- 22 jam yang lalu
- #jokowi
- #jusufkalla
- #ijazah
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam sebulan terakhir, beragam kontroversi menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama, hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah. Apa yang membuat Jusuf Kalla marah hingga akhirnya klarifikasi?
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menyatakan turut berkontribusi membawa Jokowi mencapai jabatan presiden. Apa konteks sebenarnya?
Program ROSI mengundang Juru Bicara Jusuf Kalla, yakni Husain Abdullah. Juga Ketua Umum Projo, Budi Arie.
Saksikan ROSI episode Ada Apa dengan Jokowi-JK? Tayang Kamis, 23 April 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#Jokowi #jusufkalla #ijazah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/664927/full-klarifikasi-polemik-jokowi-jusuf-kalla-dari-ceramah-hingga-ijazah-rosi
Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama, hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah. Apa yang membuat Jusuf Kalla marah hingga akhirnya klarifikasi?
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menyatakan turut berkontribusi membawa Jokowi mencapai jabatan presiden. Apa konteks sebenarnya?
Program ROSI mengundang Juru Bicara Jusuf Kalla, yakni Husain Abdullah. Juga Ketua Umum Projo, Budi Arie.
Saksikan ROSI episode Ada Apa dengan Jokowi-JK? Tayang Kamis, 23 April 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#Jokowi #jusufkalla #ijazah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/664927/full-klarifikasi-polemik-jokowi-jusuf-kalla-dari-ceramah-hingga-ijazah-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:08Terima kasih.
00:30Siapa yang membawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang membawa ke Jakarta dari Solong untuk jadi gubernur.
00:36Apa kurangnya saya juga? Saya yang membawa ke Jakarta. Jokowi jadi presiden karena saya.
00:42Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden? Saya yang membantu Jokowi.
00:47Gue tanya sama beliau, kita lihat foto ini.
00:50Banyak kami, banyak kami.
00:56Bahwa kemenangan Jokowi Dodo sebagai presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia.
01:07Demokrasi tidak dibangun di atas perang satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa.
01:16Pak Jokowi terkait menjadi presiden karena ada jasanya Pak Jika itu.
01:20Anggapannya seperti siapa?
01:21Ya, saya ini bukan siapa-siapa.
01:27Saya orang kampung.
01:38Selamat malam saudara.
01:39Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda dan kali ini giliran saya, Friska Klarissa yang akan memandu diskusi.
01:46Dalam sebulan terakhir, beragam kontroversi menyeret nama wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI, Yusuf Kala.
01:52Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama, hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah.
02:02Lalu apa yang membuat Yusuf Kala gerah dan terkesan marah?
02:06Hingga harus memberikan klarifikasi dan penjelasan?
02:09Malam ini kami mengundang jurubicara wakil presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala, Hussein Abdullah, dan Ketua Umum Projo,
02:17Budi Ari.
02:18Selamat malam Pak Uceng juga Pak Budi Ari.
02:20Selamat malam.
02:21Terima kasih sudah hadir di Rosi.
02:24Saya ke Pak Hussein dulu, ke Pak Uceng.
02:26Dari konferensi pers 18 April lalu, kita melihat Pak JK tampak gerah dan marah.
02:34Kenapa?
02:36Sebenarnya beliau ingin menyampaikan suatu pesan yang kuat atau meyakinkan publik bahwa selama ini kan dia kesannya merasa dipojokkan seolah
02:50-olah tidak berterima kasih kepada Pak Jokowi atau tidak tahu berbalas Budi.
02:56Sehingga muncullah macam-macam ini.
02:59Tapi itu di tataran apa namanya sosial media terutama ya atau pendukung-pendukung yang kita tidak tahu apakah terorganisir atau
03:08tidak lepasan begitu kan.
03:11Nah inilah yang coba dijelaskan secara meyakinkan oleh Pak JK.
03:16Nah di mana sebenarnya masalah ini Pak JK tidak pernah menyampaikan secara terbuka.
03:23Karena beliau bagaimanapun sebagai mantan WAPRES Pak Jokowi, beliau sangat respek dan menghormati Pak Jokowi.
03:30Sehingga ada hal-hal yang tidak perlu dikemukakan secara publik.
03:35Tapi karena merasa sudah terdesak dan ya tentu namanya juga manusia Pak JK kan bukan malaikat.
03:42Pasti punya batas-batas kesabaran juga.
03:45Sehingga mengemukakan supaya orang tahu bahwa ini loh posisi saya kepada Pak Jokowi itu perangan saya ini.
03:53Saya di awal itu yang mengajak Pak Jokowi untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI pada saat itu.
04:03Itu 2011-2012.
04:05Dan memediasi kepada Ibu Mega, membujuk ya dalam tanda kutip sehingga meyakinkan Ibu bagaimana kemudian memang memberi tempat kepada Pak
04:17Jokowi yang waktu itu wali kota Solo.
04:19Jadi ada step, ada bagian yang memang menjadi bagian Pak JK itu yang cukup penting lah buat karir politik Pak
04:27Jokowi ke depannya.
04:29Nah seperti yang saya katakan di beberapa kesempatan, ibarat konstitusi kan ada pembukaannya, ada batang tubuh.
04:38Bagian Pak JK itu di pembukaan dan beliau memang cukup berperanan di situ.
04:43Bagaimana mengajak dan melihat sosok Pak Jokowi itu seorang pemimpin pisioner dari daerah, rendah hati, sederhana.
04:53Kemudian memang berhasil secara meyakinkan dua periode mengembangkan atau memimpin kota Solo waktu itu.
05:00Sehingga menawarkan Pak Jokowi, kamu mau gak jadi Gubernur DKI atau ikut pencalonan?
05:07Kata Pak Jokowi dengan merendah ya, sebagaimana tradisi politik atau komunikasi politik beliau.
05:15Saya tidak punya uang Pak, saya orang daerah lah kayak gitu kan.
05:19Pak JK bilang, kamu gak usah pikirkan itu, nanti kita support.
05:23Karena punya visi lah yang bisa dikembangkan di DKI.
05:27Akhirnya berkembang dan betul Pak JK kemudian mengurus dengan serius, intens, berkomunikasi dengan Ibu Mega.
05:37Yang pada saat itu sebenarnya Pozibowo, Pak Pozibowo itu sudah begitu kuat ya sebagai incumbent waktu itu.
05:45Dan menyapu bersih banyak partai.
05:47Yang tersisa memang PDIP dan kemudian ada Gerindra.
05:52Nah setelah fix dengan Ibu Mega, memberi yaudahlah kalau Pak Kala yakin, ditanyalah Pak JK sama Ibu Mega.
06:00Saya ingat itu kata-kata yang biasa disebut Pak JK.
06:05Pak Kala yakin kita bisa menang dengan Pak Jokowi?
06:10Ya saya tidak memastikan Bu, tapi kalau kita kerjakan sama-sama bisa.
06:14Oke Ibu Mega, lalu Pak Asim Gerindra pun datang dengan membawa Pak Aho dipasangkan lah dan PDP memang setuju dengan
06:23Pak Aho itu.
06:24Jadi yang menarik konferensi pers itu salah satu yang membuat Pak JK gerah, yang mendorong Pak JK menyampaikan konferensi pers
06:33adalah tudingan-tudingan di media sosial soal Pak Jokowi dan Pak JK.
06:37Ya sepertinya ingin mengumumkakan secara terbuka akhirnya setelah hampir 20 tahun atau dari 2011 sampai 2026, dia menyimpan rapat sebenarnya
06:48ini.
06:48Karena banyakan mungkin anak-anak muda sekarang itu ibaratnya langsung melihat bunganya, tidak melihat siapa yang menanam barang ini.
06:58Nah kira-kira itulah Pak JK mencoba menarik ke belakang bawah ini loh saya.
07:02Apa kurang saya kepada Pak Jokowi? Apalagi selama 5 tahun mendampingi Pak Jokowi, luar biasa loh Pak JK sebenarnya juga
07:10mengatur ritme dengan Pak Jokowi.
07:13Sampai Pak JK menyampaikan termul, itu apakah ungkapan emosional karena dianggap diserang kehormatannya atau bagaimana?
07:21Iya saya tidak bisa menafsir terlalu jauh ya, tapi menurut saya ada juga untungnya sebenarnya tidak menyebut secara spesifik misalnya
07:30seperti katakanlah Projo atau Barah itu kan nanti masalah lain lagi tuh.
07:36Jadi beliau lebih plat. Nah kalau dengan saudara-saudara kita Projo atau Barah atau apapun ya, itu kan kita bahu
07:45-membahu sebenarnya.
07:46Kemudian di kemudian harinya ketika Pak Jokowi pun maju sebagai capres apalagi bersama.
07:53Nah kemudian Pak JK juga menyampaikan bahwa saya ini tidak ditunjuk oleh Jokowi menjadi pasangannya, tapi langsung kepada, langsung oleh
08:03Ibu Mega.
08:05Jadi beliau sebenarnya secara politis tidak punya hutang politik ya, kalau kita lihat sepintas seperti itu.
08:13Karena Ibu Mega melihat Pak Jokowi masih muda, menjadi gubernur masih hampir dua tahun lah, jadi butuh didampingin oleh seorang
08:22yang lebih senior dan Pak JK lebih tepat untuk itu.
08:25Dan pendukung-pendukung Pak Jokowi pun melihat bahwa ini memang saya kira mereka juga beranggapan bahwa pilihan Ibu Mega itu
08:34tepat Pak Jokowi didampingin Pak JK.
08:39Dan apakah Pak Budi Ari dan pendukung Jokowi sepakat?
08:43Kalau bukan karena Pak JK, bisa saja jalan Pak Jokowi menuju kursi gubernur dan presiden belum tentu akan terbuka?
08:52Ya memang harus diakui Pak Jokowi ini kan lahir dari kedagangan rakyat.
08:59Dan memang Pak JK ini visioner, bisa melihat figur-figur politik yang punya potensi.
09:06Itu kelebihan Pak JK harus diakui.
09:08Sebagai toko politik senior, menggarawan, beliau lihat Pak Jokowi bisa nih jadi gubernur DKI.
09:16Dan memang dibuktikan dalam dua tahun, dua tahun kurang jadi gubernur, Pak Jokowi sudah melakukan banyak geberakan-geberakan yang signifikan
09:22untuk pengelolaan Jakarta.
09:25Sehingga rakyat berkendak lebih, yaitu mendorong Pak Jokowi jadi capres di 2014.
09:33Dan memang pilihan dengan Pak JK itu bagian yang dalam hitungan-hitungan politik sangat tepat ketika itu.
09:39Pak Jokowi JK itu paling tepat di 2014.
09:42Dan itu dibuktikan dengan segala keterbatasannya, karena partai kan kita kalah di 2014.
09:50Partai cuma 36 persen.
09:53Melawan koalisi besar.
09:55Tapi kita bisa menang, karena apa? Karena ada gerakan rakyat di situ.
09:57Dan 2014 itu adalah gerakan rakyat yang mengantar Pak Jokowi dan Pak JK jadi presiden dan wakil presiden.
10:06Nah menurut saya di forum ini, saya juga berharap gak susah terlalu di, apa, tidak terlalu perlu di perdebatkan apalagi
10:16judulnya kompas ada apa dengan Jokowi JK.
10:18Justru itu untuk klarifikasi.
10:20Menurut saya gak ada apa-apa. Pak Jokowi juga udah bilang dia orang kampung, dia rakyat.
10:25Makanya Pak Jokowi itu rakyat, gitu loh.
10:27Makanya waktu 2014 saya ingat banget, slogannya adalah Jokowi JK adalah kita.
10:32Jokowi adalah rakyat.
10:34Gitu loh.
10:36Jokowi dihati rakyat, rakyat dihati Jokowi.
10:38Dan Anda sepakat bahwa Pak JK lah yang berperan dalam...
10:40Ya Pak JK punya peran.
10:43Punya peran dalam pengertian dari waktu gubernur, gitu loh.
10:45Bahwa punya kontribusi, gitu loh.
10:48Kontribusi, karena sebagai wapas pasangan kan gak mungkin.
10:51Gak memberi dampak elektoral, gitu.
10:53Tetapi, bahwa ini gerakan rakyat.
10:56Ini kan yang teman-teman sampaikan bahwa ini 2014 ini kan fenomena baru dalam politik nasional.
11:02Bagaimana seorang rakyat jelaka bisa jadi presiden.
11:06Begitu loh.
11:07Kalau tadi kan Pak Uceng sudah bilang, kalau dengan Projo atau Bara itu ya kawan-kawan yang berjuang bersama.
11:13Ya 2014 kita berjuang bersama-sama.
11:15Nah kalau gitu yang cari gara-gara di media sosial sebut termul itu siapa sih?
11:18Gini loh gini, saya gak mau menyalahkan teman-teman gini loh.
11:22Pembukung Pak Jokowi ini banyak, baik yang terorganisir maupun yang pribadi-pribadi.
11:28Yang ekspresinya masing-masing karena kecintaan terhadap Pak Jokowi.
11:32Ya Pak Jokowi ini kalau ada apa-apa itu yang semua orang bisa bereaksi.
11:36Jadi misalnya Pak Jokowi dihina, reaksinya bisa individual, bisa non-organik dan sebagainya gitu loh.
11:44Tetapi maksud saya, saya juga hormatin pikiran dan pendapat teman-teman.
11:49Di forum ini saya mau himbah udahlah, jangan kita mengadu domba sesama pemimpin bangsa, tokoh-tokoh bangsa.
11:57Itu sudah disampaikan juga atau tidak ke orang-orang yang ada pendukung Jokowi?
12:01Beberapa saya sudah sampaikan.
12:03Dan di forum ini saya ingin sampaikan sekali lagi.
12:06Gak ada gunanya juga, ngapain sih?
12:09Urusan Republik ini masih banyak, yang harus kita beresin.
12:13Kan sesuatu yang tidak berbeda, kenapa masih kita bertentang kan?
12:19Begitu.
12:20Dan Anda juga, apa sih Pak Jika setelah konferensi persi itu?
12:24Dengan tadi juga Pak Budiari bilang bahwa ya kalau dari Projo enggak,
12:27tapi memang ada orang-orang yang menyampaikan pendapatnya dengan cara seperti itu.
12:30Ya, saya kira semua sudah jelas juga, clear.
12:33Dan Pak Jika sudah menyampaikan, sudah mengeluarkan apa yang harus diketahui secara publik oleh semua kita,
12:40termasuk pendukung-pendukung Pak Jokowi tadi, supaya paham posisinya.
12:44Pak Jika, wah kurang apa saya ini? Kok digituin lagi kan?
12:48Nah itu saya kira sudah nyampe.
12:50Dan Pak Budiari juga sudah mengemukakan bahwa untuk apa sih kita ribut-ribut ini.
12:56Jadi saya rasa barang ini sudah ketemu.
13:01Dan Pak Jika sendiri sesudah jumpa pers kemarin, itu lebih cooling down.
13:07Meskipun ada sesudahnya lebih kepada bagaimana mengembalikan marwah beliau,
13:13terutama menyangkut masalah penistaan agama itu.
13:16Lalu beberapa toko-toko dari Poso, dari Ambon, itu berdatangan memberikan testimoni untuk menegaskan bahwa
13:25apa yang disampaikan Pak Jika itu, itu memang seperti itu realitas sosialnya pada saat itu.
13:30Itu bukan penistaan agama.
13:32Memang pada saat kejadian di Poso, Ambon itu, baik Islam maupun Kristen,
13:39itu membunuh orang-orang tidak bersalah dengan, apa namanya, ya tanpa batas lah.
13:44Tanpa batas perikemanusiaan.
13:46Dan di situ ada peran Pak Jika, berperan besar untuk mendamaikan.
13:50Nah ini juga kan masuk dalam satu materi konferensi pers.
13:53Saya catat paling tidak ada tiga isu utama.
13:55Soal ijasa, soal potongan ceramah saat di UGM, juga soal tudingan kredit puluhan triliun.
14:02Sebenarnya dari tiga isu tersebut, mana yang paling membuat Pak Jika terusik, Pak Uceng?
14:06Dan bagi saya, ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis.
14:17Bagi saya, Pak Jokowi itu presidennya, saya wakilnya.
14:23Kita sama-sama di pemerintahan bersama-sama selama lima tahun.
14:26Masa saya bayar orang, lima miliar untuk menyelidiki beliau.
14:38Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan.
14:42Yang itu penghinaan dan merugikan saya, martabat saya.
14:49Bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati atau memeriksa Pak Jokowi.
15:04Saya masih bersama jurubicara wakil presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala, Hussein Abdullah dan Ketua Umum Projo Budi
15:11Ari.
15:12Tadi Pak Jika bilang itu penghinaan dan merugikan.
15:15Saat back to juga konferensi pers, ada tiga isu yang dibahas.
15:21Salah satunya ijasa, jadi ada soal ijasa, soal ceramah di UGM, soal tudingan kredit puluhan triliun.
15:26Apakah soal ijasa ini yang paling mengganggu Pak Jika?
15:30Saya kira hampir sama semua ya.
15:32Jadi tadi kan Pak Jika mengatakan, saya terhina saya.
15:36Maksudnya itu dia kok seolah-olah menikam dari belakang Pak Jokowi yang selama ini beliau hubungannya sangat baik.
15:44Terus ada yang posting, itu yang kontennya beliau jadi bohir di situ.
15:52Memberi dana 5M, wah itu saya tidak ini, katanya masa saya gituin Pak Jokowi.
15:58Kan tidak mungkin saya.
16:00Jadi itu tidak nyaman dia sebagai orang bugis, tidak ada karakter-karakter begitu Pak Jika.
16:05Makanya untuk meng-clearkan ini, itu dia melaporkan sekalian biar dibuktikan.
16:12Karena kalau sekedar membantah saja mungkin tidak cukup buat dia.
16:16Apalagi ini kan levelnya presiden ini Pak Jokowi, hubungannya sangat baik.
16:21Jadi saya ingin ilustrasi sedikit gambarkan bahwa ketika Pak Jika mendampingi Pak Jokowi itu,
16:28itu prinsip yang dipegang Pak Jika itu bagaimana menurunkan tonnya satu dan langkahnya dikurangin satu langkah.
16:37Biar Pak Jokowi di depan dan beliau mendampingi dengan baik di belakang.
16:41Begitu beliau respeknya dan berusaha untuk selalu kompak dengan Pak Jokowi.
16:46Jadi seperti itulah, jadi ketika muncul isu Pak Jika mendanai masalah ijazah ini,
16:53terusik beliau, itu sangat terganggu itu.
16:56Malu betul dia.
16:58Jadi sehingga merasa penting atau perlu untuk meng-clearkan masalah ini.
17:02Supaya tidak mengganggu hubungannya.
17:03Dan juga ini yang jadi bergulir juga setelah itu adalah bagaimana menjelaskan konteks Pak Jika bilang ya tunjukkan saja ijazahnya
17:13Pak Jika.
17:14Ya jadi gini, ini kan sudah dua tahun katanya dan beliau yakin Pak Jokowi itu ijazahnya asli.
17:21Ya sudah lah, supaya selesai cepat.
17:24Karena ini sudah ongkos sosialnya besar, ya sudah tunjukin saja biar selesai.
17:29Itu saja sebenarnya.
17:31Tidak maksa juga istilahnya terserah Pak Jokowi bagaimana mengambil kesimpulan atau punya pikiran sendiri kan masing-masing berbeda.
17:40Tetapi Pak Jika kan biasa memberi saran, mungkin sudah biasa kan, bagai kolega ya tunjukin saja Pak biar selesai, kira
17:48-kira gitu lah.
17:49Nah habis itu muncul banyak masalah juga ya, utang tadi diungkit-ungkit.
17:54Dan sebenarnya utang ini kan perusahaan ya, sehat, berkembang.
17:58Jadi kalau grup itu sudah 75 tahun Pak, sudah masuk generasi keempat.
18:03Dan secara kontribusi secara nasionalnya, itu sangat support ke negara atau pemerintah.
18:13Lapangan pekerjaan bisa ribuan, mungkin 20 ribuan, saya tidak tahu, tapi sekitar itu.
18:18Jadi besar, kemudian apa namanya, proyek-proyek yang dikembangkan itu asetnya nilainya tinggi.
18:25Ini hampir 70T, jadi kalau utangnya 30 atau mungkin di bawah, itu kan sehat semua, tidak pernah terlambat.
18:33Tidak ada itu sejarah kalau grup itu kredit macet, tidak ada.
18:37Yang ada, tiap tahun perusahaan ini mendapatkan penghargaan sebagai pembayar pajak teladan.
18:44Dan kalkulasi Pak Jika dengan running perusahaannya sekarang ini,
18:49itu memberi income bunga kurang lebih 3T setahun.
18:55Ke bank-bank Himbara, bank-bank pemerintah.
18:57BNI, Mandiri, Beri, terutama.
19:01Nah, dan ini juga kenapa bank-bank pemerintah.
19:04Seolah-olah Pak Jika sudah dibantu pemerintah, sebenarnya tidak saling menguntungkan ini, urusan ini.
19:10Jadi lebih banyak aspek nasionalismenya, sehingga Pak Jika memilih bank-bank pemerintah.
19:16Dia tidak menggunakan bank swasta, tapi uangnya lari ke pemerintah lagi setelah diberi pinjaman untuk mengembangkan usaha.
19:23Itu keuntungannya diraup oleh pemerintah juga atau bank-bank pemerintah.
19:28Jadi kita tumbuh bersama dari sisi itu.
19:32Kemudian yang dikembangkan itu kan listrik.
19:35Pembangkit listrik tenaga air lebih dominan.
19:38Sekarang kalau tidak salah ingat antara 1500 sampai 1600 megawatt.
19:43Itu di Sulawesi, di Kerinci sana, itu sangat membackup kegiatan ekonomi di sana.
19:50Anda bisa bayangkan sekarang kan Pak Jokowi dari masa pertama, periode 1-2 itu aktif menyuarakan soal hilirisasi industri.
20:03Nah kalau tidak ada listrik, gimana caranya?
20:06Harus ada listrik.
20:06Iya Pak Jokowi kecewa betul soal 30 triliun itu.
20:10Iya dengan mengungkapkan hutang segala macam ini kan ini kok bisa sampai di situ.
20:14Dan di pelintir seolah-olah beliau mengambil uang negara atau merugikan negara.
20:18Tidak seperti itu justru sebaliknya.
20:21Kalau grup ini menguntungkan negara sebenarnya dari banyak sisi.
20:24Apa yang dilakukan Pak Jokowi setelah kecewa begitu?
20:26Ya memberikan jawaban klarifikasi yang kira-kira supaya dapat diterima secara akal sehat.
20:32Bahwa ini tuh mampatnya bukan buat keuntungan pribadi, tidak.
20:37Ini untuk pengembangan usaha dan di situ skritnya sehat.
20:41Tidak ada masalah di situ.
20:42Berhenti di klarifikasi cukup Pak Uceng?
20:44Ya sebenarnya cukup kali ya.
20:46Atau bank sendiri mau memberikan penjelasan ya silahkan aja.
20:49Lebih bagus.
20:50Apa Pak Jokowi menuntut pihak bank untuk menjelaskan ini?
20:52Saya lihat beliau dia sudah cukup mungkin memberikan penjelasan dan saya baca juga respon masyarakat ya berubah kan lebih paham.
21:05Dan jangan lupa listrik yang dikembangkan Kala Group itu sangat mendukung program ekspor Indonesia terutama untuk pasar Eropa.
21:14Karena di sana kan mensyaratkan yang produk turunan yang berasal dari industri yang disuplai listrik dari batu bara.
21:24Itu bermasalah kalau di sana mungkin tidak terlalu mendapat tempat di pasar Eropa.
21:31Sedangkan ini green energy dan ini diperlukan.
21:37Pak Jokowi sempat bicara soal green energy di hydropower di Oso untuk data center.
21:48Karena memang data center juga semua industri ini kan diarahin ke green.
21:54Cuman waktu itu saya bilang sama Pak Jokowi, Pak harus ada syaratnya untuk data center harus punya sejarah 100 tahun
22:01gak gempa.
22:03Kalau membangun data center itu punya rekod 100 tahun, daerah itu gak pernah terjadi gempa.
22:09Sehingga syarat itu harus dipenemuin.
22:11Kalau soal tren ke depan, itu semuanya nanti arahnya ke energi bersih.
22:16Ke green energy.
22:18Tadi Pak Jokowi bilang bahwa ini sudah cukup untuk klarifikasi.
22:21Tapi Pak Ucik juga kan bilang bahwa dari tiga yang disampaikan itu salah satunya adalah ijasa yang membuat Pak Jokowi
22:27terusik.
22:27Terusik, Anda sebagai pendukung Pak Jokowi melihat sebenarnya kenapa sih isu ijasa ini menjadi mengganggu antara pendukung Pak Jokowi dengan...
22:57Ijasanya asli.
22:58Gini loh, dari awal saya udah bilang...
23:00Oleh karena itu kalau Pak Jokowi bilang bahwa tunjukin aja ijasanya gak apa-apa?
23:04Itu saran gak ada masalah.
23:06Jadi begini loh, dari awal saya udah bilang yang namanya ijasa palsu itu cuma tiga yang bisa gugat.
23:10Satu teman angkatan, dua kakak kelas, tiga adik kelas.
23:14Orang saya aja gak pernah ngeliat ijasa saya, saya pelototin, enggak.
23:18Gitu loh.
23:18Dari awal saya yakin.
23:20Makanya saya gak pernah mau, ini kan media mencari-mencari soal ijasa begini-begini.
23:24Dari awal saya udah yakin Pak Jokowi, ijasa aja asli, kuliah.
23:29Ini kan digoreng begini, pasif photoshop.
23:32Jadi kalau Pak Jokowi bilang kalau gak ada ijasa gak diomongin, ya menikmati isu ini adalah...
23:36Enggak, dia berseloroh ke saya begitu.
23:38Ini saya buka aja, berseloroh begitu.
23:40Makanya dari awal saya udah sempet bicara dengan beberapa teman juga, teman-teman media.
23:44Begitu loh.
23:47Dan Anda melihat bahwa isu ijasa ini sebenarnya apa yang harus diluluskan?
23:51Enggak, maksud saya ya udahlah.
23:52Tapi sampai ada...
23:53Ketika Pak Jokowi ditanya, liatin aja Pak.
23:56Saya juga sempet bicara, bukan gak bicara.
23:58Pak pengadil liatin aja, Pak ini bikin lucu.
24:01Udah biar aja nanti di pengadilan.
24:03Tapi munculnya ijasa menyeret nama Pak JK dengan adanya video-video yang menyebut fitnah tadi
24:10soal tudingan 5 miliar Pak JK di balik itu...
24:13Justru itu, itu saya gak tahu.
24:18Variable-nya dari mana.
24:19Gitu loh.
24:20Tiba-tiba ada bumbu peledak nih.
24:24Ini biayai Pak JK untuk menggarap soal ijasa Pak Jokowi.
24:28Walaupun Pak Jokowi juga sempet curiga ini kok ijasa ini kok panjang amat tenaganya ya.
24:33Gitu loh.
24:34Nah tapi menurut saya...
24:36Sampai Pak JK dituding untuk mendanali penerbangan itu apa?
24:38Yang nuding siapa?
24:38Saya gak tahu juga yang nuding.
24:40Iya kan?
24:41Tetapi dalam pengertian begini.
24:42Ya gak mungkin wakilnya apa...
24:47Gak yakin pasangannya.
24:50Eh kalau Pak Jokowi ya saja palsu semua bersalah tau gak?
24:54Partai pendukung, wakilnya.
24:57Gitu.
24:57Kita sebagai pendukung.
24:59Saya sih yakin.
25:00Bahkan temen yang nantar ke KPU itu berkas-berkas Pak Jokowi juga yakin kok.
25:06Temen dia gak mau komentar aja.
25:08Gak undangnya biar ajalah ini isu.
25:10Menurut saya memang isu soal ijasa ini udah lah diakhiri saja lah.
25:14Begitu loh.
25:14Nanti pengadilan dibuktiin.
25:15Tapi Pak Jokowi kan janji.
25:17Nanti mau tunjukinnya di pengadilan.
25:20Begitu loh.
25:20Tapi kalau laporan ke Rismon Sianipar, ya meskipun mereka sudah membantah bahwa itu videonya AI.
25:27Buatan AI.
25:27Oh dia udah bantah juga.
25:28Yang kemudian itu.
25:29Tidak menyebut nama Pak Jokowi.
25:31Nah ini laporannya tetap jalan atau enggak?
25:34Bantahannya itu Rismon kalau tidak salah dia mengatakan bahwa itu AI.
25:39Dia tidak membantah isinya.
25:40Membantah bahwa ada dukungan dana 5 miliar.
25:45Kalau kata kuasa hukum Rismon Sianipar bilang bahwa tidak pernah itu olahan AI semua.
25:51Rismon tidak pernah sebut nama Pak Jika.
25:52Satu.
25:53Kedua, ini kan meskipun AI, pasti ada yang bikin.
26:00Ada yang posting.
26:01Ini siapa ini?
26:02Motivasinya apa dia?
26:04Nah itu kan tetap ajak orang menyenangkan dan menyeret-nyeret.
26:08Orang dengan muda, apalagi antara Pak Jika dengan Pak Jokowi.
26:13Wah itu kalau tidak elok juga dibiarkan nanti terjadi diadu-adu pemimpin-pemimpin kita yang sebenarnya punya hubungan bagus dengan
26:22mudahnya dipermainkan seperti itu.
26:25Di era sosial media seperti ini.
26:27Oleh karena itu ya pembelajaran saya kira penting juga Pak Jika memberikan pembelajaran melaporkan secara hukum supaya jelas, clear dan
26:35tidak terjadi lagi saya kira.
26:38Jadi laporan hukumnya tetap jalan?
26:39Jalan saja.
26:41Dan apa yang dibaca oleh Pak Uceng, juga Pak Budi Ari, apa ada motif politik di balik ini semua?
26:50Gini loh, semuanya harus diselesaikan secara hukum.
26:52Kan ini kan negara hukum.
26:54Walaupun dalam beberapa hal kalau bisa diselesaikan di luar rana hukum, artinya mediasi, kan lebih baik lagi.
27:01Gitu loh.
27:02Nah seperti yang saya sampaikan tadi Pak Jokowi ingin menunjukkan ijazah ini tadi forum pengadilan dihukum.
27:10Dan biar diomongin aja, dengan isu ijazah ini nama Pak Jokowi terus jadi perbincangan publik?
27:17Ya sekalian tau lah siapa yang inilah, yang coba-coba gitu.
27:21Kalau teman-teman yang itu sudah tahu.
27:22Siapa yang coba-coba?
27:23Iya, usaha namanya usaha.
27:25Siapa yang coba-coba usaha itu Pak Budi Ari?
27:28Begini, isu ijazah ini kan menurut saya gak substantif.
27:35Saya juga sempat jengkel, saya udah ngomong Pak Jokowi, Pak ini gara-gara ujazah Bapak begini-begini, menghabiskan ini.
27:40Udah biar aja.
27:42Kenapa?
27:46Isu ijazah ini selain tidak substantif juga, ternyata juga menjadi panggung.
27:52Saya tanya, diskusi sama teman-teman media juga kok.
27:55Kenapa sih lu urusan gak begini?
27:58Ke teman-teman kompos saya juga sempat tanya.
28:00Kenapa sih lu angkat-angkat terus soal ijazah?
28:02Habis setiap kita tayangin rating naik.
28:06Dan Pak Jokowi juga senang.
28:07Oh iya, bukan Pak Jokowi aja senang.
28:09Teman-teman media itu pemret yang bilang sama saya.
28:12Nah, begitu.
28:13Kenapa?
28:14Habis setiap kita angkat soal ijazah, rating naik.
28:16Orang mau apa?
28:18Terus siapa yang coba-coba itu?
28:19Justru itu menurut saya.
28:21Udah lah, nanti pengadilan selesai, udah.
28:23Ini juga gak ada poinnya juga sebenarnya.
28:26Menurut saya soal isu ijazah ini.
28:28Gitu loh.
28:29Tapi tadi kalau sudah menyinggung nama Pak Jokowi dan dianggap bohyar dibalik itu,
28:32ya harus dilaporin secara hukum.
28:34Iya, harus dilaporin dong.
28:35Yang nuduh.
28:36Kalau dari kita, dari Pak Jokowi kan gak ada yang nuduh.
28:38Yang nuduh, yang ditengarai, dicurigai, menuduh itulah yang mesti dilaporkan.
28:43Dilaporkan.
28:45Itu loh.
28:45Itulah kenapa makanya.
28:46Karena dalam kondisi, apa, kondisi yang terjadi itu selalu ada yang berusaha nembak dari atas kuda.
28:58Bikin gigi seru, bikin apa gitu loh.
29:02Seperti itu.
29:03Siapa yang mau ambil keuntungan dengan isu yang melibatkan Pak Jokowi?
29:08Itu nantilah, nanti chapter berikutnya nanti.
29:11Saya lagi kerja untuk itu.
29:14Anda menelusuri itu?
29:15Iya dong.
29:15Kenapa Anda penting?
29:17Penting dong.
29:18Karena kalau Republik ini kok lagi kondisi begini kok selalu ada pihak-pihak yang adu sana, adu sini, adu sana.
29:25Anda melihat ada motif politik dibalik upaya adu domba?
29:28Pertanyaan kita harus gini.
29:29Siapa yang paling diuntungkan dengan persatuan nasional kita?
29:36Atau kita balik pertanyaannya, siapa yang paling tidak menerima manfaat dari persatuan nasional kita?
29:43Atau siapa yang paling diuntungkan dari polemik ijasa Jokowi?
29:47Bagaimana?
29:47Kita jangan ngomong ijasa.
