Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tumpukan sampah dari hulu melahirkan pulau sampah di Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara membuat daftar panjang persoalan sampah yang kian pelik.

"Pulau Sampah" mengganggu aktivitas melaut, mengancam ekosistem laut, hingga kesehatan masyarakat.

Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menemui Syahril, seorang nelayan di Kampung Nelayan, Kali Adem, Jakarta Utara yang sudah menjadi nelayan selama kurang lebih 50 tahun.

Syahril menceritakan kondisi Muara Kali Adem sebelum hingga setelah tercemar sampah.

Dipo juga mendatangi secara langsung "Pulau Sampah" yang sedang dilakukan pembersihan oleh tim gabungan, di antaranya dari Dinas Lingkungan Hidup.

Di sana, Dipo berbincang dengan Supendi, Pengawas Pesisir Teluk Jakarta Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu yang menceritakan metode pembersihan sampah secara manual dan juga menggunakan alat berat untuk mengeruk sedimentasi pulau sampah yang telah terbentuk.

Tak hanya di laut, Dipo mendatangi secara langsung permukiman warga terdekat yang juga terkepung oleh tumpukan sampah di laut. Arti Astati, masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, menceritakan kepada Dipo bagaimana hidup terkepung oleh sampah lantaran sampah dari lautan terus berdatangan.

Bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni 2026, Menteri Lingkungan Hidup mengakui tata kelola sampah, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi pemerintah. Akankah pemerintah mampu mengatasi kondisi darurat sampah sesuai janji menteri, 2 hingga 3 tahun ke depan?



Selengkapnya saksikan dalam Program DIPO INVESTIGASI episode "Pulau Sampah" di Negara Kepulauan. Tayang Senin, 8 Juni 2026.



#pulausampah #jakarta #pencemaran







Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/673696/misteri-pulau-sampah-jakarta-dari-mana-asalnya-dan-siapa-bertanggung-jawab-dipo-investigasi
Transkrip
00:10Intro
00:20Persoalan sampah yang tak terolah kini tak hanya mengancam daratan namun juga mengepung kehidupan dari atas lautan.
00:28Pembukaan sampah tak hanya terapung tergulung ombak namun kini telah bercampur dengan sedimen laut hingga membentuk pulau-pulau baru.
00:36Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas nelayan namun juga mengancam ekosistem laut hingga menjadi sumber pencemaran rantai makanan.
00:44Lalu seberapa jauh keseriusan pemerintah untuk mencegah laut kita agar tidak dipenuhi oleh pulau-pulau sampah.
00:51Inilah episode ke-75 di poinvestigasi. Saya diputuhi bagi saya akan menelusuri dan mencari bukti secara langsung dari pulau-pulau
00:58sampah yang mengepung pesisir Jakarta.
01:11Sudara wajah negara Indonesia sebagai negara maritim seolah tercoreng usai munculnya pulau-pulau sampah di pesisir Laut Ibu Kota DKI
01:21Jakarta.
01:26Kita akan coba lebih mendekat saudara untuk menuju ke pulau-pulau sampah yang kemudian menjadi akar persoalan dari pencemaran lingkungan
01:33yang ada di sini.
01:57Ini konturnya bisa dilihat ya sampah, bercampur dengan sedimen yang ada di laut, kemudian membentuk sebuah pulau.
02:05Mayoritas di sini sampahnya apa, Pak?
02:07Ya ini, apa? Plastik.
02:08Plastik ya?
02:09Kayu-kayu.
02:11Kalau laut ini sebenarnya bersih ya?
02:13Sampah sebenarnya dari aliran sungai semua, dari darat semuanya.
02:16Untuk luasnya, Pak, dari pulau-pulau sampah ini?
02:18Kalau panjangnya lebih kurang 400 sampai 300 meter.
02:22Butuh waktu berapa lama untuk membersihkan ini?
02:24Estimasinya sih dikurang satu bulan ya, Pak.
02:29Itu di sebelah kiri sampah juga, Pak?
02:31Sampah juga itu.
02:31Yang menumpuk seperti itu?
02:32Iya, sampah juga itu.
02:33Artinya di bagian depan, di sebelah kanan, di sebelah kiri, semuanya sampah?
02:38Lumpah sedikit, Pak, ini alur pelawadi, Pak.
02:42Mempengaruhi pendapatan Bapak sebagai nelayan?
02:44Ya, nelayan kita mencari ikan ya.
02:46Kalau di lautnya Limba, ya bagaimana ikan?
02:48Bisa-bisa dapat istilahnya ya.
02:54Saya akan coba dalami seberapa besar dampak sampah-sampah ini kepada para warga
02:59yang tinggal di wilayah terdekat dari pulau-pulau sampah.
03:06Kita bingung mau ngambilnya bagaimana caranya?
03:09Karena sampur dengan lumpur sampah kan?
03:13Artinya bisa dikatakan ibu hidup berdampingan dengan sampah?
03:16Iya, betul.
03:21Sampah laut, marine debris, itu tidak hanya di Jakarta, tapi di semua tempat juga seperti itu.
03:26Itu problem besar.
03:28KLH ini menyansi lebih dari 3.000 entitas.
03:32447 Pemkap dan Pemkot kita berikan sanksi.
03:36Berkaitan pengelolaan sampah.
03:40Di wilayah Morangke, dalam jangka waktu 8 tahun, mikroplastik meningkat 5 kali ini, Pak.
03:45Kami mengamati di 18 wilayah pantai yang ada di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai ke Papua,
03:49dari Manado sampai ke Kupang, ada wilayah-wilayah tertentu yang mau akumulasi sampah.
03:53Kalau di Jakarta sendiri, sampahnya itu belum sebanyak yang ada di wilayah-wilayah lain.
04:01Sudara wajah negara Indonesia sebagai negara maritim,
04:04seolah tercoreng usai munculnya pulau-pulau sampah di pesisir Laut Ibu Kota, DKI Jakarta.
04:11Kondisi ini, sudara, memaksa para nelayan tradisional kita harus hidup berdampingan
04:16dan tidak bisa secara bebas lagi melaut untuk kemudian mencari ikan.
04:22Saya telah berada, sudara, di Morangke, penjaringan Jakarta Utara,
04:28yang menjadi titik terdekat dari pulau-pulau sampah tersebut berada.
04:33Saya akan coba masuk ke dalam untuk melihat secara langsung
04:36seperti apa wujud dan juga penampakan dari pulau-pulau sampah termasuk juga,
04:41saya akan berbincang secara langsung dengan nelayan tradisional kita
04:45yang terdampak oleh keberadaan pulau-pulau sampah.
04:50Sampah yang membentuk pulau baru di Teluk, Jakarta,
04:53mulanya adalah sampah-sampah yang mengapung di Muara Kali Adem.
04:57Pemprov DKI Jakarta menyebut,
04:58sampah-sampah itu terbawa aliran sungai yang melintasi Jakarta dan daerah penyangga.
05:03Timbulan sampah ini lalu bercampur dengan sedimentasi di Muara Sungai
05:07hingga lambat laun, menjadi seperti pulau di Laut Jakarta.
05:10Menurut kesaksian nelayan,
05:12timbulan sampah itu baru benar-benar terlihat di satu tahun terakhir.
05:16Timbulan sampah yang seolah membentuk pulau itu
05:18berjarak hanya sekitar 200 meter dari Muara Kali Adem.
05:22Pada 1 Juni lalu tampak pulau sampah
05:24sepanjang kurang lebih 400 meter
05:26dengan lebar 10 meter merintangi Muara Sungai.
05:29Sampahnya didominasi oleh sampah plastik sekali pakai
05:32dan juga kayu-kayu.
05:34Timbulan sampah di pesisir Jakarta ini bukan pertama kalinya.
05:37Februari lalu, tamparan sampah tampak menutupi
05:40pesisir Marunda Cilincing, Jakarta Utara.
05:43Sampah ini bahkan membentang hingga 1 kilometer
05:45di sepanjang garis pantai.
05:47Sementara itu di tahun 2023,
05:50timbulan sampah menumpuk di hutan Mangruf Muara Angke
05:53dan seolah membentuk daratan baru.
05:55Sampah yang didominasi plastik itu
05:57bercampur lumpur dan kedalamannya mencapai 10 meter.
06:01Tak hanya di Muara Angke,
06:03sampah menggunung hingga membentuk daratan
06:05di pesisir Jakarta juga tampak di kawasan Cilincing.
06:08Panjang timbulan sampah itu bahkan mencapai 50 meter.
06:12Dan pada tahun lalu,
06:13Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut
06:15ada 20 juta ton sampah yang masuk ke perairan Indonesia.
06:1916 juta ton sampah berasal dari daratan
06:21dan sisanya berasal dari aktivitas lau.
