00:00Bagi sama Rismon, tanggapan dari dokter ini gimana?
00:30Bagi saja dengan perkara ini, bukan kami, bukan saya ya. Ini dalam hal ini adalah saya ya, Dr. Tifa. Kan
00:36bukan saya yang khawatir. Apabila kemudian semua materi ataupun kebenaran yang sudah kami ungkapkan dalam satu tahun ini, kemudian diketahui
00:47oleh halaya.
00:48Pasti ada pihak yang paling khawatir. Siapa sih pihak yang paling khawatir? Ya tentu saja Pak Jokowi Dodo gitu ya.
00:54Jadi tanggapan saya adalah bahwa sepertinya Pak Jokowi Dodo ini membuat sebuah strategi di mana dia mengharapkan atau dengan segala
01:03macam termasuk yang sampai ke saya juga ya, bujukan-bujukan untuk RJ dan sebagainya yang sudah disampaikan oleh para termul
01:11beberapa waktu yang lalu secara gencar pada saya dan secara tegas saya tolak ya.
01:15Dan itu adalah strategi dari Pak Jokowi Dodo untuk agar seluruh tersangka itu mengajukan RJ dan kemudian akan diberi SP3.
01:23Seperti juga yang masyarakat ketahui ya bahwa ada tiga pihak yang melakukan jalur itu ya, jalur pengampunan itu kan gitu
01:31ya, yaitu Gisu Jana kemudian Damai Hari Lupis ya, mengajukan pengampunan dan kemudian disusul dengan Rismon gitu kan, seperti itu.
01:40Nah mestinya dalam beberapa kurun waktu kemarin itu Pak Jokowi Dodo ingin semuanya gitu ya, ya saya, ya Mas Roy
01:49Suryo, ya Bu Kurnia, ya Pak Rizal, dan Bang Rustam Effendi mestinya gitu ya.
01:54Jadi artinya saya bisa membaca begini, SP3 Rismon itu dijadikan sebagai sebuah gimmick gitu ya, atau sebuah offering ya kepada
02:04para tersangka ini, agar mereka mau atau termasuk saya itu mau untuk mengajukan RJ,
02:11So One atau Solo, ya kemudian mengajukan apa namanya SP3 dan sebagainya gitu ya, seperti itu ya.
02:19Jadi itu angkapan saya itu.
02:21So, ini kan status kesangkannya berbubur dan Rismon juga sudah tidak terlalu banyak muncul di media lagi,
02:28hanya tersisa soal dia dengan Pak Jokowi Salah.
02:31Nah, maka ke depannya dok, Juri akan ada komunikasi lanjutan dengan dia, atau sudah kaktus saja dan fokus dengan Kim
02:37yang sekarang gitu,
02:38untuk mengusut kasus studi dengan IDSan Jokowi ini?
02:40Iya, sebetulnya ini khusus ya, kalau saya bicara tentang Rismon gitu ya, ya ada kekecewaan sangat mendalam dan juga saya
02:48sampaikan pada sosial media,
02:49terutama Twitter ya, karena kami berangkat berjuang bersama-sama itu tanggal 15 April 2025, dan kemudian ber, apa namanya, hubungan
02:58kami bertiga,
02:58terutama itu tumbuh menjadi persahabatan gitu.
03:01Dan saya sangat yakin ya, sangat yakin bahwa Rismon ini adalah seorang dokter, seorang master engineering dari Yamaguchi University gitu
03:09kan,
03:10dan itu berkali-kali dia sampaikan juga ya, pada kami gitu kan, bagaimana dia cerita tentang bagaimana dia kuliah dan
03:18meraih dokter dan masternya di Jepang gitu ya,
03:22dan kami sangat percaya gitu, bahkan beberapa kali juga pada podcast juga kami bertiga menyanyi himno Geja Mada dengan sangat
03:28khidmat gitu ya,
03:30Jadi itu adalah sebuah kebanggaan gitu, saya bangga, punya adik kelas, punya junior yang sepintar Rismon gitu ya,
03:37tapi kemudian ya kecewa gitu ya, sedih sekali gitu ya, ternyata kita semua ini ya, saya terutama sedih sekali gitu,
03:46atas apa yang disampaikan oleh beberapa orang termul ya, yang kemudian mengajukan laporan ke Koda gitu ya,
03:54tentang pemalsuan status pendidikan atau rewat pendidikan dari Rismon ini ya,
04:00jadi ternyata menurut termul, ya menurut para termul ini kita semua tahu ya, siapa mereka,
04:07dan kemudian mereka juga sudah beranjang sana ke Yamaguchi University, dan ternyata diberikan informasi bahwa memang betul,
04:14ya gelar dari Rismon ini ternyata tidak otentik begitu ya, jadi kan saya sedih sekali ya,
04:19apalagi waktu kami membuat surat kuasa ya, ini KTPnya Rismon ya, ini kami, saya pegang ya, saya pegang,
04:28itu ini semua kuasa hukum ini juga kuasa hukumnya Rismon, karena selain TPDT, tim pembela Dota Tifa,
04:34itu juga kami punya bertiga ya, kami RRT itu bertiga, dan kami menyerahkan KTPI seperti ini kepada kuasa hukum kami
04:42gitu ya,
04:43jadi otentik bahwa dia menggunakan gelar doktor dan master engineering, yang ternyata itu menurut beberapa orang saksi mata itu ya
04:52termul yang sudah ke Jepang,
04:53ternyata ini gelar palsu, jadi sedih sekali saya, saya hampir sampai dengan hari ini hampir tidak percaya gitu loh,
04:59masa iya sih seorang Rismon memalsukan gelarnya gitu ya, karena itu kan pidana tau, pidana ya, hukumannya 10 tahun, denda
05:081 miliar gitu,
05:09untuk apa dia melakukan itu gitu loh, ya, itu yang bisa saya sampaikan, artinya saya sedih sekali, saya sangat kecewa,
05:16sedih sekali saya dengan fakta ini.
05:19Berarti intinya akan langsung mengatok dan tidak akan berkomunikasi lagi dengan dia dalam kasus kemian,
05:24selamat menikmati
Komentar