Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Indramayu masih menemukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). BGN meminta masyarakat turut mengawasi dan melaporkan jika menemukan SPPG yang membuang limbah sembarangan.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Indramayu, Ayu Nabila Shintiya, mengatakan sejumlah SPPG saat ini mulai berbenah dan membangun fasilitas IPAL setelah mendapat surat peringatan dari pihak terkait.

BGN juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan lingkungan guna memastikan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan pencemaran.

Sementara itu, operasional sejumlah SPPG di Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat, terhenti sementara. Dapur yang biasanya memproduksi dan menyalurkan makanan bergizi gratis untuk pelajar kini tidak beroperasi karena anggaran dari BGN belum dapat dicairkan.

Akibat penghentian sementara tersebut, sejumlah pelajar penerima manfaat di wilayah setempat untuk sementara tidak menerima jatah makan harian. Camat Kadungora, Muhamad Badar Hamid, menyebut sedikitnya enam dapur mengalami kondisi serupa dan masih menunggu kepastian pencairan dana agar dapat kembali beroperasi.

#BGN #SPPG #MakanBergiziGratis

Baca Juga Usai Dilantik Nanik Pilih Evaluasi Program MBG Ketimbang Bangun Dapur Baru | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/673705/usai-dilantik-nanik-pilih-evaluasi-program-mbg-ketimbang-bangun-dapur-baru-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673712/program-mbg-terkendala-sejumlah-sppg-belum-punya-ipal-hingga-dana-masih-tertahan-kompas-siang
Transkrip
00:00Kita ke sortan lain juga, Saudara Badan Gizi Nasional Kabupaten Indra Mayu masih menemukan SPPG yang tidak memiliki instalasi pengolahan
00:08air limbah.
00:10BGN meminta masyarakat untuk lapor jika menemukan SPPG yang membuang limbah sembarangan.
00:15Sementara sejumlah SPPG di Kecamatan Kadung Gora, Garut menghentikan operasionalnya sementara waktu karena belum tersalurkannya anggaran dari BGN.
00:28Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional atau BGN Kabupaten Indra Mayu, Ayu Nabila Sintia bilang,
00:34masih ditemukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG di Kabupaten Indra Mayu, Jawa Barat, yang tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah
00:42atau IPAL.
00:43Sejumlah SPPG kini mulai berbenah dan membangun instalasi pengolahan air limbah atau IPAL setelah adanya pemberlakuan surat peringatan.
00:50BGN wilayah Indra Mayu pun tetap mengajak masyarakat untuk melaporkan SPPG yang membuang limbah sembarangan.
00:57Memang sisa dua SPPG saja yang saat ini masih diproses untuk pengecekan lagi.
01:05Tidak ditutup permanen karena kalau misalnya untuk saspen itu sendiri itu dari pihak BGN itu memang memiliki beberapa kebijakan di
01:14dalam juknis pun ada SP itu ada sampai tiga kali sampai memang benar-benar adanya pemutusan kontrak dan lain sebagainya.
01:22Itu dari pihak Tawas itu memang mengeluarkannya hanya saspen pemberhentian sementara.
01:28Seperti itu sampai mereka memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan untuk pengadaan IPAL dan lain sebagainya baru mereka dihasilkan.
01:37Sementara itu kegiatan di SPPG di Desa Karangulia, Kecamatan Kadungora, Garut terlihat sepi.
01:44Dapur yang biasanya memproduksi dan menyalurkan makan bergizi gratis untuk pelajar kini tidak beroperasi.
01:50Pihak pengelola bilang penghentian ini terjadi karena anggaran dari Badan Gizi Nasional belum dapat dicairkan.
01:56Akibatnya sejumlah penerima manfaat di sekolah-sekolah setempat untuk sementara kehilangan jatah makanan harian.
02:03SPPG yang tidak bisa beroperasional karena terkendala permasalahan anggaran yang belum disalurkan atau belum tersalurkan dari pihak BGN.
02:16Kurang lebih ada enam yang terkendala seperti itu, sementara memang ada dua yang masih disaspen.
02:25Memang betul, tentu kami sangat berharap ini segera terselesaikan oleh pihak BGN ya.
02:33Pihak kecamatan Kadungora menyatakan setidaknya enam dapur kini mengalami kondisi serupa dan masih menunggu kepastian pencairan dana.
Komentar

Dianjurkan