Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan.

Keputusan ini dibuat Iran setelah Trump menyatakan tidak akan mengakhiri blokade di Selat Hormuz.

Iran memperingatkan, selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran diberlakukan, maka Selat Hormuz akan diblokir.

Sikap ini diumumkan melalui media pemerintah Iran.

Baca Juga Iran Usul China-Rusia Jadi Mediator di Perundingan Selanjutnya, Trump Justru Tuduh Ingkar Janji di https://www.kompas.tv/internasional/662694/iran-usul-china-rusia-jadi-mediator-di-perundingan-selanjutnya-trump-justru-tuduh-ingkar-janji

#iran #selathormuz #as

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663776/iran-kembali-tutup-selat-hormuz-sebut-as-langgar-kesepakatan
Transkrip
00:00Saudara Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan.
00:08Keputusan ini dibuat Iran setelah Trump menyatakan tidak akan mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
00:14Iran memperingatkan, selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran diberlakukan,
00:20maka Selat Hormuz akan diblokir.
00:22Sikap ini diumumkan melalui media pemerintah Iran.
00:30Policani bahwa ibas dan menanggir.
00:30Amerika sendirah Allah kembali menanggir,
00:32mengikipan yang jaya belajar Tengah Hormuz,
00:34mengganggu kembali jaya.
00:36Yuri alan have camera yang telah bergabud,
00:39dan menanggirkan ya Allah kembali menanggir,
00:42dan menanggirkan kembali menanggir.
00:44Anda akan mengambil kembali menanggir.
00:47Sudah kembali menanggir kembali menanggir,
00:50dan ada dalam yang terhadap pelabuhan mafait.
00:51ini terhadap pelabuhan mafait.
00:57meltedah caip dengan telah menanggir,
00:59Pesero masih berkoordinasi dengan otoritas di Selat Hormuz agar dua kapal tanker Pertamina yang tertahan bisa melintas.
01:05Menurut Pertamina, situasi di Selat Hormuz masih sangat dinamis sehingga aspek keselamatan seluruh awak kapal selalu jadi prioritas.
01:16Untuk dua kapal Pertamina, saat ini kami terus memonitor perkembangan dan berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait.
01:24Keamanan dan keselamatan awak serta kapal menjadi prioritas.
01:28Tulis Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina kepada Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan