- 14 jam yang lalu
- #pulausampah
- #jakarta
- #pencemaran
JAKARTA, KOMPAS.TV - Bagi Syahril, nelayan Muara Angke, perubahan kondisi laut Jakarta bukan sekadar cerita.
Pria yang telah melaut lebih dari 50 tahun ini mengaku menyaksikan langsung bagaimana kawasan Kali Adem berubah drastis dari waktu ke waktu.
Kini, menurut Syahril, kondisi air telah berubah akibat pencemaran. Tak hanya limbah, sampah yang terus mengalir dari hulu juga menjadi persoalan yang semakin serius.
Menurut Syahril, setiap musim hujan volume sampah yang masuk ke kawasan Muara Angke meningkat drastis.
Tumpukan sampah yang terbawa arus laut itu bahkan membentuk pulau sampah di kawasan pesisir Jakarta.
Fenomena tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas nelayan.
Sampah yang mengapung juga kerap melilit baling-baling kapal. Tak jarang, nelayan harus menanggung kerugian akibat kerusakan peralatan kapal.
Lebih jauh, pencemaran laut juga berdampak pada hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber penghidupan para nelayan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kpbZOKo3cok
#pulausampah #jakarta #pencemaran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/673697/50-tahun-jadi-nelayan-syahril-saksikan-muara-angke-berubah-jadi-laut-sampah-dipo-investigasi
Pria yang telah melaut lebih dari 50 tahun ini mengaku menyaksikan langsung bagaimana kawasan Kali Adem berubah drastis dari waktu ke waktu.
Kini, menurut Syahril, kondisi air telah berubah akibat pencemaran. Tak hanya limbah, sampah yang terus mengalir dari hulu juga menjadi persoalan yang semakin serius.
Menurut Syahril, setiap musim hujan volume sampah yang masuk ke kawasan Muara Angke meningkat drastis.
Tumpukan sampah yang terbawa arus laut itu bahkan membentuk pulau sampah di kawasan pesisir Jakarta.
Fenomena tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas nelayan.
Sampah yang mengapung juga kerap melilit baling-baling kapal. Tak jarang, nelayan harus menanggung kerugian akibat kerusakan peralatan kapal.
Lebih jauh, pencemaran laut juga berdampak pada hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber penghidupan para nelayan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kpbZOKo3cok
#pulausampah #jakarta #pencemaran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/673697/50-tahun-jadi-nelayan-syahril-saksikan-muara-angke-berubah-jadi-laut-sampah-dipo-investigasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:10Intro
00:20Persoalan sampah yang tak terolah kini tak hanya mengancam daratan namun juga mengepung kehidupan dari atas lautan.
00:28Pembukaan sampah tak hanya terapung tergulung ombak namun kini telah bercampur dengan sedimen laut hingga membentuk pulau-pulau baru.
00:36Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas nelayan namun juga mengancam ekosistem laut hingga menjadi sumber pencemaran rantai makanan.
00:44Lalu seberapa jauh keseriusan pemerintah untuk mencegah laut kita agar tidak dipenuhi oleh pulau-pulau sampah.
00:51Inilah episode ke-75 di poinvestigasi. Saya diputuhi bahagia, saya akan menelusuri dan mencari bukti secara langsung dari pulau-pulau
00:58sampah yang mengepung pesisir Jakarta.
01:11Sudara wajah negara Indonesia sebagai negara maritim seolah tercoreng usai munculnya pulau-pulau sampah di pesisir Laut Ibu Kota DKI
01:21Jakarta.
01:26Kita akan coba lebih mendekat saudara untuk menuju ke pulau-pulau sampah yang kemudian menjadi akar persoalan dari pencemaran lingkungan
01:33yang ada di sini.
01:57Ini konturnya bisa dilihat ya sampah, bercampur dengan sedimen yang ada di laut, kemudian membentuk sebuah pulau.
02:05Mayoritas di sini sampahnya apa, Pak?
02:07Ya ini, apa? Plastik.
02:08Plastik ya?
02:09Kayu-kayu.
02:11Kalau laut ini sebenarnya bersih ya?
02:13Sampah sebenarnya dari aliran sungai semua, dari darat semuanya.
02:16Untuk luasnya, Pak, dari pulau-pulau sampah ini?
02:18Kalau panjangnya lebih kurang 400 sampai 300 meter.
02:22Butuh waktu berapa lama untuk membersihkan ini?
02:24Estimasinya sih dikurang satu bulan ya, Pak.
02:29Itu di sebelah kiri sampah juga, Pak?
02:31Sampah juga itu.
02:31Yang menumpuk seperti itu?
02:32Iya, sampah juga itu.
02:33Artinya di bagian depan, di sebelah kanan, di sebelah kiri, semuanya sampah?
02:38Lumpah sedikit, Pak, ini alur pelawadi, Pak.
02:42Mempengaruhi pendapatan Bapak sebagai nelayan?
02:44Ya, nelayan kita mencari ikan ya.
02:46Kalau di lautnya Limba, ya bagaimana ikan?
02:48Bisa-bisa dapat istilahnya ya.
02:54Saya akan coba dalami seberapa besar dampak sampah-sampah ini kepada para warga
02:59yang tinggal di wilayah terdekat dari pulau-pulau sampah.
03:06Kita bingung mau ngambilnya bagaimana caranya?
03:09Karena sampur dengan lumpur sampah kan?
03:13Artinya bisa dikatakan ibu hidup berdampingan dengan sampah?
03:16Iya, betul.
03:21Sampah laut, marine debris, itu tidak hanya di Jakarta, tapi di semua tempat juga seperti itu.
03:26Itu problem besar.
03:28KLH ini menyansi lebih dari 3.000 entitas.
03:32447 Pemkap dan Pemkot kita berikan sanksi.
03:36Berkaitan pengelolaan sampah.
03:40Di wilayah Morangke, dalam jangka waktu 8 tahun, mikroplastik meningkat 5 kali ini, Pak.
03:45Kami mengamati di 18 wilayah pantai yang ada di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai ke Papua,
03:49dari Manado sampai ke Kupang, ada wilayah-wilayah tertentu yang mau akumulasi sampah.
03:53Kalau di Jakarta sendiri, sampahnya itu belum sebanyak yang ada di wilayah-wilayah lain.
04:01Sudara wajar negara Indonesia sebagai negara maritim,
04:04seolah tercoreng usai munculnya pulau-pulau sampah di pesisir Laut Ibu Kota, DKI Jakarta.
04:11Kondisi ini, sudara, memaksa para nelayan tradisional kita harus hidup berdampingan
04:16dan tidak bisa secara bebas lagi melaut untuk kemudian mencari ikan.
04:22Saya telah berada, sudara, di Morangke, penjaringan Jakarta Utara,
04:28yang menjadi titik terdekat dari pulau-pulau sampah tersebut berada.
04:33Saya akan coba masuk ke dalam untuk melihat secara langsung seperti apa wujud
04:38dan juga penampakan dari pulau-pulau sampah termasuk juga
04:41saya akan berbincang secara langsung dengan nelayan tradisional kita
04:45yang terdampak oleh keberadaan pulau-pulau sampah.
04:50Sampah yang membentuk pulau baru di Teluk Jakarta
04:53mulanya adalah sampah-sampah yang mengapung di Muara Kali Adem.
04:57Memprov DKI Jakarta menyebut sampah-sampah itu
04:59terbawa aliran sungai yang melintasi Jakarta dan daerah penyanggak.
05:03Di bulan sampah ini lalu bercampur dengan sedimentasi di Muara Sungai hingga lambat laun
05:08menjadi seperti pulau di Laut Jakarta.
05:10Menurut kesaksian nelayan, timbulan sampah itu baru benar-benar terlihat di satu tahun terakhir.
05:16Timbulan sampah yang seolah membentuk pulau itu
05:18berjarak hanya sekitar 200 meter dari Muara Kali Adem.
05:22Pada 1 Juni lalu tampak pulau sampah sepanjang kurang lebih 400 meter
05:26dengan lebar 10 meter merintangi Muara Sungai.
05:29Sampahnya didominasi oleh sampah plastik sekali pakai dan juga kayu-kayu.
