00:09Ini bukti rekaman pembicaraan AW, oknum diduga wartawan salah satu media di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
00:17Dengan pengusaha tambang di Pontianak, tentang permintaan uang 7 miliar rupiah, agar pemberitaan negatif dihentikan.
00:23Nilai 7 miliar rupiah, rekaman pembicaraan relepon dengan pengusaha, AW menyebut angka 7, berangkat dalam pemberitaan sebelumnya.
00:32Durasi rekaman selama 3 menit, dan di menit pertama sebut angka 7, artinya 7 miliar rupiah.
00:38Kemudian turun jadi 5, artinya 5 miliar rupiah, dan akhirnya bertahan 5 artinya 500 juta rupiah, dan bayar uang panjar
00:46200 artinya 200 juta rupiah.
00:48Pengusaha tambang, tidak menyanggupi dalam pembicaraan, hanya mampu 100 artinya 100 juta rupiah.
00:55Berikut rekaman lengkap pembicaraan minta 7 miliar rupiah dari AW kepada pengusaha tambang di Pontianak tahun 2025.
01:02Rekaman pembicaraan dengan latar belakang pertemuan pengusaha tambang Pontianak dengan AW sebelumnya pada tahun 2025.
01:09Rekaman close share ke televisyon atau CCTV, terjadi sebelum pembicaraan telepon minta uang 7 miliar rupiah.
01:15Simak rekaman suara selengkapnya sebagai berikut.
01:56Aku tidak berani janji lah, yang pertama aku kasih abang 1 juta rupiah.
02:03Saya minta uang lalu, nanti anak-anak bisa berdepan aku beropar 5 miliar rupiah, berapa bang?
02:10Bang, kita kekawanan ini, artinya saya umum semua, saya umum apa?
02:15Ya enggak, abang cerita-terita buka semua, abang menekan bayi, alat kira-kira masih berbalik lagi dengan mati-kira, tak
02:22hasil lagi kekawanan.
02:23Sebenarnya aku kenal abang, abang negosator paling hebat, saya enggak tahu.
02:28Negosator hebat gimana?
02:31Mana hebat gimana?
02:32Bang, semuanya, abang bisa beli barang orang banyak pria, sebut.
02:35Boleh setengah.
02:37Banda abang hebat.
02:39Karena gitu banyak kawan, bang.
02:41Tahu-tahu banyak kawan.
02:43Tahu-tahu banyak kawan.
02:46Aku balik kantor dulu ya.
03:00Tahu-tahu banyak kawan.
03:16Tahu-tahu banyak kawan.
03:29Kok mau gak mau jangkit dulu?
03:32Ya memang jangkit dulu.
03:43Gak, aku gak mau janji dulu.
03:44Jangan janji dulu.
03:45Jangan.
03:46Jangan.
03:47Jangan.
03:58selamat menikmati
04:20Telepon AW tidak aktif ketika ditelepon ulang pukul 14.11 WIB, Rabu, 15 April 2026.
04:27Nomor kontak telepon kuasa hukum, diberikan selasa, 14 April 2026, tidak aktif.
04:35Kuasa hukum ditelepon ulang lagi pukul 14.12 WIB, 15 April 2026, tidak aktif.
04:42Telepon ulang untuk memberikan ruang hak jawab, bagi AW dan tim kuasa hukum.
04:46Karena dikonfirmasi pukul 15.06 WIB, selasa, 14 April 2026, AW minta hubungi tim kuasa hukum tapi materi konfirmasi belum
04:55direspons.
04:57AW ditelepon pukul 16.03 WIB, pukul 16.19 WIB, dan pukul 17.09 WIB, selasa, 14 April 2026, tidak
05:06aktif.
05:07Tim kuasa hukum AW tidak merespons konfirmasi disampaikan pukul 15.17 WIB, selasa, 14 April 2026.
05:16Kuasa hukum ditelepon pukul 15.26 WIB, pukul 15.27 WIB, pukul 15.51 WIB, pukul 16 WIB, pukul 16
05:26.20 WIB, selasa, 14 April 2026, tidak aktif.
05:31Redaksi memperoleh bukti rekaman CCTV dan rekaman pembicaraan telepon dari kuasa hukum pengusaha tambang.
05:36Sehingga baik AW maupun tim kuasa hukum diberi kesempatan memberikan hak jawab, demi perimbangan pemberitaan.
05:43Pengusaha tambang telah lapor dugaan pemerasan AW di Kepolisian Resort Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, pekan lalu.