,
11:49dan pengembangan skema pembiayaan yang inovatif,
11:53guna mendorong kinerja perekonomian,
11:55sekaligus memastikan pemerataan hasil pembangunan.
12:00Sejalan dengan hal tersebut,
12:02postur makrofiskal tahun 2027
12:05didesain secara kolaboratif, terarah, dan terukur
12:08dengan defisit 1,8 persen sampai dengan 2,4 persen PDB.
12:16Yang ditumpang, pendapatan negara sebesar 11,82 persen
12:21sampai dengan 12,40 persen PDB
12:24untuk pendukung belanja negara sebesar 13,62 persen
12:29hingga 14,80 persen PDB.
12:35Pimpinan dan anggota Dewan yang kami hormati,
12:39pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI
12:43agar pemerintah terus mendorong upaya optimalisasi pendapatan negara
12:47baik melalui perluasan basis penerimaan
12:50maupun pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
12:53Sejalan dengan hal tersebut,
12:56pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi pendapatan negara
13:00dengan tetap menjaga keberlanjutan ekonomi investasi
13:06dan pelestarian lingkungan.
13:09Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan sistem perpajakan yang adaptif
13:13terhadap perubahan struktur ekonomi.
13:16Sementara itu, peningkatan kepatahan wajib pajak
13:19dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan analisis big data
13:24guna memperkuat efektivitas pengawasan,
13:28memperluas basis perpajakan,
13:29dan mengoptimalkan potensi penerimaan negara secara berkesinambungan.
13:35Di sisi lain, pemerintah juga tetap memberikan insentif fiskal
13:39secara terarah, selektif, dan terukur
13:42kepada sektor-sektor strategis
13:44yang memiliki nilai tambah tinggi bagi perekonomian.
13:50Dari sisi penerimaan negara bukan pajak,
13:53optimalisasi dilakukan melalui penguatan penerimaan
13:56berbasis sumber daya alam,
13:59peningkatan tata kelola yang transparan dan akuntabel,
14:02dan inovasi layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
14:08Upaya ini didukung oleh pengawasan dan penegakan hukum yang lebih kuat,
14:13serta optimalisasi penagihan piutang
14:16untuk memaksimalkan potensi penerimaan negara.
14:25Pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI
14:29mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas belanja negara
14:34dalam mendukung agenda pembangunan.
14:36Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara
14:42melalui upaya efisiensi dan defocusing
14:45agar alokasi anggaran semakin produktif,
14:49tepat sasaran,
14:50dan mampu memberikan dampak nyata
14:53bagi perekonomian dan masyarakat.
14:57Sejalan dengan hal tersebut,
14:59pemerintah terus mendorong efektivitas subsidi
15:01dan perlindungan sosial
15:03dalam melindungi daya beli
15:05dan pengentasan kemiskinan.
15:08Pemerintah secara bertahap
15:09mendorong bantuan sosial dan subsidi
15:11yang lebih tepat sasaran
15:13dan berkeadilan,
15:15serta berbasis penerimaan manfaat langsung
15:18dengan memanfaatkan
15:20Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
15:25Program-program perlindungan sosial
15:27berbasis pemberdayaan
15:28juga terus didorong dan diperkuat.
15:31Di sisi lain,
15:33sinergi antar program perlindungan sosial
15:36dari berbagai kementerian dan lembaga
15:39terus diperkuat
15:40agar intervensi yang dilakukan
15:42semakin terpadu,
15:44saling melengkapi,
15:45dan mampu memberikan dampak
15:47yang lebih signifikan
15:48dalam meningkatkan
15:50kejahatan masyarakat.
15:52Di samping itu,
15:54pemerintah berkomitmen
15:55meningkatkan aktivitas belanja pusat
15:58dan daerah
15:59melalui penguatan sinergi
16:02dan harmonisasi belanja pusat
16:04dan daerah.
16:06Langkah ini diarahkan
16:07agar belanja daerah
16:08semakin optimal
16:09dalam meningkatkan
16:10kualitas layanan publik
16:11dan pembangunan di daerah
16:14serta mendukung pencapaian
16:15program prioritasi nasional.
16:18Sejalan dengan itu,
16:20penguatan belanja KL
16:21di daerah juga terus didorong
16:23melalui sinergi program
16:24yang lokasi penerimaan manfaatnya
16:26berada di daerah
16:28seperti percepatan
16:30makan bergisi gratis,
16:32penguatan koperasi desa
16:34kelurahan merah putih,
16:36sekolah rakyat,
16:37dan pemeriksaan
16:39kesehatan gratis.