05:34Timbulan sampah di pesisir Jakarta ini bukan pertama kalinya.
05:37Februari lalu, tamparan sampah tampak menutupi pesisir Marunda Cilincing, Jakarta Utara.
05:43Sampah ini bahkan membentang hingga 1 kilometer di sepanjang garis pantai.
05:47Sementara itu di tahun 2023, timbulan sampah menumpuk di hutan Mangruf Muara Angke
05:53dan seolah membentuk daratan baru.
05:55Sampah yang didominasi plastik itu bercampur lumpur dan kedalamannya mencapai 10 meter.
06:01Tak hanya di Muara Angke, sampah menggunung hingga membentuk daratan di pesisir Jakarta
06:06juga tampak di kawasan Cilincing.
06:08Panjang timbulan sampah itu bahkan mencapai 50 meter.
06:12Dan pada tahun lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut
06:15ada 20 juta ton sampah yang masuk ke perairan Indonesia.
06:1916 juta ton sampah berasal dari daratan dan sisanya berasal dari aktivitas lau.
06:32Setelah saya tiba di Kampung Melayan, tempatnya di Kaliadem, Muara Angke Penjaringan.
06:37Jakarta Utara yang menjadi lokasi dari temuan, begitu banyaknya sampah.
06:43Tidak hanya di Kaliadem, tetapi juga di pesisir Jakarta yang kemudian membentuk pulau-pulau sampah
06:49yang tentu tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu aktivitas dari para nelayan.
06:55Saya akan coba datangi secara langsung, seperti apa penampakan dari pulau-pulau sampah
07:01yang ada tidak jauh dari lokasi saya berdiri saat ini, saudara.
07:05Tapi saya tidak akan sendiri tentunya.
07:06Saya akan ditemani dengan Pak Syahril, nelayan Muara Angke.
07:09Pak Syahril, terima kasih untuk waktunya, Pak.
07:10Ya, sama-sama.
07:11Pak Syahril, saya izin konfirmasi dulu.
07:12Bapak betul nelayan yang beraktivitas di Muara Angke?
07:16Ya, Bapak itu nelayan, Bapak Cintai Munir ya, Bapak dari kecil.
07:21Dari kecil, Pak?
07:21Dari kecil. Bapak sekolah cuma sampai kelas 3 SD.
07:24Terus Bapak orang tua nelayan, ya Bapak udah putih sekolah, sampai sekarang masih aktif.
07:30Bapak menjadi nelayan Muara Angke sejak tahun?
07:32Sudah lama, sudah lebih 50 tahun.
07:34Sudah lebih 50 tahun?
07:35Sudah 50 tahun.
07:36Oke, arti Bapak tahu seperti apa situasi Kaliadem ini, Pak ya?
07:40Muara Kaliadem sejak dulu sampai sekarang?
07:43Ya, benar.
07:43Seb, ingin tanya, apakah ada perubahan, Pak?
07:46Banyak perubahannya.
07:47Dulu Kaliadem Muara Angke ini luas sekali.
07:50Indah, aman, ini itu ya.
07:52Sekarang masih aman sih.
07:54Cuman, sekarang udah kena limbahnya itu.
07:56Dulu kalau kita baru kurang melaut, dari laut, kita langsung mandi-mandi, kadang minum air di sini.
08:01Boleh kita mendekat, Pak, untuk melihat airnya, Pak?
08:04Silahkan, silahkan.
08:04Ini kapal Pak Syahril?
08:05Ya, ini kapal saya, Pak.
08:06Saya izin ya, Pak ya?
08:07Silahkan, yang saya pakai sehari-hari ini, Pak.
08:09Saya akan memperlihatkan saudara lebih dekat kondisi air di sini, Pak ya?
08:14Ya, ini air.
08:15Oke, artinya dulu bahkan di area ini ada ikannya, Pak?
08:18Banyak ikannya dulu.
08:20Sekarang juga masih ada sih, ikan sapu-sapu.
08:22Ya lah, nggak ada.
08:24Saya izin coba lihat airnya, Pak ya?
08:26Silahkan, silahkan.
08:26Saya akan coba ambil saudara untuk melihat seperti apa kondisi airnya di sini.
08:30Ya, silahkan.
08:33Sebenarnya kalau secara kasat mata ini, ya masih terlihat bening ya, Pak ya?
08:37Tapi memang warnanya kuning.
08:40Penyebabnya, Pak, perubahan kondisi air di sini?
08:42Ya, penyebabnya limbah ya.
08:44Limbah pabrik, limbah rumah tangga.
08:47Selain limbah, Pak, yang menarik juga kita dari tadi melihat banyak sampah, Pak.
08:51Ya, sampah emang ada aja sih.
08:54Ya, apalagi kalau hujan turun dari Bogor, itu sampah akan penuh.
08:57Ya, itulah terjadinya di sana itu, pulau sampah, penuh pokor sampah itu ya, karena nggak ke ini.
09:03Walaupun udah diambil ya, sama petugas-petugas tetap aja nggak, nggak, nggak, apa, terpenuhi gitu ya.
09:09Mempengaruhi pendapatan Bapak sebagai nelayan?
09:11Ya, nelayan kita mencari ikan ya.
09:13Kalau di lautnya limbah ya, bagaimana ikan bisa dapat istilahnya ya?
09:17Ikan pun mati kadang-kadang.
09:24Memang kalau secara kasat mata kita lihat tadi, sampahnya mengalir di Kali Adem ini.
09:29Tapi kalau di sepanjang sana itu sampah semua ya, Pak ya?
09:32Iya.
09:32Bisa terlihat sampah di Kali Adem ini bahkan seperti berbaris untuk menuju ke salah satu titik,
09:38yaitu pulau-pulau sampah itu, Pak.
09:40Jaraknya jauh, Pak, dari sini, Pak?
09:41Dari sini ya sekitar 2 kilo-an lah pulau sampah itu.
09:45Sekitar 2 kilo.
09:45Boleh kita ke sana, Pak?
09:47Oke, siap.
09:47Oke.
09:55Setelah saya bersama dengan Pak Syaril, akan coba untuk lebih mendekat ya, Pak ya?
10:00Iya, iya.
10:00Ke pulau-pulau sampah yang kemudian viral beberapa waktu yang lalu, Pak.
10:04Ini mayoritas memang sampah-sampahnya plastik, Pak?
10:07Plastik, mayoritas plastik, Pak.
10:08Kebanyakan plastik.
10:09Oke.
10:10Saya akan tunjukkan ya, ini bisa dilihat.
10:12Ini sampah-sampah plastik.
10:15Bahkan ada yang karungan seperti itu ya, Pak ya?
10:19Iya, iya, iya.
10:19Ada yang karungan seperti itu, ada yang terbungkus plastik.
10:22Artinya memang kemungkinan besar ini sampah-sampah mungkin domestik ya, Pak ya?
10:25Iya, iya, benar.
10:26Sampah-sampah rumah tangga yang kemudian ada terbawa arus di kalinin.
10:32Bisa dilihat, ini banyak sekali sebenarnya.
10:34Dan bisa terbayangkan ketika memang dalam jangka waktu yang lama berkumpul menjadi satu
10:39dan pada akhirnya membentuk pulau sampah ya, Pak.
10:42Ini mengganggu, Pak?
10:43Mengganggu, Pak.
10:44Jaring-jaring pun pada kena plastik.
10:46Baling-baling aman, Pak?
10:47Baling-baling hanya, aku hanya plastik.
10:48Kena ini, kena plastik.
10:50Kena, gulung.
10:51Tadi berapa kali kena plastik itu.
10:52Ada mungkin sampah kayu, Pak?
10:54Ada, ada.
10:55Yang rusak sampah kayu itu.
10:57Yang bikin patah baling-baling.
10:59Ada kerugian nominal, berarti, Pak?
11:01Ada.
11:01Ini satu baling-baling itu harganya 100 ribu sekarang, Pak.
11:04Iya, kalau sampai dua kali patah, udah keadaan ekonomi sekarang lagi begini.
11:15Kita akan coba lebih mendekat ya, ke pulau-pulau sampah.
11:18Tapi sebelum kita tiba di pulau sampah saja, itu di depan sebelah kiri banyak tumpukan sampah juga, Pak?
11:24Banyak.
11:24Ini area apa, Pak?
11:25Ini hutan lindung, Pak, Jakarta Alam.
11:27Boleh mungkin kita mendekat ke sisi sebelah kiri ya?
11:30Karena itu banyak sekali ya sampah, Pak.
11:33Saya akan tunjukkan lagi ya, ini sampah-sampah yang kemudian ada di hutan lindung ya, Pak?
11:36Iya, hutan lindung ini.
11:37Seharusnya dipelihara, tapi justru malah hutan lindung saja tidak terlindungi.
11:41Iya, masalah, satwanya, apanya, kan masih banyak burung-burung, minyawak.
11:45Dan kita tidak tahu juga apakah hewan-hewan di sini juga makan-makan sampah ini, Pak?
11:49Ya, kita nggak tahu.
11:50Dia kan karena monyet-monyet itu pada di situ cari makan.
11:52Itu ya, banyak sekali.
11:53Iya.
11:54Monyet-monyet yang ada di sini.
11:56Iya, Pak.
11:57Oke.
11:59Kondisinya ini ada pagarnya, Pak, sebelumnya, atau gimana?
12:02Di pagar ini.
12:03Tapi rusak seperti itu?
12:04Rusak, ini baru sebentar, cuman baru bertahan adalah sekitar 2 tahun lah, udah rusak lagi.
12:08Ini kan ada kali masuk ke dalam.
12:10Sekitar 2 tahun udah hancur lagi.
12:13Dan air tentu sumber dari kehidupan,
12:15termasuk juga untuk hewan-hewan di sini,
12:17bisa dikatakan sangat tidak layak untuk dikonsumsi ya, Pak?
12:21Iya, karena udah tercemar sih, Pak.
12:22Sudah tercemar ya, limbah-limbah tadi ya, Pak ya.
12:24Oke, kita akan coba lebih mendekat,
12:27saudara, untuk menuju ke pulau-pulau sampah yang kemudian menjadi akar persoalan.
12:30Iya.
12:31Dari pencemaran lingkungan yang ada di sini.
12:37Itu pulau-pulau sampahnya, Pak?
12:39Iya, ini pulau sampahnya, Pak.
12:40Oh, oke.
12:41Yang baru terbentuk.
12:43Bahkan bisa dinaiki, Pak ya, oleh orang,
12:45termasuk oleh alat berat.
12:46Iya.
12:47Itu seperti ada alat berat yang sedang membersihkan.
12:50Seberapa mengganggunya, Pak, pulau-pulau sampah ini buat melayan?
12:52Mengganggu sekali, Pak.
12:54Ini kan jalur arusnya kan lurus, kita begini.
12:56Ya, dengan arusnya ini kita muter.
12:58Sedangkan di sini pun udah mau dangkal.
13:00Tau kandas, Pak.
13:01Kalau air surut, tau kandas.
13:02Ini jalur kapal ini.
13:04Artinya dulu bisa langsung lurus aja, Pak?
13:05Bisa, langsung.
13:064 tahun kemarin masih bisa.
13:07Ini baru 1 tahun ini, Pak, musim barat kemarin.
13:08Baru 1 tahun?
13:09Baru 1 tahun ini.
13:10Oh, oke.
13:11Baru 1 tahun ini.
13:12Emang kalau terjadi pengendapan mungkin udah lama tadinya, cetek-cetek-cetek.
13:15Ya, ajar musim barat, sampah itu ngadu.
13:19Dari laut, dari ini, jadi satu di sini.
13:22Terbentuklah pulau sampah ini.
13:32Itu di sebelah kiri sampah juga, Pak?
13:33Sampah juga itu.
13:34Yang menumpuk seperti itu?
13:35Iya, sampah juga itu.
13:36Itu tadinya biasa, cuma di ini sama eskapator, ditinggin.
13:41Oke, artinya di bagian depan, di sebelah kanan, di sebelah kiri, semuanya sampah.
13:46Coba sedikit bang nih, alur perahu nih, Pak.
13:48Sedikit aja.
