Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wapres ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla bicara soal dugaan politisasi terkait dirinya dilaporkan ke polisi terkait ceramah di UGM hingga kaitannya dengan dirinya laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri.

Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat menyampaikan klarifikasi terkait ceramah di UGM pada Sabtu (18/4/2026).

Jusuf Kalla mengatakan bahwa kubu Rismon Sianipar berencana bertemu dirinya, namun dirinya memilih tidak ingin menemui kubu manapun dan memilih netral.

#jusufkalla #breakingnews #ugm

Video Editor: Laurensius Galih

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663756/saat-jusuf-kalla-tunjukkan-isi-chat-kubu-rismon-cs-ingin-bertemu-terkait-kasus-ijazah-jokowi
Transkrip
00:09Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan si Rismon.
00:23Dan kedua saya mengatakan bahwa ini selalu dua tahun rakyat ini bertentangan, saling mengadu, saling berteriak-berteriak, Bik Devon.
00:41Sudahlah Pak Devon, Pak Jokowi. Sudahlah.
00:46Kasihlah ijazah saja.
00:50Itu saja. Timbul lain. Sentisi segala itu ijazah.
00:55Kenapa sih? Dan saya itu asli. Kenapa tidak kesilihan?
01:01Kenapa tidak kesilihan?
01:04Membiarkan masyarakat ini berkelahi diri sendiri.
01:08Saling membangkit masyarakat. Dua tahun.
01:11Ini saya ingin kasih tahu sama anda.
01:17Saya berpasangan dengan, saya wakilnya Pak Jokowi.
01:21Tapi, karena setelah selesai, maka kita sebuah warga negara biasa.
01:28Saya lebih tua dari dia.
01:31Jadi sebagai orang yang lebih sedia, saya nasihati.
01:36Banyak yang mengatakan, apa lagi Pak Jokowi itu?
01:40Apa kurangnya Pak Jokowi ke Pak Jokowi sehingga begini?
01:44Apa satu dulu Pak Jokowi?
01:46Ada tak? Ada tak? Satu dulu enggak?
01:50Ada enggak?
01:53Salawan enggak Pak Jokowi?
02:00Si Rismun, mau ketemu saya dengan tujuh orang.
02:06Saya tidak terima.
02:08Mana jadi?
02:14Minta waktu, nanti di pilihkan WA-nya.
02:19Oleh temannya yang...
02:22Saya minta.
02:22Satu lah.
02:25Rui suruh muka itu.
02:27Satu lah.
02:30Dumi saya monestral.
02:32Mana itu...
02:34Haa, ini lah.
02:38Baiklah.
02:43Dia mau ketemu saya dengan tujuh orang.
02:55Bolehkan buku.
02:56Dia akan coba buku saya.
03:00Mau ditemani oleh beberapa orang.
03:02Kakak tahu lah.
03:04Kakak tidak mau campur dengan urusan.
03:08Tapi...
03:11Ini soal Rismun ini.
03:14Sudah melibatkan semua orang.
03:16Dituduhlah saya.
03:17Dituduh Puan.
03:17Dituduh SBI.
03:19Itu pengalihan saja.
03:22Jadi saya marah.
03:23Kenapa?
03:23Apalagi saya.
03:24Dituduh kasih 5M.
03:26Mana saya kasih 5M?
03:28Ketemu saja tidak tahu saya.
03:31Kenal pun tidak.
03:33Ini buktinya.
03:35WA-nya.
03:38Tidak.
03:39Saya bilang.
03:40Jadi jangan terima.
03:41Saya bilang lagi.
03:42Mau berhubung-hubungnya.
03:44Menunggu saya.
03:45Tidak mau saya.
03:48Kenapa tiba-tiba.
03:49Saya titip sekali.
03:50Saya katakan.
03:51Saya seniornya.
03:54Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta?
03:56Saya yang bawa ke Jakarta.
03:58Untuk jadi gubernur.
04:01Saya bawa.
04:03Saya ke Ibu Mega.
04:05Ibu.
04:06Ini calon baik.
04:08Orang PDP.
04:09Ah.
04:09Jangan.
04:10Dan saya datang lagi.
04:13Akhirnya beliau.
04:15Tentu.
04:16Jadilah gubernur.
04:17Itu pun saya.
04:20Ya.
04:21Kasih.
04:24Sehingga.
04:26Waktu.
04:29Waktu dia menandai gubernur.
04:31Setelah ke Ibu Mega.
04:33Datang sama saya.
04:34Ucapan terima kasih.
04:36Apa kurangnya saya.
04:38Coba.
04:39Saya bawa ke Jakarta.
04:44Kasih tahu semua itu.
04:46Terumur-terumur itu.
04:48Jokowi jadi presiden karena saya.
04:53Kan tanpa gubernur.
04:55Mana bisa jadi presiden.
04:58Coba aja.
05:01Datang ke rumah.
05:02Ucapan terima kasih.
05:04Karena setelah ke Ibu Mega dulu.
05:06Sebagai orang.
05:07Baru datang sama saya.
05:12Coba.
05:14Jadi jangan bilang.
05:15Apa.
05:16Jokowi.
05:17Sayang bantu Jokowi.
05:19Gue.
05:20Tanya sama beliau.
05:22Kasih lihat foto ini.
05:27Itu masih pakai baju.
05:29Kotak-kotaknya.
05:36Nanti.
05:38Jadi jangan macam-macam itu.
05:41Hock.
05:43Hock.
05:45Hock.
05:47Hock.
05:50Hock.
05:51Memang.
05:51Nanti dua tahun dia gubernur.
05:53Okey.
05:53Silahkan.
05:53Saya tidak campur.
05:54Saya tidak pernah datang.
05:55Buat gubernur.
05:57Tiba-tiba.
05:58Saya bilang lagi.
06:00Eh.
06:01Belum cukup pengalaman.
06:03Jangan.
06:04Lancerusak negeri ini.
06:10Tapi.
06:11Ibu Mega.
06:12Kasih tahu saya.
06:13Dia tidak mustahil.
06:14Kalau saya tidak wakilnya.
06:16Kenapa.
06:17Saya mesti wakil.
06:19Karena.
06:20Pak Jika yang paling berpengalaman.
06:22Bimbing.
06:23Janganlah dia.
06:26Aduh.
06:26Saya mau pulang ke kampu waktu itu.
06:28Saya pulang ke Bekasa.
06:30Bukan jangan.
06:32Pak Yusuf dan Pini.
06:33Saya tidak mustahil kalau bukan Pak Yusuf.
06:36Ibu kan saya minta.
06:39Bukan.
06:40Ibu Mega yang minta sama saya.
06:44Agar dan Pini.
06:45Karena.
06:46Beliau tidak ada pengalaman.
06:50Tidaklah.
06:51Coba.
06:52Minta maaf ya.
06:56Kasih tahu semua itu.
06:58Buser-buser itu.
07:00Dia tadi tidak jadi gubernur kalau bukan saya.
07:07Ngerti.
07:15Dia rumah ini.
07:18Dia rumah ini di depan.
07:20Begitu pulang dihubungkan.
07:22Menang.
07:23Datang langsung ke.
07:25Langsung ke.
07:32Itulah ceritanya.
07:36Kenapa itu?
07:37Kenapa?
07:38Saya tidak pernah minta jadi wafres.
07:40Sama dia.
07:42Hanya Ibu Mega.
07:44Bukan memaksa.
07:45Mendorong.
07:46Jangan Pak Yusuf.
07:47Saya tidak memutihkan kalau bukan Pak Yusuf yang diwakilnya.
07:49Bahaya ini.
07:52Coba cek saya Ibu Mega.
07:55Saya tidak pernah bicara Jokowi.
07:57Untuk minta wafres.
07:58Tidak pernah.
08:02Tidak pernah.
08:04Jadi orang.
08:05Kenapa tiba-tiba.
08:06Iya.
08:07Karena bahaya negeri ini.
08:08Kalau dia.
08:09Kalau dia.
08:10Sudah dipilih.
08:11Jadi.
08:12Saya orang Golkar.
08:13Bayangkan.
08:14Orang Golkar.
08:14Tapi oleh PDIP.
08:16Menjalankan sahawak.
08:17Bukankan wafres partai.
08:19Hanya karena perlu dibantu.
08:21Beliau ini.
08:22Perlu dirampingi.
08:28Kalau tidak rusak negeri ini.
08:32Itu pendapat Ibu Mega.
08:36Bayangkan Ibu Mega itu.
08:39Dia mencalongkan.
08:40Dia mengatur.
08:42Tapi dia hanya hati.
08:46Ibu Mega luar biasa.
08:48Orang paling demokratis.
08:52Ibu Mega.
08:54Mengatur semua.
08:55Dia.
08:55Saya pun pulang ke Bekasa.
08:57Jangan dulu pulang.
08:59Bagi itu.
09:03Bantu ini.
09:05Aduh.
09:06Bagaimana ini saya urus perusahaan.
09:12Jadi.
09:14Ya.
09:14Akhirnya okeylah.
09:18Jadi.
09:19Waktu pertama.
09:20Saya tidak pernah kata.
09:21Walaupun saya bawa.
09:22ke Jakarta.
09:26Tanya semua orang.
09:27Tanya.
09:27Amin.
09:28Ini dekat di Solo.
09:32Nah.
09:33Saya datang sama dia.
09:34Eh.
09:35Pak Jokowi.
09:37Ini.
09:37Ibu Mega.
09:38Ibu Mega minta saya.
09:39Dampingi Bapak.
09:42Dia.
09:43Saya tidak mau tanah.
09:44Kenapa begini.
09:46Tapi ya.
09:47Saya demi negara.
09:48Saya kerjakan.
09:51Demi negara.
09:53Bukan demi Jokowi.
09:54Demi negara.
09:55Saya kerjakan.
09:56Tugas itu.
10:00Saya tidak pernah katakan.
10:04Ya.
10:06Saya cenderangkan
10:08Ya
10:09Oke
10:11Itu tadi
10:13Jangan lupa lagi
10:13Kalian
Komentar

Dianjurkan