Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Duta Besar RI untuk China 2010-2013, Imron Cotan memandang di tengah perang AS-Israel melawan Iran, Indonesia harus mempertimbangkan keanggotaan Board of Peace (BOP).

"Mungkin kita perlu meninjau kedudukan kita secara saksama," ujar Imron.

Sementara itu, Pakar strategi PPAU, Marsma (Purn) Agung Sasongkojati menilai perlu adanya kalibrasi ulang strategi keamanan Indonesia.

Baca Juga Adu Argumen! Tenaga Ahli KSP Vs Waketum MUI soal Posisi Indonesia di BOP | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/663827/adu-argumen-tenaga-ahli-ksp-vs-waketum-mui-soal-posisi-indonesia-di-bop-bola-liar

#boardofpeace #indonesia #perangiran

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663828/perang-as-israel-vs-iran-eks-dubes-ri-untuk-china-tinjau-ulang-posisi-indonesia-di-bop-bola-liar
Transkrip
00:00Saya ke Pak Samsu singkat saja, tadi menurut Pak Kiai bahwa BOPD sudah tidak relevan katanya, jadi menurut Anda gimana?
00:08Out saja nggak?
00:09Bukan tidak relevan, ini belum aktual lagi, jadi kita mesti menetapkan pada proporsinya.
00:16Yang paling penting sekarang ini adalah bagaimana kita merumuskan strategi nasional untuk menghindari kejadian yang kita tidak inginkan,
00:24dan sekaligus juga mengantisipasi persoalan-persoalan aktual yang mungkin akan menjadi ikutannya.
00:29Oleh karena itu saya bilang tadi, yang paling penting sekarang, pertama, secara internal, negara ini mesti memiliki komunikasi publik yang
00:37mantap,
00:38seperti yang disampaikan atau diperlihatkan oleh Kementerian Pertahanan kemarin.
00:42Begitu ada isu soal permintaan menggunakan udara, dijelaskan dengan sangat gamlang.
00:48Itu langsung memberikan rasa keinginan tahu orang terpenuhi, dan itu memberikan dampak yang luar biasa.
00:55Yang kedua adalah, bagaimana strategi luar negerinya kita itu disusun berdasarkan basic resources-nya kita.
01:02Saya sebutkan tadi, mulai dari minyak sawit sampai dengan Malaka, mungkin akan kita bikin akor dengan mengkonsolidasikan kekuatan regionalnya kita,
01:13yang memang kita sudah jadi leader di situ, dengan kita menguatkan untuk menjadi salah satu point of view dalam strategi
01:19diplomasi internasionalnya kita.
01:21Oke, kalau menurut Pak Imron bagaimana? Perlu kita masih stay, menggantung posisinya kalau dari Pak Fahmi, tapi kalau menurut Anda,
01:28penanganan bagaimana?
01:29Saya melihat, kembali lagi ya, saya tidak mengetahui apa yang ada di pikiran pemerintah.
01:34Kalau dari segi cost and benefit ratio, selalu kita menggunakan skala ini, mungkin kita perlu meninjau lah ya kedudukan kita
01:45dengan seksama agar secara tataran teoritis maupun praksis,
01:54kita bisa menjelaskan kepada publik bahwa ada manfaat atau tidak ada manfaat bagi kita menjadi bagian daripada BOP itu.
02:03Yang saya sangat concern itu adalah bagaimana nanti status dari tentara kita yang ada di sana,
02:12karena dengan baju atau mandat dari PBB saja sudah jatuh korban.
02:19Nah, sementara ini tidak mempunyai mandat PBB.
02:22Lantas kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?
02:25Oke baik, Pak Gung. Jadi sebenarnya kepentingan nasional ini bisa terwakilkan dengan kita bergabung di BOP misalnya,
02:32misalnya dengan kepentingan kemerdekaan Palestina. Singkat saja Pak Gung.
02:37Strategi keamanan dan strategi luar negeri kita harus dikalibrasi.
02:43Satu setengah bulan yang lalu, sangat wajar kita melakukan apa hal-hal BOP dan segala macam.
02:48Kenapa? Karena dunia didominasi oleh jelas satu pihak yaitu Amerika Serikat,
02:55bahkan dia mempunyai bawahannya bernama Israel berbuat apapun selalu di backup dengan veto-nya
03:01yang mengakibatkan bahwa yang lain tidak berdaya bahkan di dunia ini semua, di Eropa semua,
03:07kalau apapun mendukung Palestina namanya antisemit dan bisa dikeluarkan dari mana,
03:11di cekal, tidak boleh ingin, berarti nilai-nilai demokrasi, kebebasan, itu semua dihilangkan hanya antisemit.
03:18Betul dikuasai, secara diplomasi dunia dikuasai, PBB kalah.
03:22Informasional, semua media dikuasai, kalau ada pendukung Palestina adalah jelek,
03:27bahkan pendukung Palestina semua teroris, militer apalagi, dan ekonomi diberi sanksi semua, sehingga takut.
03:33Tapi setelah sekarang yang terjadi diplomasinya Amerika rontok, Israel ternyata tidak kebal,
03:42secara informasional semua juga tahu bahwa semua berani untuk melawan,
03:46secara militer juga bapak belur juga, dan ekonomi sekarang malah lever Amerika dipegang di bawah Iran.
03:52Jadi sekarang waktunya kita mengkolaborasi apa yang kita anggap benar satu setengah tahun yang lalu,
03:57sekarang kita harus berubah lagi ke apa yang lebih benar menurut situasi.
04:00Oke, Pak Jayadi singkat saja, melihat sentimen publik tadi, perluka kita masih stay di BOP?
04:06Kalau suara publik sampai saat ini kan sudah cukup jelas,
04:09bahwa mereka melihat bahwa baik serangan Amerika-Israel terhadap Iran,
04:14maupun keanggotaan Indonesia di BOP itu, legitimasinya kurang.
04:18Jadi tinggal pemerintah bagaimana meresponnya itu,
04:21apakah akan seperti kata KSP, melakukan kajian, kajiannya berapa lama, dan sebagainya.
04:27Yang penting publik itu menunggu, karena publik kan sumber legitimasih dari kebijakan-kebijakan pemerintah,
04:32termasuk kebijakan luar negeri.
04:34Ya, terima kasih kepada seluruh sumber yang sudah ada di studio,
04:37dan juga teman-teman mahasiswa.
04:39Dengan demikian saudara, saya masih bertarikan pamit.
04:41Sampai jumpa minggu depan di Bola Liar.
04:43Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan