00:00Saya ke Pak Samsu singkat saja, tadi menurut Pak Kiai bahwa BOPD sudah tidak relevan katanya, jadi menurut Anda gimana?
00:08Out saja nggak?
00:09Bukan tidak relevan, ini belum aktual lagi, jadi kita mesti menetapkan pada proporsinya.
00:16Yang paling penting sekarang ini adalah bagaimana kita merumuskan strategi nasional untuk menghindari kejadian yang kita tidak inginkan,
00:24dan sekaligus juga mengantisipasi persoalan-persoalan aktual yang mungkin akan menjadi ikutannya.
00:29Oleh karena itu saya bilang tadi, yang paling penting sekarang, pertama, secara internal, negara ini mesti memiliki komunikasi publik yang
00:37mantap,
00:38seperti yang disampaikan atau diperlihatkan oleh Kementerian Pertahanan kemarin.
00:42Begitu ada isu soal permintaan menggunakan udara, dijelaskan dengan sangat gamlang.
00:48Itu langsung memberikan rasa keinginan tahu orang terpenuhi, dan itu memberikan dampak yang luar biasa.
00:55Yang kedua adalah, bagaimana strategi luar negerinya kita itu disusun berdasarkan basic resources-nya kita.
01:02Saya sebutkan tadi, mulai dari minyak sawit sampai dengan Malaka, mungkin akan kita bikin akor dengan mengkonsolidasikan kekuatan regionalnya kita,
01:13yang memang kita sudah jadi leader di situ, dengan kita menguatkan untuk menjadi salah satu point of view dalam strategi
01:19diplomasi internasionalnya kita.
01:21Oke, kalau menurut Pak Imron bagaimana? Perlu kita masih stay, menggantung posisinya kalau dari Pak Fahmi, tapi kalau menurut Anda,
01:28penanganan bagaimana?
01:29Saya melihat, kembali lagi ya, saya tidak mengetahui apa yang ada di pikiran pemerintah.
01:34Kalau dari segi cost and benefit ratio, selalu kita menggunakan skala ini, mungkin kita perlu meninjau lah ya kedudukan kita
01:45dengan seksama agar secara tataran teoritis maupun praksis,
01:54kita bisa menjelaskan kepada publik bahwa ada manfaat atau tidak ada manfaat bagi kita menjadi bagian daripada BOP itu.
02:03Yang saya sangat concern itu adalah bagaimana nanti status dari tentara kita yang ada di sana,
02:12karena dengan baju atau mandat dari PBB saja sudah jatuh korban.
02:19Nah, sementara ini tidak mempunyai mandat PBB.
02:22Lantas kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?
02:25Oke baik, Pak Gung. Jadi sebenarnya kepentingan nasional ini bisa terwakilkan dengan kita bergabung di BOP misalnya,
02:32misalnya dengan kepentingan kemerdekaan Palestina. Singkat saja Pak Gung.
02:37Strategi keamanan dan strategi luar negeri kita harus dikalibrasi.
02:43Satu setengah bulan yang lalu, sangat wajar kita melakukan apa hal-hal BOP dan segala macam.
02:48Kenapa? Karena dunia didominasi oleh jelas satu pihak yaitu Amerika Serikat,
02:55bahkan dia mempunyai bawahannya bernama Israel berbuat apapun selalu di backup dengan veto-nya
03:01yang mengakibatkan bahwa yang lain tidak berdaya bahkan di dunia ini semua, di Eropa semua,
03:07kalau apapun mendukung Palestina namanya antisemit dan bisa dikeluarkan dari mana,
03:11di cekal, tidak boleh ingin, berarti nilai-nilai demokrasi, kebebasan, itu semua dihilangkan hanya antisemit.
03:18Betul dikuasai, secara diplomasi dunia dikuasai, PBB kalah.
03:22Informasional, semua media dikuasai, kalau ada pendukung Palestina adalah jelek,
03:27bahkan pendukung Palestina semua teroris, militer apalagi, dan ekonomi diberi sanksi semua, sehingga takut.
03:33Tapi setelah sekarang yang terjadi diplomasinya Amerika rontok, Israel ternyata tidak kebal,
03:42secara informasional semua juga tahu bahwa semua berani untuk melawan,
03:46secara militer juga bapak belur juga, dan ekonomi sekarang malah lever Amerika dipegang di bawah Iran.
03:52Jadi sekarang waktunya kita mengkolaborasi apa yang kita anggap benar satu setengah tahun yang lalu,
03:57sekarang kita harus berubah lagi ke apa yang lebih benar menurut situasi.
04:00Oke, Pak Jayadi singkat saja, melihat sentimen publik tadi, perluka kita masih stay di BOP?
04:06Kalau suara publik sampai saat ini kan sudah cukup jelas,
04:09bahwa mereka melihat bahwa baik serangan Amerika-Israel terhadap Iran,
04:14maupun keanggotaan Indonesia di BOP itu, legitimasinya kurang.
04:18Jadi tinggal pemerintah bagaimana meresponnya itu,
04:21apakah akan seperti kata KSP, melakukan kajian, kajiannya berapa lama, dan sebagainya.
04:27Yang penting publik itu menunggu, karena publik kan sumber legitimasih dari kebijakan-kebijakan pemerintah,
04:32termasuk kebijakan luar negeri.
04:34Ya, terima kasih kepada seluruh sumber yang sudah ada di studio,
04:37dan juga teman-teman mahasiswa.
04:39Dengan demikian saudara, saya masih bertarikan pamit.
04:41Sampai jumpa minggu depan di Bola Liar.
04:43Terima kasih.
Komentar