00:09Sita aset keluarga Siman Bahar Lai Kinpin tutup usia membutuhkan peran strategis PPATK.
00:15Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan, PPATK,
00:19menelusuri aliran dana kemana saja setelah Siman Bahar Lai Kinpin tutup usia.
00:23Sebagai tersangka TPP UKPK,
00:26tindak pidana pencucian uang komisi pemberantasan korupsi,
00:28sejak 23 Mei 2023 rugikan negara 189 triliun rupiah.
00:35Menindaklanjuti temuan PPATK, 2009-2013.
00:40Siman Bahar Lai Kinpin tutup usia 60 tahun karena sakit di Zhongzhou, China, Minggu, 5 April 2026.
00:48Budi Setiawan Esa, Pengamat Sosial Pontianak, Kamis, 23 April 2026,
00:54sebut, peran lanjutan PPATK bantu KPK dan Baris Krim Polri sangat dibutuhkan.
00:59Karena TPPU tidak berhenti hanya karena tersangka meninggal dunia,
01:03di mana membutuhkan bantuan PPATK.
01:06Bantuan PPATK membuat KPK dan Baris Krim Polri dapat menelusuri aliran dana,
01:11menyita aset hasil kejahatan.
01:13Mengembangkan perkara ke pihak lain,
01:15seperti keluarga, rekan bisnis dan korporasi,
01:18jika terbukti keterlibatannya.
01:21Ini penting untuk aset recovery,
01:23atau pengembalian kerugian negara dan keadilan,
01:26ujar Budi Setiawan.
01:27Alasannya kuat secara hukum dan kepentingan publik,
01:30kerugian negara 189 triliun rupiah,
01:33berdampak sistemik.
01:35Di mana pengusutan dugaan jaringan,
01:37bukan pelaku tunggal,
01:39pencegahan praktik serupa di masa depan.
01:41Penegakan prinsip equality before the law,
01:44semua setara di depan hukum.
01:46Kematian karena sakit adalah ranah medis
01:48dan tidak otomatis berkaitan dengan perkara hukum.
01:51Perkara TPPU harus diusutuntas,
01:54terutama menelusuri aliran dana,
01:56mengembalikan aset negara,
01:57dan menindak pihak lain terbukti terlibat.
02:00Direkturat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse
02:02dan Kriminal Polisi Indonesia,
02:04di Tipeksus Baris Krim Polri.
02:07Lakukan penggeledahan di Provinsi Jawa Timur,
02:0919, 20 Februari 2026 dan Kamis,
02:1312 September 2026,
02:15menindaklajuti temuan PPATK.
02:17Temuan transaksi mencurigakan PPATK,
02:20periode 2019-2025 senilai Rp25,8 triliun,
02:25patut diduga kaitan keluarga Simen Bahar Likin Pin.
02:28Penggeledahan pertama di Surabaya dan Nganjuk
02:30terhadap dua rumah dan toko Oma Semar
02:32dikaitkan Teddy Wijaya.
02:34Teddy Wijaya,
02:35rekan bisnis Simen Bahar Likin Pin
02:37dalam ilegal gold mining and trading di seluruh Indonesia.
02:40Teddy Wijaya terima pasokan dari Antonius Wandi Aliong,
02:44warga Singkawang,
02:45pemilik emas 6 kg,
02:47mantan Arapidana di Fonis Ringan.
02:49Antonius Wandi Aliong di Fonis 1 tahun
02:51dan denda Rp10 miliar di Pengadilan Negeri Pontianak,
02:54Kamis, 8 Desember 2022.
02:57Penggeledahan Baris Krim Polri di Provinsi Jawa Timur,
03:00Kamis, 12 Februari 2026,
03:03khusus terhadap tiga perusahaan refinery.
03:06Yaitu, PT Simba Jaya Utama,
03:08PT Indah Golden Signature dan PT Suka Jadi Logam.
03:12PT Simba Jaya Utama patut diduga milik Denny Handoko.
03:16Denny Handoko,
03:17anak pasangan Simen Bahar Likin Pin dan Merri.
03:20Atas dugaan TPPU,
03:22di mana tiga perusahaan refinery,
03:24melegalkan hasil ilegal gold mining and trading lintas tiga provinsi.
03:29Ilegal gold mining and trading Provinsi Kalimantan Barat
03:31dan Provinsi Papua Barat dilegalkan di tiga perusahaan refinery
03:34di Provinsi Jawa Timur.
03:36Denny Handoko,
03:38PT Simba Jaya Utama,
03:40anak Simen Bahar Likin Pin patut diduga bagian dari TPPU,
03:43Ujar Budi Setiawan.
03:45PT Simba Jaya Utama perusahaan refinery merek Simba,
03:48patut diduga terkait penggedelahan perdagangan.
03:50Perdana Square,
03:51Pontianak,
03:52Sabtu,
03:523 Mei 2025.
03:54Lisan Bahar lolos jeratan hukum atas kepemilikan 47 keping emas ilegal,
03:5931,577 kg,
04:01saat dilakukan penggedelahan,
04:03Sabtu,
04:043 Mei 2025.
04:06Sebanyak 44 keping diantaranya merek Simba,
04:09milik PT Simba Jaya Utama,
04:11milik Denny Handoko,
04:12anak kandung Simen Bahar Likin Pin.
04:15Kepolisian Resort Kota Pontianak,
04:17hanya menahan 4 orang berinisial DN,
04:19SR,
04:20SM,
04:21dan A.
04:22Pemilik,
04:23Lisan Bahar lolos jeratan hukum.
04:25Lisan Bahar lolos jeratan hukum,
04:28mantan arah pidana narkoba jaringan Freddy Budiman,
04:30dan sudah jalani pidana penjara 4 tahun,
04:322019.
04:34Lisan Bahar
04:36Lisan Bahar bawa emas batangan dalam bungkusan dodol durian,
04:39tapi dilepas setelah timbul pembelaan dari kantor bea dan cukai.
04:43Lisan Bahar,
04:44adik kandung Simen Bahar Likin Pin.
04:47Merida Lisan Bahar diduga lanjutkan bisnis ilegal gold mining and trading
04:51setelah Simen Bahar Likin Pin tutup usia.
04:54Merida Lisan Bahar lanjutkan operasional PT Indokarya Sukses,
04:58PT Indokarya Andalan,
04:59dan PT Bhumi Satu Inti.
05:01Dimana tiga perusahaan ini patut diduga digunakan
05:04Simen Bahar Likin Pin melakukan TPPU dari ilegal gold mining and trading.