13:49Hanya sebatas mungkin berapa meter ini?
13:51Cuma paling nggak ada 10 meter.
13:52Dan ini berbahaya, Pak, untuk nelayan?
13:54Berbahaya sekali, Pak.
13:55Ini kita kadang-kadang nelayan mau buru-buru pulang,
13:57atau namanya keadaan dari capek dari laut, kena baling-balingnya kena sampah.
14:01Dan ini bisa berpapasan seperti ini, ya.
14:03Ini sempit, ya.
14:04Iya, perahu kecil, Pak.
14:05Kalau perahu agak besar, udah kandas.
14:07Kalau yang GT-GT10, udah kandas.
14:09Untuk pelampung-pelampung ini, Pak, ini apa, Pak?
14:12Ini tanda, tanda untuk nelayan keluar, Pak.
14:14Jadi nelayan suadaya nih, bikin pelampung.
14:17Karena sedia salah-salah sikit dia kandas kapalnya.
14:19Saya dan Pak Syahrir, Saudara, akan coba lebih mendekat, ya.
14:22Dan akan coba mendatangi,
14:24serta menginjak secara langsung pulau-pulau sampah
14:26yang nampaknya saat ini sedang dibersihkan, Saudara.
14:29Saya akan coba dekati.
14:43Saya dan Pak Syahrir, Saudara, akan coba turun langsung ke
14:48pulau-pulau sampah, ya, yang ada di sini.
14:49Dan bisa dilihat, ya, ini salah satu proses pembersihan yang dilakukan
14:52dengan menggunakan alat berat.
14:54Saya akan coba langsung ke sana.
14:58Oke, saya akan coba turun, Saudara, dengan Pak Syahrir.
15:02Ini bisa ya, Pak?
15:03Iya, bisa, Pak.
15:06Sudah ada papannya, ya.
15:10Dan ini artinya memang betul pulau sampah ini bisa diinjak, ya, oleh manusia.
15:17Oke, dan sekali lagi ini proses,
15:19salah satu proses yang sedang dilakukan
15:22oleh Binas Ingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.
15:38Saya akan coba melihat lebih dekat, Saudara,
15:42proses pembersihan yang ada di pulau-pulau sampah ini
15:45bersama dengan Pak Pendi selaku Sudin, ya, Pak, ya?
15:48Sudin lingkungan hidup Kepulauan Seribu,
15:51pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
15:52Pak Pendi, terima kasih untuk waktunya.
15:54Saya lihat ini ada alat-alat berat, Pak.
15:56Termasuk juga ada petugas yang kemudian diturunkan
15:58untuk membersihkan sampah-sampah.
16:00Pertama, mungkin bisa dijelaskan mekanismenya seperti apa, Pak,
16:02untuk membersihkan pulau sampah ini?
16:04Jadi kan sampah bercampur lumpur, ya.
16:08Mekanis pekerjanya kita secara manual, ya.
16:11Manual, Pak?
16:12Ya, dengan cara comot.
16:14Oke, diambil gitu ya, Pak?
16:15Ya, comot.
16:17Untuk alat beratnya,
16:19pembersihan lumpurnya alat beratnya.
16:21Oh, oke.
16:22Artinya alat berat itu untuk senimet,
16:24tapi sampah-sampahnya itu oleh manusia?
16:26Manusia.
16:27Mungkin salah satunya itu, Pak?
16:28Iya.
16:28Boleh kita lebih mendekat, Pak?
16:29Boleh.
16:30Oke, saya dan Pak Pendi dan Pak Syari
16:31akan lebih mendekat ya segera
16:32untuk melihat proses pembersihan
16:34yang ada di pulau-pulau sampah ini
16:36oleh
16:37jenis lingkungan hidup, ya?
16:39Oke.
16:41Oke.
16:42Dan ini konturnya
16:44bisa dilihat ya sampah
16:46bercampur dengan sedimen yang ada di laut
16:48kemudian membentuk sebuah pulau.
16:53Sebenarnya kalau laut ini sebenarnya bersih, ya?
16:55Tapi dari Sudin sendiri mendeteksi
16:56pulau sampah ini ada dari tahun berapa, Pak?
Komentar