Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LEBANON, KOMPAS.TV - Di tengah gencatan senjata yang rapuh, sebagian besar warga Lebanon meninggalkan pengungsian dan kembali ke rumah mereka. Namun, warga mengaku khawatir Israel tetap melancarkan serangan di tengah gencatan senjata.

Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon memasuki hari kedua. Warga yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di Lebanon selatan, meski sebagian memilih bertahan karena khawatir Israel kembali menyerang.

Untuk mengetahui situasi gencatan senjata, kami terhubung dengan WNI yang berada di Lebanon, Irfan Afendi.

Baca Juga WNI di Lebanon Ungkap Kondisi saat Genjatan Senjata, Hikmahanto Analisis Langkah Hizbullah-Iran di https://www.kompas.tv/internasional/663645/wni-di-lebanon-ungkap-kondisi-saat-genjatan-senjata-hikmahanto-analisis-langkah-hizbullah-iran

#lebanonselatan #gencatansenjata

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663837/gencatan-senjata-wni-ungkap-sebagian-warga-lebanon-bertahan-di-tenda-tenda-pengungsian
Transkrip
00:00Setelah di tengah gencatan senjata yang rapuh, sebagian besar warga Lebanon meninggalkan pengusian dan kembali ke rumah mereka.
00:08Namun warga mengaku khawatir Israel tetap melancarkan serangan di tengah gencatan senjata.
00:25Warga meluncurkan kembang api ke langit kota Beirut menyambut sukacita kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah yang dimulai Jumat
00:3517 April 2026.
00:39Momen gencatan senjata dimanfaatkan warga yang mengungsi kembali ke wilayah selatan Lebanon.
00:45Macet panjang akibat warga berbondong-bondong pulang.
01:07Meski mengaku gembira, sebagian warga diselimuti rasa jemas.
01:12Khawatir Israel akan melanggar kesepakatan dengan melancarkan serangan di tengah jeda perang.
01:35Kencatan senjata selama 10 hari diumumkan Presiden AS Donald Trump.
01:39Usai memfasilitasi negosiasi antara Israel dan Lebanon di Washington DC.
01:45Negosiasi dilakukan setelah lebih dari sebulan perang berkecamuk antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon.
01:55Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon memasuki hari kedua.
01:59Warga yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di Lebanon Selatan.
02:02Meski sebagian memilih bertahan karena khawatir Israel kembali menyerang.
02:07Untuk mengetahui situasi gencatan senjata, kami saat ini sudah bersama dengan WNI yang berada di Lebanon, Irfan Afendi.
02:14Selamat malam, Mas Irfan.
02:18Selamat sore dari waktu Lebanon.
02:22Jadi di hari kedua gencatan senjata, bagaimana kondisi saat ini di Lebanon, Mas Irfan? Bisa digambarkan kepada kami?
02:29Ya, untuk memasuki hari kedua setelah adanya ceasefire ini, ya Alhamdulillah, sudah tidak ada bom yang terbang di atas kita.
02:39Karena sejak awal apa eskalasi itu, kita selalu apa khawatir?
02:44Ada drone, ada pesawat, ada bom yang akan siap dijatuhkan di atas kepala kita.
02:48Jadi Alhamdulillah, sejak dua hari ini, kita sebagai masyarakat yang ditinggal di Beirut sini, kita sudah merasa agak tenang.
02:57Dan kita kemarin melihat ada pergerakan dari para pengungsi yang kemarin mengungsi di Beirut.
03:04Mereka kembali ke selatan Lebanon.
03:06Tapi, ya.
03:08Oh, bagaimana? Tapi apa?
03:11Tapi kita lihat setelah adanya dua hari memasuki ceasefire ini, hari ini kami melihat,
03:18warga yang kemarin kembali ke selatan Lebanon, mereka mulai kembali lagi ke arah Beirut, ke arah apa utara.
03:25Karena setelah mereka kembali ke selatan, mereka mendapati bahwa keadaan memang belum benar-benar seperti ceasefire.
03:33Jadi, pasukan Zionis masih melakukan penyerangan kepada desa-desa yang ada di selatan, di daerah selatan, seperti itu.
