00:01Ada kembali di berita utama saudara, hanya gara-gara sang cucu asyik bermain dan menolak disuruh makan seorang nenek di
00:11Kediri Jawa Timur tega menganiaya cucunya hingga tewas.
00:16Sang cucu yang berusia 3 tahun itu menerima kekerasan bertubi-tubi dari sang nenek.
00:22Akibat amarah membara yang tak terkendali sang cucu harus kehilangan nyawa dan dunia kanak-kanak yang mestinya masih penuh tawa
00:32terenggut begitu saja.
00:35Miris mengapa sang nenek yang mestinya jadi tempat aman bagi sang cucu justru memberi malapetaka.
00:46Terlalu cepat bocah malang itu pergi, keluarga berduka tiada tara.
00:53Sang anak langsung dimakamkan di TPU Ronggo, Kota Kediri.
00:59Ironinya pemakaman korban dilakukan tanpa kehadiran kedua orang tua.
01:04Sebab ayah dan ibu korban di waktu yang bersamaan masih menjalani pemeriksaan di kantor Polres Kediri Kota.
01:13Namun kakak korban yang hadir di pemakaman berharap kasus kematian adiknya bisa diusut tuntas dan pelaku diberi ganjaran yang setimpal.
01:31Rumah ini saudara jadi saksi bisu kekejaman sang nenek yang tega menganiaya cucunya sendiri hingga tewas.
01:39Hari itu Rabu 15 April 2026 di sebuah gang sempit di Kelurahan Ngeronggo, Kediri, Jawa Timur,
01:48warga digegerkan dengan penemuan seorang bocah dalam kondisi sudah tak bernyawa di rumahnya.
01:56Korban ditemukan oleh kerabat yang hari kejadian tengah berkunjung ke rumah korban.
02:01Ia terkejut saat melihat korban tergeletak di area dapur rumah.
02:06Ia pun langsung meminta pertolongan tetangga sekitar untuk mengecek kondisi korban.
02:12Warga yang menemukan kondisi korban yang tak wajar langsung melapor polisi.
02:19Dari warga yang melapor, wajahnya ada kekerasan atau pembunuhan yang motifnya itu belum diketahui.
02:29Kalau korban itu sudah dikatakan meninggal, terus akhirnya pihak warga meminta tolong tetangga kiri kanan.
02:36Itu yang meminta tolong siapa mas?
02:38Tolong itu kakak diri?
02:40Oh, no.
02:42Hasil otopsi menjelaskan korban mengalami kerusakan organ dalam yang fatal akibat hantaman benda tumpul.
02:51Dokter forensik bilang ada pendarahan hebat di dalam rongga perut korban.
02:56Dari visum luar, tubuh korban juga ditemukan banyak mengalami luka lebam.
03:01Polisi menetapkan nenek korban menjadi tersangka.
03:04Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, polisi menyebut nenek korban sebagai pelaku penganiayaan hingga menyebabkan kematian cucunya.
03:20Dan inilah detik-detik saat polisi menyebut paksa pelaku di rumahnya Jumat 17 April.
03:28Tanpa perlawanan, sang nenek digelandang ke kantor polisi untuk diperiksa intensif.
03:34Hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap motif pelaku tega menganiaya korban karena sang cucu tak mau menuruti perintahnya.
03:45Saat itu korban tengah asyik bermain, pelaku pun meminta korban untuk makan siang dan kemudian lanjut tidur.
03:53Namun korban dianggap menolak perintah tersebut.
03:56Sang nenek naik pitap, lalu tega menganiaya korban menggunakan kayu dan paralon bertubi-tubi.
04:04Tubuh korban yang ringkih pun tumbang.
04:18Terima kasih telah menonton.
04:36Membukul lagi di umumnya yang mengibatkan salah satu korban meninggal dunia.
04:44Untuk motifnya, sementara terdapat bahwasannya terduga pelaku ini melakukan karena anak korban ini tidak menuruti perkataan dari terduga pelaku.
05:00Sementara itu saudara, tetangga mengaku sehari-hari pelaku memang berkepribadian tertutup.
05:07Supraptini bilang, nenek berusia 64 tahun itu jarang bergaul sehingga sulit terpantau warga bagaimana perilakunya.
05:15Supraptini juga bercerita, semasa hidup korban kerap merasa takut dimarahi neneknya.
05:23Karena iba, para tetangga bahkan sering memberi uang kepada korban agar korban bisa jajan.
05:30Diketahui, keluarga korban hidup di bawah garis kemiskinan.
05:34Sang ayah bekerja serabutan, sementara sang ibu bekerja sebagai tukang pijat.
05:42Jadi kayak kehidupannya di dalam itu kan enggak anak-anak yang ngerti.
05:46Bocah kan ketakutan kalau ditanya, nyantin dok, ada mbakku.
05:50Oh ketakutan, kalau jajan-jajan itu kan enggak bawa uang.
05:53Itu kadang minta ke mbak saya, boleh dikasih aja mbak.
Komentar