06:32Setelah saya tiba di Kampung Melayan,
06:34tepatnya di Kaliadem,
06:35Muara Angke Penjaringan.
06:37Jakarta Utara yang menjadi lokasi
06:40dari temuan,
06:42begitu banyaknya sampah.
06:43Tidak hanya di Kaliadem,
06:44tetapi juga di pesisir Jakarta
06:46yang kemudian membentuk pulau-pulau sampah
06:49yang tentu tidak hanya merusak ekosistem,
06:51tetapi juga mengganggu aktivitas
06:54dari para nelayan.
06:55Saya akan coba datangi secara langsung
06:57seperti apa penampakan
07:00dari pulau-pulau sampah yang ada
07:02tidak jauh dari lokasi saya berdiri saat ini,
07:04saudara,
07:05tapi saya tidak akan sendiri tentunya.
07:06Saya akan ditemani dengan Pak Syahril,
07:08nelayan Muara Angke.
07:09Pak Syahril, terima kasih untuk waktunya, Pak.
07:10Ya, sama-sama.
07:11Pak Syahril, saya izin konfirmasi dulu,
07:12Bapak betul nelayan yang beraktivitas di Muara Angke?
07:16Ya.
07:16Bapak itu nelayan
07:18Bapak Cintai Munir ya,
07:20Bapak dari kecil.
07:21Dari kecil, Pak?
07:21Dari kecil.
07:22Bapak sekolah cuma sampai kelas 3 SD.
07:24Terus Bapak ya orang tua nelayan,
07:25ya Bapak udah putus sekolah
07:27sampai sekarang masih aktif.
07:30Bapak menjadi nelayan Muara Angke sejak tahun?
07:32Sudah lama, sudah lebih 50 tahun.
07:34Sudah lebih 50 tahun?
07:35Sudah 50 tahun.
07:36Oke, arti Bapak tahu
07:37seperti apa situasi Kaliadem ini ya, Pak ya?
07:40Muara Kaliadem
07:41sejak dulu sampai sekarang?
07:43Ya, benar.
07:43Sep, ingin tanya,
07:44apakah ada perubahan, Pak?
07:45Banyak perubahannya.
07:47Dulu Kaliadem Muara Angke ini luas sekali.
07:50Indah, aman, ini itu ya.
07:52Sekarang juga masih aman sih.
07:54Cuman, sekarang udah kena limbahnya itu.
07:56Dulu kalau kita baru pulang melaut,
07:58dari laut,
07:59kita langsung mandi-mandi,
08:00kadang minum air di sini.
08:01Boleh kita mendekat, Pak,
08:02untuk melihat airnya, Pak?
08:04Silahkan, silahkan.
08:04Ini kapal Pak Seharil?
08:05Iya, ini kapal saya, Pak.
08:06Saya izin ya, Pak ya?
08:07Yang saya pakai sehari-hari ini, Pak.
08:09Saya akan memperlihatkan,
08:11Saudara, lebih dekat
08:13kondisi air di sini, Pak ya?
08:14Iya, ini air.
08:15Oke, artinya dulu bahkan
08:16di area ini ada ikannya, Pak?
08:18Banyak ikannya dulu.
08:20Sekarang juga masih ada sih,
08:21ikan sapu-sapu.
08:22Iya lah, enggak ada.
08:24Saya izin coba lihat airnya, Pak ya?
08:26Silahkan, silahkan.
08:26Saya akan coba ambil, Saudara,
08:27untuk melihat seperti apa kondisi airnya di sini.
08:30Iya, silahkan.
08:33Sebenarnya kalau secara kasat mata ini
08:34ya masih terlihat bening ya, Pak ya?
08:37Tapi memang warnanya kuning.
08:40Penyebabnya, Pak, perubahan kondisi air di sini?
08:42Ya, penyebabnya limbah ya.
08:44Limbah pabrik, limbah rumah tangga.
08:47Selain limbah, Pak,
08:48yang menarik juga kita dari tadi melihat
08:50banyak sampah, Pak.
08:51Iya, sampah emang ada aja sih.
08:54Apalagi kalau hujan turun dari Bogor,
08:56itu sampah akan penuh.
08:57Ya itulah terjadinya
08:59karena di sana itu,
09:01pulau sampah, penuh punggung sampah itu ya
09:02karena enggak ke ini.
09:04Walaupun udah diambil ya
09:05sama petugas-petugas setelah aja,
09:07enggak terpenuhi gitu ya.
09:09Mempengaruhi pendapatan Bapak sebagai nelayan?
09:11Ya, nelayan kita mencari ikan ya.
09:13Kalau di lautnya limbah ya bagaimana ikan?
09:15Kita bisa dapat istilahnya ya.
09:17Ikan pun mati kadang-kadang.
09:24Memang kalau secara kasat mata kita lihat tadi
09:27sampahnya mengalir di Kali Adem ini,
09:29tapi kalau di sepanjang sana itu sampah semua ya, Pak ya?
09:32Iya.
09:32Bisa terlihat sampah di Kali Adem ini
09:35bahkan seperti berbaris
09:36untuk menuju ke salah satu titik,
09:38yaitu pulau-pulau sampah itu, Pak.
09:40Jaraknya jauh, Pak, dari sini, Pak?
09:41Dari sini ya sekitar 2 kilo-an lah pulau sampah itu.
09:45Sekitar 2 kilo.
09:45Boleh kita ke sana, Pak?
09:47Oke, siap.
09:48Oke.
09:55Suruh saya bersama dengan Pak Syaril.
09:58Akan coba untuk lebih mendekat ya, Pak ya?
10:00Iya, iya.
10:00Ke pulau-pulau sampah yang kemudian viral
10:02beberapa waktu yang lalu, Pak.
10:04Ini mayoritas memang sampah-sampahnya plastik, Pak?
10:07Plastik, mayoritas plastik, Pak.
10:08Kebanyakan plastik.
10:09Oke.
10:10Saya akan tunjukkan ya, ini bisa dilihat.
10:12Ini sampah-sampah plastik.
10:15Bahkan ada yang karungan seperti itu ya, Pak ya?
10:19Iya, iya, iya.
10:19Ada yang karungan seperti itu, ada yang terbungkus plastik.
10:22Artinya memang kemungkinan besar ini sampah-sampah mungkin domestik ya, Pak ya?
10:25Iya, iya.
10:26Sampah-sampah rumah tangga yang kemudian ada,
10:30terbawa arus di kalinin.
10:32Bisa dilihat ya, ini banyak sekali sebenarnya.
10:34Dan bisa terbayangkan ketika memang
10:36dalam jangka waktu yang lama,
10:38berkumpul menjadi satu dan pada akhirnya
10:40membentuk pulau sampah ya, Pak.
10:42Ini mengganggu, Pak?
10:43Mengganggu, Pak.
10:44Jaring-jaring pun pada kena plastik.
10:46Baling-baling aman, Pak?
10:47Baling-baling hanya aku punya plastik.
10:48Kena ini, kena plastik.
10:50Kena gulung.
10:51Tadi berapa kali kena plastik itu?
10:52Ada mungkin sampah kayu, Pak?
10:54Ada.
10:55Ada.
10:55Nah, itu yang rusak sampah kayu itu.
10:57Yang bikin patah baling-baling.
10:59Ada kerugian nominal, Pak?
11:01Ada.
11:01Ini satu baling-baling itu harganya 100 ribu sekarang, Pak.
11:04Iya, kalau sampai dua kali patah,
11:06udah keadaan ekonomi sekarang lagi begini.
11:15Kita akan coba lebih mendekat ya,
11:17ke pulau-pulau sampah.
11:18Tapi sebelum kita tiba di pulau sampah saja,
11:20itu di depan, sebelah kiri,
11:23banyak tumpukan sampah juga, Pak.
11:24Banyak.
11:24Ini area apa, Pak?
11:25Ini hutan lindung, Pak.
11:26Jakarta Alam.
11:27Boleh mungkin kita mendekat ke sisi sebelah kiri ya,
11:30karena itu banyak sekali ya sampah, Pak.
11:32Saya akan tunjukkan lagi ya,
11:34ini sampah-sampah yang kemudian ada di hutan lindung ya, Pak?
11:36Iya, hutan lindung ini.
11:37Seharusnya dipelihara,
11:38tapi justru malah hutan lindung saja tidak terlindungi.
11:41Iya, masa satwanya, apanya,
11:43kan masih banyak burung-burung, minyawak.
11:45Dan kita tidak tahu juga apakah hewan-hewan di sini
11:48juga makan-makan sampah ini, Pak?
11:49Ya, kita tidak tahu.
11:50Dia kan karena monyawanya itu pada di situ cari makan.
11:52Itu ya, banyak sekali.
11:53Iya.
11:54Monyet-monyet yang ada di sini.
11:57Oke.
11:59Kondisinya ini ada pagarnya, Pak, sebelumnya, atau gimana?
12:02Di pagar ini.
12:03Tapi rusak seperti itu?
12:04Rusak.
12:04Ini baru sebentar,
12:05cuma baru bertahan adalah sekitar 2 tahun lah,
12:07sudah rusak lagi.
12:08Ini kan ada kali masuk ke dalam.
12:10Sekitar 2 tahun sudah hancur lagi.
12:13Dan air tentu sumber dari kehidupan,
12:15termasuk juga untuk hewan-hewan di sini,
12:17bisa dikatakan sangat tidak layak untuk dikonsumsi ya, Pak?
12:21Iya, karena sudah tercemar sih, Pak.
12:22Sudah tercemar ya?
12:23Limbah-limbah tadi, ya, Pak, ya.
12:24Oke, kita akan coba lebih mendekat,
12:27saudara, untuk menuju ke pulau-pulau sampah
12:29yang kemudian menjadi akar persoalan
12:31dari pencemaran lingkungan yang ada di sini.
12:37Itu pulau-pulau sampahnya, Pak?
12:39Iya, ini pulau sampahnya, Pak.
12:40Oh, oke.
12:41Yang baru terbentuk.
12:43Bahkan bisa dinaiki, Pak, ya, oleh orang,
12:45termasuk oleh alat berat.
12:46Iya.
12:47Itu seperti ada alat berat yang sedang membersihkan.
12:50Seberapa mengganggunya, Pak, pulau-pulau sampah ini buat melayak?
12:53Mengganggu sekali, Pak.
12:54Ini kan jalur harusnya kan lurus, kita begini.
12:56Ya, dengan aranya ini kita muter.
12:58Sedangkan di sini pun udah mau dangkal.
13:00Tau kandas, Pak.
13:01Kalau air surut, tau kandas.
13:02Ini jalur kapal ini.
13:04Artinya dulu bisa langsung lurus saja, Pak?
13:05Bisa, langsung.
13:064 tahun kemarin masih bisa.
13:07Ini baru 1 tahun ini, Pak, musim barat kemarin.
13:08Baru 1 tahun?
13:09Baru 1 tahun ini.
13:10Oke.
13:11Baru 1 tahun ini.
13:12Emang kalau terjadi pengendapan mungkin udah lama,
13:14tadinya cetek-cetek-cetek,
13:15dihajar musim barat,
13:17sampah itu ngadu.
13:18Dari laut, dari ini,
13:21jadi satu di sini.
13:22Terbentuklah pulau sampah ini.
13:32Itu di sebelah kiri sampah juga, Pak?
13:33Sampah juga itu.
13:34Yang menumpuk seperti itu?
13:35Iya, sampah juga itu.
13:36Itu tadinya biasa,
13:37cuma di ini sama escapator,
13:40ditinggikan.
13:41Oh, oke.
13:42Artinya di bagian depan,
13:43di sebelah kanan,
13:44di sebelah kiri,
13:45semuanya sampah?
13:46Cuma sedikit bang nih alur pelaut nih, Pak.
13:48Sedikit aja.
13:49Hanya sebatas mungkin berapa meter ini?
13:51Cuma paling nggak ada 10 meter.
13:52Dan ini berbahaya, Pak, untuk nelayan?
13:54Berbahaya sekali, Pak.
13:55Ini kita kadang-kadang nelayan mau buru-buru pulang,
13:57atau namanya keadaan capek dari laut,
14:00kena baling-balingnya, kena sampah.
14:01Dan ini bisa berpapasan seperti ini, ya?
14:03Ya, ini.
14:03Sempit, ya?
14:04Iya, perahu kecil, Pak.
14:05Kalau perahu agak besar,
14:06udah kandas.
14:08Kalau yang GT-GT 10, udah kandas.
14:10Untuk pelampung-pelampung ini, Pak,
14:11ini apa, Pak?
14:11Ini tanda untuk nelayan keluar, Pak.
14:14Jadi nelayan suadaya bikin pelampung.
14:16Karena dia salah-salah sikit,
14:18dia kandas kapalnya.
14:19Saya dan Pak Syaril,
14:20saudara, akan coba lebih mendekat, ya?
14:22Dan akan coba mendatangi,
14:24serta menginjak secara langsung
14:26pulau-pulau sampah yang nampaknya saat ini
14:27sedang dibersihkan, saudara.
14:29Saya akan coba dekati.
14:43Saya dan Pak Syaril, saudara,
14:45akan coba turun langsung ke
14:48pulau-pulau sampah, ya,
14:49yang ada di sini.
14:49Dan bisa dilihat, ya,
14:50ini salah satu proses pembersihan
14:51yang dilakukan dengan menggunakan
14:53alat berat.
14:54Saya akan coba langsung ke sana.
14:59Oke.
15:00Saya akan coba turun saudara
15:01dengan Pak Syaril.
15:02Ini bisa ya, Pak, ya?
15:03Iya, bisa, Pak.
15:04Oke.
15:06Sudah ada papannya, ya?
15:08Oke.
15:11Dan ini artinya memang betul
15:12pulau sampah ini bisa di
15:14injak, ya, oleh manusia.
15:17Oke.
15:17Dan sekali lagi, ini proses,
15:19salah satu proses yang sedang dilakukan
15:22oleh Binas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.
15:33Lewat sini bisa ya, Pak?
15:38Saya akan coba
15:40melihat lebih dekat, saudara,
15:42proses pembersihan yang ada di
15:43pulau-pulau sampah ini
15:45bersama dengan Pak Pendi selaku
15:47Sudin, ya, Pak, ya?
15:48Sudin Lingkungan Hidup
15:49Kepulauan Seribu,
15:51Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
15:52Pak Pendi, terima kasih untuk waktunya.
15:54Saya lihat ini ada alat-alat berat, Pak.
15:56Termasuk juga ada petugas
15:57yang kemudian diturunkan
15:58untuk membersihkan sampah-sampah.
16:00Pertama, mungkin bisa dijelaskan
16:01mekanismenya seperti apa, Pak,
16:02untuk membersihkan pulau sampah ini?
16:04Ini kan sampah
16:05bercampur lumpur, ya.
16:08Mekanis pekerjanya
16:09kita secara manual, ya.
16:11Manual, Pak?
16:12Dengan cara comot.
16:14Diambil gitu, ya, Pak?
16:15Iya, comot.
16:17Untuk alat beratnya,
16:19pembersihan lumpurnya.
16:20Alat beratnya.
16:21Oh, oke.
16:22Artinya alat berat itu untuk
16:23sedimai, tapi sampah-sampahnya
16:25itu oleh manusia?
16:26Manusia.
16:27Ini salah satunya itu, Pak?
16:28Iya.
16:28Boleh kita lebih mendekat, Pak?
16:29Boleh.
16:30Oke, saya dan Pak Pendi dan Pak Syari
16:31akan lebih mendekat, ya,
16:32segera untuk melihat
16:33proses pembersihan
16:34yang ada di pulau-pulau sampah ini
16:36oleh
16:37Binas Lingkungan Hidup, ya.
16:39Oke.
16:41Oke.
16:42Dan ini konturnya
16:44bisa dilihat, ya, sampah
16:46bercampur dengan sedimen
16:47yang ada di laut
16:48kemudian membentuk sebuah pulau.
16:53Sebenarnya, ya,
16:54kalau laut ini sebenarnya bersih, ya?
16:55Tapi dari Sudin sendiri
16:56mendeteksi
16:56pulau sampah ini
16:58ada dari tahun berapa, Pak?
17:07Sampah yang terbawa
17:08dari 12 sampai 13 sungai
17:10di Jakarta
17:11yang bermuara ke laut
17:12sampah ini
17:13semakin mengalir
17:14akibat dari juga
17:15banjir kiriman
17:16dari Jawa Barat.
17:18Apalagi sekarang
17:19kita juga memang sedang
17:20darurat sampah
17:21dalam tanda kutip
17:21akibat keterbatasan
17:23Bantar Gebang
17:24untuk bisa menerima
17:25sampah-sampah
17:26buangan dari Jakarta.
17:40Berapa personil, Pak,
17:41yang diturunkan, Pak?
17:42Kita gabungan, ya.
17:44Dari UPS
17:45Badan Air
17:4635 orang.
17:47Dari Sundara
17:48Kepulauan Seribu
17:4920 orang.
17:50Dan dari
17:53anggota
17:53Paspol Arut
17:5420 orang.
17:55Oke.
17:56Mereka ikut kegiatan juga.
17:57Artinya ini sampah-sampah
17:58di sini dipungut
17:59seperti itu ya, Pak,
18:00dimasukkan ke dalam karung.
18:01Setelah itu dibawa ke mana?
18:02Kita buang ke kapal,
18:04bawa karbohatnya.
18:05Kita ada tempat
18:06di bermanga docking
18:08di sana.
18:10Dimaut ke mobil
18:12akhirnya
18:12dibuang ke TPS
18:13Bantar Gebang.