03:40Hari ini, masyarakat yang kemarin kembali ke selatan, sekarang sudah bergerak lagi ke arah utara untuk mengungkulai.
03:47Jadi, artinya tidak sepenuhnya gencetan senjata terjadi di sana?
03:50Masih ada percikan-percikan atau serangan-serangan dilakukan oleh Israel?
03:55Jadi, kalau dari ini laporan militer apa Zionis, memang pasukan Zionis ini setelah adanya ceasefire ini,
04:07mereka tidak boleh menyerang daerah seperti Beirut yang kemarin diserang, atau di daerah Biko di Lebanon Timur,
04:14atau yang lebih ke apa utara, seperti itu.
04:17Jadi, mereka hanya menyerang daerah-daerah yang sudah mereka beri garis kuning.
04:22Jadi, pasukan militer apa Zionis ini, mereka memberikan desa-desa yang mereka sudah tandai,
04:29mereka kasih garis kuning.
04:30Jadi, ini desa yang apa kita kuasai, yang mau kita apa hancurkan.
04:33Jadi, karena itu, karakat yang kemarin mau kembali ke selatan, mereka tidak bisa.
04:39Karena pasukan Zionis masih menyerang, masih menghabiskan terus desa-desa yang ada di selatan, seperti itu.
04:45Bagaimana sikap dari pemerintah, atau bagaimana ada alarmkah dari pemerintah memberitahu kepada warga,
04:52ini wilayah yang jangan dilewati, jangan dimasuki, atau seperti apa imbauan dari pemerintah Lebanon?
04:59Ya, dari otoritas Lebanon sendiri, mereka sampai sekarang masih mengusahakan bagaimana caranya masyarakat ini bisa kembali,
05:08dan bagaimana caranya pasukan Zionis ini bisa mengangkat kaki dari tanah Lebanon sendiri.
05:16Tapi kan tidak semudah itu.
05:18Jadi, dari otoritas Lebanon sendiri menghimbau kepada masyarakat,
05:23ya, mereka kalau mau kembali ke daerah yang diperbatasan sana,
05:28di desa-desa yang sudah dikuasai pasukan Zionis, itu tidak dikasih jalan.
05:32Jadi, jalan-jalan ditutup.
05:33Itu beda dengan para pengungsi yang kemarin misalnya dari daerah Beirut Selatan,
05:39apa kota Beirut yang selatan, itu kan kemarin tidak ditinggalkan karena ada serangan.
05:44Cuma setelah adanya ceasefire, yang di daerah kota Beirut Selatan masih bisa kembali.
05:48Cuma kalau untuk yang mau kembali ke daerah di ujung selatan, di perbatasan,
05:54nah itu tidak bisa.
05:55Jadi, dari otoritas Lebanon tidak mengizinkan untuk ke sana,
05:59karena di sana masih berbahaya.
06:00Mungkin di jalan ada bom yang masih ditanam,
06:03atau masih ada ranjau-ranjau yang masih ditanam.
06:06Jadi, untuk masyarakat yang kembali ke Lebanon Selatan itu masih belum bisa.
06:10Oke.
06:11Seperti itu.
06:11Kalau untuk wilayah yang tadi selain Lebanon Selatan,
06:14bagaimana pelayanan publik, aktivitas masyarakat,
06:17dalam dua hari ini seperti apa?
06:19Apakah normal seperti sebelum eskalasi terjadi?
06:24Untuk pelayanan publik, ya itu semenjaknya gini ya.
06:28Jadi, masyarakat negara ini, Lebanon sendiri,
06:31ini bukan perang yang pertama, atau yang kedua, atau yang ketiga, atau yang keempat.
06:35Tapi mereka sudah menjalani kondisi ini sejak puluhan tahun.
06:39Ya, sudah sejak lama.
06:41Jadi, mereka seperti sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.
06:44Untuk masyarakat yang seperti masyarakat Beirut,
06:50yang mereka tidak terdampak dengan serangan,
06:53ya mereka melakukan aktivitas seperti biasa.
06:55Beda dengan masyarakat yang mereka datang dari selatan,
06:58dan kemudian mengungsi di kota Beirut,
07:01ya tentunya aktivitas mereka sangat terganggu.
07:05Mungkin hanya ini, sekolah-sekolah,
07:07yang misalnya dia sekolah resmi, atau sekolah negeri,
07:10itu semuanya dilakukan online, seperti itu.
07:14Mas Irfan, terima kasih untuk informasinya
07:18bagaimana menggambarkan kondisi di Beirut, Lebanon saat ini.
07:21Semoga rekan-rekan WNI dan juga warga di sana selalu aman,
07:24perang betul-betul meredak selamanya.
07:26Terima kasih, Irfan Afendi, WNI yang berada di Lebanon.
Komentar

Dianjurkan