16:41Pada sisi lain,
16:42dalam implementasi
16:44Undang-Undang HKPD,
16:46pemerintah senantiasa
16:48mendorong harmonisasi pusat
16:50dan daerah
16:50semakin solid
16:51dengan tetap memberikan
16:53fleksibilitas pengelolaan
16:55APBD
16:56dalam meningkatkan
16:57kualitas layanan publik
16:58dan peningkatan
17:00kesejahteraan
17:01ASN di daerah.
17:04Selanjutnya,
17:05pemerintah menyampaikan
17:07apresiasi atas pandangan
17:08Fraksi Partai Demokrasi
17:10Indonesia Perjuangan,
17:12Fraksi Partai Golongan Karya,
17:14Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya,
17:17Fraksi Partai Nasional Demokrat,
17:19Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,
17:21Fraksi Partai Keadilan Sejahtera,
17:24Fraksi Partai Amanat Nasional,
17:26dan Fraksi Partai Demokrat
17:28mengenai pentingnya
17:30pengelolaan defisit
17:32dan pembiayaan anggaran
17:34secara pruden,
17:35terukur,
17:36dan tetap berada
17:37dalam batas yang aman.
17:41Kebijakan pengelolaan defisit
17:43dan pembiayaan anggaran tersebut
17:44tidak hanya diarahkan
17:46untuk memenuhi kebutuhan
17:47pendanaan jangka pendek,
17:49tetapi juga untuk menjaga
17:51kesinambungan fiskal
17:52dalam jangka menengah
17:54dan panjang.
17:55Oleh karena itu,
17:59kebijakan pembiayaan anggaran
18:01senantiasa diarahkan
18:02untuk mendorong kegiatan produktif
18:04yang dapat memperkuat
18:06daya saing
18:07dan ketahanan ekonomi nasional
18:10dalam jangka menengah
18:12dan jangka panjang.
18:15Untuk menutup defisit anggaran tersebut,
18:18skema pembiayaan defisit anggaran
18:20akan dikelola secara
18:21inovatif, pruden,
18:23dan berkelanjutan
18:24dengan mengendalikan
18:26defisit utang
18:27dalam batas yang aman.
18:31Sinergi dengan
18:32danantara,
18:33special mission vehicles,
18:35badan layanan umum,
18:37dan sovereign wealth fund
18:38dilakukan
18:39untuk mendukung
18:41akselerasi transformasi ekonomi
18:42dan memperkuat
18:44ketahanan fiskal
18:45melalui penyediaan
18:46fiscal buffer
18:47secara andal
18:49dan efisien.
18:52Ketua,
18:53para wakil ketua,
18:54dan ibu anggota
18:56Dewan yang kami muliakan,
18:59demikian jawaban
19:00dan tanggapan
19:00pemerintah
19:01atas pandangan
19:03fraksi-fraksi
19:04Dewan Perwakilan Rakyat
19:05terhadap
19:06kerangka ekonomi makro
19:07dan pokok-pokok
19:08kebijakan fiskal
19:09tahun 2027
19:11dalam rangka
19:13pembicaraan
19:14pendahuluan RAPBN
19:15tahun anggaran
19:162027.
19:18Tanggapan yang
19:19lebih lengkap
19:19terhadap pandangan
19:20fraksi-fraksi DPR
19:21kami sampaikan
19:23secara tertulis
19:23sebagai bagian
19:25yang tidak terpisahkan
19:26dari jawaban
19:27yang kami
19:28sampaikan ini.
19:30Sebagai penutup,
19:32atas
19:33nama pemerintah
19:34kami menyampaikan
19:35terima kasih
19:36dan penghargaan
19:37yang sebesar-besarnya
19:38atas dukungan
19:40dan kerjasama
19:41segenap
19:42anggota Dewan Perwakilan
19:43yang terhormat.
19:45Semoga
19:46pembicaraan
19:47pendahuluan
19:47RAPBN
19:48tahun
19:48anggaran
19:492027
19:50dapat berjalan
19:52lancar
19:52dan sesuai
19:54dengan jadwal
19:54yang telah ditapkan.
19:56Semoga
19:57Allah SWT
19:58Tuhan Yang Maha Esa
20:00senantiasa
20:01memimbing
20:02dan menjaga
20:03kita.
20:04Amin.
20:05Wassalamualaikum
20:06Warahmatullahi
20:07Wabarakatuhu.
20:11Terima kasih.
20:12Terima kasih.
20:13Terima kasih.
20:13Terima kasih.
20:14Terima kasih.
20:14Terima kasih.
20:14Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan