Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan tersangka Rismon Sianipar dalam kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo. Penghentian penyidikan terhadap Rismon tersebut tidak menggugurkan status tersangka lainnya di persidangan.

Lalu, benarkah seiring bertambahnya pihak yang mengakui ijazah Jokowi asli, kian melemahkan tudingan Roy Suryo dan pihak lainnya terhadap ijazah Jokowi? Dan benarkah tak lama lagi berkas perkara Roy dan pihak terkait naik ke kejaksaan?

Simak dialog KompasTV bersama Roy Suryo dan Andi Azwan selengkapnya.

Baca Juga Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Berkas Roy Suryo Cs Kembali Dilimpahkan ke Kejati DKI di https://www.kompas.tv/nasional/663735/babak-baru-kasus-ijazah-jokowi-berkas-roy-suryo-cs-kembali-dilimpahkan-ke-kejati-dki

#jokowi #ijazahjokowi #roysuryo #rismonsianipar

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663743/panas-debat-roy-suryo-dan-andi-azwan-soal-kasus-ijazah-jokowi-usai-rismon-terima-sp3-segera-p21
Transkrip
00:00Lalu benarkah seiring bertambahnya pihak yang mengakui ijazah Jokowi asli, kian melemahkan tudingan Roy Suryo CS terhadap ijazah Jokowi?
00:08Dan benarkah tak lama lagi berkas perkara Roy CS naik ke kejaksaan?
00:13Kita bahas bersama Roy Suryo dan Andi Azwan yang sudah hadir bersama kami di studio.
00:16Selamat petang Mas Roy.
00:17Petang, Sidi.
00:19Mas Roy, tadi kalau kata Bang Ahmad Ali, dengan udah nambah daftar orang-orang yang balik badan dari Mas Roy
00:26Suryo,
00:26kubu Anda makin lemah dan jadi terpecah, bener nggak?
00:30Mana ada makin lemah?
00:31Lihat tuh, Ahmad Ali mungkin perlu menggunakan indera penglihatannya dengan jelas ya ketika di DPR kemarin.
00:37Tidak hanya kami, Purnawirawan TNI juga ada di sana, teman-teman dari UI ya, dari Sivitas Akademika UI juga, UI
00:47Watch juga ada, dan juga dari para ulama ada di sana.
00:50Kita nggak terlalu memperhitungkan ya apa itu yang tadinya memang mengaku ketua TPUA itu ya, karena apa?
00:56Karena dia, ini koreksi untuk Ahmad Ali ya, kupingnya juga pakai lagi ya, tidak pernah ada pengakuan ijasa asli itu
01:03dari Egi.
01:04Egi tetap mengatakan ijasanya palsu dan dia tidak minta maaf.
01:07Itu pinter banget Egi tuh, jadi datang memang ke Solo, kemudian kayaknya sudah oke gitu ya.
01:13Untuk dapet SP3, begitu dapet SP3, Egi tidak mengakui, itu namanya cerdas.
01:17Tapi kan kalau nggak minta maaf, nggak mungkin RJ-nya disetujuin dong?
01:20Iya, kata Egi nggak pernah minta maaf, maka coba Egi kapan-kapan diundang ya, dia minta maaf nggak?
01:25Dia akan mengatakan tidak minta maaf, itulah cerdas ya Egi, lain dengan yang si Omon ini ya gitu.
01:30Udah gitu nggak berani lagi lihat terus pakai, lucu banget deh kalau saya lihat kemarin tuh, ya di Polda Metro
01:35pakai kacamata hitam gitu,
01:37sepasang lagi ada yang juga pakai kacamata hitam, makanya nggak bisa lihat ya, nggak bisa baca dengan jernih ya gitu.
01:42Karena apa? Malam-malam kok pakai kacamata hitam, masyarakat aja pasti udah ngetawain lah.
01:47Tapi kalau dia bilang semakin banyak yang balik badan kan artinya tudingannya jangan-jangan makin lemah juga.
01:52Enggak, mana ada semakin banyak, cuma tambah satu ya, dan satu itu nggak kita hitung.
01:57Karena dia semenjak udah dilaporkan oleh, bahkan lebih ya sana ya, bahwa ijazah di, apa, dokternya di Yamaguchi itu ternyata
02:05bohong, ya gitu bodong.
02:07Dia sudah kami anggap endgame, selesai gitu ya. Jadi sudah endgame, dia udah selesai, dan nggak kami hitung lagi, udah.
02:13Nggak ada kekuatannya sama sekali si Omon itu. Ya gitu, bahkan jangankan teman-temannya yang ditipu.
02:19Tuhan aja ditipu sama dia kok, gitu, dengan dia memalsukan, atau keluarganya, memalsukan surat kematiannya.
02:25Ini kan jahat banget gitu ya artinya. Dan saya gini dia, kalau sama Egi, sama DHL, oke lah terserah mereka.
02:32Mereka mau ketemu dengan Jokowi, tapi kan mereka nggak perlu berkhianat ya.
02:37Menjulang-julangkan teman-temannya. Omon ini udah bener-bener sehinah-hinahnya di depan publik, ya.
02:43Kalau mau lihat komentar sehinah-hinahnya, buka deh komen dia.
02:46Kalau dia podcast itu, ya di akademinya itu, buka deh komen dia kalau berani.
02:51Komennya aja ditutup, pengecut dia.
02:53Tapi kenapa Anda menggunakan diksi berkhianat gitu? Ini karas banget.
02:56Oh jelas. Sekarang coba deh, kita buka KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia.
03:01Apa sebutan khianat itu?
03:03Khianat adalah orang yang mengkhianati perjuangan. Udah jelas, nggak boleh marah dia.
03:07Itu ada di KBBI. Artinya, memang dia berkhianat. Itu kata lawyer saya, tapi saya juga bilang.
03:12Oke, saya tanya dulu. Bang Andi, setuju nggak kalau dibilang berkhianat?
03:15Nggak lah. Saya nggak setuju bahwa berkhianat.
03:17Kalau versi dia berkhianat, kalau dia ini kembali ke jalan yang benar.
03:21Artinya begini, tidak mudah seorang yang quote-unquote kata ilmuwan itu,
03:27mendowngrade dirinya dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan selama ini penelitiannya adalah salah besar.
03:35Itu nggak gampang untuk bisa menerjemahkan hal itu.
03:40Karena akan bertentangan dengan batinnya dan juga bertentangan dengan masyarakat yang menilai itu.
03:46Tapi, biar bagaimanapun, kita juga apresiasi.
03:50Artinya, Rizmond ini secara gentle menyatakan kepada publik saya berbuat salah dalam hal ini.
03:58Saya juga ada diskusi. Saya menanyakan, bagaimana metodemu sebetulnya?
04:02Dia bilang, ya saya salah di sini. Saya tidak menarik.
04:05Katakan histogramnya sampai ke 500 gradiennya seperti ini.
04:10Tapi, jelas ini adalah sesuatu hal yang memang garis tangan Tuhan untuk kita.
04:17Berarti, kalau menurut Anda satu sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya, seharusnya kasusnya sudah semakin lemah?
04:22Ya, kalau kita lihat, selama ini, Rizmond inilah adalah the key player dari grup mereka ini.
04:29Karena, bagaimanapun, kalau kita berbicara buku, Jokowi's White Paper itu, itu 480 halaman itu menceritakan secara teknis penelitian-penelitiannya seperti
04:41itu.
04:42Ya, dibandingkan, mohon maaf, kalau Roy Surya kan 49 halaman.
04:45Kalau kita lihat, saya sudah baca juga, itu tidak ada secara metodologi ilmiahnya dalam arti penggunaan yang telematika itu.
04:55Tidak ada, hanya bicara tentang, elah, era level analisis, yang elahnya itu seharusnya adalah bentuk analognya.
05:05Dan ini fotokopi, kalau fotokopis kemudian di-upload, artinya resolusinya semakin turun, semakin rendah.
05:12Orang nggak pernah belajar.
05:13Nah, tadi belum 49 halamannya?
05:14Nggak apa-apa, 49 halaman itu daging semua.
05:17Ya, kalau istilah orang-orang.
05:18Dan itu ada link-linknya, orang bisa buka itu.
05:20Dan satu lagi, kalau namanya peneliti ya, Omon kan mengakui, Sohyo sempat lihat, apa kata dia pertama kali?
05:2711 ribu triliun persen soal FON.
05:30Ternyata kemarin dengan mudanya dia bilang, ya saya salah, FON itu artinya bukan news roman, tapi times roman.
05:37Aduh, katanya pakar.
05:39Katanya S, tapi ternyata ya maklum lah, ternyata dia nggak lulus dokternya.
05:42Dan ternyata malah dokternya itu, malah apa namanya, sudah menggunakan surat kematian untuk tidak bayar beasiswa.
05:50Jadi yaudahlah, benar-benar sudah hilang integritas.
05:53Peneliti, mbak, itu tidak, bisa saja salah, tapi peneliti tidak boleh bohong.
05:58Di sini jelas, buat dia berbohong, dia mengatakan translasi, kemudian rotasi.
06:02Mana ada translasi, rotasi?
06:04Statement Pak Kasmujo, statement Prof Amat Sumitro, tidak ada yang lembar pengujian.
06:09Dan dia nggak bisa nge-claim loh, Kasmujo itu milik dia sendiri.
06:12Dia datang bersama Michael Sinaga, dia datang bersama Pak Janis, diantar oleh Pak Taufik.
06:16Jadi nggak bisa itu di-claim, bahkan buku dia di brand Endgame.
06:20Itu juga bahannya dari saya.
06:21Oke, berarti selain bikin buku, kemudian juga ketika Rismos Yangnipar mendapatkan SP3 kemarin,
06:25Anda juga demo di DPR, kamu harus sampai gitu lagi, putus asa jangan-jangan.
06:29Nggak sama sekali, kalau putus asa itu diam di rumah pakai kacamata hitam gitu ya, itu putus asa.
06:34Terus mau ngapain dong maksudnya?
06:35Loh, kita jelas, kita kan semakin menegaskan bahwa kami itu lantang bertadiah,
06:39dan bahkan makin banyak dukungan dan simpati dari masyarakat.
06:42Yang satu aja deh, kesederhana aja sekali lagi, kalau pengen bukti.
06:46Silahkan baca komen di pemberitaan, di Anu, di soal kemo.
06:50Dan coba, Oman tadi, hidupkan komennya.
06:54Oh, bahwa deh kalau berani, hidupkan aja komen di situ.
06:56Dia pengecut, nggak berani menghidupkan komennya.
07:00Jadi kan nampak banget lah itu.
07:01Oke, kalau bangannya melihatnya sampai harus demo turun ke jalan depan DPR,
07:05Anda melihat itu langkah apa?
07:06Desperate.
07:09Desperate, putus asa untuk itu.
07:11Ya enggak loh, putus asa itu dia.
07:12Ya, menurut saya, bosen lah dia di polda teriak-teriak, gitu.
07:16Nggak didengar ya kan, dicuekin gitu.
07:19Tukang nasi uduk aja ngeliatnya, ngelihos kok.
07:22Nah, sekarang dia mencari perhatian publik.
07:24Nggak ada di polda.
07:26Di depan DPR, apakah diterima oleh kota Dewan?
07:28Kan nggak, ya kan?
07:29Memang kita nggak perlu kita tutup pintunya.
07:32Ya mungkin, ya kalau saya lihat itu hampir 3.000 orang yang hadir.
07:353.000 orang yang hadir, Mbak Sindi, itu 2.500 itu tidak kelihatan orangnya.
07:41Yang ada cuma 500 dan 500.
07:44Berarti ini...
07:45Petugas-petugas kepolisian.
07:47Jadi, kalau saya menurut saya, apa yang dilakukan itu adalah mencari sensasi lah.
07:54Untuk DPR itu, biar tetap menjadi spotlight dari media mainstream dan media lain.
07:59Kan seperti ini.
08:00Nanti saya sampaikan.
08:01Tapi, Bang Adi ini kan sudah mau satu tahun, tapi belum juga dilimpahkan.
08:06Saya akan jelaskan di sini, tadi saya di polda metro, saya mengikuti.
08:12Sudah dilimpahkan kekejaksaan.
08:14Kita tunggu.
08:15Itu kapan hari ini?
08:16Ya, kemarin.
08:16Oh, kemarin.
08:17Sudah dilimpahkan kekejaksaan.
08:19Tadi kan ada press conference oleh polda metro Jaya.
08:25Dipimpin oleh Kombes Iman Imanuddin.
08:29Beliau menjelaskan tentang SP3 Rismon itu.
08:32Yang ini saya juga bawa.
08:34Saya tunjukkan di sini SP3-nya.
08:36Sudah ada.
08:37Ya, SP3-nya.
08:39Dan secara resmi diumumkan oleh polda metro Jaya.
08:42Kemudian juga mengenai hal-hal yang lain.
08:46Dan yang paling menarik itu adalah bahwa itu sudah dilimpahkan di kekejaksaan.
08:51Ini klaster kedua?
08:51Ini artinya ini?
08:52Klaster kedua.
08:52Klaster kedua?
08:53Oke, berarti dalam waktu dekat Anda yakin Anda sekiranya dipersidangka?
08:57Prediksi saya, waktu itu juga di Kompas, di awal April.
09:02Predisinya salah terus, Pak.
09:04Apalui April.
09:04Tartatlah.
09:05Bahwa saya, untuk Rismon, SP3-nya itu mid of April.
09:10Dan ternyata itu benar.
09:12Dan prediksi saya sekarang,
09:14Salah, saya tiga.
09:15Salah terus.
09:15Akhir April, end of April, P21 done, akan ditahan.
09:22Berarti kalau misalnya waktu persidangan semakin dekat dengan sudah P21,
09:26Pak Jokowi Anda bisa jamin akan datang di persidangan.
09:28Berulang kali dikatakan oleh Pak Jokowi, kepada kami, kepada publik, kepada media mainstream.
09:34Terdas pertanyaan, Pak Sindi.
09:35Beliau akan hadir, karena itu adalah trial pengadilan untuk dirinya.
09:42Dan bawa ijasahnya?
09:43Jelas.
09:44Ijasa untuk S1 itu dan SMA itu ada di kepolisian.
09:48Pasti itu adalah barang bukti yang juga dilimpahkan untuk itu.
09:51Tukang bohong dipercaya.
09:52Ijasa S di SMP menjagakan bagi.
09:54Kalau itu diminta oleh pengadilan.
09:57Tapi kan kalau kita mundur juga ke sidang gugatan perdata yang di Solo,
10:00objeknya sama-sama ijasa tapi nggak pernah berada.
10:03Jadi begini, Pak Sindi, kita harus melihat apple to apple untuk itu.
10:07CLS adalah penggugatnya warga negara terhadap institusi atau pemerintah.
10:12Yang jelas dia nggak datang.
10:13Bukan untuk perorangan.
10:15Dan itu adalah sidang perdata.
10:17Dan hasilnya apa?
10:19Yang penting nggak ada.
10:19NO.
10:20Nggak jelas untuk itu artinya bahwasannya mereka ini sudah tidak diterima untuk itu.
10:26Hadapi saja secara gentle ini, kita akan memasuki etapa terakhir.
10:32Jangan salah.
10:32Etapa terakhir itu adalah di pengadilan.
10:35Oke, Bang Roy.
10:36Sekarang tanggapan Anda.
10:36NO itu harus jelasin ya supaya orang tahu.
10:38NO itu kepandekan dari need of her class ke her class.
10:41Artinya apa?
10:42Itu artinya tidak diterima atau pengadilan tidak berani menyidangkan itu.
10:47Bukan ditolak loh ya.
10:48Salah banget kalau ada yang orang-orang bilang, kamu sudah menang.
10:50Menang apa?
10:51NO itu tidak menang.
10:52NO itu pengadilan tidak berani menyidangkan itu.
10:54Ya gitu, karena mungkin dia takut itu.
10:56Tapi yang jelas apa?
10:57Soal pelimpahan.
10:59Kalau kita lihat statementnya Andi Aswan ini,
11:01sudah dari tahun yang lalu bilang,
11:02bahkan bulan Juli waktu itu malah sudah bilang,
11:04Juli itu kami statusnya masih terlapor, belum tersangka.
11:07Sudah bilang, ini sudah segera P21 sudah segera akan tetapkan tersangka
11:12nanti isidang pengadilan nanti Agustus.
11:15Apa itu tahun lalu dia sudah ngomong gitu?
11:17Ketawa aja kita ya.
11:19Kemudian ketika November, kami ditetapkan jadi TSK.
11:21Sudah ngomong langsung, awal tahun depan,
11:23ya tahun baru di penjara.
11:25Itu sudah ngomong begitu.
11:26Mana buktinya?
11:28Tapi kalau tadi kata Bang Adi, sebenarnya sudah dilimpahkan nih kata polisi.
11:31Dilimpahkan mulai tanggal 13 Januari,
11:34itu sudah dilimpahkan.
11:36Dilihat oleh kejaksaan,
11:37ini apa kayak gini kok dilimpahkan.
11:39Kurang semua, makanya diperiksa lagi.
11:41Jokowi diperiksa lagi.
11:42Kemudian malah ada media-media diperiksa.
11:45Itu namanya berkasnya bodong itu, belum apa-apa.
11:48Sekarang katanya sudah dilengkapi.
11:50Kita lihat lah tadi ya,
11:52itu akan P21 enggak.
11:53Itu namanya P99, itu harusnya,
11:55itu sudah benar-benar di-stop.
11:57Karena apa?
11:58Sudah melampaui lebih dari 2 bulan.
11:59Kalau ngikutin aturan ya.
12:01Tapi kan ada tuh orang yang katanya penasehatnya,
12:04ahli, tapi benar-benar kacau tuh.
12:06Malah merusak tatanan di kepolisian sendiri gitu.
12:08Karena apa?
12:09Karena dia kemudian mengatakan,
12:11oh itu biasa kok dilanggar.
12:12Nah tapi kalau misalnya sidang nih dalam waktu dekat,
12:14sudah dijadwalkan.
12:15Misalnya sudah lengkap semua berkas perkara.
12:17Terus saksinya responsinya ini par.
12:20Mana bisa orang yang tidak punya integritas jadi saksi.
12:24Pasti akan ketolak lah.
12:25Orang yang enggak punya integritas,
12:26sudah bohong.
12:27Dan kemudian dia berbohong itu apa?
12:29Coba nanti dicek dia ya,
12:31identitasnya saja.
12:32Misalnya dia dicek identitasnya saja,
12:34nanti akan dikatakan,
12:35sudah enggak mungkin lagi identitasnya sudah enggak benar.
12:37Ya dia kemana-mana dia mengatakan,
12:39dia adalah dokter.
12:41Padahal dokternya itu bohong.
12:44Nah dari situ saja,
12:45ini dia di KTP dia nulis dokter.
12:47Dari sini aja ini dah penipuan ini.
12:49Oke.
12:50Ya ini udah pidana nih melanggar nih,
12:51penipu dokter,
12:52kemudian master NG.
12:55Ini enggak ada ini semua.
12:57Ayo kalau ini kemudian di,
12:58ini aman ya,
12:59sudah niknya udah saya hilangkan.
13:00Ya udah.
13:01Kalau gitu bang,
13:02ini tanggapan ada.
13:03Kalau misalnya Rizmo Sianipa,
13:04jadi saksi mahkota?
13:05Ya, jadi Rizmo Sianipa sudah menandatangani BAP,
13:09untuk sebagai saksi dari Pak Jokowi.
13:12Bukan saksi mahkota ya,
13:13salah itu.
13:14Sudah menandatangani itu,
13:16ya terserah dia bilang bukan saksi mahkota,
13:18yang khas buat kita,
13:19ini ada saksi kunci,
13:20karena dia di KTP.
13:20Wah, saksi kunci lah.
13:21Salah satu saksi kunci,
13:22dia KTP player untuk itu.
13:23Ya, berguna.
13:24Jadi,
13:25ya kalau kita melihat ya,
13:27apa yang dikatakan itu,
13:28dan selama ini prediksi saya,
13:30Alhamdulillah benar ini.
13:30Wah, mana bong semua itu udah ditanggap.
13:32Nanti akhir April seperti APRA,
13:35karena kalau sudah PS19 itu udah komplit,
13:38apa yang diminta oleh Kejaksaan,
13:41kenapa kan ada,
13:43apa namanya,
13:44yang RJ.
13:45Nah, disitulah,
13:46karena di RJ itu,
13:47kena dikeluarkan,
13:49yang sudah diterima itu,
13:51yang sudah mendapatkan yang namanya SP3 itu.
13:53Setelah dikeluarkan,
13:55baru kan ada BAP tambahan.
13:56Nah, ketika BAP tambahan itu udah selesai,
13:59ini sudah selesai,
14:00dikembalikan ke Kejaksaan.
14:01Oke, berarti akhir April ya,
14:02kita tunggu saja.
14:03Iya, akhir April kita tunggu saja.
14:05Yang menarik, sebetulnya.
14:06Yang menarik, ya.
14:07Gak bisa.
14:08Pertanyaannya gini aja,
14:09yang menarik adalah,
14:10apakah Roy Suryo dan Tifa ini akan ditahan?
14:13Eh,
14:14gak mungkin.
14:15Gak mungkin.
14:16Silahkan, silahkan.
14:18Silahkan.
14:19Boong terus itu, Andi Aswan itu,
14:20dan buktikan kebohongannya.
14:21Mas Roy Suryo dan Andi Aswan,
14:23terima kasih sudah berbagi bersama kami.
14:24Mbak Sindi, makasih.
14:25Terima kasih.
14:27Berkas kasus penyiraman air keras Andrionus
14:29telah dilempahkan ke pengadilan militer.
Komentar

Dianjurkan