29:49Negara ini dijak dulu selalu jadi ajang pertarungan proksi-proksi.
29:56Begitu loh.
30:00Kan dengan elit yang bersatu, persatuan nasional kita kan kuat.
30:05Begitu loh.
30:06Saya menenggarai ini ada hal-hal yang membuat tidak nyaman kalau Indonesia kuat.
30:14Indonesia bersatu.
30:16Indonesia maju itu bukan membuat negara lain happy loh.
30:22Yang pengen maju itu kita sendiri sebagai anak bangsa.
30:25Makanya saya selalu bilang persatu nasional.
30:27Mbak Jokowi juga bilang persatu nasional.
30:29Kedua, Indonesia maju itu cuma bisa diwujudkan kalau kita bersatu.
30:34Kita semua pengen maju.
30:35Jangan berharap negara lain pengen Indonesia maju.
30:40Seperti itu.
30:41Tapi dalam forum ini bukan kapasitas saya menuduh pihak-pihak lain.
30:47Nantilah di forum yang lain.
30:49Tapi jangan kita sebagai anak bangsa ini berpikir bahwa orang lain atau negara lain yang mau bantu kita.
30:59Jangan.
31:00Kita harus beri di atas kaki kita sendiri maju dengan kekuatan kita sendiri.
31:06Kalau Pak Jokowi membaca situasinya seperti apa Pak Husein?
31:09Karena kan sebagai negaraan, sebagai politisi senior, ada apa di balik isu-isu yang muncul dalam waktu bersamaan?
31:20Bukan dari Pak Jokowi ya, dari pengamatan saya.
31:23Karena saya belum terlalu banyak berkomunikasi secara lebih mendalam dengan Pak Jokowi mengenai masalah ini latar belakangnya.
31:32Tapi kalau saya lihat memang kayak seperti bagaimana menggoyang legasi beliau yang memang menjadi trademarknya selama ini.
31:44Trademarknya itu masalah perdamaian, kemudian bisnis.
31:47Ini kan sebenarnya juga sudah mengarah kepada pembunuhan karakter.
31:52Dan itu sesuatu yang membuat wajar apabila Pak Jokowi memberi reaksi yang bagaimana depends.
32:02Bertahan, tetap mempertahankan apa yang menjadi legasinya selama ini.
32:07Bahwa beliau seorang jurudamai, bahkan sering disebut sebagai negarawan.
32:13Dan sampai sekarang masih mengabdikan diri untuk kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
32:19Tiba-tiba kok dituduh menjadi penista agama.
32:22Itu kan sesuatu yang sangat kontras.
32:24Karena kalau bicara soal timeline-nya, Pak Uceng, saya catat ini soal ribut-ribut soal ijasa, potongan ceramah soal penistaan
32:32agama, tudingan itu, dan juga kredit.
32:34Pak JK juga sedang rajin bertemu dengan tokoh-tokoh yang selama ini dianggap kritis.
32:41Menurut Anda apakah ada hubungan sebab akibat soal ini, Pak Uceng?
32:44Ya kalau Pak JK kan ini tokoh ya.
32:49Jadi apapun kegiatannya, imbas atau impak sosial politiknya pasti ada.
32:56Pun demikian dengan Pak Jokowi atau yang lain lah, tokoh-tokoh lain.
33:01Nah, dengan rangkaian seperti itu, sebenarnya Pak JK tidak dalam posisi mengkondisikan semua yang tahapan-tahapan itu
33:13mengalir aja sebenarnya.
33:15Kebetulan bulan puasa memang sering diadakan buka bersama, tamu-tamu pun sering diskusi.
33:23Kemudian biasa, spontan ada teman-teman media, wawancara, kemudian muncul statement-statement.
33:31Kemudian berkembang, hadir lagi tamu datang, ngobrol, diskusi, keluar lagi pernyataan, kadang-kadang bersama.
33:39Tujuannya sebenarnya hanya untuk memberi masukan atau semacam saran kepada pemerintah yang berlangsung selama ini
33:50sampai terjadi konstelasi yang di luar dugang di Timur Tengah, kemudian dubes Iran datang,
34:00ya kelihatannya tensinya makin, ya Pak JK makin kelihatan seperti magnet begitu.
34:06Ya tiba-tiba habis ini muncul persoalan lain, ada tuduhan jadi bohir, ada itu.
34:12Itu kan berjalan ganti-gantian.
34:18Tapi ada sebab akibatnya atau tidak?
34:22Tergantung kesimpulan masing-masing kita saja.
34:25Saya tidak mau menyimpulkan.
34:27Artinya sebagai seorang jurubicara ya, saya menyampaikan fakta-fakta yang real yang dari Pak JK saja.
34:35Yang biasa disampaikan, yang butuh dijelaskan, saya jelaskan.
34:40Tapi menganalisis secara keseluruhan situasi nasional atau politik nasional kita ini,
34:46mungkin saya tidak mau offset sampai di situ.
34:48Bahwa publik atau pemirsa punya kesimpulan masing-masing, pasti punya.
34:55Pasti punya.
34:56Saya pun punya sebenarnya, tapi saya tidak perlu kemukakan.
34:59Kalau Pak Budiari lebih terbuka karena beliau memang seorang politisi praktis dalam tanda kutip ya,
35:06memimpin suatu organisasi politik sukarelawan yang sudah teruji dari sejak 2004.
35:14Kalau Pak Budi saya tidak mau bilang siapanya, tapi mengamini bahwa ada pihak yang berkepentingan untuk menyerang pribadi,
35:22menyerang karakter Pak Yusuf kalah.
35:24Mungkin saja karena sasarannya langsung ke masalah perdamaian, masalah bisnisnya.
35:30Yang kebetulan ya, menurut saya itu salah sasaran.
35:34Kalau itu yang diserang, Pak JK sangat tangguh dalam posisi itu.
35:39Istilahnya ilmunya memang di situ Pak JK.
35:41Ilmu perdamaian, jadi cukup aman lah buat dia melawan balik atau menghadapi,
35:48bukan melawan, menghadapi serangan-serangan seperti ini.
35:51Karena memang legasinya di situ.
35:52Beliau seorang jurudamai, menyelesaikan poso, Ambon, Aceh,
35:58kemudian Afganistan sempat memediasi juga dengan pemerintah Taliban yang berkuasa sekarang,
36:04dengan pemerintahan sebelumnya.
36:06Dan beberapa masalah lain yang beliau sempat mediasi juga.
36:10Itu kan tidak mudah.
36:11Konflik poso ini, jangan dilihat sekarangnya.
36:14Waktu 20 tahun lebih, 26 tahun lebih, itu luar biasa.
36:18Brutal.
36:192.000 orang meninggal di sana.
36:21Di Ambon 5.000 orang.
36:23Ini siapa yang bisa menghentikan ini?
36:25Dan Aceh sudah berkonflik hampir 30 tahun,
36:29dan beliau masuk tanpa letusan senjata.
