Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa membantah pernyataan Rismon Sianipar yang menuding Roy Suryo sebagai peneliti gadungan lantaran hanya menulis sedikit di buku Jokowi's White Paper.

Tifa menilai pernyataan Rismon yang menjatuhkan Roy Suryo tidak dapat dibenarkan.

"Pak Roy Suryo itu seorang dosen sama seperti saya, kemudian yang kedua pengakuan secara empirical based yaitu pengalaman. Kita tidak boleh melakukan judgement kepada orang yang bukan kompetensi kita. Saya malah jadi bertanya kepada Rismon benarkah dia ilmuwan, sebab ilmuwan itu tidak seperti itu," ujar Tif dalam konferensi pers di Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, kata Tifa, Rismon belakangan ini berperilaku seperti preman.

Baca Juga Blak-blakan! dr Tifa Tanggapi SP3 Rismon di Kasus Ijazah: Strategi Jokowi, Dia Khawatir di https://www.kompas.tv/nasional/663817/blak-blakan-dr-tifa-tanggapi-sp3-rismon-di-kasus-ijazah-strategi-jokowi-dia-khawatir

#rismonsianipar #drtifa #roysuryo

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663819/tifa-bela-roy-suryo-usai-dituding-rismon-peneliti-gadungan-saya-jadi-bertanya-benarkah-dia-ilmuwan
Transkrip
00:00Saya sangat keberatan ya dengan apa yang disampaikan oleh Rizmon ya, yang mengatakan bahwa karena Mas Roy itu hanya menuliskan
00:1148 halaman atau 50 halaman itu kemudian tidak bernilai, itu soal besar.
00:16Kemudian juga yang menunjukkan bahwa ini Rizmon saya juga jadi bertanya apakah dia benar-benar seorang ilmuwan yang layak memegang
00:23gelar ya, karena bagi kami para ilmuwan tidak boleh kita melakukan justifikasi terhadap ilmuwan yang lain yang bukan kompetensi kita.
00:33Jadi dari awal ya saya seorang neuroscientist begitu ya, itu saya teguh kepada ilmu saya, lalu siapa yang kemudian melakukan
00:44validasi terhadap ilmu saya?
00:46Ya neuroscientist juga, jadi seperti dua saksi ahli yang sudah hadir, yaitu Profesor Zainal Mutakin dari Ustadiponegoro dan Dr. Rido
00:55Rahmadi, itulah orang yang melakukan validasi terhadap ilmu saya.
00:59Ya, jadi tidak ada kita tuh boleh melakukan justifikasi atau boleh melakukan penilaian apalagi menjatuhkan ilmuwan yang lain.
01:06Mas Roy Surya itu ahli telematika yang diakui sudah 30 tahun lebih menjadi saksi ahli partner dari kepolisian.
01:14Ya, jadi, apa namanya, legitimasi atau pengakuan keilmuan itu ada dua, ya legitimasi itu ada dua.
01:23Satu dari, dia seorang akademisi ya, Pak Roy Surya itu adalah seorang dosen sama-sama seperti saya.
01:29Kemudian yang kedua adalah pengakuan secara empirical based, yaitu pengalaman.
01:33Dan kita tidak boleh melakukan judgment kepada orang yang bukan kompetensi kita, gitu loh.
01:39Nah, ini saya malah jadi bertanya kepada Rismon, benarkah dia ilmuwan?
01:43Sebab ilmuwan tuh tipikalnya nggak seperti itu, karakter ilmuwan tuh nggak seperti itu.
01:47Menurut saya, akhir-akhir ini Rismon kok seperti preman ya?
01:51Bukan seperti ilmuwan lagi, seperti yang kami kenal beberapa bulan yang lalu.
01:55Dan kami kagum, dan kami bangga, gitu loh.
01:58Tapi, kok akhir-akhir ini Rismon ini bukan lagi seperti ilmuwan, seperti luntur, gitu.
02:02Makanya saya mau tanya, ini Rismon masih pegang KTP ini nggak?
02:05Jangan-jangan gelar yang ada di KTP ini juga luntur juga, hilang juga, gitu ya.
02:09Kita perlu pertanyakan.
02:10Makanya seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Alkatiri ya, kami akan ke Desa Klaten ini juga, ke Kali Kotes ini.
02:16Untuk melihat di Dukcapil di Klaten sana, ini KTP-nya Rismon benar apa?
02:21Dari pasar pramuta nih, gitu loh.
02:24Iya kan?
02:24Karena kalau iya, kita perlu, ini pidana loh.
02:27Kenapa?
02:28Kalau KTP ini cuma dikandungin di dompet, nggak dipakai apapun, silakan.
02:32Tapi begitu KTP ini dipakai, di polda, di pengadilan, nah ini persoalan, gitu loh.
02:37Jadi hati-hati Rismon ini.
02:39Kalau, apa namanya, mau kan statement, ya bermain hukum, gitu ya.
02:44Nah, ya kan, nantang-nantang begitu kan ya.
02:48Ya bukan ancaman ya, masih nantang-nantang seperti itu.
02:51Buat saya sih, itu anak kecil.
02:53Memang memang bocil.
02:54Bocil, nantang-nantang, begitu.
02:56Bukan itu, bukan ilmuwan.
02:57Ilmuwan tidak begitu.
02:59Nyesel nggak kenal ya, Ruto?
03:00Kenapa?
03:01Nyesel nggak kenal dulu.
03:02Nggak nyesel juga, kan itu pengalaman ya.
03:04Artinya pengalaman berjumpa dengan seseorang yang berani gitu loh, pakai gelar yang, apa namanya, tidak berhak untuk daya sandang, lalu
03:13kemudian kemana-mana dia bicara tentang ilmu dan sebagainya.
03:15Saya juga perlu sampaikan di sini, sangat mustahil Rismon akan menjadi saksi atau ahli dari polisi atau meringankan Pak Joko
03:24Widodo.
03:24Sangat tidak mungkin.
03:26Karena yang pertama ditanyakan adalah, gelarnya dia dulu nih.
03:31Kalau dia tidak punya gelar dokter, tidak punya gelar master eng, apalagi nih gelar penipuan, dia tuh dia punya hak
03:37untuk menjadi saksi ahli di pengadilan manapun.
03:42Jadi itu yang perlu dipertegas oleh siapapun.
03:46Nah, di kalangan termul sendiri sekarang juga terjadi DVD etip.
Komentar

Dianjurkan