18:14Dibawa ke Bantar Gebang?
18:15Iya.
18:16Oke.
18:17Artinya ada puluhan ya, Pak,
18:18puluhan petugas
18:19yang ada di sini
18:21untuk membersihkan sampah.
18:21Yang sana bisa
18:23dibersihkan juga, Pak?
18:23Bisa, bisa.
18:24Bisa.
18:30Mayurutas di sini
18:30sampahnya apa, Pak?
18:32Iya, ini apa?
18:33Plastik.
18:33Plastik ya?
18:34Kayu-kayu.
18:35Campuran, Pak?
18:36Tapi lebih banyak plastik sih.
18:37Lebih banyak plastik?
18:38Plastik, ya.
18:39Plastik.
18:40Tapi ini sampah domestik kali, Pak, ya?
18:42Iya.
18:48Kalau laut itu sebenarnya bersih, ya?
18:50Laut itu bersih?
18:51Bersih.
18:52Sampai sebenarnya dari aliran sungai semua.
18:54Garengan.
18:55Artinya awal mulanya dari?
18:56Dari darat semuanya.
18:58Dari darat semua?
18:58Iya.
18:59Asli laut itu bersih.
19:02Oke.
19:03DKI Jakarta itu kan
19:05ada 13 buah
19:06yang membelah
19:07sampai ke laut, ya?
19:0813 termasuk
19:09Provinsi Banten
19:10dan Jawa Barat, Bekasi.
19:11dari Bekasi.
19:13Mereka kan
19:14kalau DKI sudah punya
19:16tugasnya
19:16dari sungai
19:17sampai
19:17untuk Banten
19:19dan Bekasi
19:20belum ada.
19:21Tapi dari Subin sendiri
19:22mendeteksi
19:23pulau sampah ini
19:24ada dari tahun
19:25berapa, Pak?
19:25Sebenarnya bukan tahun
19:27yang saya luruskan, ya?
19:28Bukan tahun, Pak?
19:28Luruskan, ya.
19:29Karena setiap hari itu
19:30kita tangani
19:31dari lukurnya
19:31sampai sampahnya.
19:32Iya.
19:34Kenapa
19:34sampai setelah
19:35nanti
19:35hampir satu bulan ini
19:37alat berat kita
19:38rusak, Pak?
19:39Oh.
19:40Dua alat berat ini,
19:41nah, sekarang baru bisa
19:42beroperasi.
19:43Nah, itu.
19:44Kalau dendapan ini
19:46semua dari
19:47aliran sungai, sih.
19:48Lumpur itu dari
19:49aliran sungai.
19:50Oke, ini karena
19:51bawahnya ini
19:52baik sampah
19:52maupun
19:54lumpur itu dari
19:55aliran sungai.
19:57Terempaslah dengan
19:58ombak, ya, Pak?
19:59Gombak-gombak.
20:00Terbentuk, Pak.
20:01Terbentuk, Pak.
20:02Terbentuk seperti ini.
20:02Itu bukan tahunan, ya?
20:03Bukan, ya?
20:04Bukan.
20:04Sudah setahun mungkin, Pak, ini, Pak?
20:06Belum, ada.
20:06Tidak setahun.
20:07Belum sampai setahun.
20:08Belum tahun, belum.
20:09Karena setiap hari
20:09kita tangani.
20:12Oke, setiap hari?
20:13Sebenarnya, sebenarnya
20:13untuk memaksimalkan
20:17penanganan seperti ini, ya,
20:18dibutuhkan
20:194 sampai 5 alat berat.
20:20Kita hanya
20:20cuma punya 2.
20:22Tuh.
20:22Dan ini yang
20:23sekarang dibukusikan
20:241, Pak?
20:26Ini baru beroperasi.
20:27Ambil 1 bulan kita.
20:28Kendalanya rusak.
20:30Oke, artinya
20:31kendala yang paling besar
20:32ini persoalan
20:33alat, Pak.
20:34Alat yang digunakan.
20:35Untuk manual kita
20:36bisa kita tangani,
20:38tetapi tidak bisa cepat,
20:39maksimal pun.
20:41Akhirnya timbunan
20:42seperti ini.
20:43Karena kalau sedimen-sedimen
20:44seperti ini,
20:44lumpur ini,
20:45diangkat oleh tenaga manusia,
20:47itu namanya
20:47sulit sekali, ya, Pak.
20:50Dalam kurun waktu 5 hari,
20:52yaitu tanggal 2 hingga
20:536 Juni 2026,
20:55petugas gabungan
20:55telah mengangkut
20:56sebanyak 12,32 ton
20:58sampah
20:59dari Pulau Sampah.
21:00Di hari ke-5,
21:01Dinas Lingkungan Hidup
21:02Jakarta memperkirakan
21:03penanganan Pulau Sampah
21:05sudah mencapai
21:0550 persen.
21:07Tadi sudah dikalkulasi
21:09berat ya, Pak.
21:09Untuk luasnya, Pak,
21:10dari Pulau-Pulau Sampah ini?
21:12Kalau panjangnya
21:13lebih kurang
21:13400 sampai
21:14300 meter, ya.
21:15400 sampai
21:16300 meter?
21:17Iya, panjangnya, ya.
21:18Ya, di sana, ya.
21:19Panjangnya, ya,
21:20sampai ujung sana, ya?
21:20Untuk lebarnya
21:228 sampai
21:246 meter, ya, Pak.
21:25Ya, ya.
21:2610 meter, ya.
21:27Panjangnya 400 meter,
21:29lebarnya 10 meter?
21:31Oke,
21:31bila sih itu, ya.
21:32Butuh waktu berapa lama
21:33untuk membersihkan ini semua?
21:34Estimasinya sih dikurang
21:36satu bulan, ya.
21:38Agar lebih kondisi, ya.
21:40Termasuk juga
21:40sedimennya, Pak.
21:41Melihat
21:42fenomena
21:43Pulau Sampah ini
21:44yang kemudian
21:45belakang menjadi
21:45perbincangan.
21:46Dari
21:47Sudin,
21:49apakah ada
21:49antisipasi khusus
21:50agar
21:51ketika selesai
21:52dibersihkan,
21:53sampah ini
21:54tidak kembali datang
21:54dan tidak kembali
21:55membentuk
21:56Pulau-Pulau Bar?
21:57Sebenarnya kan
21:58kembali kepada
21:59diri masing-masing, ya.
22:00Jika manusianya sadar
22:02atas
22:03kebersihan,
22:04mungkin tidak terjadi
22:05seperti ini.
22:07Bayangkan,
22:08petugas
22:09dengan masyarakat
22:10yang didekai itu
22:11perbandingannya berapa?
22:13Mungkin
22:131 banding 100.
22:14Oke.
22:15kalau tanpa dukungan
22:16kesedaran dari masyarakatnya,
22:18kita hanya
22:18ya,
22:20menangannya menangannya,
22:21tapi
22:22mungkin tidak
22:23semaksimal, ya.
22:32sebetulnya kapal pasyaril
22:33sudah merapat, ya, Pak, ya,
22:35ke area hutan lindung, betul, ya, Pak, ya?
22:36Iya, benar.
22:37Pak, kalau tadi
22:37sampahnya itu kan
22:38berbentuk pulau-pulau.
22:40Di hutan lindung ini sendiri
22:41banyak sampahnya, Pak?
22:42Ya, ini terjadinya
22:43karena ingin sampah.
22:46Mendapatkan sampah.
22:47Ini sampah-sampah ini, Pak?
22:48Iya, dulunya ini laut.
22:49Laut, ini dulunya ini laut.
22:51Ini plastik, ya, Pak, ya?
22:52Iya, plastik.
22:53Jadi, mengendap-mengendap
22:54jadilah ini.
22:56Tanah-tanah timbul,
22:57istilahnya lain ini.
22:58Bahkan itu ada sepatu, ya, Pak, ya?
22:59Iya.
22:59Bisa dilihat, mungkin ada sepatu
23:01itu di pinggir
23:03dari hutan lindung ini.
23:05Boleh kita katos, Pak?
23:06Ayo, silahkan.
23:06Oke.
23:07Saya bersama dengan Pak Syaril
23:08sederah akan melihat, ya,
23:10para apa sebenarnya
23:10kondisi dari hutan lindung
23:11yang ada di Jakarta.
23:13Ini satu-satunya, Pak?
23:14Iya, satu-satunya di Jakarta ini.
23:16Ini sampah semua, tapi ya?
23:17Iya, harus diresetarikan, ini.
23:19Karena kalau tidak ada hutan,
23:20bagaimana ya kita juga?
23:21Ini kondisinya, Saudaranya, bisa dilihat.
23:24Dari tadi banyak sampah.
23:25Ini sampah kering di sini.
23:27Sampah basahnya di sini, Saudara.