36:32Jadi, 3 konflik besar di Indonesia itu berhasil diselesaikan dengan damai oleh seorang Pak Yusuf Kalla.
36:41Ini kan legasi yang luar biasa.
36:43Secara bisnis, Brut track recordnya juga bukan kaleng-kaleng,
36:48karena sudah membina kelompok usahanya selama 75 tahun.
36:53Tidak banyak usaha di Indonesia yang mampu bertahan segitu lama,
36:57kalau bukan karena trust, atau memberikan banyak manfaat,
37:02bukan hanya kepada dirinya, tetapi kepada orang lain.
37:04Kalau tidak memberi manfaat atau kontribusi kepada orang lain,
37:08atau pemerintah, atau negara,
37:10ini tidak akan berkembang lama.
37:12Karena entitas usaha ini dapat berkembang lama,
37:16apabila manfaatnya dirasakan banyak orang.
37:19Kalau tidak dirasakan, ya pasti dukungannya lemah.
37:22Dan Panjika menganggap bahwa serangan-serangan itu tidak berpengaruh kepada pribadinya.
37:27Bisa diatasi setidaknya.
37:29Dari pengamatan saya, beliau bisa mengatasi.
37:32Karena yang diserang atau yang menyerang itu,
37:36itu kan hoak sebenarnya, pelintiran semua.
37:39Potongan video, atau misalnya manipulasi narasi tentang kredit.
37:45Itu kan tinggal dibolak-balik.
37:47Jadi kalau beliau keluar dengan fakta-fakta,
37:49menyampaikan kebenaran,
37:51ini akan selesai.
37:53Ditambah dengan testimoni-testimoni pelaku-pelaku sejarah
37:57yang memang beliau bersama-sama dahulu
38:01ketika memperjuangkan apa yang menjadi legasinya ini.
38:05Kalau begitu bagaimana meluruskan ini,
38:07mendinginkan situasi di publik?
38:08Karena yang sekarang ini sudah bergulir juga,
38:11pada 12 April,
38:12Pak JK dilaporkan ke polisi soal potongan isi ceramah di UGM
38:17oleh Gamki, juga pemuda katolik,
38:20ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu,
38:21SPKT, Polda, Metro Jaya.
38:23Anda melihatnya apakah dikit-dikit harus dilaporin?
38:27Gini loh, kalau proses hukum,
38:29itu haknya warga negara lah.
38:30Kita kan nggak bisa larang juga,
38:32kalau memang itu ditempuh.
38:34Proses hukum itu.
38:35Tetapi maksud saya harus dilihat dulu secara dingin.
38:38Ini barang bener gak?
38:40Ini hoax bukan?
38:42Gitu loh.
38:43Apalagi dengan zaman kemajuan teknologi yang begitu luar biasa.
38:47Kalau, kan masih di cross-check dulu,
38:49ini bener gak?
38:50Jadi Pak JK sudah bilang bahwa itu hoax?
38:52Enggak, ya karena faktanya hoax,
38:54ya lebih baik tabayun, komunikatif, gitu loh.
38:59Kan nggak semua harus disertikan secara hukum.
39:01Ya, menurutnya ini tidak usah dilaporkan?
39:03Bukan, melaporkan itu hak setiap warga negara.
39:06Tapi tidak usah dibawa ke ranah hukum,
39:07Maksud saya kan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
39:11Begitu loh.
39:12Begitu.
39:13Jadi bisa diselesaikan secara keluargaan,
39:15dialog, komunikatif.
39:16Bahwa itu hoax kok.
39:17Faktanya itu hoax.
39:18Faktanya itu bukan asli.
39:20Potongan.
39:21Potongan yang dipotong-potong dan sebagainya.
39:24Dan menurut tempat kami,
39:25udahlah kita sih sebagai bangsa besar ini
39:28harus sama-sama lebih banyak komunikatif,
39:33dialog,
39:33untuk menjembatani berbagai persoalan-persoalan yang ada.
39:37Saya bukan cuma mau menang-menangan sendiri gitu loh.
39:41Walaupun saya tetap menghormati
39:42Bapak setiap warga negara untuk melakukan proses hukum gitu loh.
39:48Cuma kan kasihan juga kalau dikit-lapor, dikit-dikit lapor gitu.
39:52Tapi tanpa belum mengecek kebenarannya.
39:55Tapi ya nanti saya coba komunikasi dengan teman-teman di sana,
39:59mudah-mudahan bisa jadi jalan keluar terbaik.
40:01Karena dialog dan komunikasi dengan,
40:03apalagi nanti ada penjelasan langsung dengan Pak Jeka.
40:07Nanti saya coba komunikasi dengan mereka.
40:11Karena buat saya yang penting fakta.
40:13Kalau faktanya sudah tidak benar,
40:16sudah hoax, maksudnya tetap dilanjutkan.
40:18PPS-an kosong.
40:19PPS-an kosong.
40:20Ini sinyal baik berarti dari Pak Budiari
40:22untuk mendinginkan suasana tadi komunikasi?
40:25Sinyal kearifan.
40:27Kearifan lokal.
40:28Kearifan lokal.
40:30Saya kira seperti itu.
40:31Menarik sih Pak Budiari.
40:34Saya kira memang waktunya kita berpikir lebih jernih semua,
40:40tenang melihat dengan baik bahwa itu potongan video sebenarnya.
40:44Dan itu faktanya seperti itu.
40:46Jadi sehingga untuk dilaporkan pun rasa-rasanya
40:50apa tidak menggelikan juga melaporkan sesuatu
40:54yang kita sudah tahu bahwa itu potongan.
40:56Jadi saya kira seperti itu, Mbak.
40:59Karena bagaimana kita membaca situasi ini?
41:01Banyak isu yang datang bersamaan
41:02seperti yang tadi kita sebelumnya bahas.
41:05Apakah bisa dikatakan ini kebetulan
41:07dalam waktu yang berdekatan atau ada upaya sistematis?
41:10Pak Budiari.
41:12Saya tidak mau berspekulasi.
41:13Ini bukan forum spekulasi kan?
41:15acara hari ini.
41:16Ya tentu saja.
41:17Tapi yang pasti bahwa...
41:18...susat ada asma klarifikasi agar tidak jadi bola liar di publik.
41:22Bahwa kesadaran bersama saja yang penting kita bangun.
41:25Oh ini negara, bangsa kita tidak ada masalah.
41:29Biopolitik di luar maupun kondisi-kondisi kemasyarakatan kita saat ini.
41:34Ini kalau terus-menerus begini kan harga-harga akan naik.
41:39Sehingga rakyat menderita.
41:41Lebih baik kita menjawab berbagai persoalan-persoalan penting.
41:44Kebangsaan dan kerakyatan kita.
41:46Begitu loh.
41:47Daripada kita terjebak dalam pertikaian-pertikaian yang menurut saya tidak subtantif.
41:53Itu dia.
41:54Kenapa forum ini penting?
