00:00Kita ke sortan lain juga, Saudara Badan Gizi Nasional Kabupaten Indra Mayu masih menemukan SPPG yang tidak memiliki instalasi pengolahan
00:08air limbah.
00:10BGN meminta masyarakat untuk lapor jika menemukan SPPG yang membuang limbah sembarangan.
00:15Sementara sejumlah SPPG di Kecamatan Kadung Gora, Garut menghentikan operasionalnya sementara waktu karena belum tersalurkannya anggaran dari BGN.
00:28Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional atau BGN Kabupaten Indra Mayu, Ayu Nabila Sintia bilang,
00:34masih ditemukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG di Kabupaten Indra Mayu, Jawa Barat, yang tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah
00:42atau IPAL.
00:43Sejumlah SPPG kini mulai berbenah dan membangun instalasi pengolahan air limbah atau IPAL setelah adanya pemberlakuan surat peringatan.
00:50BGN wilayah Indra Mayu pun tetap mengajak masyarakat untuk melaporkan SPPG yang membuang limbah sembarangan.
00:57Memang sisa dua SPPG saja yang saat ini masih diproses untuk pengecekan lagi.
01:05Tidak ditutup permanen karena kalau misalnya untuk saspen itu sendiri itu dari pihak BGN itu memang memiliki beberapa kebijakan di
01:14dalam juknis pun ada SP itu ada sampai tiga kali sampai memang benar-benar adanya pemutusan kontrak dan lain sebagainya.
01:22Itu dari pihak Tawas itu memang mengeluarkannya hanya saspen pemberhentian sementara.
01:28Seperti itu sampai mereka memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan untuk pengadaan IPAL dan lain sebagainya baru mereka dihasilkan.
01:37Sementara itu kegiatan di SPPG di Desa Karangulia, Kecamatan Kadungora, Garut terlihat sepi.
01:44Dapur yang biasanya memproduksi dan menyalurkan makan bergizi gratis untuk pelajar kini tidak beroperasi.
01:50Pihak pengelola bilang penghentian ini terjadi karena anggaran dari Badan Gizi Nasional belum dapat dicairkan.
01:56Akibatnya sejumlah penerima manfaat di sekolah-sekolah setempat untuk sementara kehilangan jatah makanan harian.
02:03SPPG yang tidak bisa beroperasional karena terkendala permasalahan anggaran yang belum disalurkan atau belum tersalurkan dari pihak BGN.
02:16Kurang lebih ada enam yang terkendala seperti itu, sementara memang ada dua yang masih disaspen.
02:25Memang betul, tentu kami sangat berharap ini segera terselesaikan oleh pihak BGN ya.
02:33Pihak kecamatan Kadungora menyatakan setidaknya enam dapur kini mengalami kondisi serupa dan masih menunggu kepastian pencairan dana.
Komentar