23:29Bisa dilihatnya ini
23:30sebenarnya plastik-plastiknya
23:31bisa dikatakan juga plastik-plastik.
23:32Kayaknya ada yang
23:33sampah yang lama,
23:34ada yang baru, ya, Pak?
23:35Iya, ada yang baru, yang ngambang, gitu.
23:37Bersih berona putih bersih, itu sampahnya.
23:39Dan itu pulau yang tadi kita datangi, ya, Pak?
23:41Iya, iya, itu.
23:42Oke.
23:43Artinya tidak hanya di pulau itu, Pak?
23:45Tidak hanya di hutan lindung ini?
23:46Di bagian sana juga, Pak?
23:47Ada juga, ada juga itu.
23:50Oke, meskipun sebenarnya tahun 2023
23:53Dinas Lingkungan Hidup
23:55dalam hal ini,
23:56DAPM Prof. DKI Jakarta
23:57dan juga Polda Metro Jaya
23:58sebenarnya sudah melakukan operasi gabungan, ya, Pak?
24:00Ya, sudah bekerja, Pak.
24:02Sudah maksimal, ya, bekerja.
24:03Melihat kondisi,
24:05mohon maaf,
24:05pencembaran lingkungan yang ada,
24:07seberapa jauh mempengaruhi pendapatan Bapak?
24:10Sebenarnya,
24:11kalau kita cita masa lalu, ya,
24:14kita takinlah dari tahun 80 saja, ya.
24:16Itu kita nelayan mencarikan enak.
24:18Saat ini kondisinya?
24:19Kondisinya sekarang, Pak, jauh.
24:21Drastis.
24:2250 persen, lah.
24:2450 persen?
24:2450 persen, lah.
24:25Kita nelayan harian, ya,
24:27kalau nelayan itu
24:27tidak bisa dipastiin, ya.
24:29Kalau lagi,
24:30kalau lagi along, ya, itu
24:32ya bisa lumayan,
24:33penghasilan bisa sampai
24:35jutaan.
24:35Tapi kalau lagi kosong,
24:36bakal kosolar saja tidak kecabut.
24:39Tidak cukup?
24:40Tidak cukup.
24:48Setelah saya berada di
24:50kampung nelayan Mora Angke,
24:52penjaringan Jakarta Utara,
24:53tepatnya di Blok Empang,
24:54RT6 RW22,
24:57yang menjadi
24:57wilayah terdekat
24:59dengan pulau-pulau sampah
25:01yang sebelumnya sudah saya
25:02datangi, sodara.
25:04Berdasarkan data dari
25:05Kementerian Kelautan dan Perikanan,
25:0680 persen sampah yang ada
25:08di laut,
25:09bersumber dari
25:10daratan, sodara.
25:12Saya akan coba dalami
25:12seberapa besar dampak
25:14sampah-sampah ini
25:15tidak hanya untuk
25:17pelestarian di laut,
25:18tetapi juga dampak-dampak
25:19kepada para warga
25:20yang tinggal
25:21di wilayah terdekat
25:23dari pulau-pulau sampah.
25:24Saya bersama dengan
25:25Bu Tati,
25:26warga setempat yang tinggal di sini.
25:28Bu Tati, terima kasih untuk waktunya, Bu.
25:30Saya izin konfirmasi, Bu.
25:31Bu Tati betul tinggal di sini, ya, Bu.
25:32Betul.
25:33Sebelumnya saya sudah ke
25:34pulau sampah, Bu.
25:36Ya, mungkin jaraknya
25:36cukup dekat, Bu, ya,
25:37dengan wilayah ini
25:39ketika memang
25:40pulau sampah itu
25:41berdampak bagi para nelayan
25:43untuk warga yang tinggal
25:44di area sekitar ini
25:45berdampak juga?
25:46Berdampak.
25:47Itu makanya
25:47dari tahun 2025 itu
25:49saya sebenarnya sudah
25:51memposting,
25:52memberikan
25:54konfirmasi ke
25:56pemerintah
25:56cepat-cepat di
25:57apa,
25:58ditangani.
25:59Soal pulau sampah ini?
26:00Iya, betul.
26:01Apakah juga
26:02sampah-sampah ini, Bu,
26:03yang membentuk pulau sampah
26:05karena ini wilayah terdekat?
26:06Iya.
26:06Apakah merusak,
26:07mencemari juga lingkungan di sini?
26:09Iya, kita kayaknya
26:12pemandangannya
26:12kurang enak juga
26:14dilihat.
26:14Ini kok laut
26:15tapi semacam
26:16kayak daratan.
26:17Kayak gitu.
26:18Boleh kita
26:18ke depan, Bu, ya,
26:19untuk melihat
26:20seperti apa
26:21kondisinya?
26:22Boleh, boleh.
26:22Silahkan.
26:23Oke, baik.
26:23Saya bersama Bu tadi,
26:24saudara akan melihat.
26:25Mungkin dari sebelah sini, Bu, ya.
26:26Ini belakang rumah Ibu, ya?
26:28Iya, itu
26:30dampaknya sampah juga,
26:31tuh.
26:31Oke.
26:32Sampah
26:33kena arus
26:34air pasang,
26:35rob.
26:36Ini sampah-sampah
26:37artinya bukan dari sini, Bu?
26:39Iya, dari laut ini.
26:40Ini sampah yang terbawa rob
26:41dan berkumpul di tempat ini.
26:44Oke.
26:45Untuk bagian depan
26:46sama seperti ini, Bu?
26:48Iya.
26:48Lebih banyak, Bu?
26:49Iya,
26:49coba kita cek lagi.
26:50Oke, kita coba lihat, ya.
26:56Dan ini semuanya
27:00tertutupi
27:02lumpur, ya,
27:03yang sudah mengeras
27:04dan juga sampah.
27:06Oke.
27:07Kita bingung
27:08mau ngambilnya
27:09bagaimana caranya
27:10karena
27:10karena yang sampur
27:11dengan lumpur sampah, kan?
27:13Artinya bisa dikatakan
27:14Ibu,
27:15oh naf,
27:15tapi hidup berdampingan
27:16dengan sampah.
27:17Iya, betul.
27:25Ini sempat,
27:26ini dikeruk semua
27:27dari pemerintahan UP3
27:29ini sudah dikeruk
27:30tahun,
27:31enggak salah,
27:31tahun kemarin, ya,
27:322023, enggak salah.
27:34Nah, itu dikeruk
27:35hampir 50 meter
27:37lanjangnya.
27:38Iya.
27:38Nah, tapi belum satu tahun
27:40itu sampah,
27:41saya enggak pernah lihat
27:42warga buang sampah,
27:43tapi sampah
27:44belum setahun
27:45sudah numpuk lagi.
27:51Ini lebih banyak lagi, bu?
27:52Iya.
27:53Oke, saya akan tunjukkan ya,
27:54ini
27:56betul-betul berada
27:57di area
27:59permukiman warga, bu, ya.
28:00Kita lihat juga di sana
28:01banyak anak-anak yang bermain,
28:02bahkan di
28:03antara sampah ini, bu.
28:05Banyak warga yang
28:06tinggal di sekitaran
28:07area sampah ini.
28:08Apakah ada dampak penyakit, bu?
28:10Mungkin yang dialami oleh warga?
28:11Ya, kalau dampak penyakit,
28:12pasti ada.
28:14Salah satunya,
28:15gatel, cuma gatel itu
28:17gatel sewajarnya saja.
28:19Kalau air pasang,
28:20banjir,
28:21kita, apa namanya,
28:22kita jalan dengan
28:23itu kadang-kadang
28:24gatel juga kaki-kaki.
28:26Iya.
28:27Karena memang wilayah ini
28:28juga sering rop, bu, ya?
28:29Iya, sering rop.
28:29Artinya ketika rop,
28:30sampah terangkat,
28:31dan itu terkena
28:33kepada para warga.
28:35Ya, kita berharapnya
28:38jangan setahun sekali
28:40atau kalau bisa,
28:43ada kegiatan
28:44tiap harinya itu, Pak.
28:45Karena memang sampah
28:46terus berdatangan,
28:47dan artinya kalau misalnya
28:48dibersihkan hari ini,
28:49besok mungkin datang lagi.
28:50Iya, betul.
28:51Dan ini sudah terjadi sejak?
28:52Sejak.
28:53Sebenarnya ini sudah lama,
28:55dari tahun 2017
28:56juga sempat viral, kan?
28:57Itulah dibikinkan
28:58hutan mangrove.
28:59Itu asalnya
29:00pulau sampah plastik juga.
29:07Sebenarnya bertepatan
29:08dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,
29:10saya akan membahas
29:10persoalan pengelolaan
29:12lingkungan hidup,
29:12termasuk juga
29:13persoalan-persoalan
29:14terkait dengan
29:15pengelolaan sampah.