41:55Kenapa klarifikasi di forum ROSI kali ini penting?
41:58Karena yang jadi bola liar di media sosial ini bisa berbahaya.
42:02Dan disayangkan Pak Jokowi, Pak JK adalah tokoh besar.
42:06Iya.
42:06Tokoh nasional, negarawan.
42:08Nah apa yang bisa dilakukan dari Pak Jokowi, pendukung Pak Jokowi, juga dari pihak Pak JK agar ini tidak terus
42:16-terusan dibahas, tidak menjadi bola liar yang justru merugikan kedua tokoh ini?
42:21Ya yang pasti jangan ada fitnah lah.
42:23Khoaks fitnah.
42:25Kan juga salah kalau kita memfitnah seseorang yang tidak melakukan misalnya fitnah soal Pak JK membiayai soal ijazah Pak Jokowi.
42:36Saya memang mikir gimana sih?
42:39Iya kan?
42:39Kan Pak JK wakilnya Pak Jokowi, orang sama-sama paket.
42:43Sebagai Ketua Umum Prawa Jogja menilai bahwa tidak mungkin?
42:47Bukan saya, logika saya belum...
42:50Tidak masuk di logika?
42:51Tidak masuk di logika.
42:52Kecuali ada pihak-pihak yang memang ingin perseteruan terjadi sesama tokoh dan elit bangsa.
43:01Pak Jokowi ini kan mantan presiden dua periode.
43:04Pak JK juga dua kali menjadi wapres.
43:06Kan ada wisdom, ada keteladanan yang kita bisa ambil.
43:09Ngapain mengeksplor hal-hal yang...
43:14Tidak pernah dulu gitu loh.
43:17Pak JK punya pengalaman, punya teladan yang bisa dicontoh.
43:22Seperti wapres sudah sampaikan bahwa Pak JK ini teladan.
43:26Dalam selama kepimpinannya.
43:28Juga Pak Jokowi.
43:29Itu untuk apa kita mengeksplor tokoh-tokoh yang sudah berbuat sesuatu untuk bangsa ini?
43:36Apa gunanya sih merobek-robek daerah sendiri?
43:38Biar gunapun mereka pun pernah jadi pemimpin kita.
43:41Pak Jokowi pernah jadi presiden kita.
43:43Pak JK juga pernah jadi wakil presiden kita gitu loh.
43:47Untuk apa?
43:48Buat bangsa ini apa?
43:49Nilai positif.
43:51Oke. Nah kalau dari Pak JK, karena ya tadi sebelum ke Jakarta aja Pak JK yang membuka jalan itu.
43:58Nah dengan ada kondisi seperti ini apa sih sebenarnya yang harus segera diluruskan?
44:03Dan mendinginkan suasana seperti apa sih Pak Uca?
44:06Ya sebenarnya Pak JK dalam posisi sudah memberi klarifikasi secara terbuka ya.
44:11Bahkan sempat disebut emosional juga.
44:15Artinya tidak ada lagi yang tersimpan dari Pak JK.
44:19Unek-uneknya udah keluar.
44:20Sudah, sudah.
44:21Nah sekarang tergantung dan reaksi masyarakat seperti apa ya kita lihat sepertinya juga mulai landai.
44:30Setelah kita juga jelaskan latar belakangnya segala macam.
44:34Dan Pak Budiari juga sudah menyampaikan bahwa ini menguras tenaga aja ini kan.
44:43Sesuatu yang perlu saya sampaikan juga sudah tersampaikan oleh Pak Budiari.
44:48Ya boleh dikata antara apa yang ada di pikiran saya itu hampir sama yang ada di pikiran Pak Budi.
44:55Sehingga menurut saya ini akan selesai.
45:01Dan itu semua kemudian memberikan kita kesempatan melihat ke depan.
45:06Melihat ke depan ya untuk menata bangsa ini.
45:11Goncangan ke depan siapa tahu tanpa kita semua justru akan sulit kita atasi.
45:16Kalau kita kuatkan, kalau bersama ya mungkin kita bisa lebih tangguh.
45:21Dan kita tidak bisa mengatakan tidak akan terjadi apa-apa atau berspekulasi lebih dari itu.
45:30Persoalannya kan di luar masalah timur tengah masih berlanjut.
45:33Di dalam juga kita dalam keadaan seperti sekarang inilah.
45:38Artinya ini membutuhkan suatu soliditas yang lebih daripada sebelumnya.
45:44Nah untuk mendinginkan suasana apakah mungkin Pak Jokowi dan Pak Jika bertemu dalam waktu dekat?
45:49Nah itu biar aja beliau-beliau pasti punya mekanisme sendiri lah.
45:53Tapi saya yakin hatinya Pak Jokowi sama Pak Jika ini sama.
45:57Orang belum pernah berpasangan kok.
45:59Kan sekarang ada WA, ada telepon.
46:01Ada telepon, ada bujuan komunikasi.
46:03Ada telepati.
46:04Kalau telepati jauh, tapi arahnya bertemu itu sangat mungkin.
46:09Sangat mungkin.
46:10Sangat mungkin.
46:11Saya kira sangat terbuka.
46:14Justru peristiwa ini mungkin ada hikmahnya juga.
46:17Dapat mempertemukan, meskipun sering ketemu ya.
46:20Sering ketemu kok.
46:21Sering ketemu.
46:22Kalau di acara sering ketemu.
46:23Tapi setelah acara Rosi ini bisa menjembatkan ya mungkin antara Pak Budiari sama Pak Uceng.
46:28Ada Pak Budiari di sini, ada juga saya.
46:30Mungkin saja bisa.
46:31Semua kemungkinan bisa lah.
46:34Kan sama-sama pernah.
46:36Lima tahun, banyak, kompak.
46:39Karena kalau ada visual bertemu, mungkin masyarakat akan lebih.
46:43Itu kan konten kan.
46:45Media.
46:46Tapi itu bisa dijembatkan.
46:48Kalau media suka begitu.
46:50Dan masyarakat juga senang lah.
46:52Pasti lihat Pak Jokowi JK selama ini.
46:54Loh memang nggak ada apa-apa.
46:55Ya itu dia.
46:55Pertanyaan ada apa dengan Pak Jokowi.
46:57Makanya itu pertanyaan.
46:58Klarifikasinya di forum ProSy.
46:59Terima kasih banyak Pak.
47:00Tidak bisa foto Pak JK Jokowi diganti yang senyum.
47:03Iya.
47:04Setelah ini dijawab.
47:05Langsung senyum.
47:06Dodo aja.
47:07Terima kasih Pak Husein Abdullah.
47:08Terima kasih Pak Budiari sudah hadir di forum ProSy.
47:10Terima kasih telah menyaksikan ProSy.
47:12Kita jumpa lagi Kamis depan.
47:13Tetaplah di Kompas TV.
47:15Independen terpercaya.
47:16Saya Friska Klarissa.
47:17Selamat malam.
47:18Sampai jumpa.
Komentar