29:16Secara eksklusif,
29:17saya akan tanyakan
29:18kepada Menteri Lingkungan Hidup,
29:20Bapak Jumhur Hidayat.
29:21Pak Menteri,
29:22terima kasih untuk waktunya, Pak.
29:23Iya, siap, siap.
29:24Siap.
29:24Pak Menteri,
29:25momentum kita berbincang saat ini
29:27masih masuk ke dalam
29:28momentum
29:29Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
29:31Pertama, saya ingin tanyakan
29:32bagaimana Bapak memaknai
29:34Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini
29:36kalau kita lihat
29:37dengan lingkungan hidup
29:39yang ada di Indonesia saat ini
29:40termasuk juga
29:40persoalan sampah yang menyelimut.
29:43Ini jadi PR kita
29:45yang diingatkan
29:47pada hari ini
29:47dan hari lingkungan hidup ini
29:48untuk tetap
29:50alert, waspada
29:52dan kerja keras
29:53menjelaskan masalah-masalah lingkungan
29:54termasuk sampah dan sebagainya.
29:56Dan itu yang menjadi target Pak Menteri
29:582-3 tahun ke depan
29:59bahwa persoalan ini
30:01akan selesai Pak?
30:01Iya, Pak.
30:02Yang spesifiknya
30:03soal sampah ya.
30:04Soal sampah.
30:05Itu harus selesai.
30:06Dan mudah-mudahan
30:08nggak sampai selama itu
30:09udah bisa
30:09perurai dengan baik lah.
30:11Karena udah ada
30:12tahapan-tahapan
30:13yang udah kita kerjain.
30:14Bertepatan dengan momentum
30:15Hari Lingkungan Hidup Pak,
30:16ada
30:17sebuah kondisi
30:18yang cukup memilukan
30:20di mana
30:20di pesisir Laut Jakarta Pak
30:23ada
30:24tumpukan sampah
30:25tidak hanya mengapung
30:26tidak hanya terbawa ombak
30:27tetapi juga membentuk pulau baru
30:29yaitu pulau sampah.
30:30Tanggapan Anda Pak Menteri?
30:31Sampah laut
30:32seberin debris
30:33itu tidak hanya di Jakarta.
30:35Tidak hanya di Jakarta?
30:36Tapi di semua tempat
30:37juga seperti itu.
30:38Karena
30:38tempat yang ada sungai
30:40biasanya
30:40orang suka buang sembarangan
30:42akhirnya sampai ke laut
30:43ke bawah kemana-mana
30:44akhirnya sampai di
30:45satu wilayah pantai
30:48dan sebagainya.
30:49Jadi itu problem besar.
30:50Dan kita
30:51sedang bekerja keras
30:53dan sudah
30:53membersihkan
30:54di berbagai tempat juga tentunya.
30:56tapi kita yang
30:57paling utama
30:58kalau soal
30:58sampah laut ini
30:59adalah dari hulunya.
31:01Dari hulu?
31:01Dari hulu.
31:02Dari hulu itu
31:02hulu permasalahan.
31:03Misalnya bagaimana
31:05apa budaya orang
31:07membuang
31:07sembarangan
31:08ke sungai
31:09nah itu yang harus di
31:11dan kedua nanti
31:13yang utama lagi adalah
31:15ada sekarang
31:16satu
31:16sekarang kita lagi kembangkan ya
31:19teknologi di mana
31:20dengan campuran tertentu
31:23plastik itu
31:24bisa dengan lebih mudah
31:25terurai
31:27dibandingkan
31:27kalau dia tidak
31:28diintervensi
31:29dengan
31:31zat tertentu
31:32lah
31:32sekarang lagi ada
31:33riset tentang itu
31:34dan mudah-mudahan
31:35ini tetap jalan
31:36artinya
31:37membenahi hulunya
31:38ketertiban orang
31:40untuk tidak
31:40sama sebarang
31:41di sungai
31:42dan sebagainya
31:42itu tetap kita kerjain
31:43kita kembangkan
31:44bahkan mungkin ada
31:45apa kita sekarang
31:47sedang mengembangkan
31:48apa
31:49EPR ya
31:50EPR itu
31:51Extended
31:52Producer Responsibility
31:54mereka membentuk
31:55organisasi sendiri
31:56antar
31:57produsen gitu
31:58organisasi inilah
31:59yang kemudian
32:00berkewajiban
32:02untuk memastikan
32:03sampah-sampah
32:04atau
32:04bekas-bekas itu
32:06bisa dikeluar dengan baik
32:11pertanyaannya
32:12dimana celah terbesar Pak
32:14sehingga begitu banyak
32:15sampah yang datang
32:17ke Hilir Jakarta
32:18berasal dari Hulu
32:26ya semua
32:28kita kembangkan
32:29sampah
32:30pengolahan sampah
32:31sekarang jadi
32:32prioritas nasional
32:33dalam 2-3 tahun
32:34kita harus
32:35kendalikan
32:36sampah
32:36seluruh Indonesia
32:48munculnya pulau sampah
32:49di Teluk Jakarta
32:50mengejutkan warga
32:51namun fenomena ini
32:52sesungguhnya bukan
32:53peristiwa
32:53yang datang
32:54secara tiba-tiba
32:55dibalik tumbukan
32:56sampah yang mengampung
32:57di laut
32:57terdapat jejak panjang
32:59persoalan sampah
33:00yang berawal
33:00dari daratan
33:03data sistem informasi
33:05pengelolaan sampah
33:06nasional
33:06Kementerian Lingkungan Hidup
33:07menunjukkan
33:08pada tahun 2025
33:10total timbulan
33:11sampah nasional
33:12mencapai hampir
33:1330 juta ton
33:14namun dari jumlah tersebut
33:16yang berhasil ditangani
33:17baru sekitar
33:179 juta ton sampah
33:20berdasarkan jenisnya
33:21komposisi sampah
33:22nasional didominasi
33:22sampah si sampah kanan
33:24sebesar hampir
33:2540%
33:26sementara
33:26sampah plastik
33:27sebesar 20%
33:29sampah plastik
33:30menjadi salah satu jenis
33:31yang paling sulit terurai
33:32dan sering ditemukan
33:33mencemari sungai
33:34maupun lautan
33:35kondisi ini
33:37menunjukkan persoalan sampah
33:38tak hanya berkaitan
33:39dengan besarnya volume
33:40namun juga jenis sampah
33:41yang memberikan dampak
33:42jangka panjang
33:43bagi lingkungan
33:49salah satu sumber utama
33:50penjeparan laut
33:51berasal dari perilaku
33:52membuang sampah
33:53sembarangan ke sungai
33:54kondisi ini kian ironi
33:55karena setiap sampah
33:56yang dibiarkan
33:57mengalir di sungai
33:58pada akhirnya
33:59akan bermuar ke laut
34:00akibatnya
34:01persoalan sampah
34:02yang tercecer ke laut
34:03sesungguhnya
34:03yang merupakan
34:04akumulasi masalah
34:05yang dimulai
34:06dari daratan
34:08di Jawa Timur
34:09Yayasan Kajian Ekologi
34:10dan Konservasi
34:11Lahan Basah
34:12atau Ekoton
34:13menemukan besarnya
34:14kebocoran sampah
34:15menuju pesisir
34:16sejak 11 Mei
34:172026
34:18Ekoton telah
34:19membersihkan
34:1911,4 ton sampah
34:21dari Kalitebu
34:22yang bermuara
34:23ke pesisir utara
34:24Jawa Timur
34:24untuk menahan
34:25kebocoran sampah
34:26ke laut
34:27Ekoton
34:27memasang
34:28trash barrier
34:28atau jaring penahan
34:30sampah
34:30di aliran Kalitebu
34:31Paling banyak
34:32yang kita temukan
34:33adalah
34:34sampah plastik kemasan
34:35atau sampah plastik saset
34:37dimana
34:37sampah plastik kemasan
34:38ini dihasilkan oleh
34:39produsen
34:40jadi kemasan
34:41yang sudah mereka
34:41produksi itu harus
34:42ketika menjadi sampah
34:43itu menjadi tanggung jawab
34:44produsen untuk
34:45diambil kembali
34:46tapi nyatanya
34:46sampai sekarang
34:47itu masih belum ada
34:49upaya tanggung jawab
34:50untuk mengambil kembali
34:51sampah yang sudah mereka
34:53hasilkan dan bocor
34:54kelikman termasuk
34:55di ekosistem
34:56mangrove
34:56Ponerjo
34:59Upaya menahan
35:00kebocoran sampah
35:00ke laut juga dilakukan
35:01komunitas sungai Watch
35:03di Bali dan Jawa Timur
35:04mereka memasang puluhan
35:05trash barrier
35:06di berbagai aliran sungai
35:07untuk menangkap sampah
35:09sebelum terbawa arus
35:10dan berakhir di lautan
35:11inisiatif warga
35:13seperti gerakan bersih sungai
35:14dan bank sampah
35:15patut diperluas
35:15dan diperkuat
35:16namun gerakan tersebut
35:17juga harus
35:18ditopang infrastruktur
35:19dan sistem pengelolaan sampah
35:21yang memadai
35:22dan berkelanjutan
35:24pulau sampah
35:25di Teluk Jakarta
35:25pada akhirnya
35:26menjadi pengingat
35:27bahwa persoalan
35:28sampah tak akan selesai
35:29jika hanya
35:30dibersihkan di hilir
35:31selama buangan sampah
35:32dari hulu masih terjadi
35:33laut akan terus menjadi
35:35tempat akhir
35:36dari masalah
35:36yang tak pernah
35:37benar-benar terselesaikan
35:48ketika saya menelusuri
35:49kali adem pak
35:50disana saya berbincang
35:51dengan nelayan
35:52dan juga warga
35:53yang tinggal
35:54sangat berdekatan
35:54dengan pulau-pulau sampah
35:55mereka menyebut
35:56bahwa betul
35:57sampah-sampah tersebut
35:59datang dari hulu
35:59tapi pertanyaannya
36:01dimana celah terbesar pak
36:03sehingga begitu banyak
36:04sampah yang datang
36:05ke hilir Jakarta
36:06berasal dari hulu
36:07ya sepanjang perjalanan itu
36:09sepanjang perjalanan itu
36:11ya ini kan
36:12soal budaya
36:13soal orang menghargai sungai
36:15nah ini kita
36:16terbelakang lah
36:17artinya memang
36:18masyarakat kita
36:19untuk urusan itu
36:19masih
36:20masih ketinggalan
36:21berdasarkan
36:21pemantauan mungkin pak
36:23dari kementerian lingkungan hidup
36:24apakah ini
36:25hanya sebuah
36:26persoalan
36:26kedisiplinan
36:27atau mungkin juga
36:29ada persoalan lain
36:29karena kita tahu
36:30sejumlah
36:30tempat pembuangan
36:32akhir sampah kita pak
36:33sudah overload
36:34sudah tidak dapat
36:35lagi menampung sampah
36:36pendamping masih problem
36:37sekarang
36:38jadi sekarang
36:39kita udah
36:40menekan
36:41sampai 1 Agustus
36:42berhenti itu
36:431 Agustus
36:45kita desak
36:45peminta-peminta kota
36:47atau peminta daerah
36:47untuk melakukan itu
36:48KLH ini
36:49menyansi lebih dari
36:503.000 entitas
36:513.000 entitas
36:523.000 entitas
36:54447
36:55Pemkap
36:56dan Pemkot
36:57kita berikan sanksi
36:58terkait pengelolaan sampah
37:01karena
37:02tidak dikerjain
37:02karena regulasinya jelas
37:05dan ada beberapa
37:05yang dipidana
37:06ini yang kita sebut
37:07dengan
37:07rezim LH
37:09setelah dia berdiri sendiri
37:10sekarang
37:11sementara ini kita menjadi rezim sanksi
37:15bangunin orang
37:16eh lu salah
37:16oke
37:17nah tapi
37:19setelah itu
37:20kita masuk lagi
37:22rezim tambahan
37:23rezim solusi
37:24oke lu salah
37:25jalan keluarga
37:26kita ikut memikirkan
37:27dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun
37:29apa yang menjadi
37:31poin utama
37:32roadmap
37:32termasuk juga blueprint
37:33dari Kementerian Lingkungan Hidup
37:35untuk menangani
37:37persoalan sampah ini pak
37:38begini
37:38sampah
37:39bukan hanya keurusan kilir
37:41yang anda lihat
37:42sehari-hari itu hilir
37:43artinya urusan sampah
37:44dari hulu sampai hilir
37:45kalau dari hulu
37:46kita bicara soal edukasi
37:48soal kampanye
37:49kalian
37:50kalau sampah kita bagi
37:52bahkan kalau ekstrim
37:52ada 4 bagian
37:53kita cukup 2 dulu deh
37:55misalnya
37:55organik dan anorganik
37:57di tengah jalan
37:59dipisah
37:59yang organik
38:01dia bisa menjadi kompos
38:02itu ada
38:03namanya TPS 3R
38:04dan TPS 3R
38:05itu disitu ada tempat-tempat pengolahan
38:07itu kemudian
38:08yang sampai ke sana
38:09sebelum sampai ke sana
38:11dipilah lagi
38:12ada yang reuse
38:13ada lagi di recycling
38:14sampai ke TPA
38:17sebetulnya itu tinggal yang residu
38:18yang memang
38:20gak bisa diapapain
38:20nah itu sebetulnya
38:21itu yang menjadi bahan bakar
38:23dari pisel itu
38:24atau apapun namanya lah
38:25gitu
38:26atau dijadikan RDF
38:27dan sebagainya
38:28itu salah satu yang
38:29anda bilang roadmap
38:30saya akan mulai dengan
38:31Jakarta
38:33saya sudah intensif
38:35dengan gubernur Jakarta
38:36ada roadmap
38:37yang kita sepakati
38:38dan mudah-mudahan
38:39makanya saya bilang
38:40dalam 6 bulan ini
38:41akan kelihatan
38:42kayak misalnya
38:42menutup open dumping
38:43open dumping
38:44yang sekian banyak metan
38:45dan sebagainya
38:45itu harus selesai kan
38:46nah itu
38:47bagian dari roadmap
38:48yang harus kita selesai
38:50kan
38:50dalam 6 bulan ini
38:52sudah kelihatan lah
38:57kami menemukan nih
38:58di wilayah Morangke
38:59kami melakukan penelitian itu
39:002015
39:00dan kemudian terakhir
39:012023
39:02dalam jangka waktu 8 tahun
39:04mikroplastik meningkat 5 kali
39:20selamat menikmati
39:37selamat menikmati
39:53profesor riset
39:53termuda BRIN
39:55bidang oseonografi kimia
39:57dengan kepakaran pencemaran laut
39:58Mas Reza
39:59Cordova Mas Reza
40:00terima kasih untuk waktunya
40:01terima kasih banyak
40:02saya langsung
40:03ke pokok persoalan kita
40:04bahwa ada
40:06fenomena
40:07ataupun kondisi
40:07yang kemudian menunjukkan
40:08ada pulau-pulau sampah
40:10di pesisir laut Jakarta
40:12berdasarkan riset
40:13yang kemudian dilakukan oleh BRIN
40:14apa yang sesungguhnya terjadi Mas?
40:15sebenarnya kalau misalnya kita lihat
40:16sampah yang terakumulasi
40:18di pesisir Jakarta ini
40:19termasuk yang ada di Morangke ini
40:21itu terjadi
40:21tidak hanya sumbernya dari Jakarta
40:23tetapi memang dari Hulu
40:24dari Hulu?
40:25dari Hulu
40:25jadi memang sampahnya yang ada di sana
40:27collection rate yang sangat rendah
40:28kemudian memang
40:29kalau ada di Jakarta
40:30relatif lebih bagus
40:31daripada yang di wilayah Hulu dan Tengah ya
40:32tetapi kemudian
40:33karena dia terakumulasi banyak
40:34dan kemudian terhalang
40:36karena ada pola arus
40:37kemudian
40:37ya sekarang ditambah
40:38ada pola elektromasi
40:39ketika dia sudah tertahan
40:41kan ini ada area
40:42pertemuan antara
40:43air tower dengan air laut
40:44hal itu menyebabkan
40:45tertabraknya
40:46sampah ada di sana
40:47karena tadinya kencang
40:49kemudian dia melambat
40:50sampah ini kan kebanyakan
40:52sampah campuran
40:52ketika ada sampah campuran
40:54dia akan berhenti
40:55di depan
40:56muara sungai
40:57makanya memang
40:58mulai ada di muara angke
40:59di Marunda
41:00sebenarnya terjadi hal yang sama
41:01hampir di seluruh wilayah-wilayah
41:04sungai itu
41:05terjadi seperti itu
41:06jadi bisa kita bayangkan
41:07kalau seluruh wilayah di Indonesia
41:08terjadi seperti itu
41:09collection rate rendah
41:11pengelolaan sampahnya
41:11belum optimal
41:12bukan tidak mungkin
41:13nanti beberapa tahun yang akan datang
41:14akan terbentuk delta-delta sampah
41:16di seluruh muara sungai
41:17yang ada di Indonesia
41:18bisa ditunjukkan mungkin mas
41:20titik-titik mana saja
41:21yang ada
41:22mohon maaf
41:22pulau-pulau sampah
41:23ataupun penjemaran sampah
41:25di laut
41:25jadi kita bisa lihat
41:26disini kami mengamati
41:27di 18 wilayah pantai
41:28yang ada di seluruh Indonesia
41:29mulai dari Aceh
41:30sampai ke Papua
41:31dari Manado
41:32sampai ke Kupang
41:33bisa kita lihat disini
41:34ada wilayah-wilayah tertentu
41:35yang mau akumulasi sampah
41:36dan ini sebenarnya
41:37tidak hanya
41:38dihasilkan oleh wilayah
41:40yang ada di sekitarnya
41:41tetapi memang ada
41:42transbenderi
41:42jadi sampah yang terbawa oleh
41:44Alrus
41:44nah kalau ada disini
41:46contohnya yang paling banyak
41:47itu adalah misalnya
41:48ada di Ambon
41:48di Takalar
41:49utaranya Manado
41:50ada di Padang
41:51termasuk sebenarnya
41:52yang ada di Jakarta
41:52bahkan sebenarnya
41:53kalau di Jakarta sendiri
41:54sampahnya itu
41:55belum sebanyak
41:56yang ada di wilayah-wilayah lain
41:57belum sebanyak yang di wilayah lain?
41:58betul
41:58hanya ini
41:59tidak ketahuan saja
42:01karena kan ada wilayah-wilayah lain
42:03yang justru semakin jauh
42:04dari wilayah ibu kota
42:06collection rate ini
42:07semakin rendah
42:07ada hubungan
42:08antara collection rate
42:09atau proses penjemputan sampah
42:11laju penjemputan sampah
42:12per daerah
42:13dengan jumlah
42:13sampah yang bocor
42:15kelingkungan
42:15semakin rendah
42:17collection rate-nya
42:19semakin tinggi pula
42:19sampahnya
42:20persoalan sampah
42:21yang kemudian tercecar ke laut
42:23ini bukan hanya
42:23sekedar kedisiplinan
42:24masyarakat
42:25tetapi
42:25secara struktural
42:27ini sangat mempengaruhi
42:28sangat mempengaruhi
42:29kita tidak bisa berbicara
42:30hanya satu sisi
42:31oh yang salah
42:32masyarakat saja
42:33tidak bisa seperti itu
42:34paling tidak ada
42:35empat faktor nih
42:36pertama dari
42:37pemerintahnya
42:37secara regulasinya
42:38diimplementasikan atau tidak
42:39infrastrukturnya juga
42:40masih kurang
42:41seharusnya kan sampai ini
42:42tidak dibawa ke TPA
42:45kemudian dibiarkan begitu saja
42:46kemudian yang kedua
42:47masyarakatnya juga sama
42:48kita edukasinya kurang
42:50tapi banyak dari masyarakat yang
42:51kita juga gak bisa ngapa-ngapain
42:53mau luang kemana
42:53setelah dipilah
42:54mau dikemanakan
42:55karena infrastrukturnya tadi
43:11dari akademisi
43:12kami juga sebenarnya bertanggung jawab
43:13kami harus bertanggung jawab
43:14ini loh ada produk plastik
43:15yang bisa digunakan berulang-ulang kali
43:17sampai betul-betul rusak
43:18baru kemudian didaur ulang
43:20bisa digunakan kembali
43:21nah ini empat faktor ini
43:23yang sangat berpengaruh
43:24saya ingin tunjukkan ke
43:25mas Reza
43:26oke
43:27ini adalah
43:28visual yang kita ambil
43:30mas ketika kami
43:31mendatang secara langsung
43:32pulau-pulau sampah
43:33yang ada di
43:34pesisir Jakarta
43:35berapa lama sebenarnya
43:36waktu yang dibutuhkan
43:37agar
43:38sampah-sampah ini
43:39betul-betul bisa menjadi sebuah pulau
43:41betulkah hanya
43:42dalam waktu singkat
43:43baru satu tahun mungkin
43:44atau justru sudah terjadi
43:45cukup lama
43:46baik
43:46sebenarnya ini kalau misalnya kita lihat
43:48tergantung dari jumlah sampah yang masuk
43:50tidak hanya dari
43:51muara kali adem
43:52tetapi dari sungai-sungai lainnya
43:53yang ada di sekitar
43:54termasuk bahkan yang dari Bekasi
43:55sama di Tangerang
43:56kenapa?
43:57karena pola arusnya itu
43:58akan ke arah sana
43:58dia bolak-balik tergantung musim
44:00nah jumlah sampahnya berapa banyak
44:02kalau yang lihat ada di sini
44:03ini
44:03kalau secara kasar ya
44:05akan lebih dari
44:06100 ton
44:07100 ton?
44:07itu baru yang ada di permukaan
44:08belum lagi yang ada di dasar
44:10artinya
44:11Brin menemukan bahwa
44:12sampah itu juga ada di dasar
44:13betul
44:13karena narasi yang kemudian
44:14saya temukan di sini adalah
44:15bahwa yang bagian dasar itu
44:17adalah sedimentasi
44:18sementara sampah hanya
44:19berada di atas
44:19baik
44:20sebenarnya
44:20persoalan sampah yang ada di sini
44:22termasuk yang ada pulau sampah
44:23di wilayah lain
44:24itu tidak hanya
44:24masalah satu tahun atau dua tahun
44:26tetapi ini sudah
44:27belasan tahun yang terjadi
44:28memang sedimen ada
44:29dia normal akan sangat banyak
44:31kenapa?
44:31karena
44:32muaranya dari sini
44:33itu kan ada gunung-gunung kan
44:34yang ada di Bogor
44:35salah satunya
44:36kemudian
44:37dia turun
44:38bersama dengan
44:38sampah-sampah yang ada
44:39makanya ini harus
44:40dihilangkan secara cepat
44:41apalagi
44:42dampaknya yang ada di belakang
44:43ini kan wilayah
44:44hutan lindung
44:45betul
44:45begitu banyak sampah
44:47yang kemudian ada di sini
44:48bersebelahan
44:49atau berdamping secara langsung
44:50dengan hutan lindung
44:51ada mungkin temuan
44:53khusus dari Brin terkait hal ini?
44:54baik
44:54yang pertama
44:56binatang-binatang
44:57yang hidup di wilayah
44:58hutan lindung
44:59yang seharusnya terlindungi
45:00dia akan tidak sengaja
45:01makan sampah
45:02karena mereka itu
45:02tidak bisa membedakan
45:03mana plastik
45:04dengan mana makanannya
45:05semakin kecil ukuransi
45:06sampah plastik tersebut
45:07semakin mudah masuk ke dalam tubuh
45:09tidak hanya di biota
45:10tapi masuk ke manusia
45:10melabungin?
45:11makanan
45:13salah makan
45:14kemudian terhirup di udara
45:16bahkan kami menemukan
45:17di wilayah Morangke
45:18kami melakukan penelitian itu
45:192015
45:19dan kemudian terakhir
45:212023
45:21dalam jangka waktu 8 tahun
45:23mikroplastik meningkat
45:245 kali lipat
45:255 kali lipat?
45:26oke
45:27dan bisa kita bayangkan
45:28kalau 5 kali lipat
45:29artinya
45:30biota-biota yang ada di sana
45:31akan bisa makan
45:34tidak sengaja
45:35atau masuk ke dalam tubuh
45:36mikroplastik itu
45:37bisa 50 kali lipat lebih tinggi
45:38termasuk ke manusia
45:39kenapa?
45:40karena
45:41di Morangke kan salah
45:42mangrove
45:43terumbu karang
45:44lamun
45:45dia menjadi tempat
45:46untuk tempat hidupnya
45:47ikan
45:48dan kita
45:49makan ikan dari wilayah sana
45:50yang asal
45:50sejak tahun 2015
45:52sampai sekarang
45:52proporsinya semakin lama
45:54semakin meningkat
45:54biota yang mengandung
45:56mikroplastik
45:56salah satunya yang paling tinggi
45:58yang dekat dari Morangke
45:59itu kurang hijau
46:00bahwa Brin juga sebelumnya
46:01sudah menghitung
46:02potensi kerugian negara
46:03akibat kebocoran sampah ini
46:05bisa dijelaskan mungkin
46:06temuannya seperti apa?
46:07sebenarnya kami menghitung
46:08berdasarkan berbagai macam
46:09variable ya
46:10variable kesehatan laut
46:11kemudian biodiversitas
46:12dan sejenisnya
46:13termasuk sebenarnya
46:14kesehatan manusia
46:15kerugiannya itu
46:16kalau berdasarkan
46:17hasil perhitungan
46:17antara 3.300 dolar
46:19sampai hampir
46:2040.000 dolar
46:21per ton
46:22sampah plastik
46:22per ton sampah plastik
46:24dan Indonesia
46:24kalau berdasarkan data
46:25terakhir tahun
46:262023
46:29itu sekitar
46:30300.000 ton
46:31sampah plastik
46:32yang masuk ke lautan Indonesia
46:33artinya kalau dirupiahkan?
46:34hampir 2.000 triliun
46:36terakhir tahun
Komentar

Dianjurkan